NovelToon NovelToon
The Best Sniper

The Best Sniper

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:154.5k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Novel ini adalah sekuel dari Novel My Secret Agent yang mengisahkan tentang Fey dan Gian.

Novel The Best Sniper, akan membahas mengenai Ryuga, putra pertama Fey dan Gian yang mengikuti jejak sang Ibunda yang berkarier di dunia Agen Rahasia.

Tak hanya membahas tentang karier cemerlang dari Ryuga, namun juga akan membahas perjalanan cinta dari si Pemimpin Pasukan Agen Rahasia.

Selain tokoh Ryuga, Author juga akan membahas tentang dua tokoh lain yaitu adik kandung Ryuga dan juga sahabat - sahabat yang kocak dan tengil. Mereka tentu akan ikut mewarnai kisah hidup Ryuga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Role Mode

"Bun, Aku pinjam mobilnya." Kata Ryuga sembari mengambil kunci mobil Fey dari tangan Fey.

"Mau kemana? Gak sopan banget sama atasan." Ledek Elno.

"Ck! Titip Bunda, Pap! Tolong anterin pulang." Ujar Ryuga.

"Ch! Anak sama Bapak, sama aja. Emangnya sohib gue barang, di titip - titipin segala." Gerutu Elno.

"Suruh Bapak lo jemput, ngapa? Kan gue jadi muter - muter, Yu!" Kata Elno yang tentu saja bergurau.

"Jadi lo keberatan nganter gue pulang, ha?" Tanya Fey sambil melirik tajam ke arah Elno.

"Oh! Tentu saja tidak, Nyonya. Silahkan masuk, Nyonya." Ucap El sembari membukakan pintu mobilnya untuk Fey. Fey pun masuk ke dalam mobil Elno sambil terkekeh.

"Gla, gue mau bicara." Kata Ryuga saat pertemuan mereka sudah selesai. Ryu sengaja kembali ke gedung untuk menyusul Gladys yang masih menunggu jemputan di Lobi.

Tentu saja ia perlu bicara dengan Gladys saat Atasan BIN dan dua Atasannya akhirnya memberikan waktu satu hari untuk mereka berpikir, setelah melalui perdebatan yang cukup panjang.

"Bicara aja." Jawab Gladys.

"Ayo ikut gue." Ajak Ryu.

"Kemana? Gak bisa di sini aja?" Tanya Gladys. Ia rasanya kehilangan semangat, padahal baru saja hendak menjalankan misi pertama di tugas penting yang sudah sejak lama ia buru.

"Enggak!" Jawab Ryu yang kemudian menarik tangan Gladys dan membawanya keluar dari gedung.

"Taxi gue udah sampe." Ujar Gladys saat melihat taxi pesanannya baru saja tiba.

"Ck!" Desis Ryu yang kemudian membawa Gladys menghampiri taxinya. Supir taxi pun membuka jendelanya saat Ryu dan Gladys mendekat.

"Maaf, Pak. Biar nanti saya yang antar dia pulang." Kata Ryu sembari mengeluarkan tiga lembar uang seratus ribuan dan memberikan pada si Supir sebagai permintaan maaf.

"Baik, terima kasih, Mas." Ucap Supir taxi itu sebelum pergi meninggalkan Ryu dan Gladys.

"Kenapa repot - repot? Banyak banget, lagi, ngasihnya." Cicit Gladys. Ia lalu membuka tasnya dan hendak mengganti uang Ryu.

"Gak usah di ganti." Kata Ryu yang kemudian menarik tangan Gladys.

"Eeh... Eh!" Kata Gladys yang hampir terjatuh karena tak siap saat Ryu tiba - tiba menarik tangannya. Untungnya dia bisa menyeimbangkan tubuh hingga tak sampai terjatuh.

Ryu pun membawa Gladys menuju ke mobil Fey. Ia membukakan pintu mobil dan meminta Gladys untuk masuk.

"Kirain mau di ajak nyebrang di sirkuit MotoGP." Kata Gladys yang membuat Ryuga melirik ke arahnya.

Gladys pun mengangkat tangannya yang berada di genggaman Ryuga. Ryuga pun melepaskan tangannya yang masih menggandeng tangan Gladys.

"Sorry." Ucap Ryuga.

"Cepet masuk, gue anter pulang sekalian kita bicara." Kata Ryuga.

Gladys pun segera masuk ke dalam mobil. Ryuga kemudian menutup pintu mobil dan segera berjalan ke arah kemudi.

"Masih ada kesempatan kalo lo mau mundur dari misi ini." Kata Ryuga yang membuka pembicaraan.

"Gue? Bukannya lo yang ngotot banget gak mau jalanin misi pertama?" Kata Gladys sambil menatap sinis ke arah Ryuga.

"Gue kayak gitu karena mau nyelametin lo." Kilah Ryu.

"Ngapain lo repot - repot nyelametin gue? Bukannya lo yang cari selamat?" Sahut Gladys.

"Jadi, lo mau tetep jalanin misi ini? Gimana sama orang tua dan keluarga lo?" Tanya Ryu yang membuat Gladys terdiam.

Sebenarnya ada masalah lain yang sedang di alami oleh Gladys dan keluarganya hingga ia menyanggupi menjalani misi khusus ini dengan harapan bisa mendapatkan Fee yang banyak.

Namun, ia tak menyangka jika misi pertama ini hampir membuatnya mundur karena ada masalah yang menyangkut keselamatan orang tua dan dan keluarganya di Desa.

Gladys pun memejamkan mata sembari menyandarkan kepalanya di sandaran kursi mobil. Isi kepalanya sangat berisik dan terasa hampir meledak!

Melihat raut wajah gadis di sebelahnya, membuat Ryu terdiam. Ia menebak jika ada masalah besar yang sedang terjadi pada Gladys. Bukan hanya sekedar pilihan yang di berikan oleh Atasan mereka.

"Are you O.K? Lo lagi ada masalah yang lebih berat dari pilihan ini?" Tanya Ryuga tiba - tiba.

Pertanyaan itu tentu langsung membuat Gladys membuka matanya. Ia lalu menoleh ke arah Ryuga yang sedang mengemudikan mobilnya.

Pertanyaan sederhana yang entah mengapa membuat hati Gladys terenyuh. Selama ini tak pernah ada yang menanyakan bagaimana kondisinya. Apakah dia baik - baik saja, atau sedang berada di ujung asa.

"Bukan urusan lo." Jawab Gladys sambil membuang pandangan ke jalanan yang cukup padat.

Ryuga pun terdiam, memang benar jika itu bukan urusannya. Padahal, ia sudah berbaik hati mau mendengarkan cerita atau keluh kesah dari gadis di sebelahnya.

"Jadi, gimana?" Tanya Ryuga.

"Bukannya baru besok, kita diminta buat kasih keputusannya?" Gladys justru balik bertanya sambil menoleh ke arah Ryu.

"Hah! Astaga..." Lirih Ryu.

"Menurut lo, gimana?" Tanya Gladys.

"Gue? Gue ya profesional dong, kayak apa yang di katakan Atasan gue." Jawab Ryu.

"Maksudnya, lo bakal terima?" Tanya Gladys. Namun, Ryu hanya terdiam.

"Gimana keluarga lo? Gak mungkin kalo lo juga mau ngerahasiain dari keluarga lo, kayak pekerjaan lo yang lo rahasiain dari mereka." Ujar Gladys.

"Emang pekerjaan lo gak rahasia?" Ryu balik bertanya dengan senyuman sinis.

"Seenggaknya gue gak manipulasi dan beneran anggota BIN." Jawab Gladys sembari menunjukkan ID Cardnya.

"Ch!" Decih Ryu.

"Ngapain gue ngerahasiain pernikahan gue? Justru malah salah satu orang tua gue yang nyuruh gue ngejalanin misi ini dengan alasan profesionalisme." Jawab Ryu yang membuat Gladys terkejut.

"Serius?" Tanya Gladys.

"Lo tau perempuan yang tetep cantik di usia paruh baya tadi itu, siapa?" Tanya Ryu.

"Pasti tau lah. Sosok perempuan yang selalu jadi role model gue setelah tau kebadasannya, Eiodi." Jawab Gladys.

"Role model lo itu, Bunda gue, Ibu kandung gue kalo di rumah. Tapi beda cerita kalo di Markas." Kata Ryu yang membuat Gladys ternganga.

Bagaimana tak kaget? Bahkan saat duduk bersebelahan tadi, tak ada gelagat atau gerakan yang menunjukkan jika mereka terlihat dekat selain dari kedekatan seorang Pimpinan dan 'Anak Buahnya'.

Ia memang tau tentang Fey, si Eiodi yang namanya sangat melegenda, terlebih di kalangan kementrian hukum dan militer. Keberanian wanita itu yang memberikannya semangat untuk mengikuti jejaknya, meskipun berbeda naungan.

"Lo gak bercanda?" Tanya Gladys lagi. Sepertinya ia masih belum percaya.

Ryu kemudian meraih ponselnya dan mendial nomor Bundanya. Tak butuh waktu lama, Fey pun mengangkat panggilan dari Bundanya.

"Ada apa, Bang?" Tanya Fey.

"Bunda udah sampe rumah?" Tanya Ryu.

"Masih di jalan." Jawab Fey.

"Abang dimana?" Tanya Fey kemudian.

"Masih di jalan, mau anter Gla pulang." Jawab Ryu.

"Hati - hati bawa calon mantu Bunda." Kekeh Fey yang meledek putranya.

"Calon mantu Agen Rahasia." Timpal Elno yang juga terkekeh.

"Bunda sama Papa El?" Tanya Ryu.

"Iyalah, Yu. Masa sama kodok!" Sahut Elno.

"Lo tuh curut kecirit, bukan kodok, El." Kata Fey.

"Enak aja lo ngatain gue! Gue turunin juga lo, ditengah kuburan." Sahut Elno.

"Emang gue takut?" Sergah Fey.

Ryu pun memutus panggilan telfonnya saat Fey dan Elno mulai berdebat dan saling meledek. Rasanya ia muak mendengar keributan dua sahabat yang saling care namun tak pernah akur itu.

"Masih gak percaya?" Tanya Ryu sambil melihat ke arah Gladys.

"Percaya." Jawab Gladys sambil menatap lurus ke arah jalanan.

Jantungnya terasa hampir meledak saat mendengar Fey menyebutnya sebagai calon menantu.

1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Aslan emang rame orangnya mengasyikkan 😅😅😅
Faqisa Sakila
kk.. ko blm up2 jg
ud q tungguin dr kmren lho kk..
smangat up trus y thoor...
Was pray
kalau gak ingin Gladys celaka atau lecet jangan pernah libatkan dalam misi berbahaya yg bertaruh nyawa dong Ryu... itu udah resiko profesi
Was pray
kamu yg ambil keputusan bawa Gladys meneruskan misi, Fey , Adam dan elno udah memperingatkan resiko jika misi dilanjutkan tapi kamu tetap kukuh meneruskan misi , ya terima resiko dari keputusan yg udah kamu ambil Ryu, penyesalan tidak guna. biar ini jadi pengalaman buatmu Ryu agar lebih bijak mengambil keputusan terutama yg melibatkan orang lain
Was pray
emang kebet belanja ya dys? gak sabar amat nunggu Ryu pulang
Was pray
emang jarak boy nma gladis seratus meter kah? sampai gak nyadar gladis diserang ? apa gunanya mengawal kalau yg dikawal sampai diserang dan cedera pula
Eka
mantap fey💪💪💪💪
Munas Tuti
suenengnya Ryu mau jadi dady 😄
Eka
asik jangan2 gls hamil ya tjor anak kembar ya thor..tambah seruuuu🤣👍👍👍
Murti Puji Lestari
ya ampun saking seneng dan bahagianya calon bapak satu ini, sampai macam orang gila
ini kalau Davi cs liat apa ngak shock😅😅😅
selamat ya Gladys semoga Sehat dan lancar sampai lahiran
Anonim
Wiiiih seneng nya yg mau jadi Dady🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
saking bahagianya bang Ryu smpai kayak orgil kelakuannya 😅😅
Sukarti Wijaya
selamat buat ryu dan gladys...👍
💟노르 아스마💟
sella...wanita tangguh
Icha Arlita
mantap 🤭
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bang Ryu lg yg hrs turun tangan 😅😅 pasti Gladys hamil deh tp gak ngeh
Eka
jodohin sama aslan saja gls pasti cicok🤣🤣🤣
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
gladys??
Eka
gals mulai bucinnn🤣🤣
Eka
mantap gladis ayo semoga dgn latihan ini glas cepet sadar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!