NovelToon NovelToon
Hi, Ex - Boyfriend !

Hi, Ex - Boyfriend !

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:586.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: SheisUgly

Hai All, ini adalah karya keduaku.
Sesuai sama judul di atas kali ini aku akan membuat karya tentang dunia permantanan.

Willo, gadis pendiam dan terkesan cuek dan aromantis terkejut saat dia tau ternyata bos di tempatnya bekerja adalah Mantan "Pacarnya" yang super ngeselin.

Willo ingin menghindar dan resign dari tempatnya bekerja namun dirinya tak bisa lepas dari jeratan mantan.

So this is it , Willo story : Hi, Ex - Boyfriend ! 😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SheisUgly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BANG KAI !!!

Please, tutorial menghapus kenangan mantan. Butuh link nya.

🌻Willona🌻

❄❄❄❄

Kaisang Bayu Asmoro, dia adalah seniorku di kampus WIU, Wearnes Internasional University. Dia juga mantan pacarku. Saat aku tau dia memacari ku karena permintaan Kak Kenzie yang waktu itu pacarnya, hatiku sakit, seperti tertusuk bambu runcing. Butuh waktu lama menyembuhkan luka itu.

Tapi aku bersyukur, alasan Kai berpacaran denganku aku ketahui setelah aku berpacaran sebulan dengannya. Saat aku sudah merasakan kenyamanan itu padanya.

Diam-diam dia bisa membuatku tertawa dengan kata-katanya yang spontan. Dia menghiburku saat aku banyak tugas. Di saat nilai ku jeblok.

Sebulan setelah kami putus, aku bertemu dengannya lagi.

Dia berpamitan padaku akan menyusul Kak Kenzie berkuliah ke luar negri.

Kai memilih MIT (Massachusetts Institute of Technology) sebagai tujuannya.

Dan sebelum dia pergi, Kai memberiku seuntai gelang.

Gelang yang sangat sederhana namun unik.

Gelang berornamen kayu berbentuk kotak-kotak kecil.

Di setiap kotak kecil itu ada satu huruf dan di gabung bertuliskan KAI & WILONA.

Aku tak tau tujuan Kai memberiku gelang seperti itu padahal kita sudah putus.

Dia hanya bilang saat itu :

"Gue akan selalu inget kalau kita pernah menjalin hubungan. Gue harap lo enggak akan lupa sama gue"

Kata terakhir yang ku dengar dari mulut Kai memang manis tapi nyelekit. Aku masih mengingatnya dengan jelas bahkan selama 8 tahun ini.

Aku coba move on tapi aku tak bisa.

Aku menghela nafas di jam kerja ini. Mengerjakan proyek game dengan teman se teamku.

"Para leader di minta ke ruangan bos segera"

Suara mesin notifikasi di ruanganku terdengar lantang.

Saatnya ketemu dia lagi....

Aku bersama empat leader yang lain menuju ke ruangan bos.

Dadaku berirama tak beraturan. Selain aku takut dia akan berkomentar pedas, aku juga takut memandang wajahnya. Wajah yang selama ini ingin aku lupakan.

Pintu otomatis bos yang terbuat dari kaca transparan anti peluru terbuka.

Kulihat si Bos asik memencet keyboard berkali-kali menghadap seperangkat komputernya dengan earphone terpasang di telinga.

Kami berjejer berdiri di depan meja kerjanya.

Tapi dia kayak enggak merasa kita ada.

Sebenarnya dia niat manggil kita enggak sih??

Aku sebal dan kami saling lirik. Mata temanku menunjuk ke Bos... melihat bos yang sangat cuek.

Setelah hampir 5 menit di kacangin, dia pun melihat ke arah kita berempat dan tersenyum gummy smile.

Untung lo bos gue !!! Umpatku dalam hati kesal dengan sikap semena-menanya.

Kami kompak menunduk ketakutan beradu pandang dengannya. Kai mencopot earphone dan bersandar di kursi ergonomis yang terlihat nyaman.

"Gimana ?? Ada yang sudah kalian hasilkan??" Tanyanya dengan mode cuek. Manatap kami satu persatu.

"Kamu yang pakai kemeja merah , siapa nama kamu?" Tanyanya seperti mengingat ingat.

"Satria Bos..." Jawab Satria lirih.

"Sama kamu yang pakai jaket parka navy?? udah ngasilin apa??"

Aku cuma diam di tanya begitu. Ya, dia bertanya padaku yang memakai jaket parka warna navy.

"Kenapa diem?? Belum ngasilin apa-apa??" Katanya bersuara pongah.

"Saya sudah menyelesaikan satu aplikasi Bos..." Suara Jelita terdengar bergetar. Dia sama takutnya dengan leader yang lain.

"Kamu pakai jaket kenapa? Sakit???" Dia bertanya padaku yang satu-satunya pakai jaket.

"Tidak bos..." Jawabku menunduk.

"3 Hari lagi kalian musti harus kasih laporan ke saya ya. Saya harus tau kinerja kalian. Sebulan itu waktu yang terlalu lama...." Katanya santai kemudian berdiri.

Berjalan ke arah kami berlima.

Tentu saja, hatiku tak bisa di kondisikan saat ini.

"Kalian boleh pergi, kamu yang pakai jaket warna navy stay disini !"

Perintah Kai membuatku berdecih kesal.

Mampos Mampos dah Willl.... Di makan abis ini ama Bos gesrek !

Kini tinggal aku dan Kai yang tersisa di ruangan ini. Suasana hening dan dia berdiri tepat di depanku. Bau parfum yang aku rasakan persis seperti yang kucium dulu. Aroma parfum yang awalnya aku benci namun jadi sulit aku lupakan. Apalagi saat dia berboncengan sepeda denganku waktu Car Free Day.

"Gue minta lo rekap laporan cabang Frankfrut sekarang. Sejam lagi bawa ke ruangan gue."

Aku kira dia akan menanyakan kabarku, kegiatanku selama ini. Bagaimana hidupku sepeninggal dia, rupanya dia hanya ingin memerintah.

"Baik Bos. Saya permisi..." Akupun undur diri dari ruangannya.

"Willo...." Panggil dia dengan namaku jelas padahal saat disini ada kami berlima tadi, dia selalu manggil aku dengan sebutan Kamu yang pakai jaket parka warna navy.

Kenapa saat berdua dia ingat namaku??

"Iya Bos??" Aku berbalik badan saat aku akan keluar dari ruangannya. Menunggu perintah yang ketinggalan.

Dia memandangku lekat seperti tatapannya dulu saat mobil terjebak lampu merah.

"Jangan pakai jaket kalau kerja, gue risih..."

Oh, itu perintah yang ketinggalan? Oukeehh !

❄❄❄❄

Setelah sejam aku memasuki ruangan bos lagi untuk memberikan laporan cabang Frankfurt. Kalau untuk laporan penjualan dia suka langsung berbentuk file di tab. Kalau pakai kertas dia ngamuk. Semua yang ada disini berbasis teknologi tinggi.

"Ini Bos, laporan yang bos minta. Cabang Frankfurt !" Kataku lirih seraya menyerahkan IPAD ke arahnya.

Dia mengambil IPAD itu tapi matanya fokus ke monitor komputer yang ada di depannya.

Dan gelagatnya saat menerima IPAD itu persis ketika aku menyerahkan file dari Pak Bagus dulu.

Hatiku berdesir. Rasa itu datang lagi.

"Baik Bos, saya permisi" Aku pergi dari hadapannya.

"Wil, lo enggak salah kasih laporan ini ke gue???" Nada protesnya membuatku menghentikan langkah.

Aku berbalik menghadapnya lagi.

"Iya Bos??" Tanyaku memperjelas.

"Gue kan mintanya cabang Beijing, bukan Frankfurt. Lo gimana sih?? Makanya, pasang kuping lebar-lebar" Katanya membentak dengan wajah serius.

Astagfirullah... Aku tadi denger dengan jelas dia bilang cabang Frankfurt. Kenapa setelah aku melaksanakan perintahnya kok jadi Cabang Beijing??

Dia sengaja apa giman sehh??

"Bukannya tadi bos minta cabang Frankfurt ya?" Kali ini aku berani membantah.

"Udah sana kerjain cabang Beijing, " Dari kata-katanya dia udah nyuruh pergi dari ruangannya.

Aku gak cuma akan nyerahin laporan cabang Beijing, bahkan London, Oregon juga aku jabanin. Liat aja ntar.

"Bang Kai !!!" cicitku Lirih seraya pergi keluar dari ruangannya.

Bodo amat dia denger apa enggak !!!! I don't care !!

❄❄❄❄❄

Seharian ini aku terfokus dengan perintah Kai menyuruhku ini dan itu. Bahkan aku lihat tadi Kai memberikan reward Nancy berlibur ke Pulau Hainan dan Vietnam selama 10 hari.

Itu tandanya, dia pasti nyuruh-nyuruh aku lagi buat gantiin tugas Nancy.

Trus kalau aku selalu ngerjain tugas Nancy, team ku nasibnya gimana???

Aku buru-buru mengechat team ku di grup chat untuk berkumpul sebentar di cafe rooftop Gedung Flowchart.

"Sorry banget gue tadi di perintah mulu ama bos geblek. Trus sampe mana projek kita??" Tanyaku hampir frustasi.

"Ini, kita udah nyusun game nya dan tinggal di sempurnain lagi..." Kata Iqbal.

"Sini sini gue liat...." Aku pun menatap layar laptop dengan teliti.

Sejauh ini bagus, ini melebihi ekspektasiku.

"Wah, hebat banget game ini. Karakternya lucu-lucu. Anak-anak pasti tertarik nih..." Aku tersenyum sumringah.

"Will, team Jelita kayaknya bikin aplikasi yang lebih bagus dari kita..." Ucap Gina sedih. Aku mengernyitkan alis mendengarnya.

"Lo jangan ngomong gitu, gue yakin kita berhasil kok. Semangat dong..." Aku memberi semangat untuk anggota teamku yang sedang patah arang ini.

"Iya Gin, lagian kan waktunya masih banyak..." Kata Sandy santai.

"Banyak lu bilang?? Seminggu ini harus kelar trus di evaluasi ama dia, kalau deal ya lanjut kalau enggak ya kita suruh bikin lagi sampai deadline..." Kataku tegas mengingatkan mereka agar tak lengah.

"Gila banget punya Bos bar-bar kayak dia.." Umpat Kemal.

"Eh, kecilin suara lo... Wasap grup anak sebelah yang gibahin dia aja bisa di retas, apalagi suara lo. Kedengaran lewat CCTV." Kata Sandy menimpali.

Kami semua terkekeh.

"Gimana lo kemaren kondangan ke kawinan mantan?? Mewek lu???" Goda Kemal mengingat Chat kita kemarin malam

"Ih sorry, ya enggak lah. Gue malah makan prasmanan disana banyak banget" Sandy pun menjawab sambil tertawa.

"Bagus itu, mantan jangan lu inget-inget. Dia hanya akan membuat kita susah move on..." Gina berceloteh seraya mencomot satu biskuit dan memakannya.

Btw, kenapa malah ngomongin mantan sih?? Aku lagi enggak pengen bahas itu. Kerja team lebih penting.

"Will, emang mantan lo dulu ganteng??" Tanya Gina.

"Eh??" Aku terhenyak antara kaget dan enggak paham pertanyaannya.

"Mantan lo.. lo kata ganteng... Bahkan lebih ganteng dari bos kita..." Gina memperjelas

"Oh itu... Ya jelas lah mantan gue ganteng banget.." Aku tertawa sekedar menutupi rasa sedihku saat ingat mantan.

"Kenapa bisa putus??" Tanya Sandy penasaran.

"Gue yang minta putus soalnya dia suka cewek lain.." Jawabku jujur. "Gue cuma di jadiin pelampiasan doang" Kataku terdengar sedih.

"Eh, gue kira lu di putusin gara-gara gak bisa dandan.." Kemal terbahak mengataiku. Akupun ikut tertawa.

Dan itu mungkin salah satu faktor juga. Entahlah, yang pasti hubungan kami sudah berakhir.

❄❄❄❄

Aku menunggu taksi online jam 7 malam ini. Sebenarnya aku tadi pulang jam 4 sore namun aku memutuskan untuk membuat beberapa aplikasi baru untuk di tunjukkan ke teamku besok.

Aku mondar-mandir dengan kedua tangan kumasukkan ke saku jaket di sisi kiri dan kanan.

"Lo masih naik ojek ??" Suara teguran bosku nyaring di telinga.

"Trus mau naik apalagi bos?" Jawabku cuek. Aku lagi males jadi anak buah dia.

"8 tahun dan elo enggak pernah berubah.." Katanya kemudian mengulum senyum

Aku terperanjat mendengarnya mengungkit masa lalu.

" Lo juga enggak pernah berubah..." dengan berani aku menimpali dengan sebutan Lo Gue..

Dia tertawa kecil. Aku belum tau, bagian mana yang lucu.

Aku hanya berekspresi datar.

"Gimana hidup lo setelah gue pergi??" Pertanyaan Kai seolah menflashback kondisiku sepeninggal Kai yang jadi kacau

"Gue bahagia. Sama kaya lo. Lo juga bahagia kan bisa sama-sama Kak Kenzie lagi tanpa harus LDR??" Aku tersenyum kecut.

"Lo masih inget Kenzie ya??"

"Kan dia pacar lo. Ya gue inget lah..."

"Emang selain lo pacaran ama gue lo pacaran ama siapa lagi?? Gue denger tadi lo bilang mantan lo ganteng..."

Fix dia tadi denger atau masang alat penyadap suara di sekitar cafe. Dia mungkin waspada saat ada pegawai yang ngomong buruk tentang dia. Gimana dong???

"Gue... gue...." Aku masih kelu mau jawab tapi belum nemu alesan yang pas.

"Itu bukan urusan lo bang..." Akhirnya inilah alasan yang pas.

Dan alhamdulillah taksi online yang aku order sudah datang. Aku segera masuk ke mobil dan tanpa basa basi aku meninggalkannya berdiri sendirian di depan kantor. Aku memandangnya di kaca spion taksi.

Dia itu aneh, kalau ngantor harusnya pakai jas atau pakaian resmi gitu. Dia enggak. Kadang pakai t-shirt sama celana jeans. Terkesan casual.

Kulihat tubuhnya yang terpantul di kaca spion makin mengecil menjauh.

Yuk ah kabur dari jeratan mantan.

,❄❄❄❄❄

Masih amburadul aja tulisan saya.

Kalau ada silent reader, coba komen dong.Heheeh.

1
Almun
mungkin maksut kakak nya ini "terhenyak".

tadi diawal juga ada. situasinya lagi tegang/kaget tp tiba tiba ada kata tergelak.

sejauh ini sukaa😍 semangat kakk
RithaMartinE
😭😭😭 semangat willo
T.N
ku suka novel mu kak
T.N
nah kan ketauan jg
T.N
kasih pelukan tuk Willo
T.N
hahahsh🤣🤣🤣
T.N
omelannya bikin kangen Willo
T.N
😄😄😄
T.N
kadang kebawa alur cerita sampe nggak komen tapi like mah harus
Lin Zhi Yu
Baca berkali2 tetep gak bosan, ceritanya asik
Violeta
dasar pasangan somplak..🤣🤣🤣🤣
Violeta
astaga 🤣🤣🤣🤣
Violeta
🤣🤣🤣🤣
Violeta
waahh baru tau nih...ada kepanjangan lain dari GPS 🤭🤣🤣
Praba Tini LA
saya suka saya suka...
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
ukh ... keren nya bang Kai 😍
May Keisya
iya bener😂
May Keisya
Thor kalo endingnya willo ga bahagia ini keterlaluan😭
May Keisya
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!