NovelToon NovelToon
Hidup Kembali Untuk Menjadi Bibimu

Hidup Kembali Untuk Menjadi Bibimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Nikah Kontrak
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Rani Ramadhani

Terbangun di masa lalu, tepat sebelum jerat takdir Daniel menjebaknya, Erica menolak menjadi korban untuk kedua kalinya.

Mengubah alur permainan adalah satu-satunya pilihan. Jika Daniel menggunakan nama besar Megantara untuk menghancurkannya, maka Erica akan menduduki takhta tertinggi di keluarga itu.

Ketika bidak catur mulai digerakkan dan rahasia satu per satu terkelupas, siapakah yang sebenarnya memegang kendali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penandatanganan di Atas Materai

Besok harinya, tepat pukul dua belas lewat empat puluh lima menit di siang hari, sebuah taksi pelat kuning berhenti di depan gedung pencakar langit berarsitektur modern di kawasan Thamrin.

Gedung berlantai dua puluh itu adalah markas besar Megantara Corp, simbol gurita bisnis yang mencengkeram perekonomian ibu kota di awal dekade delapan puluhan.

Erica Fiorenza turun dari mobil itu. Hari ini dia mengenakan kemeja sutra putih berkerah tinggi dipadukan dengan rok plisket tenun berwarna biru dongker. Tangannya menggenggam sebuah tas kerja kulit yang berisi dokumen legalitas Fiorenza Fashion.

Wajahnya tampak ceria dan tenang, tapi di balik binar matanya, ada jiwa seorang pengusaha yang siap bertempur.

Begitu melangkah masuk ke lobi utama yang berlantai marmer mengilat, kedatangan Erica langsung disambut oleh seorang pria bertubuh kurus dan tinggi yang mengenakan setelan safari abu-abu khas pegawai kantoran zaman itu.

"Selamat siang, Nona Erica!" sapa Axelo dengan senyum lebar yang ramah.

"Jenderal sudah menunggu di lantai paling atas. Mari, saya antar ke ruangannya." lengan tangannya di arahkan ke depan.

Erica mengangguk dengan sopan.

"Selamat siang, Tuan Axelo. Terima kasih karena sudah menjemput saya." sapa Erica dengab sopan.

"Ah, jangan panggil Tuan, Nona. Panggil Axelo saja. Di barak perbatasan, saya biasa merangkap jadi asisten, ajudan, bahkan kadang-kadang jadi juru masak darurat kalau Jenderal sedang malas makan roti." gurau Axelo saat mereka masuk ke dalam lift.

Humornya yang segar sedikit mencairkan rasa tegang yang merayap di dada Erica.

Lift yang terbuat dari pagar besi itu bergerak naik dengan kecepatan konstan hingga berhenti di lantai tertinggi.

Lantai ini sangat sepi, hanya ada satu pintu jati besar di ujung lorong yang dijaga oleh dua orang pengawal militer berpakaian preman.

Axelo mengetuk pintu itu dua kali, lalu membukanya.

"Silakan masuk, Nona Erica."

Ruangan kerja Eshar Megantara sangat luas, didominasi oleh furnitur kayu jati jepara yang berat dan jendela kaca besar yang menyuguhkan pemandangan luas Jakarta tahun delapan puluhan dengan proyek-proyek pembangunannya.

Di dinding, tergantung sebuah peta besar wilayah perbatasan Indonesia yang penuh dengan coretan garis taktis.

Di balik meja kerja besar, Jenderal Eshar Megantara duduk dengan tegap. Hari ini dia hanya mengenakan kemeja taktis militer berwarna hijau lumut dengan lengan yang digulung, hingga memamerkan otot lengan yang kokoh dan tangannya yang berurat.

Parasnya yang tampan itu terlihat misterius di bawah temaram cahaya ruang kerja.

"Duduklah, Nona Fiorenza," suara berat Eshar memecah keheningan.

Erica melangkah maju dan duduk di kursi kayu di hadapan Eshar.

Axelo dengan cepat meletakkan sebuah map tebal di atas meja, tepat di antara mereka berdua.

"Laporan Axelo sudah keluar tadi pagi," ujar Eshar, matanya yang coklat itu menatap Erica dengan tajam, seolah sedang menguliti isi kepala wanita di depannya.

"Riwayat kehidupanmu bersih. Tidak ada utang piutang, tidak ada skandal, dan Fiorenza Fashion memang sedang berkembang pesat di bawah kendalimu. Tapi ada satu hal yang menarik perhatianku."

Eshar memajukan tubuhnya, menumpukan kedua tangannya di atas meja.

"Kenapa kau begitu bersikeras menolak telepon dan ajakan pertemuan dari Daniel Megantara sejak dua minggu lalu? Dan kenapa kau terlihat seperti tahu bahwa Daniel adalah keponakanku, padahal di depan publik dia selalu mengaku sebagai pemuda mandiri kelas menengah?" pertanyaan Eshar membuat jantung Erica berdesir.

Ketajaman intelijen seorang jenderal memang tidak bisa diremehkan. Tapi Erica sudah menyiapkan jawaban yang logis tanpa harus membongkar rahasia reinkarnasinya.

"Jenderal," jawab Erica, suaranya tenang.

"Sebagai seorang direktur wanita di industri yang kompetitif, saya harus selalu waspada. Daniel Megantara mendekati saya dengan cara yang terlalu manis dan tidak wajar untuk ukuran pria asing yang baru pertama kali melihat saya di pameran saat itu. Setelah saya menyuruh orang untuk menyelidiki secara diam-diam, saya menemukan fakta bahwa dia adalah anak dari Benny Megantara. Pria dari keluarga sekaya itu berpura-pura menjadi orang biasa demi mendekati pemilik perusahaan fashion yang sedang naik daun? Bagi saya, itu adalah lampu merah, mirip dengan motif penipuan bisnis."

Mendengar jawaban Erica, Eshar terdiam selama beberapa detik, menganalisis setiap detail ekspresi Erica. Sikap jujur dan frontal itu membuktikan bahwa wanita ini bukan mangsa yang mudah dijinakkan.

"Analisis bisnis yang bagus. Dan sangat disiplin." gumamnya dengan satu sudut bibir terangkat tipis.

Eshar menyodorkan map tebal itu ke hadapan Erica. Di dalamnya terdapat dua lembar kertas ketik tipis dengan materai enam ribu rupiah yang sudah tertempel di bagian bawah.

"Ini adalah kontrak pernikahan kita," kata Eshar.

"Isinya sederhana. Kita akan menikah secara resmi di kantor catatan sipil minggu depan. Setelah itu, kau harus ikut bersamaku ke markas komando perbatasan di utara. Di depan publik dan keluarga Megantara, kau adalah istri sahku. Aku akan memberikanmu akses jaringan distribusi Megantara Corp untuk bisnis modemu, dan perlindungan hukum militer dari siapa pun yang mencoba mengganggumu."

Erica membaca poin demi poin dengan teliti. jenderal ini benar-benar pandai mengatur.

"Lalu, apa batasan pribadi kita, Jenderal?" tanya Erica dengan serius.

"Di perbatasan, kita akan tinggal di rumah dinas yang sama. Tapi, kita tidur di kamar yang berbeda. Aku tidak akan menyentuhmu tanpa izinmu, dan kau tidak boleh mencampuri urusan militer atau urusan pribadiku," jawab Eshar dingin.

"Kontrak ini berlaku selama dua tahun, atau sampai posisi kendali Megantara Corp sepenuhnya jatuh ke tanganku." jelas Eshar.

Erica mengambil pulpen Parker dari tasnya. Tanpa ragu sedikit pun, ia menorehkan tanda tangannya di atas kertas yang tertempel materai tersebut.

Penandatanganan ini adalah deklarasi perang resminya terhadap Daniel dan Shofia.

"Kontrak sudah mulai berjalan, Jenderal Eshar," ujar Erica sambil menyodorkan kembali dokumen itu.

Eshar pun mengambil pulpennya sendiri dan membubuhkan tanda tangannya yang tegas di samping tanda tangan Erica.

Setelah selesai, dia bersandar pada kursinya dan menatap Erica dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Axelo, siapkan pengumuman resmi untuk keluarga besar Megantara malam ini," perintah Eshar tanpa mengalihkan pandangannya dari Erica.

"Katakan pada Benny dan Bianca, bahwa aku sudah menemukan calon istriku. Dan besok malam, kita akan mengadakan makan malam keluarga besar di kediaman utama Megantara."

Erica tersenyum tipis. Makan malam keluarga besar besok malam pasti akan menjadi mimpi buruk bagi Daniel dan Shofia.

"Terima kasih atas kerja samanya, Jenderal. Saya mohon pamit untuk mempersiapkan diri," Erica bangkit dari duduknya dan membungkuk hormat.

Sebelum Erica sempat melangkah menuju pintu, suara Eshar kembali menghentikannya.

"Nona Erica."

Erica menoleh.

"Ya, Jenderal?"

"Mulai hari ini, panggil aku Eshar ketika kita tidak berada di lingkungan militer," ujar Eshar, matanya bergulir menatap Erica dengan intensitas yang membuat udara di ruangan itu mendadak terasa hangat.

"Karna besok malam, di depan keponakanku yang kaubenci itu, kau harus berakting sebagai wanita yang sangat mencintaiku." pernyataan Eshar membuat Erica menelan ludah.

Ketika melihat paras tampan nan misterius sang Jenderal yang kini tampak jauh lebih mengintimidasi daripada semalam, Erica pun terpaksa mengangguk.

"Baik, Eshar."

1
Muft Smoker
lanjuuut kak ,, makin ksini makiin seruuuu kak ,,
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
😁😁😁😁
Muft Smoker: 🫡🫡🫡🫡🫡🫡😁😁😁😁
total 2 replies
aku
🌹🌹🌹 ayok semangat up tor 💪🏻💪🏻
Rani: sabar yaaa
total 1 replies
aku
kutunggu khilafmu ke erica shar 🤣🤣
aku
duh ngakak suerr 🤣🤣🤣🤣 jlebnya jleb bgt 🤣🤣🤣
Rani: 🤭🤭🤭🤭 biar tau rasa🤣
total 1 replies
aku
jaman jayanya fanbo 😃😁
Rani: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Rosella
Keren Thor. ceritanya bagus bagus bagus bangeeeettt aku suka 😍😍
Muft Smoker
hei sesama megantara coba jgn saling mendahului ,, 😏😏😏😏😏
kalian udh punya harta masing2 , keluarga masing2 Dan kebahagiaan masing2 ( tu pun kalo bnran punya) ,,,,
Masih aj ganggu hidup org lain ,, Masih aj ngurusin yg bukan hak ny ,,
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker: betul kak ,,
enk ny di apain yx????
🤔🤔🤔🤔🤔
di sop??
di sate??
ap bakar pake kecap???




🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
Muft Smoker
mereka salah memilih lawan ,,
😒😒😒😒😒😒
Muft Smoker
siap2 nangis Bombay deh Daniel ,, dy fikir Erica pergi krn kalah ,,
km slah justru dy pergi krn sedang menyiapkan serangan balasan yg lebih dr kejam ,, 😏😏😏😏😏😏
dome🌬️🌀🌀🌀
aahhh seruuuuu kak. lanjut bab nya yaaa😁😁😁
semangat 💪💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
naahh.... kann. sudah mulai tumbuh benih2 cintai 😁😁😁😁
liat kuat imronmun saja pak eshra 🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
betulll, bals kata sindiran mereka secara elegan tanpa amarah ataupu teriak n 😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
ayooo. erica bantaiii, sikaatttt dengan elegan., lawan mereka yg nyinyir dengan promosi fashion mu😁😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
mampir thorrr,,, lihat karya baru sinopsis nya oke langsung cuuzzz gercep like favorit nunggu bab agak banyak dikit Lanjuttt baca😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat Thor lanjuuutttt babnyaaaa💪💪💪😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
dihhhh kudanil pede gila, berasa semua cwe tergila2 sama dia kali. heiiii masih ada paman mudamu g kelewat ganteng yaa..blu mah gantengnya kalao diliat pake pipet Aqua gelas🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
nafasss erica😅😅😅😅
begitulah kalau berhadapan dengan seorang yg berpangkat jendral, apa lagi plis tampan nya ga ketolongan 🤣🤣🤣
awas jangan pingsan 🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
semoga balas dendam mu lancar Eri. sekarang ada tameng yg super kuat yg bisa melindungi mu. manfaatkan sebaik nya 💪💪💪😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!