NovelToon NovelToon
Jodoh Istikharah

Jodoh Istikharah

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Tamat
Popularitas:353.4k
Nilai: 5
Nama Author: Pj Lestariri

Sesion 1 dan 2


Biduk rumah tangga yang dijalani Arini tidaklah mulus. Ia tetap bertahan meskipun Leon-- sang suami melakukan poligami. Bukan tanpa sebab Arini bertahan hingga sejauh ini.

Karena Leon adalah jodoh istikharahnya. Itulah alasan terbesar Arini mau menerima dirinya di poligami.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pj Lestariri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menolong

Calina mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia sedang ingin bersantai, tidak ingin kebut-kebutan.

Namun tanpa ia duga sebuah truk bermuatan pasir menabraknya dari arah belakang dengan keras. Truk tersebut mengalami rem blong.

Mobil yang Calina kendarai menabrak sebuah pohon besar. Darah segar mengalir dari hidung dan kepalanya.

"Sa... kit..." rintih Calina. Ia meringis kesakitan. Dengan susah payah berusaha keluar dari dalam mobil. Tapi nihil. Tenaganya tidak cukup banyak untuk melakukan itu.

Hingga dua mobil pun lewat. Lalu pengendara sebuah mobil datang menolong Calina, sedangkan yang lainnya menolong sang supir truk dan kernetnya.

Sang penolong Calina tak lain tak bukan adalah Arini. Perempuan berhijab tersebut sempat kaget beberapa detik saat melihat Calina lah sang korban kecelakaan.

"Tolong bantu saya, Mas. Saya kesusahan membawa korban sendirian ke dalam mobil." Arini meminta tolong kepada seorang laki-laki muda yang menolong si supir truk.

"Sebentar ya, Mbak. Saya bawa mereka dulu ke dalam mobil," kata si laki-laki tadi.

Keadaan jalan memang sangat sepi. Karena jarang ada yang menggunakan jalan ini.

Setelah si laki-laki tadi membawa supir dan kernet truk ke dalam mobilnya, ia membantu Calina menuju mobil Arini.

Laki-laki tersebut sepertinya tidak hobi dangdut dan tidak hobi mendengarkan atau membaca berita artis. Pasalnya ia tak mengenali Calina. Padahal saat ini Calina sedang naik daun.

"Terimakasih, Mas. Ayo sekarang kita bawa ke rumah sakit terdekat," kata Arini dan di angguki oleh laki-laki tersebut.

Arini lalu melajukan mobilnya sedikit lebih kencang. Ia tak ingin Calina kekurangan darah, karena darah segar terus mengalir dari dalam tubuh Calina.

Calina yang saat itu masih sadarkan diri, dapat melihat dengan jelas siapa penolongnya.

"Te... Ri... Ma... Kasih," lirih Calina yang duduk di kursi depan. Walaupun sakitnya luar biasa, tapi ia tetap sadarkan diri dan tidak pingsan. Dan ia pun dapat dengan jelas melihat wajah Arini.

"Iya, sama-sama. Kamu jangan memaksa banyak bicara. Takutnya kamu kenapa-napa. Tunggu sebentar, kita akan sampai di rumah sakit."

Arini menjawab Calina dengan pandangan yang fokus ke depan dan mencoba tetap tanang meski ia takut hal buruk akan terjadi pada Calina.

Sepanjang jalan, keduanya hanya bisa diam. Arini tidak ingin mengajak bicara bukan karena ia masih cemburu atas kejadian seminggu yang lalu, melainkan ia hanya tidak ingin membuat Calina terlalu banyak bicara. Karena kondisi artis yang sedang naik daun tersebut sedang tidak baik-baik saja.

Tidak sampai satu jam, mereka telah sampai ke rumah sakit.

Calina langsung di bawa ke ruang IGD. Sedangkan Arini dengan setia menunggu Calina. Ia tidak ingin menolong setengah-setengah. Setelah memastikan Calina aman, baru ia akan pulang.

Sang dokter pun langsung memberikan pertolongan pertama kepada Calina. Dokter dan tenaga medis lainnya langsung meredakan pendarahan Calina.

Untung saja Calina cepat di bawa ke rumah sakit, sehingga Calina tidak kekurangan darah. Dan tidak perlu mendapatkan donor darah.

Melihat keadaan Calina yang seperti ini, dan ia masih baik-baik saja, beberapa tenaga medis berdecak kagum. Ternyata artis idola mereka sangat tangguh dan kuat.

Dua suster perempuan yang sangat mengidolakan Calina, hanya saling bertukar pandang. Kalau saja mereka bertemu Calina di waktu yang tepat, pasti mereka akan meminta Calina foto bersama.

Sayangnya mereka bertemu di saat yang tidak tepat. Mereka harus profesional.

Tak lama kemudian para tengah medis tersebut keluar dari ruangan Calina.

Melihat itu, Arini langsung berdiri dan menghampiri sang dokter. "Bagaimana keadaannya, dok?" tanya Arini begitu melihat sang dokter keluar dari kamar Calina.

"Baik-baik saja, Bu. Untung Mbak Calina segera di bawa ke mari. Kalau tidak, Mbak Calina bisa kekurangan darah," tutur sang dokter perempuan muda.

"Baiklah, terimakasih, dok," kata Arini dan di angguki oleh dokter tersebut.

Arini pun langsung memasuki kamar Calina, dan ia mendapati Calina sedang sadarkan diri. Wajahnya juga tidak sepucat tadi. Perempuan itu sedang berbaring dan memainkan ponsel.

"Hai, bagaimana keadaan kamu?" tanya Arini.

Calina langsung menyimpan ponselnya di sisi kanan saat melihat Arini masuk. Ia baru saja mengabari manajer dan orang tuanya.

"Aku baik. Terimakasih sudah mau membawaku ke rumah sakit. Semoga Tuhan membalas perbuatan baikmu," ucap Calina sambil tersenyum manis.

"Amin. Terima kasih," balas Arini dengan senyum tak kalah manisnya.

"Boleh aku tahu siapa nama penolongku ini?" tanya Calina.

"Ririn."

"Baiklah, sekali lagi terimakasih Ririn. Semoga kita bisa bertemu lagi nantinya." Lagi-lagi Calina mengucapkan terima kasih.

"Iya sama-sama. Apakah kau sudah menghubungi keluargamu?" tanya Arini.

"Sudah. Mereka sedang di jalan. Sebentar lagi sampai."

Arini mengangguk kecil.

"Aku tidak menyangka hari ini akan mengalami nasib apes. Truk tadi menabrakku. Ini sungguh menyebalkan. Aku berkendara hati-hati, tapi orang lain yang sembrono dan aku pun ikut menanggung akibat dari ulah supir tersebut." Arini tidak meminta di ceritakan. Akan tetapi Calina bercerita dengan suka rela. Karena memang, pada dasarnya Calina adalah orang yang banyak bicara.

Tak lama ayah dan ibu Calina datang. Dan Arini pun berpamitan pulang karena sudah ada yang menjaga Calina.

Sepanjang perjalanan pulang, Arini terbayangkan kejadian tadi. Calina mengeluarkan banyak darah, dan ternyata perempuan itu masih baik-baik saja.

"Sepertinya Calina adalah manusia luar biasa," gumam Arini sambil konsentrasi menyetir mobil.

Entah mengapa hari ini ia sedang ingin menyetir mobil sendiri dan melewati jalan yang jarang ia lewati. Padahal biasanya ia selalu naik taksi dan melewati jalanan yang ramai.

Sesampainya di apartemen, Arini langsung membersihkan diri karena tubuhnya terkena beberapa bercak darah. Sebelumnya ia juga sudah mencuci mobilnya di cucian mobil.

Malamnya, saat Arini sedang ingin istirahat, ia iseng membuka ponsel. Ia terbelalak kaget.

"Hebat. Berita Calina langsung naik hari ini juga. Dan jadi trending," gumam Arini takjub.

Entah bagaimana caranya para wartawan tersebut bekerja. Yang jelas, Arini sangat takjub atas kegesitan mereka.

"Apa ini?" Arini memperbesar sebuah foto dirinya membawa Calina ke ruang IGD.

"Wow. Ada wartawan di rumah sakit. Hebat sekali mereka. Ada di mana-mana." Untung saja wajah Arini tidak jelas karena di foto itu Arini sedang menunduk dalam-dalam.

"Apa reaksi Leon saat melihat berita ini, ya?" gumam Arini.

Pikirannya melayang ke kejadian seminggu yang lalu. Saat ia memergoki Leon dan Calina mengobrol akrab berdua.

Arini yakin, kalau Leon mendengar berita ini, pasti laki-laki itu akan panik. Apalagi ternyata Arini lah penolong Calina.

Arini menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Mencoba menghapus semua pikiran aneh-aneh yang melintas di kepalanya.

1
Noni Kartika Wati
cerai aja Thor kenalin Arini sama duren sawit biar Lion ngesot"
Noni Kartika Wati
diracun aja
Hariani Yusuf
carain aja leonx dr pada d madu
bikin sakit hati ajah......😂😂😂
Cici Murniawati
lanjut
Yadi Kusma
Akibat umbar nafsu syahwat mu Akhirnya bakal pusing sendiri
Pj Lestariri: biar tau rasa si Leon.
total 1 replies
Muji Lestari
kasihan anak yg selalu jd korban padahal perselingkuhan terjd adl di kedua pihak jika suami tetep teguh pendirian tdk mungkin ada pelakor hdr di kehidupan pernikahan mereka
Pj Lestariri: luv Jasmine ❤️
total 1 replies
Euis Rosmalasari
ikut sedih thor, . . . Arini. . semoga Author ngasih kebahagiaan buat muuh.
Pj Lestariri: akan ada kebahagiaan untuk Arini kak.
total 1 replies
Imas
ko mudah luluh bru digituin jga
Pj Lestariri: terkadang memang ada manusia yang mudah luluh.
total 1 replies
Imas
hade arini mendingan hidup sendri da bakal jdi dosa
Pj Lestariri: nggak semudah itu buat Arini untuk ninggalin Leon. harap sabar ya kak.
total 1 replies
Imas
athor bikin cerai aja bkin leonnya mnyesal
Pj Lestariri: maaf ya Kak. ceritanya udah selesai, nggak bisa di ubah. 🙏
total 1 replies
Bu'D Paijem Paijem
suami ko kaya pelajaran sekolah aj ya ada jadwalnya,,,kalo aq ma ga sanggup bolo😀😀
Pj Lestariri: author juga nggak sanggup kak 🤣
total 1 replies
Bu'D Paijem Paijem
bikin Arini minta cerai Thor aq jijik ma leon
Pj Lestariri: novelnya udah selesai kak. jadi maaf nggak bisa diubah 🙏
total 1 replies
Bu'D Paijem Paijem
bukanya Arini pake jilbab ya ko buka antingnya ga nyebut buka hijab dulu
Pj Lestariri: iya kak. disingkap jilbabnya. kan di dalam mobil, jadi nggak papa. nggak ada yang liat.
total 1 replies
Bu'D Paijem Paijem
kena karma tu. becca
Bu'D Paijem Paijem
pekerjaan punya ngapain laki2 kayak gitu di pertahanan,,,
Bu'D Paijem Paijem
kalo aq di posisi Arini suwami macam Leon tak siyapin siyanida😡😡
Pj Lestariri: hajar kak.
total 1 replies
Ima
golok mana golok pengen gue tebas leher si leon😡😡😡⚔️⚔️
Pj Lestariri: pake parang aja kak.
total 1 replies
Rosmiati Rapik
cerein aj arini, lelaki seperti leon tdk prlu d pertahankan, kucing garong t si leon
Pj Lestariri: sabar ya Kak. hehe.
total 1 replies
Rosmiati Rapik
dasar leon kucing garong
Pj Lestariri: kelakuan si kucing garong 🎶
eh, author malah nyanyi.
total 2 replies
Misik Japar
bodoh sm baik beda tipis
Pj Lestariri: setipis kulit Ari.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!