NovelToon NovelToon
Cintaku karena ibadah

Cintaku karena ibadah

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:363.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ummu Friska Nanda Raisa

Seorang dokter muda yang sedang meneruskan pedidikannya di S2, dipaksa untuk segera menikah...

ternyata salah satu pasiennya membuatnya jatuh hati pada pandangan pertama

berhasilkah Dokter tersebut mendapatkan gadis pujaannya.


jangan lupa comen dan likenya ya..🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Friska Nanda Raisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

rumah mertua

Sudah hampir satu minggu, Aisyah menjadi istriku, aku ingin sekali mengajaknya kerumah orang tuaku dan memperkenalkannya.

“Sayang, besok aku kan libur. Aku ingin sekali mengajakmu kerumah orang tuaku dan mengenalkannya denganmu.” Ucap yusuf

“O baiklah klo begitu mas.” Jawabnya

“klo begitu, kamu juga beritahu pada ke dua adikmu agar bersiap-siap.” Pintaku

“Mas, sepertinya mereka ga bisa ikut. Karena mereka sebentar lagi ujian dan mereka harus belajar.” Jelasnya

“O ya udah klo begitu. Nanti aku akan kasih mereka uang untuk beli makanan selama kita ga ada.” Ucapku dan dia mengangguk

Keesokan harinya, aku dan Aisyahpun berangkat.

Perjalanan kamipun cukup jauh. Hingga memaksa kami untuk sering beristirahat.

“Aisyah, kamu ga apa-apa sayang?” tanyaku yang melihat dia dari tadi hanya diam

“Aku ga apa-apa mas.” Jawabnya singkat

“Klo ga apa-apa, kenapa aku perhatiin dari tadi kamu diam saja.” Ucapku

“Aku hanya sedikit tegang mas. Aku takut ayah dan ibumu tidak menyukaiku.” Jawabnya

“Oh masalah itu?! Kamu ga usah khawatir tentang itu. Kamu cukup jadi diri kamu sendiri aja. Ga usah memaksakan diri untuk berubah.” Ucapku

“Oh begitu ya. Tapi klo aku masih ga yakin bagaimana mas? Mas kan tau sendiri aku ini bagaimana dan latar belakangku seperti apa. Aku takut mereka akan mempermasalahkannya mas.” Ucapnya khawatir

“Aisyah, kamu ga usah khawatir seperti itu. Mereka bukan orang seperti itu kok. Aku mengenal mereka.” Ucapku

“Ya udah mas. Aku percaya sama mas.” Ucapnya lagi

Beberapa saat kemudian, kami pun sampai di rumah kedua orang tuaku

‘tok.. tok.. tok..’ aku mengetuk pintu rumah mereka

“Iya sebentar.” Jawab orang yang didalam yang tak lain adalah ibuku

“Hai nak, kamu sudah datang hari ini? Kenapa ga kasih kabar dulu ke ibu?” ucap ibuku yang langsung memelukku

“Emang klo aku kasih kabar ke Ibu, ibu mau ngapain?” tanyaku

“Ish anak ini. Ya tentu aja mau masakin masakan kesukaan kamu lah. Emang mau apa lagi?” jawab ibu sambil memukul pundakku

“Oh ya Nak, ini pasti istrimu kan?” tanya bunda sambil melihat ke arah Aisyah

“Iya bu. Cantik kan?” ucapku

“Cantik.. Teduh..” ucap ibu spontan yang tertegun melihat Aisyah

“Bu, kami ga disuruh masuk nih?” tanyaku

“Oh iya.. Iya... Ayo masuk. Maaf rumahnya jelek. Anggap aja rumah sendiri.” Ucap ibu dan Aisyahpun tersenyum

“Ayah.. Lihat nih siapa yang datang.” Teriak ibu memanggil ayah

“Eh nak, kamu datang. Ini pasti istri kamu kan?” ucap ayah

“Iya ayah. Ini istriku Aisyah.” Ucapku

“Aisyah..” ucap Aisyah memperkenalkan diri

“Ya udah.. Ya udah.. Ayo.. Ayo sini. Masuk. Anggap saja rumah sendiri.” Ucap ayah sambil menggandeng tangan Aisyah

“Hai ayah... Bantuin napa?!” teriakku dengan maksud agar ayah melepaskan gandengan tangannya dari tangan Aisyah

“Udah, bawa sendiri. Kamu kan cowo’ masa’ begitu aja minta bantuan. Ya ga sayang?!” ucap ayah

“Ibu... Ayah tuh..” rajukku memanggil ibu

“Ada apa sih? Kalia berdua klo ketemu ga pernah bisa akur.” Ucap ibu sambil membawakan cemilan dan juga minuman buat kami

“Tuh bu, liat. Ayah ngambil istriku.” Ucapku manja

“Sudahlah ayah, jangan godain anakmu terus.” Ucap ibu

“Maaf ya sayang. Yusuf dan ayahnya memang selalu seperti itu kalo sedang bertemu.” Jelas ibu

“Ga apa-apa bu.” Ucap Aisyah sambil tersenyum

“Aduh cantiknya mantuku klo lagi tersenyum.” Ucap ayah menggodaku

“Ibu.. Lihat tuh ayah.” Rajukku

“Ayah...!” teriak ibu dan lagi-lagi Aisya tersenyum melihat tingkah kami

“Oh ya, kalian nginep kan disini?” tanya ibu

“Pastilah mereka nginep. Ya kan sayang?” ucap ayah sambil mengedip kearah Aisyah.

“Ga.. Kami ga nginep.” Jawabku

“Kenapa?” tanya ayah

“Aku ga mau klo istriku di ambil anak ma Ayah.” Celetukku

“Bwahahaha...” seketika tawa ayah pecah.

“Kenapa ayah ketawa sih? Aku tuh serius tau.” Ucapku sewot

“Lha kamu ini gimana sih nak. Ga usah ayah ambil juga Aisyah kan udah jadi anak mantu kami.” Ucap Ayah

“Bener juga ya?” gumamku dan Aisyah hanya bisa tersenyum

“Sudah.. Sudah.. Kalian istirahatlah dikamar. Kamarnya sudah ibu siapkan.” Ucap ibu dan akupun mengangguk

******************************

Ke esokan harinya, aku melihat Aisyah sedang menemani ibu didapur. Mereka terlihat sangat akrab sekali

“Kalian sedang apa?” tanyaku yang tiba-tiba datang dan bersuara

“Aduh Nak. Ibu kaget. Kamu ini kebiasaan klo jalan ga ada suaranya.” Ucap ibu sambil mengelus-ngelus dadanya

“Lha ibu, klo aku jalan ga ada suaranya berarti aku hantu donk? Lagian ibunya aja yang terlalu serius tadi sampe ga denger aku datang.” Sahutku

“Ish mas, ga boleh begitu ma orang tua. Ga sopan.” Ucap Aisyah

“Iya.. Iya sayang. Maafin aku ya bu.” Ucapku

“Iya nak.” Ucap ibu tersenyum

“Oh ya, kalian sedang apa?” tanyaku

“Oh ini nak, kami lagi coba buat sarapan.” Jawab ibu

“Oh.. Ya udah klo begitu. Aku mau mandi dulu.” Ucapku

“Ya udah sana. Oh ya, jangan lupa bangunin ayahmu juga.” Teriak ibu

“Iya bu.” Jawabku sambil meninggalkan mereka berdua

Setelah aku selesai mandi, akupun langsung bangunin ayah.

“Ayah... Ayah bangun. Sarapan.” Teriakku dari luar kamar

“Hmm..” sahut ayah

“Cepetan ayah. Udah laper nih. Ayah emang ga laper apa? Sarapannya yang buat Aisyah lho yah. Mantu kesayangan ayah.” Ucapku

“Apa?” teriak ayah yang kemudian tiba-tiba..

‘Gubrak..’ suara gaduh dari dalam kamar

“Ayah.. Ayah ga apa-apa kan?” tanyaku khawatir

“Ga apa-apa nak. Beneran yang masak sarapannya Aisyah?” tanya ayah yang tiba-tiba keluar dalam keadaan acak-acakan

“Iya ayah. Mangakanya ayah cepetan mandi habis itu kita sarapan.” Ucapku

“Iya.. Iya.. Ayah mandi. Tungguin ayah. Jangan sarapan duluan ya.” Ucapnya sambil menutup pintu

“Iya ayah. Tapi cepetan ya.” Teriakku

“Iya..” jawab ayah yang juga teriak dari dalam.

******************************

“Bu, kenapa itu berisik sekali?” tanya Aisyah

“Itu mah biasa. Ayah sama anak emang selalu seperti itu kalo lagi kumpul.” Jelas ibu.

“udah kamu ga usah hiarukan mereka.” Lanjut ibu

“Iya ibu.” Jawab Aisyah

.

.

.

.

.

.

Bersambung...

Jangan lupa comen dan likenya ya..🙏

1
Irni Yusnita
ceritanya bagus
Irtahani Irtahani
next lagi
Anjelie Sharma
cerita nya ringan bngt ga bertele tele
singkat padat dan jelas
harus nya judul nya turun ranjang😀
FJA: hahaha... iya ya...😅 tp yang Author jadikan penilaian judul itu bukan dari dengan siapa dia menikah tp lebih ke arah maksud dari menikah itu sendiri karena menjaga amanah dan juga ibadah
jika masih tetap di rasa kurang pas dalam pemilihan judul, author minta maaf 🙏
total 1 replies
gercep
mampir Thor
Rubby Naura
💚💚💚
Rubby Naura
💚💚💚
Tri Susanti
suka bacanya ..... lanjut thor💪💪💪
Tri Susanti
singkat padat jelas gue suka bacanya..... lanjut thor..... semangat
Putri Pink
ini mah turun ranjang..
jd gk trima rasanya kl judulnya"cinta karna ibadah"..
angell
.
Alanna Th
cuman d novel kan, thor 👍🤭😂
Alanna Th
dasar perawan tuwir, dokter jg trnyata, tp klakuannya g pantes gitu y 😱💝👍
Alanna Th
nuri nie pelupa y, thor 🤔
Alanna Th
oom dokter romantis, meluk" 👍☺️💕💞
Alanna Th
thor, brp sih usia dr. yusuf n dia dktr bidang apa?
💫✰✭𝓜𝓾𝓻𝓽𝓲𓅓 𓆊 𝕽𝖈⃞⃟〠
bagus
Riska Sutrisno
ijin promo ya kak. mampir yuk di ceritaku
" Cinta Dalam Doa ".
terima kasih kak
Meti Kusumawati
kampungan maennya tampar tamparan...jangan gitu Thor...yg lebih elegan donk
vi
aq suka..
.aq suka
Alanna Th: trima ksh, author, aq baca stengah hari udeh tamat. mmuaskn, smoga sukses selalu👍💝💝💝
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!