Perjuangan seorang Wanita Yang sudah Di hianati oleh suaminya. hidupnya hancur setelah Menikah dengan seorang pria yang tidak pernah menganggapnya sebagai istri. walaupun Ia sudah berusaha menjadi istri yang Baik, akan tetapi Devan tidak pernah menghargai Kinanti. hingga pada akhirnya Mereka berdua berpisah karena Devan kedapatan Telah Berselingkuh dengan Wanita lain. dalam keadaannya yang sedang hamil Kinanti harus menerima Kenyataan jika Ia harus bercerai dengan Devan.
Bagaimana cerita mereka selanjutnya kita nantikan di Episode selanjutnya yah.. Jangan lupa mampir 🙏 maaf baru pemula mohon Bantuannya 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 06: Kesedihan Kinanti
Pagi itu Kinanti Langsung Bersiap-siap ke restoran tanpa menunggu Wulan lagi. Karena ia Selalu di marahi oleh Aditya Saat tiba di Restoran tidak tepat waktu. Setelah menempuh perjalanan yang Cukup jauh Akhirnya wanita itu Sampai di depan restoran tempat ia bekerja. Namun keadaan di sana Masih Sepih bahkan belum ada yang datang karena hari memang masih terlalu Pagi.
Sambil menunggu yang lainnya. Kinanti Pergi mencari Roti dan Kopi untuk sarapannya pagi ini. Meskipun ia harus kembali berjalan kaki menuju Toko yang Tidak Terlalu jauh dari restoran itu.
Setelah Membeli Roti dan secangkir kopi hangat. Kinanti kembali lagi ke Restoran itu dan Duduk Di Luar sambil Memakan roti yang Baru saja ia Belih. kini Tatapannya Teralihkan ke arah motor yang terparkir di Tempat parkiran. Ia menatap sekeliling dan Berjalan mendekati Motor tersebut.
"Ini kan Motornya pak bos, Apa dia Sudah ada di dalam? Tapi Bagaimana Mungkin ini kan baru Jam enam pagi," gumam Kinanti. Sambil menatap Motor milik Aditya.
Lalu dengan cepat ia Menghabiskan sisa roti dan kopinya. Agar tidak ketahuan oleh Aditya.
Tak lama kemudian Seorang Lelaki Muda juga sudah datang sambil membawa Kunci restoran itu.
"Pagi Pak," sapa Kinanti pada lelaki itu.
"Pagi juga Mba, Tumben pagi-pagi udah Datang?" Balas Satrio. Kepercayaan Aditya.
"Iya pak, soalnya jika aku datangnya Tidak tepat waktu. Pasti pak Aditya akan marah-marah lagi sama aku." Balas Kinanti.
"Maaf pak, sepertinya pak Aditya juga udah Datang deh. Soalnya Motor dia juga ada di parkiran."
"Mana?"
"Itu pak," singkat Kinanti.
"Tumben Manusia itu datang Pagi-pagi gini. Angin apa yang udah Membawa dia Ke sini." Ucap Satrio.
Setelah Pintu Terbuka Keduanya langsung Masuk ke dalam. Satrio pergi mencari Aditya ke ruangannya. Sementara Kinanti Langsung berjalan menuju ke arah dapur.
"Astaga Aditya. Kenapa kamu bisa tidur di sini. Woii Bangun! Udah Pagi!" Teriak Satrio. Membangunkan Aditya.
"Apaan sih!" Ucap Aditya. Yang masih malas untuk bangun.
"Bangun Woii! ngapain kamu tidur di sini."
"Jangan ganggu aku. Sana Keluar!" Titah Aditya.
"Kamu kenapa sih? Apa ada masala?" Merasa heran.
"Nggak ada. Aku hanya malas Pulang kerumah." Ucap Aditya. Yang masih berbaring di sofa.
"Apa kamu dan Abangmu, bertengkar lagi??"
"Nggak, Sana Keluar! Aku mau lanjut tidur lagi."
"Memangnya kamu nggak Malu sama Karyawan yang sering kamu marahin itu? Dia Udah di dapur loh." Ucap Satrio.
Seketika Aditya Langsung membuka matanya dan menatap Jam Dinding.
"Masa iya sih? Biasanya juga Dia datangnya Jam delapan pagi. Tumbenan jam Segini udah Datang."
"Yah iyalah. Kan kamu sering Marahin dia, lagian Aku heran sama kamu, Kenapa sih kamu sering Marahin dia. Pada hal Yang aku Tahu dia nggak pernah bikin Salah sama Kamu, Pekerjaannya juga nggak pernah Salah."
"Itu karyawanku. Jadi suka-suka aku mau Marahin dia atau tidak."
"Tapi nggak semua karyawan kamu perlakukan Seperti Kinanti. Aku curiga Sama kamu kalau kamu ini Menyimpan Dendam sama Kinanti. Makanya Kamu sering marahin dia,"
"Dendam Badut Mu!" Timpal Aditya. Langsung Melemparkan Botol Air mineral ke arah Satrio.
"Bagaimana hubungan kamu sama Della?" Tanya Satrio. Seketika membuat Tatapan Aditya tertanam pada Satrio.
"Kenapa Menatapku seperti itu. Apa kamu juga naksir sama aku."
"Sialan kamu! Kamu pikir aku Laki-laki apaan. Aku mau kamu Menyiapkan sesuatu untuk aku dan Della, Nanti Sore. Karena aku harus Segera Melamar dia." Ujar Aditya. Dengan raut wajahnya yang amat serius Menatap pada Satrio.
"Apa??? Kamu mau Melamar Della?? Apa nggak Terlalu cepat bro? Kan Kalian baru Pacaran Empat bulan. Kok langsung main lamar?" Penuh Heran pada sahabatnya itu.
"Nggak usah banyak Tanya. Cukup kamu siapkan tempat saja untuk acara nanti sore. Dan jangan lupa Semua karyawan nggak boleh ada yang Pulang sampai acara Selesai!"
"Iyaiya bro. Tenang saja Pasti aku akan siapkan yang Terbaik untuk kamu dan Nyonya Della."
"Yah sudah, aku mau pulang dulu." Ucap Aditya. Lalu ia segera Keluar.
Sedangkan Satrio yang masih Kebingungan dengan Aditya yang tiba-tiba saja ingin Bertunangan dengan Della. Merasa ada yang aneh. Tapi ia sendiri belum tahu apa yang ada di pikiran Lelaki itu.
Saat ingin Menuju ke tempat parkiran. Aditya menghentikan langkah kakinya. Ketika melihat seorang wanita yang sedang duduk di dekat parkiran. Perlahan Aditya Mendekati Wanita yang sedang Duduk sambil memeluk Lututnya.
"Hei. Kamu kenapa! Apa yang terjadi sama kamu!" Ucap Aditya.
Namun Kinanti sama sekali tidak Mempedulikan Suara itu. Ia Sangat Bersedih dengan Kepergian Ayahnya. Bahkan saat Ayahnya memintanya untuk Kembali Ia tidak bisa Kembali karena Aditya tidak Mengijinkannya Untuk Pergi Menemui ayahnya. Sekarang ia hanya bisa Menangis Dengan Apa yang sudah Terjadi Pada keluarganya.
Sebelumnya Kinanti sedang membersihkan keperluan dapur yang nantinya akan di pakai untuk memasak. Namun ia mendapatkan Kabar dari pak Yudha. Jika Ayahnya sudah tiada akibat penyakit yang di deritanya Kembali Kambu. Dan pada akhirnya tidak bisa Di selamatkan lagi.
"Apa kamu Sedang Sakit perut? Atau kamu lagi datang bulan??" Tanya Aditya.
"Nggak pak." Sahut Kinanti. Lalu ia berdiri dan Menatap Aditya dengan Tatapan yang kosong.
"Apa aku Boleh Tanya sesuatu sama Bapa?"
"Mau tanya apa. Atau jangan-jangan Kamu mau Pinjam Uang sama saya? Maaf jika itu yang menjadi PertanyaanMu. Saya tidak bisa memberikan uang sama orang yang Nggak fokus dalam pekerjaannya." Ucap Aditya.
Kinanti hanya menggelengkan kepalanya.
"Nggak pak, aku bukan mau Pinjam Uang atau Lain-lainnya. Aku hanya Ijin Ke kampung untuk Beberapa hari saja. Karena Aya....."
"Tidak Bisa! Memangnya ini restoran milik Nenek moyangMu! Seenaknya Kamu keluar masuk. Ingat yah! Saya paling Nggak suka Melihat Di jam kerja Ada yang Ijin Kemanapun dan saya nggak mau tau Dengan alasannya apa. Pokoknya kamu harus tetap bekerja Dan awas saja Jika kamu Tidak Mendengar Perkataanku. Maka saya tidak akan Segan-segan Memecat kamu. Paham!!" Bentak Aditya. Memotong Penjelasan Kinanti. Sehingga Kinanti tidak lagi melanjutkan apa yang ingin ia sampaikan kepada Bosnya itu.
"Oya, Nanti Sore ada acara di Restoran ini. Dan saya minta kalian harus tetap di sini sampai acaranya Selesai." Ucap kembali Aditya. Lalu ia segera menuju ke Motornya dan pergi begitu saja. Tanpa mendengarkan penjelasan Kinanti terlebih dahulu. Wanita Itu bertamba sedih Setelah Aditya tidak Memberikan Ijin untuk ia pulang ke kampung. pada Hal mereka sudah menunggunya di sana.