Rasti Aulia Putri... Cewek zaman now yang di kirim orang tuanya ke sebuah pesantren karna kenakalannya... Dia bertemu dengan seorang ustad tampan bernama Azmi Akmal Firdaus... Dia masih termasuk dari keluarga pesantren "An- nur"...
Awal pertemuan membuat Rasti jatuh hati... Tapi beda dengan ustad tampan... Dia sudah dulu jatuh hati dengan neng Nada Zakiyah putri dari Kiai Subadar...
Namun Allah berkehendak lain...Apa yang akan terjadi dengan Rasti??? Apa mungkin ustad Azmi akan berjodoh dengan Rasti atau malah dengan neng Nada???...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Difa alifiandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6 DPAC
"Al... Aku titip Rasti yah... Aku harus pulang dulu.. "Ucap Papa
"Kamu tenang saja Ren... Insyaallah aku dan istriku akan menjaga.. Merawat dan mendidik Rasti... "
"Ok... Aku percayakan sama kamu yah Al... "
Mereka saling berpelukan... Dan saling meyalami.. Merekapun pulang...
"Ayo nak Rasti... Masuk.. "Kata Umi
"Iya Mi... "
Aku pun masuk dan mengikuti langkah Umi...
"Nak Rasti... Sebentar lagi sholat magrib... Kita sholat berjamaah di masjid pesantren yah... Kamu bawa mukenah kan??? "Ucap Umi Salamah
"Aduh... Umi... Maaf Rasti lupa... Terus bagaimana Umi... "Ucapku
"Emmm ya sudah nanti Umi berikan punya Umi untuk mu nak... Sekarang kamu masuk kamar dulu... Nanti kalau adzan magrib berkumandang kamu keluar yah nak... "Ucap Umi
"Baik Umi... "
Aku menuruti kemauan Umi... Aku masuk ke dalam kamar.... Aku ingin main handphone tapi apalah daya... Handphone ku di sita oleh Papa karna tragedi tadi malam... Aku pun iseng membaca buku- buku islami yang ada di kamar... Mungkin kamar ini dulu adalah kamar nya Azmi... Karna semua buku yang ada di sini adalah punya Azmi.... Aku membaca buku tuntunan sholat... Aku mencoba mengingat- ingat bacaan dan gerakan sholat karna jujur saja semenjak kuliah aku jarang sekali sholat...
Adzan magrib berkumandang di pesantren An Nur... Begitu merdu dan lantang suaranya...
Aku segera keluar dari kamar... Karna Umi sudah mengetok pintu kamar...
"Nak... Ini kamu pakai punya Umi saja dulu yah... "Ucap Umi memberiku sebuah tas berisi mukenah dan juga sebuah sajadah...
"Terima kasih yah Umi.. "Ucapku sambil mengambil semua peralatan sholat tersebut
"Iya nak... Ayo ke masjid... "
"Iya Mi... Abi dan ustad mana Mi... "
"Abi sudah duluan nak... Kalau ustad maksud kamu Azmi??? "
"Iya Mi... "
"Azmi hari ini bertugas mengimami karna kiai Subadar sedang pergi keluar kota... "
"Oh kiai Subadar itu siapa Umi ?? "
"Beliau itu pengasuh pesantren An Nur nak... "
"Oh.. Ya sudah mari Umi... "
"Iya nak... "
Kami berjalan berdampingan Umi sangat ramah dan sangat sopan kepadaku... Dia menganggapku seperti anak perempuannya sendiri....
"Kita wudhuk dulu yah nak.. "
"Iya Umi... "
"Wudhuk... Gimana tuh caranya... Kenapa gue lupa yah.. "Batinku...
Aku mengikuti semua gerakan Umi dengan detail... Selesai wudhuk Umi memanjatkan doa... Aku pun ikut menengadahkan tangan... Entah apa yang di baca Umi... Aku ikut saja...
"Alhamdulillah... Ayo nak... "
"Iya Umi... "
Aku duduk di samping Umi di saf pertama... Karna Umi termasuk pengurus pesantren jadi semua santriwati seperti takdzim kepada Umi... Mereka menundukkan wajah saat Umi datang...
"Sini Rasti... "
"Iya Umi... "
Karna aku duduk di saf depan.. Terlihat sedikit jelas dengan pengimaman... Aku melihat sesosok pria tampan mempesona yang tak lain adalah ustad Azmi... Dia sedang berdzikir sambil menunggu iqomah...
"Waduh... Tampan sekali dia... Andai dia jadi milikku... Ah betapa bahagianya aku... " Batinku...
"Assalamualikum Rasti... "Sapa Neng Nada yang tiba di sampingku
"Ehh.. Waalaikum salam Neng... "Ucapku
"Emmm setelah sholat kamu bisa kerumah kan Rasti... "Ucap Neng Nada
"Emmm mau ngapain yah Neng.. "
"Ya cuma ingin kamu datang saja... Kenapa?? Apa kamu sibuk... "
"Oh tidak Neng... Baik tapi saya pamit dulu sama Abi dan Umi yah Neng.. "
"Iya Rasti... "
Kami terdiam saat iqomah berkumandang... Selesai iqomah baru kami melaksanakan sholat magrib berjamaah yang di imami oleh ustad Azmi...
"bismillāhir-raḥmānir-raḥīm ..... al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn..... ar-raḥmānir-raḥīm.. "Ucap ustad Azmi yang begitu merdu...
"Ya ampun... Betapa merdu suara ustad Azmi... Sungguh jadi hal yang sangat menarik... "Batinku....
Aku mengikuti semua gerakan sholat magrib ini....
3 rokaat berlalu begitu hikmat... Kami bersalaman dan ustad Azmi memimpin dzikir dan doa...
Selesai sholat... Neng Nada meminta izin kepada Umi untuk membawaku ke rumahnya... Umi mengizinkan... Aku pun ikut Neng Nada ke rumahnya...
"Ayo masuk Rasti... "Ucapnya
"Oh iya Neng... "
"Ziyah... Ziyah... "Panggil Neng Nada kepada seseorang...
"Iya Neng... Ada yang bisa saya bantu.. "Ucapnya
"Tolong ambilkan minum buat dek Rasti yah... Dek Rasti mau minum apa??? "Ucap Neng Nada
"Emmm apa saja dech Neng... "
"Oh.. Kalau gitu buatkan teh hangat dua gelas yah... "
"Baik Neng.. "
Ziyah pun masuk ke dalam membuatkan minuman buat kami...
"Emmm... Ngomong- ngomong Rasti ini kesibukannya sebelum masuk pesantren ap yah?? "
"Saya... Sibuk ngampus Neng... Kalau Neng sendiri... "
"Kalau saya... sibuk ngajar dan alhamdulillah saya juga kuliah Rasti... "
"Wahh... Neng Nada hebat yah... Masih sempat ngajar... "
"Itu biasa saja Rasti... Yah mau gimana lagi... Kalau kita punya ilmu yah harus di bagi selama bermanfaat bagi orang lain... "
"Emmm bener juga yah Neng... "
"Iya Rasti... "
Tak lama Ziyah datang membawa dua cangkir teh hangat dan juga cemilan diatas nampan...
"Ini teh nya Neng... "Ucap Ziyah
"Iya Ziyah makasih yah... "
"Iya Neng... Mbak... Saya kebelakang dulu... "
"Iya... "
Ziyah berlalu membawa nampan kosong...
"Ayo Rasti... Silahkan diminum... Dan di cicipi cemilannya... "
"Oh.. Iya Neng... "
supaya dia merasakn kehilangan