NovelToon NovelToon
EX'S Secret Child

EX'S Secret Child

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:15.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lautan Biru

Arabella harus menelan kekecewaan dan pahitnya kenyataan saat dirinya mengetahui jika pria yang selama dua tahun ini menjadi kekasihnya akan bertunangan dan menikah dengan wanita yang sudah dijodohkan dengan pria itu.


Arabella pikir dirinyalah wanita satu-satunya yang dicintai pria itu, tapi ternyata dirinya hanyalah sebagai pelampiasan selama wanita yang dijodohkan berada di luar negeri.


"Bagaimana jika aku hamil? apa kau memilih ku dan membatalkan perjodohan mu?"


"Aku tidak mungkin mengecewakan kelaurga ku Ara."

Jawaban Maher cukup membuat hati Arabella seperti ditikam benda tajam tak kasat mata. Sakit, terlalu sakit sampai dirinya lupa bagaimana melupakan rasa sakit itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lautan Biru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membawa pulang papa

Maher yang sedang galau karena sindiran Mamanya memilih untuk masuk ke kamarnya yang ada di rumah besar. Niatnya ingin bertanya soal acara besar yang diselenggarakan papanya malah lupa seketika saat membahas Arabella.

Menggemaskan tubuhnya di atas ranjang Maher menatap langit-langit kamar dengan pikiran menerawang, dalam bayangannya muncul Arabella tersenyum manis menggunakan gaun yang begitu cantik dan anggun, bahkan wajah wanita itu menggunakan riasan yang semakin mempercantik dirinya. Maher masih melihat wajah Arabella lima tahun yang lalu, dimana usia wanita itu masih 23 tahun.

Disebuah rumah yang entah rumah siapa, Maher yang awalnya tersenyum kini menjadi mendung. Dilihatnya dua orang duduk membelakanginya dan tak lama lantunan ijab kabul di ucapkan, saat itu jantung Maher berdebar kencang dimana nama wanita yang dia dambakan di sebut dalam ijab qobul tersebut.

"Tidak, itu tidak mungkin!"

Maher berlari mendekat dengan dada bergemuruh, tiba-tiba dirinya berteriak saat seorang penghulu mengatakan 'sah'.

"Tidak!!"

Hosh...Hosh...Hosh...

Napas Maher ngos-ngosan dengan wajah berkeringat, pria itu menoleh ke kanan dan kiri, dan dirinya berada diatas rajang dalam posisi duduk.

"Aku bermimpi," Gumamnya sambil bernapas lega.

Tapi entah kenapa mimpinya seperti nyata sekali, membuat Maher benar-benar takut.

*

*

Arabella sudah bersiap untuk pergi, wanita itu menarik napas dalam sebelum keluar dari dalam kamar. Saat membuka pintu dirinya mendapati pemandangan sang putri yang berdiri dengan wajah sendunya.

"Amara sayang, kamu kenapa?" Arabella menurunkan tubuhnya untuk berjongkok didepan putrinya.

"Mama mau pergi dan Ara tidak boleh ikut?" Kedua mata gadis kecil itu berkaca-kaca, sedih saat melihat ibunya pergi tidak membawa dirinya.

Arabella tersenyum, dan membawa tubuh kecil putrinya kedalam pelukan.

"Mama bekerja sayang, tapi tidak bisa membawa Ara ikut," Arabella mengusap rambut panjang putrinya yang lebat.

"Mama tidak sayang lagi dengan ku, Mama pergi tidak mau Ara ikut!" Gadis kecil itu menangis dan merajuk, dilepaskan pelukannya Mamanya dan berlari pergi.

"Ara, sayang, bukan begitu nak!" Arabella segera mengejar putrinya untuk menjelaskan.

Biasanya Amara akan mengerti pekerjanya, dan gadis itu akan mudah dibujuk dan menurut, tapi hari ini kenapa ada drama seperti ini.

"Amara, Mama cuma sebentar," Arabella mendekati putrinya yang memeluk ibu Hani sambil menangis.

"Ada apa Ra?" Bu Hani menatap putrinya, tiba-tiba cucunya berlari dan memeluknya langsung menangis.

"Ara mau ikut Mama nek, tapi Mama tidak mau Ara ikut," Gadis kecil itu menangis terisak sambil bicara, "Apa Ara nakal, sehingga Mama tidak mau mengajak Ara?" Ucapnya lagi dengan wajah yang sedih.

Mendengar seperti itu jelas hati kedua orang tua itu mencolos, kenapa Amara bisa memiliki pemikiran seperti itu. Arabella menyentuh lengan putrinya, kedua matanya sudah memanas dan siap menumpahkan air matanya.

"Sayang, bukan begitu. Ara anak yang baik, Mama sayang dengan Ara," Akhirnya Arabella tak kuasa menahan air matanya, "Untuk sekarang Ara ngertiin Mama yah, Mama hanya sebentar untuk bekerja, Mama janji akan bawakan Ara oleh-oleh kalau Ara mau nurut sama Mama." Meskipun tidak tega tapi Arabella harus memberikan pengertian untuk putrinya, mungkin jika bukan pergi ke kota sudah membuatnya sakit hati, Arabella pasti akan membawa putrinya.

"Mama tidak bohong?" Gadis kecil itu mengusap wajahnya dari jejak air mata.

"In promise!" Arabella menunjukan jari kelingkingnya dengan senyum.

Melihat apa yang di lakukan Mamanya, Amara ikut mengulurkan jari kelingkingnya dan menakutkan ke jari Arabella.

"Janji Mama akan pulang dan bawa oleh-oleh banyak untuk Ara," Amara tersenyum saat mengatakan itu, wajah sedih gadis kecil itu perlahan berubah senang.

Bu Hani yang melihat sampai terharu, beliau mengusap sudut matanya yang basah.

"Janji, Ara mau minta apa kalau Mama pulang?" Arabella menyentuh pipi putrinya.

"Mau oleh-oleh dan mau Mama membawa pulang papa!"

Deg

Hati Arabella seperti tersayat saat mendengar ucapan putrinya.

"Em, Mama belikan oleh-oleh saja." Arabella langsung memeluk putrinya, menumpahkan tangis yang sejak tadi dia pendam yang membuatnya sesak.

"Maafkan Mama sayang, Mama belum bisa mengabulkan permintaan mu yang satu itu."

*

*

Jangan lupa mampir 👇👇👇

1
Yenny Wahyudi
"tidak sepantasnya marah" lucu sekali anda tuan
Yenny Wahyudi
laki laki egois bgt ya. mau satunya, tapi satunya juga gak mau di lepas.
bsjelfjbrndsabdvr
jejak paan Thor, LG tegang gini bacanya🤣🤣🤣
WJ
bang to the sat😄
Aida Hafied
ARAbela & MAheer,,
wiwin winarti
gaya hot dog🤣
wiwin winarti
aduh amara bener-bener
Anita Candra Dewi
masa anak sma sumpahin kek gitu, kaya sdh paham saja🤣
Lies Atikah
manusiawi sih merasa kasihan sama Maher menikah gak jadi terus sakit parah jodoh takan kemana
Lies Atikah
tetap kuat Ara jangan kembali sama si berengsek Maher biar kan dia menyesal dan hancur
Bungafitriyani
dari awal cerita sampai akhir banyak typo nya kk
wiwin winarti
sosweet
wiwin winarti
darah memang lebih kental daripada air
wiwin winarti
cepat pertemukan mereka kaka othor sudah gak sabar ini
wiwin winarti
semoga ara cepat ketmu maher
wiwin winarti
ternyata wanita ular di karina
wiwin winarti
apapun kesalahan anak orangtua pasti akan memaafkan
wiwin winarti
kasihan tapinakibat kehilafan yang berulang
wiwin winarti
memang penyesalan datangnya di akhit
wiwin winarti
satu kata untuk maher yaitu MENYESAL
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!