𝙁𝙊𝙇𝙇𝙊𝙒 𝙄𝙂 𝘼𝙐𝙏𝙃𝙊𝙍!!
𝐫𝐚𝐬_𝐛𝐲_𝐚𝐫
Pada akhir zaman yang sudah bobrok, sebuah ledakan jatuh dari langit menyebabkan ledakan besar yang membuat manusia-manusia perlahan-lahan berubah menjadi Zombie.
Lilyana seorang wanita gemuk yang selalu di hina itu di serang Zombie saat pulang dari liburan nya di kampung, dengan pemukul base ball di tangan nya ia membunuh semua Zombie itu namun setelah nya..
Ting!
"𝘛𝘦𝘳𝘥𝘦𝘵𝘦𝘬𝘴𝘪 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘬𝘶𝘢𝘵, 𝘓𝘪𝘭𝘪𝘺𝘢𝘯𝘢 𝘢𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘴𝘺𝘴𝘵𝘦𝘮 AAA5? "
[𝘠𝘢] [𝘕𝘰]
Dengan kekuatan System terhebat yang mengajari nya menjadi sosok kuat yang baik namun kejam ia melawan dunia yang hampir runtuh dengan bantuan dari para pemegang system lainnya.
________
Bukan Author pro hanya seseorang yang kelebihan imajinasi dan menuangkan nya dalam kalimat kata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Become a Hero on Doomsday 6
Zombie itu melompati dan ingin melesat kan cakar nya pada Zero, namun sebelum serangan cakar nya itu menyentuh Zero. Lily dengan cepat melesat kan serangan nya ke arah perut Zombie itu.
Seketika Zombie itu hancur dengan tubuh-tubuh nya yang berserakan. Lily menatap tangan nya tak percaya, kekuatan nya benar-benar dahsyat!
Belum lagi Zero pun sama hal nya menatap Lily tak percaya, ia bisa mengalahkan zombie itu dengan sekali serangan.
Keduanya saling menatap dengan tatapan berbeda.
.
.
Mata merah dari kegelapan melihat Lily yang mengalah kan Zombie level 3 itu dengan satu serangan. Bibir nya menyunggingkan senyum miring.
"Menarik"
Sosok itu kemudian menghilang.
.
"𝘔𝘪𝘴𝘪 𝘴𝘦𝘭𝘴𝘢𝘪, 𝘩𝘢𝘥𝘪𝘢𝘩 50 𝘱𝘰𝘪𝘯 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘬𝘦 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘢𝘬𝘶𝘯. " AAA5.
Sementara itu Lily tersentak begitu merasakan ada sebuah aura kekuatan yang terasa kental ia rasakan.
Saat melihat ke sana kemari tak ada siapapun. Lily bingung.
"𝘚𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘪𝘵𝘶? "
"𝘒𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘢𝘩𝘢𝘺𝘢, 𝘯𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪. 𝘜𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘴𝘦𝘮𝘦𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘢𝘵𝘢 𝘭𝘦𝘯𝘨𝘬𝘢𝘱. " AAA5.
"Arghhh! "
Lily tersadar dari lamunan nya saat mendengar teriakan Zero, ia lupa jika Zero memiliki luka akibat cakaran besi zombie tadi.
Lily sedikit berlari menghampiri Zero."Ya ampun banyak sekali darah! " Kaget Lily, bahkan ia bisa melihat daging perut Zero yang terkoyak.
"𝘚𝘪𝘴𝘵𝘦𝘮, 𝘢𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘢𝘥𝘢 𝘰𝘣𝘢𝘵 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘮𝘣𝘶𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘭𝘶𝘬𝘢 𝘪𝘯𝘪? " -𝘓𝘪𝘭𝘺.
"𝘈𝘥𝘢, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘛𝘶𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘵𝘶𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘭𝘶𝘬𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘡𝘦𝘳𝘰 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘭𝘶𝘬𝘢 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘦𝘷𝘦𝘭 𝘣𝘢𝘸𝘢𝘩." - AAA5.
Lily mengangguk, ia berpikir mungkin untuk penyembuhan nya sama seperti tadi. Lily cukup merasakan kekuatan dalam dirinya lalu keluar kan lewat tangan dengan hati-hati.
Saat tangan Lily ia arahkan pada perut Zero, Zero memegang tangan Lily.
"P-pergilah... Ak-aku akan berubah menjadi zombie... A-aku terkena cakaran nya. "
Lily menggeleng, ia khawatir dan sedih melihat keadaan Zero seperti ini.
Tanpa menghiraukan perkataan Zero, Lily mengeluarkan kekuatan nya dan menyembuhkan Zero.
Zero terkejut dengan cahaya yang keluar dari tangan Lily dan perlahan-lahan ia merasakan perut nya yang sangat sakit tadi perlahan sembuh.
"Lily--" -Zero.
"Zombie dengan level 3 tidak akan membuatmu terinfeksi. Ia hanya akan menyakiti dengan cakar besi nya. " Ucap Lily tanpa menatap Zero.
Ia berkonsentrasi akan kekuatan yang di keluar kan nya. Tiga menit berlalu dan luka di perut Zero pun sembuh. Kulit perut nya nampak sama seperti sedia kala.
Zero bangun, menatap tak percaya luka nya yang sudah sembuh. Lalu menatap Lily.
"Jika ingin penjelasan, akan aku jelaskan nanti. " Ucap Lily tanpa menatap Zero. Ia takut Zero malah takut kepada nya dan menganggap nya sama seperti Zombie karena memiliki kekuatan super.
Namun sebalik nya, Zero malah memeluk Lily dan berucap. "Terimakasih, aku tidak akan bertanya jika kamu tidak siap untuk menjawab. Aku tahu kamu pasti memiliki rahasia besar tidak dapat kamu jelaskan. " Ucap Zero membuat Lily tertegun tak bisa berkata-kata.
"Itu Zer--"-Lily.
" HEI KALIAN! AKU SANGAT KHAWATIR PADA KALIAN TAPI KALIAN MALAH PELUKAN MESRA SEPERTI ITU! "
Teriak Luqi yang baru saja melihat adegan pelukan itu.
Lily langsung mendorong Zero, sementara Zero hanya berdecak kesal.
.
.
.
Di perjalanan.
Zero membuang baju seragam nya, dirinya saat ini hanya memakai sweater yang ada di mobil nya.
Luqi tak menyalakan lampu penerangan jalan, Lily melarang nya karena takut akan menjadi pemicu Zombie mengejar.
Sekitar 2 jam mobil berkendara, tiba-tiba...
Brukh!
Brukh!
GROAR!!
"I-itu.. " Luqi gemetaran dengan wajah pucat.
Lia dan Zero yang tadinya memejamkan mata pun terbangun, sementara Lily sudah siaga sedaritadi ia tak tidur.
GROAR!
"Itu Zombie? Besar banget! " Kaget Lia.
𝘛𝘪𝘯𝘨!
"𝘡𝘰𝘮𝘣𝘪𝘦 𝘭𝘦𝘷𝘦𝘭 7
𝘔𝘢𝘹 : 30 %
𝘚𝘵𝘳𝘦𝘯𝘨𝘵𝘩 : 𝘛𝘪𝘱𝘦 𝘥𝘢𝘴𝘢𝘳 𝘈𝘯𝘨𝘪𝘯. "
SYYUH!
BUKH!
Dari mulut zombie itu mengeluarkan angin ke arah mobil, membuat mobil terhempas layaknya mobil mainan.
Beruntung saat mendarat mobil tidak dalam keadaan terbalik, mereka keluar dari mobil karena kondisi mobil sudah tidak memungkinkan untuk bergerak.
"Larii! " Teriak Luqi.
Lily pun di tarik lari oleh Zero.
GROAR!
Tidak hanya ada zombie level 7 itu, tapi ada juga zombie level 2 yang mengejar mereka dengan membabi buta.
Lily tak bisa begini, ia harus menggunakan alat system agar teman-teman nya bisa selamat.
"𝘛𝘪𝘯𝘨!
𝘑𝘪𝘮𝘢𝘵 𝘵𝘦𝘭𝘦𝘱𝘰𝘳𝘵 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘴𝘪𝘭 𝘥𝘪 𝘣𝘦𝘭𝘪, 70 𝘱𝘰𝘪𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘱𝘢𝘬𝘢𝘪"
Tak ada pilihan lain selain menghindar, jika Lily melawan bagaimana dengan Zero dan teman-teman nya. Sedangkan banyak Zombie level 2 yang mengejar.
BRUKH!
Jimat itu membawa mereka berteleport sejauh kurang lebih 5 Kilometer dari tempat mereka tadi. Beruntung teleportasi mereka ke tempat dengan ada rumah dan sebuah mobil sport. Seperti nya itu rumah orang kaya tetapi tak ada orang, gerbang pun terbuka.
"G-gimana kita bisa ada di sini? " Tanya Lia dengan masih gemetaran.
Luqi menggeleng, ia juga tak tahu. Namun ia menatap Lily, sebelum menghilang ia melihat Lily mengeluarkan sebuah kertas.
"Apakah itu kau? " Tanya Luqi.
Membuat Lia juga menatap Lily.
"Itu... " -Lily.
GROAR! .
Beruntung sebuah Zombie hadir membuat Lily terhindar dari pertanyaan.
Lily menghelai napas lega, ternyata hanya zombie level 1 . Mereka bisa mengatasi nya dengan mudah, terlebih jumat zombie itu yang tidak seberapa.
Singkat nya mereka berhasil mengalahkan zombie itu dan saat ini mereka sudah masuk ke dalam rumah, tidak lupa mereka mengunci gerbang dan pintu kebetulan kunci pun tergantung di pintu membuat usaha mereka lebih mudah.
Mereka duduk di ruang tamu, rasanya lelah sekali tadi berlari-lari. Ya terkecuali Lily.
"Oke, sebelum tidur kita periksa dulu rumah ini. " Ucap Zero dan yang lain mengangguk.
"Luqi dan Lia, periksa apakah ada kunci untuk mobil di depan tadi. Aku dan Lily akan mencari makanan di rumah ini."
Yang lain mengangguk, mereka mulai berdiri dan melakukan tugas nya.
.
.
.
Masih 20 pendukung sih, tapi terimakasih!