NovelToon NovelToon
SKENARIO KEHANCURAN UNTUK SUAMIKU

SKENARIO KEHANCURAN UNTUK SUAMIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Bagi Aris dan ibunya, Tita adalah istri sempurna: kaya, penurut, dan sabar. Saat Tita divonis tak bisa memberi keturunan, mereka berlagak menerima dengan lapang dada. Padahal di belakangnya, Aris diam-diam menikah siri demi mendapatkan anak sambil terus menikmati kemewahan dari uang Tita.
​Mereka pikir Tita bodoh. Padahal, Tita sudah tahu segalanya.

​Tanpa air mata atau labrakan emosional, Tita tersenyum dingin. Ia mulai memutus aliran dana, merebut asetnya, dan menjebak bisnis Aris ke jurang utang.

​"Kalian pikir bisa hidup mewah di atas penderitaanku? Mari kita lihat seberapa lama kalian bertahan tanpa sepeser pun uangku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Skenario

​Sinar matahari siang ini bersinar sangat terik, membakar aspal jalanan ibu kota yang padat merayap. Di dalam mobil sedan mewahku yang ber-AC dingin, aku duduk dengan tenang sembari menatap ke luar jendela. Siska duduk di kursi kemudi, sesekali melirik spion tengah untuk memastikan keadaanku. Di sampingnya, sebuah map dokumen tebal berwarna cokelat tergeletak rapi.

​Hari ini adalah hari yang ku hindari selama lima tahun pernikahan kami, namun sekaligus hari yang paling ku nantikan sejak kemarin sore. Hari di mana aku akan menarik seutas benang pertama dari rajutan kemewahan yang selama ini ku nikmati bersama suamiku.

​"Kita sudah hampir sampai di ruko pusat Aris Kitchen, Bu Tita," lapor Siska lembut sembari membelokkan setir ke arah kawasan kuliner elite di daerah Jakarta Selatan. "Sesuai instruksi Ibu, tim legal kita dan perwakilan dari pihak Bank Yudha sudah bersiap di sana sejak sepuluh menit yang lalu. Mereka menunggu aba-aba dari Ibu."

​Aku melirik jam tangan Patek Philippe di pergelangan tangan kiriku. Pukul 12.15 siang. Ini adalah puncak jam makan siang. Waktu di mana restoran kuliner milik Aris dipastikan sedang penuh sesak oleh para pekerja kantoran yang mencari makan siang atau mengadakan rapat kasual.

​"Bagus sekali, Sis. Mari kita beri suamiku kejutan kecil yang tidak akan pernah dia lupakan," jawabku sembari mengulas senyum tipis.

​Saat mobil kami terparkir tidak jauh dari ruko berlantai tiga itu, aku bisa melihat antrean pengunjung yang mengular hingga ke area teras luar. Banner bertuliskan Aris Kitchen - Cita Rasa Nusantara terpampang megah dengan lampu neon yang menyala terang. Ruko ini berdiri di lokasi paling strategis dengan harga sewa dan beli yang sangat fantastis. Dulu, Aris memohon-mohon padaku dengan mata berkaca-kaca agar aku mau meminjamkan sertifikat ruko milik anak perusahaan Glowinc Group sebagai jaminan ke bank agar dia bisa mendapatkan pinjaman modal usaha.

"Tita, demi harga diriku sebagai suamimu, aku ingin membuktikan kalau aku bisa sukses. Tolong bantu aku sekali ini saja. Aku janji tidak akan mengecewakanmu," rona wajah memelas nya saat itu kembali melintas di benakku, membuatku ingin tertawa sinis. Aku yang saat itu begitu bodoh dan dibutakan oleh cinta, tanpa ragu menandatangani surat penjaminan aset tanpa tahu bahwa ruko ini kelak akan menjadi saksi pengkhianatan nya.

​Aku turun dari mobil, merapikan blazer satin berwarna krem yang ku kenakan, lalu melangkah anggun memasuki restoran. Siska mengekor di belakangku dengan langkah tegas.

​Begitu melangkah masuk, aroma harum bumbu rempah dan riuh rendah suara pengunjung langsung menyambut indra pendengaranku. Di dekat meja kasir, tampak Aris sedang berdiri gagah dengan kemeja flanel yang lengannya digulung hingga siku. Ia tampak sedang tersenyum lebar sembari menyapa beberapa pelanggan pentingnya. Penampilannya sangat rapi, bersih, dan memancarkan aura pria sukses yang mandiri.

​"Eh, Tita?" Aris menyadari kehadiranku. Matanya membelalak kaget, namun sedetik kemudian ia langsung memasang senyum paling manis yang ia miliki dan bergegas menghampiriku. "Sayang, kok kamu tiba-tiba ke sini? Nggak memberi kabar dulu ke Mas. Tahu gitu kan Mas jemput di lobi kantor."

​Ia mengulurkan tangannya, berniat memeluk pinggangku dan mencium keningku seperti biasa di depan para karyawannya untuk memamerkan betapa harmonisnya hubungan kami. Namun, dengan gerakan yang sangat halus, aku mengangkat tangan kananku untuk merapikan rambutku yang sebenarnya tidak berantakan, menghindari kontak fisiknya secara elegan.

​"Aku kebetulan sedang ada pertemuan dengan klien di dekat sini, Mas. Jadi sekalian mampir untuk makan siang," jawabku dengan nada suara semanis mungkin, menyembunyikan kilat dingin di mataku.

​"Oh, begitu. Pas banget, Mas minta koki siapin menu spesial buat kamu ya? Tapi maaf banget, siang ini meja VIP penuh semua. Kamu mau tunggu di ruangan kerja Mas saja?" tanya Aris dengan nada penuh perhatian yang terdengar sangat menjijikkan di telingaku setelah apa yang ku ketahui tentangnya.

​Sebelum aku sempat menjawab, pintu masuk restoran kembali terbuka. Tiga orang pria berpakaian formal dengan setelan jas gelap melangkah masuk. Salah satu di antaranya adalah Pak Harris, kepala divisi legal dari Bank Yudha yang sangat kukenal, didampingi oleh dua stafnya yang membawa map dokumen berlogo bank resmi.

​Kehadiran mereka yang mencolok langsung menarik perhatian beberapa pengunjung terdekat. Wajah Aris yang tadinya cerah mendadak berubah agak tegang saat mengenali logo bank pada map yang dibawa orang-orang tersebut.

​"Selamat siang, Pak Aris Pratama," sapa Pak Harris dengan nada formal yang tegas.

​"S-selamat siang, Pak Harris," jawab Aris terbata, matanya melirik cemas ke arahku sejenak sebelum kembali menatap perwakilan bank tersebut. "Ada apa ya, Pak? Bukankah jadwal pembayaran angsuran pinjaman restoran kami baru jatuh tempo minggu depan? Dan saya selalu membayar tepat waktu."

​Pak Harris tersenyum tipis, lalu membuka map dokumen di tangannya. "Benar, Pak Aris. Pembayaran angsuran Anda memang lancar. Namun kedatangan kami ke sini hari ini bukan terkait angsuran bulanan, melainkan terkait jaminan aset ruko ini."

​Dahi Aris berkerut dalam. Keringat dingin mulai tampak sebesar biji jagung di pelipisnya. "Jaminan? Maksudnya bagaimana ya? Jaminan ruko ini kan aman."

​"Mohon maaf, Pak Aris. Berdasarkan surat permohonan resmi yang kami terima pagi ini dari pemilik sah aset ruko ini, yaitu Glowinc Group yang diwakili secara sah oleh Ibu Tita selaku CEO," Pak Harris melirik ke arahku dengan hormat, pihak penjamin telah memutuskan untuk menarik kembali sertifikat hak milik ruko ini sebagai jaminan atas pinjaman modal usaha Aris Kitchen."

​Deg.

​Aku bisa melihat dengan sangat jelas bagaimana warna kulit di wajah Aris memucat seketika. Matanya melebar, menatapku dengan pandangan tidak percaya yang bercampur dengan kepanikan yang luar biasa. Tubuhnya bahkan sempat limbung sedikit sebelum ia mencengkeram pinggiran meja kasir untuk menopang berat badannya.

​"T-Tita? Apa-apaan ini? Kamu... menarik jaminan ruko ini?" bisik Aris dengan suara bergetar, berusaha meredam suaranya agar tidak terdengar oleh para pelanggan yang mulai melirik ke arah kami dengan rasa penasaran.

​Aku memasang raut wajah yang sangat terkejut, panik, dan bingung. Aktingku benar-benar sempurna, bahkan bisa menyamai kualitas aktris papan atas.

​"Lho, Mas... kamu belum tahu?" tanyaku dengan nada suara yang bergetar seolah aku juga menjadi korban di sini. Aku memegangi lengan Aris dengan wajah cemas yang dibuat-buat. "Kemarin kan aku sudah sempat bilang ke Mama Rahma di rumah kalau perusahaan kita sedang diaudit ketat oleh tim eksternal dan pihak pajak untuk persiapan ekspansi ke luar negeri. Semua aset pribadi dan perusahaan yang diagunkan di luar kepentingan langsung Glowinc Group harus segera ditarik dan dibersihkan dari catatan perbankan minggu ini juga, Mas! Kalau tidak, lisensi ekspansi kita bisa dibatalkan oleh kementerian perdagangan!"

​"Tapi... tapi tidak bisa mendadak seperti ini, Tita!" suara Aris mulai naik karena panik, membuat kasir restoran dan beberapa pelayan menghentikan aktivitas mereka untuk menonton. "Kalau sertifikat ruko ini ditarik dari bank, pihak bank akan menuntut aku untuk segera melunasi sisa pinjaman modal sebesar tiga miliar rupiah dalam waktu tiga puluh hari! Atau... atau semua cabang Aris Kitchen lainnya akan disita sebagai gantinya! Kamu tahu sendiri kan kalau sisa uang kas restoran tidak sebanyak itu!"

​Aku menatap suamiku dengan pandangan penuh rasa bersalah yang sangat palsu. Di dalam hati, aku ingin sekali tertawa terpingkal-pingkal melihat kepanikan yang begitu indah terpancar dari wajah pengkhianat ini. Tiga miliar rupiah. Tentu saja dia tidak punya uang sebanyak itu. Sebagian besar keuntungan restorannya selama ini habis ia gunakan untuk membelikan apartemen mewah untuk Laras, mentransfer uang puluhan juta setiap bulan ke rekening selingkuhannya, membiayai gaya hidup mewah ibu mertuaku, dan membelikan mobil baru untuk adik iparnya, Jessica.

​"Ya ampun, Mas... aku benar-benar minta maaf," kataku dengan mata yang mulai berkaca-kaca, meremas jemarinya yang kini terasa sangat dingin dan gemetar.

"Aku tidak tahu kalau dampaknya akan seberat itu untuk bisnismu. Tapi manajer keuanganku bilang, ini adalah aturan hukum mutlak dari sistem audit perbankan. Aku tidak bisa mengintervensinya sama sekali karena semua keputusan ada di tangan dewan komisaris perusahaan."

​Aku melirik ke arah Siska, yang langsung mengerti kodenya dan melangkah maju membawa map cokelat dari mobil tadi.

​"Pak Aris," Siska menyela dengan nada suara profesionalnya yang dingin. "Sesuai dengan perjanjian di bawah tangan yang Bapak tandatangani lima tahun lalu saat peminjaman aset ruko ini, pihak Glowinc Group memiliki hak mutlak untuk menarik kembali jaminan aset kapan pun jika diperlukan untuk kepentingan mendesak perusahaan tanpa perlu persetujuan dari pihak kedua. Dokumen penarikan ini sudah sah secara hukum perdata."

​Aris menatap dokumen yang disodorkan Siska dengan tangan gemetar. Ia tampak seperti seorang pria yang baru saja dijatuhi hukuman mati. Semua aura kesuksesan, kegagahan, dan kesombongan yang tadi ia pamerkan di depan para pelanggannya menguap tanpa sisa dalam waktu kurang dari sepuluh menit.

​"Pak Aris, kami memberikan waktu paling lambat tiga hari kerja bagi Bapak untuk datang ke kantor pusat Bank Yudha guna menandatangani dokumen pengalihan jaminan baru atau mengajukan skema pelunasan dipercepat," kata Pak Harris tegas sembari merapikan kembali dokumen-dokumennya. "Jika dalam waktu tiga hari tidak ada kejelasan, kami terpaksa akan membekukan sementara rekening operasional Aris Kitchen demi keamanan aset bank."

​"Tiga... tiga hari?" gumam Aris dengan suara yang nyaris habis.

​"Benar, Pak. Kami permisi dulu. Selamat siang," pamit Pak Harris dan timnya, meninggalkan restoran dengan langkah tegap.

​Suasana di area kasir mendadak menjadi sangat sunyi, hanya menyisakan suara mesin pembuat kopi yang berdengung di latar belakang. Beberapa pelanggan di meja terdekat tampak berbisik-bisik sembari menatap Aris dengan pandangan iba sekaligus penasaran. Aris, sang pemilik restoran sukses yang biasa dipuja-puja, kini berdiri mematung dengan wajah pucat pasi seperti mayat.

​Aku mendekatinya, mengusap bahunya dengan lembut, pura-pura memberikan ketenangan yang sebenarnya adalah racun yang mematikan.

​"Mas... kamu yang sabar ya. Aku yakin kamu pasti bisa melewati masalah ini. Kamu kan pengusaha yang hebat," bisikku lembut di telinganya, menyuntikkan sanjungan palsu yang akan membuatnya semakin merasa tertekan di dalam batinnya. "Oh iya, karena suasananya sedang tidak kondusif, sepertinya aku tidak jadi makan siang di sini. Aku harus segera kembali ke kantor untuk mengurus sisa berkas audit kita."

​Aris tidak menjawab. Ia hanya menatapku dengan pandangan kosong, kepalanya dipenuhi oleh bayang-bayang utang tiga miliar rupiah yang harus ia lunasi dalam waktu tiga puluh hari, serta ancaman pembekuan rekening bisnis yang bisa menghancurkan seluruh usaha kulinernya dalam semalam.

​"Aku pamit dulu ya, Mas. Jaga kesehatanmu," kataku sembari memberikan kecupan ringan di pipinya kecupan yang terasa sedingin es.

​Aku berbalik dan melangkah keluar dari restoran dengan langkah kaki yang anggun dan mantap. Siska berjalan di sampingku, menutup pintu kaca restoran di belakang kami.

​Begitu kami masuk kembali ke dalam mobil dan pintu tertutup rapat, menyaring seluruh kebisingan dunia luar, aku bersandar di kursi dan menghela napas panjang. Rasa mual yang kurasakan sejak semalam mendadak hilang, digantikan oleh kepuasan yang luar biasa yang menjalar di setiap aliran darahku.

​"Kerja bagus, Siska," kataku dengan nada suara dingin yang kembali menguasai diriku.

​"Terima kasih, Bu Tita," jawab Siska sembari menyalakan mesin mobil.

"Bagaimana dengan langkah selanjutnya? Apakah kita akan menunggu respons dari Pak Aris?"

​"Tentu saja," aku tersenyum sinis, menatap ruko Aris Kitchen dari balik kaca mobil yang gelap. "Aris pasti akan segera menelpon ibunya atau mencoba mencari pinjaman dana dari relasi-relasinya yang sebenarnya tidak seberapa itu. Dia akan menyadari bahwa tanpa jaminan namaku, tidak ada satu pun bank atau kolega bisnis yang mau meminjamkan uang satu sen pun padanya."

​Aku mengambil ponselku, mengetik pesan singkat untuk asisten rumah tanggaku di rumah.

​Tita.

"Bik, tolong siapkan makan malam yang istimewa untuk malam ini. Mas Aris pasti akan pulang dengan wajah lelah, dan aku ingin menyambut suamiku tercinta dengan senyuman terbaikku."

​Aku menyimpan kembali ponselku ke dalam tas. Aku sudah tidak sabar untuk melihat bagaimana Aris akan bersikap di depanku nanti malam. Ia akan berpura-pura menjadi suami yang tegar, menyembunyikan badai besar yang sedang menghantam bisnisnya, sementara aku akan terus tersenyum manis sembari perlahan-lahan mengencangkan tali jerat di lehernya hingga dia benar-benar kehabisan napas keuangan.

1
Noey Aprilia
Udh nebak dr awl kl felix emng ada rsa sm tita...kl ga mh,ga mngkn rela ninggalin smuanya dmi mmbela tita...ykin bgt kl smua prosesnya cpt krna cmpr tngan dia.....😁😁😁....
tp bgus lh...saatnya ngejar cntamu kmbli y felix...
Noey Aprilia
Do'amu d kbulkn y jesika....bntr lg klian bkl ktmu sm mntan,bedanya sma2 jd gembel.....😛😛😛
Arieee
bagus👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Wega Luna
babat habis orang kayak mereka yg maunya instan dan gratisan🤣🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
hahaha nikmati saat terakhir kamu Reno, kamu dan mama kamu juga akan jadi gembel
Ariany Sudjana
itulah hukum tabur tuai, terima saja konsekuensinya 🤣🤣😂😂
Noey Aprilia
Nmanya hkum tabur tuai...
dlunya nabur kjhtan,skrng mnuai akibtnya....slmt jd gembel.....😛😛😛
Muft Smoker
dtggu season si Jessica tinggal di kolong jembatan kak 😒😒😒😒
Noey Aprilia
Ngsih mkan ank2nya dr hsil nipu sih,jdinya ya ky gt....yg 1 d sel,yg 1 mlah ga mau nampung emaknya....dfnisi hkum krma ta smnis kurma.....😛😛😛
Anita Rahayu
Thor adiknya masa gk kena miskin sih thor gk adil dong masa berat sebelah penebusan karmanya😤😤😤😤😤😤😤😤😤
blcak areng: sabar kak
total 1 replies
Noey Aprilia
Aku lg byangin....hkumn apa yg bkl mreka ksih????d gebukin dlu,atw pke balok gt...ga mngkn sling jmbak kn y,scra bkn emak2 yg lg lbrak pelakor.....🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
waah semoga jantung si Aris Bae Bae aj ,,
😂😂😂 jgn sampe deh pindah ke jempol kaki ,, 😁😁😁😁
Muft Smoker: hadiiir kakk ,, duh jgn panggil2 gt doonk ,, gx kmn2 koq ,, msh di pantau si Aris dr sini ,, 😂😂😂😂😂
total 2 replies
Muft Smoker
aduuh si Aris otw jd perkedel niih ,,
tu laa akibat dr keserakahan berkedok pengen punya anak ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
waaah raja singa yg sesungguh ny ,, msh otw ke jakarta ,,
😱😱😱😱😱
Muft Smoker
bagus tita ,, hama Kya mereka yg gx pandai bersyukur mending hempas kan saja ,,
pdahl msh byk cara lain supaya punya anak ,, bisa adopsi anak kn ,, emnk dasar pgen selingkuh aj ,, 😒😒😒😒
Noey Aprilia
tragis jg y nsib mreka.....stlh msuk bui,gliran emaknya otw jd gmbel...
tp yg pling ngeri,nsibnya aris d pnjra.....scra kknya tita udh blik buat ngsih doa pljran......
Wega Luna
💪💪💪tita kamu keren perempuan kuat GK akan mengisi penghianatan,
Noey Aprilia
Ga msti viral krna jambak2an,toh akhrnya mreka kalah sndri....tkang tipu vs korban tipu...😛😛😛
Muft Smoker: kompak kn mereka kak ,, sang penipu dan si tertipu ,,
😂😂😂😂
total 1 replies
Lee Mba Young
keren istri sah🔥🔥🔥🔥
Noey Aprilia
Ckkk.....abg labil....
udh buka aib sndri,skrng mlah msuk kandang singa......ga ykin kl pad kluar dia msih utuh.....🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!