NovelToon NovelToon
KARMILA

KARMILA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:52
Nilai: 5
Nama Author: MAMI ADRIELLA20

"Kau terlalu banyak menyimpan kebohongan sehingga kejujuran mu di pandang semu sekarang."

Kepergian Reno bukan lah sesuatu yang salah, aku yang salah disini aku paham arti perginya. "Jangan pergi! jangan tinggalkan rumah."

Dia amat marah setelah berita itu sampai ke telinga nya...


yukk buruan cari sepenggal kalimat ini dibalik cerita aku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kakak

Hanya belok dua gang dari komplek perumahan sudah kelihatan kalau itu tempat tujuan kami, senyuman terlontar dari mulut wanita itu emang kampungnya enggak ada obat.

Mereka ku serahkan pesan, sementara pesanan ku sudah terpilih dari tadi. kedua adikku itu unik sebenernya cuman ketutup malu aja jadi kelihatan pendiam itu."Mau es cream strawberry sama roti nya kak." masuk ke dalam list pesanan.

"Bebas aja ikut." Anak laki-laki enggak terlalu suka es cream biasanya, jadi ku pilihkan rasa vanila sama roti dengan isian es cream kesukaan ku. "Kakak ini keluarga dari mana? Kenapa baru sekarang kita ketemu." Polos banget anak cewek berambut sebahu ini.

Kaki tersilang menghadap langsung ke arahnya, ku pandang dalam sembari memahami jawaban apa yang tepat dan tidak melukai ingatan nya tentang aku. "Kakak anaknya teman kalian kesini, tapi udah lama di buang makanya baru kelihatan sekarang."

Suapan manis berubah canggung,ia tau pertanyaan lima menit lalu agak kurang tepat di pertanyaan kepada ku. "Kalian kapan pulang? Bukan kakak ngusir ya."

"Tunggu mamak sembuh kak."

"Mau pulang malam? Ayo jalan."Apaaa? Aku enggak sejahat itu ya, anak sekecil ini masih panjang ingatan nya oleh it adriella tidak akan memberikan kenangan buruk di ingatan mereka, kalau bisa waktu ia ingat kakak' nya mereka ingat kebaikan ku.

Aku hanya bawa mereka mutar-mutar kota Jakarta sekitaran Monas, lapangan banteng, Ikonik dua rumah ibadah dan juga mampir di satu Pedagang kaki Lima untuk makan kacang dan juga jagung rebus. "Kak kalau ada rezeki kakak bawa kami ke Jakarta kota ya."

"Jakarta kota?"

"Iya tapi naik kereta api." what the hell banyak permintaan anak-anak ini, sepertinya kita juga harus buat permintaan. "Besok lah,kalau kakak enggak capek, kalau capek pijet-in lah."

"Kalian aja yang pergi, aku besok jaga Mamak" Anak laki-laki yang bertanggung jawab, okelah yang minta juga anak perempuan ini. "Iya udah itu tadi syaratnya,gimana mau?" Dia mengangguk pelan.

Oke sudah ketahuan besok schedule ADRIELLA adalah membawa anak-anak jalan menuju Jakarta kota, sudah lama juga enggak jalan-jalan kesana. Adanya mereka membuat hari lelah menjadi berwarna tapi warna itu masih terasa mengganggu di pandangan ku, itulah sebabnya aku masih menikmatinya setengah-setengah.

"Makan lagi?"

"enggak usah lah kak, habis uang kakak nanti." Se ucap kata itu menarik senyum ku, berasa dalam hati oh begini ya jika seorang laki-laki memberikan perhatiannya. Kenapa aku ini,masa luluh hanya dengan ucap kata-kata manis seperti itu.

Kalau di pikir-pikir memang love language ku adalah quality time dan juga words afermation, maka itu setiap yang ku tebar kepada orang-orang tersayang ku seperti itu juga. Dan berharap suatu hari pasangan ku akan datang memenuhi semua bahasa cinta ku.

"Yuk lah pulang kalau gitu." Kami memilih untuk pulang kerumah, pukul satu malam bang mobil menghentikan perjalanan nya. Terakhir kami bertiga menghabiskan hari ini akan berakhir dengan tidur dan istirahat yang cukup. Anak perempuan itu memberikan ucapan terimakasih dengan merapikan tempat tidur ku, terlalu manis jika di ambil hikmah baik nya.

Mereka berdua tidur di kamar belakang,aku sendiri. Besok pagi seperti biasa rutinitas yang tak akan terlewati kecuali hari libur. Jangan harapkan mereka bangun pagi, lihat lah mereka masih terlelap. Pasti capek lah aku paham itu.

Alda in the group.

Alda: Pagi kakak-kakak semuanya, terkait rancangan bisnis kita nanti untuk memenuhi pembelajaran kewirausahaan apakah kelompok kita bisa kumpul offline atau lebih baik di bahas pada forum grup. Mengingat untuk pengumpulan proposal dan sebagainya tinggal menghitung hari.

Me: Eh sorry aku belum up kak Reno ya, sebentar aku invite.

Alda:Aman kak, kak Reno sudah aku invite.

Reno: hehehe iya, Saya Reno *** (menyebutkan marga)

me: Oh baik kak, silahkan kak Alda bagaimana pendapat kakak tadi supaya saya dan teman-teman bisa ikut kontribusi.

Alda: Belum ada sih kak saat ini, atau dari kak Reno dan Daniel sudah ada ide untuk usahanya?

Daniel: Belum, serahin ke kelompok aja kalau saya.

Me: Lah santai bener toh mas jawabannya.

Daniel mengirimkan emoji tertawa, dasar!!! Batin ku, dikira bercanda kali ya.

Reno: Mau jawab gitu tadi, cuman sepertinya sudah di semprot mbak ADRIELLA (sembari mengirimkan stiker monyet menaiki motor)

Oh ini tipikal laki-laki positif vibes juga, gampang meredakan emosi.

Me: lahhhh

Obrolan berakhir pagi ini, stang kemudi mulai berputar menyisir jalan menuju penghasilan terbesar ku, enggak terlalu capek ya ternyata kerja di perusahaan. Yang capek itu ketika kunjungan ke pabrik lumayan keder tu.

Halaman luas, hari ini aku bertugas infeksi pabrik menyusun kembali pencatatan barang secara real-time.Pusing sih kalau begini, capek nya itu Lo berasa banget. Ampunilah aku Tuhan batinku menyerah ketika naik turun lift manual selain ciri khas bau matahari, debu bangunan sering menyakiti mata.

Mereka hebat sih para pejuang rupiah, bangga punya seorang laki-laki atau ayah yang bertanggung jawab besar untuk keluarga. Mereka menyambut hangat diriku,canda tetap terarah juga kasih yang terbangun diantara mereka sulit di tiru cuman aku berpikir lagi. Ini hanya formalitas kerja atau fakta adanya, Hanya butuh 4 jam untuk aku membuat laporan.Apa singkat? Endas mu Ini hanya pencatatan belum revisi dengan pencatatan di buku lama, modarrr!!!

"Capek deh, pengen ada yang nafkahi." goda ku ditengah-tengah mereka.

"Saya mau Bu, cuman enggak sanggup." Aku tersenyum luas "Lahh berani dia Bu, dikira ibu mau kali ya." Hahaha hal-hal random gini sudah lama tidak ku temukan, bila di rasakan ada geli nya juga. Cuman ini konteks nya bercanda ya, Mereka juga menjaga batas-batas dalam berbicara.

"Lahh waduhhh,dari awal mah bapak yang nolak saya. Kata nya enggak sanggup!! Saya mah dinafkahi dua juta sehari juga sanggup pak." Mereka pada tertawa lepas mengurangi beban kerja.

"Bu. Tunggu saya jadi C.E.O ya Bu," Aku tertawa menepuk jidat kembali dengan pansolin kecil "Saya laporin pak amdan loh ada yang mau gantiin posisinya."

"Waduhh...jangan Bu kasus itu."

"Enggak lah, takut bener. Ciri-ciri takut istri nih bapak." Kataku tertawa meninggalkan tempat, mereka juga tertawa melanjutkan pekerjaan tertunda oleh sapaan ku, Harmonis kalau di bangun bakalan terus menerus harmonis kan?

Pukul Tujuh malam baru sampai rumah ternyata adik-adik sudah pada selesai bersiap, cantik-cantik sekali mereka. "Mau kemana?" Goda ku cuek masuk kedalam kamar. "Lah kak gak jadi." Memang namanya darah ya gak bisa menipu, anak itu yang jauh lebih lama di rumah ini gak berani mendekat ketika wajah jutek ku datang. Lah dia? Masuk dengan percaya dirinya.

"Kemana?"

"Astaghfirullah... astaga Tuhan Yesus ku!! Benar lupa kak? Kota tua kak, kota tua." Lepaskan make-up berasa lepaskan wajah palsu selama ini, aku ingin kembali menjadi anak kecil seperti mereka.

"Lah dah pernah."

"Itu kan kakak, kita kan belum."

"Iya udah ya, kakak siap-siap dulu." Baru deh aku ditinggalkan untuk bersiap kalau enggak mah di tagih mulu sama mereka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!