Berkali-kali Velly Alexander (26 tahun) mengungkapkan perasaannya pada seorang pria. Velly tergila-gila, pada pesona seorang David Stuart (33 tahun). Yang tak lain adalah sahabat kakaknya sendiri. Berkali-kali juga, David tak peduli dengan apa, yang dikatakan Velly.
Namun seiring berjalannya waktu, Velly yang tak pernah bosan mengejar cinta David, membuat David pun semakin dekat dengan Velly. Tentu saja, awal yang indah bagi Velly. Perhatian David membuat Velly akhirnya, menganggap hubungan mereka, seperti sepasang kekasih. Sementara David, tak pernah menyatakan, bahwa hubungan mereka lebih dari teman. Pada akhirnya, entah mengapa David berusaha menghindari Velly. Membuat Velly merasakan kekecewaan lagi dan lagi. Apa sebenarnya yang terjadi? Apakah memang David, tak memiliki perasaan apapun pada Velly selama ini? Di kisah ini, masa lalu David dan Velly akan hadir. Apakah mereka sebenarnya berjodoh? Yuk kepoin novel ku yang kedua ini guys. Jangan lupa like dan komen nya ya. Love you readers🌷
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Octa_since, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#6
Keesokan harinya..
Siang ini, Velly sudah berencana akan datang ke perusahaan David. Velly akan semakin gencar, mengejar cinta David. Dan sekarang, dia turun dari mobilnya dan segera berjalan, masuk ke gedung itu. Penampilan Velly sangat mempesona, membuat semua karyawan yang ada di perusahaan David menganga. Dengan memakai kaca mata hitam, dia berjalan dengan anggun bak model.
“ Oh God cantik sekali!”
“ Mulusnya,”
“ Woi liat cakep banget!”
Begitulah kira-kira, para kaum adam mengatakannya. Semua kaum adam terpana, melihat pesona Velly. Inilah kedua kalinya, Velly datang ke perusahaan David. Mereka sering bertemu di cafe David. Dan Velly juga beberapa kali, datang ke rumah David.
Velly terus berjalan, tanpa memperdulikan kaum adam yang menatap nya tak berkedip. Velly juga tak bertanya lagi pada resepsionist, karena dia sudah tau dimana ruangan pria pujaannya itu.
“ Tok-tok” suara ketukan pintu.
“ Masuk!” ucap David.
Velly membuka pintu itu, dan melihat David duduk di kursi kebesarannya. Namun David masih belum menoleh, karena sibuk dengan laptopnya.
“ Selamat siang Dav,” suara Velly membuat David, seketika menoleh ke arah Velly. Lalu Velly membuka kacamata hitamnya.
Ya akhirnya David melihat Velly, tak bisa dipungkiri David sangat terpesona, pada penampilan Velly. Wanita dari kelas atas, dengan segala keanggunan dan kecantikannya. David tak berkedip, melihat seorang Velly Alexander di depan matanya.
Velly berjalan ke arahnya, dan jantung David pun berdetak kencang. David tak berkutik, melihat kecantikan wanita yang ada di ruangannya itu.
“ Kamu selalu sibuk!” kata Velly yang sudah berada di di depannya.
Seketika David tersadar, dia ingin sekali memukul kepalanya, karena bisa-bisanya dia tadi terpesona pada Velly.
“ A..ku memang sibuk!” seru David gugup.
“ Hah! Malam pun sibuk bukan?” kata Velly kesal.
“ Aku malam tidur!” ketus David membuang pandangannya dari wajah cantik Velly.
“ Kamu ga balas chat dari ku tadi malam, kenapa?” tanya Velly menatap David.
“ Aku baru baca tadi pagi!” David berbohong.
Velly tersenyum miring, dia tahu kalau David sedang berbohong. Lalu Velly pun berjalan semakin dekat, dan duduk di pangkuan David yang masih duduk di kursi kebesarannya. Tentu saja, membuat David terkejut setengah mati.
“ Heh! Kamu ngapain?” bentak David yang ingin mendorong Velly.
Velly menarik dasi David, mendekatkan wajahnya lebih dekat dengan David.
“ Kau tau Dav, aku sangat tergila-gila padamu. Kenapa kau tak mengerti?” ucap Velly pelan menatap David.
Jantung David pun tak bisa di ajak kompromi. Dia tak tahu, entah kenapa jantungnya berdebar, kalau Velly bertingkah seperti ini lagi. Ya Velly selalu berusaha mendekatkan dirinya, bila perlu tak ada jarak.
“ Kenapa diam? Aku bahkan sudah berkali-kali mengatakan, kalau aku sangat mencintaimu,” kata Velly lagi.
David tak berkutik, dia tak tau mau berkata apa lagi. Wajah Velly semakin mendekat, tapi dia tak menolak.
Seketika, Velly mencium bibir David tanpa aba-aba. Ini adalah ciuman ketiga mereka, yang lagi-lagi Velly lah memulainya.
Lagi-lagi David tak mampu menolak, ciuman dari wanita yang mengejarnya itu. Bahkan, David sekarang menikmati ciuman mereka. David memegang pinggang ramping Velly, dan semakin memperdalam ciumannya.
Cukup lama, mereka berciuman dengan Velly yang berada di pangkuannya itu. Ya sekitar 20 menit, mereka terhanyut menikmati nya.
“ Heumh” suara Velly yang telah melepaskan ciumannya.
Mereka saling menatap, Velly benar-benar sangat mencintai pria itu. Sementara David, merasakan sesuatu tapi dia tak tahu apa itu.
“ Aku hanya minta, kamu jangan cuekin aku lagi Dav,” akhirnya Velly berbicara, tentu saja masih dalam posisi yang tadi.
David diam, menatap Velly dengan tatapan yang sulit diartikan.
“ Bisa kan Dav?” kata Velly yang langsung menyandarkan kepalanya di dada David.
David menghela nafasnya, lalu dia mengangguk. Entahlah, mungkin David mulai luluh dengan sikap Velly.
“ Kamu janji?” tanya Velly yang langsung melihat wajah tampan David.
David tak menjawab, namun dia menganggukkan kepalanya.
Jangan tanya, bagaimana perasaan Velly saat ini. Dia sangat bahagia, inilah yang dia mau dari seorang David. Walaupun status mereka belum jelas, tapi Velly merasa ini adalah awal yang baik. Dia akan terus meyakinkan David, kalau hanya dia yang pantas, untuk menjadi pendamping David.
“ Kau sudah makan siang?” tiba-tiba David bertanya pelan, tidak ada nada ketus lagi.
Lagi-lagi hati Velly berbunga-bunga, karena pertanyaan David. Dia suka kalau David, memberi perhatian padanya.
“ Belum, kamu mau mengajakku?” kata Velly tersenyum.
David mengangguk, sambil melihat wajah Velly yang masih ada dalam pangkuannya.
“ Kalau begitu ayo!” ajak Velly semangat.
“ Gimana aku mau berdiri? Kamu masih disini,” kata David melihat posisi Velly.
“ Oh ya ampun! aku terlalu semangat Dav, sorry,” kata Velly dan langsung beranjak dari pangkuan David.
Lalu David tersenyum menggelengkan kepalanya. Dia sangat heran, kenapa adik sahabatnya ini sangat bar-bar. Padahal Juna adalah seorang pria yang dingin dan datar.
“ Kakaknya dingin, adiknya barbar! Apa benar mereka kakak adik?” batin David.
“ Dav ayo!” ajak Velly lagi karena David diam di kursinya.
“ Ah ya,” kata David singkat.
Velly pun mengandeng David, berjalan keluar ruangan. Ya David tak menolak, kelakuan Velly karena yang menggandeng tangannya. Tentu saja, membuat satu perusahaan menganga lagi. Karena wanita cantik tadi, ternyata bersama bos mereka.
“ Kau liat mereka?”
“ Ya, tapi mereka ada hubungan apa?”
“ Tau! Mereka gandengan lagi!”
“ Apa mereka pacaran ya?”
“ Bisa jadi, liat aja mereka gandengan”
“ Ga nyangka! Bos kita pilihannya mantap banget!”
Begitulah kira-kira para karyawan berbicara pelan satu sama lain. David dan Velly tak peduli, dengan orang-orang yang melihat mereka. Velly makin mesra menggandeng David, seolah-olah mereka sudah seperti sepasang kekasih.
“ Kamu bawa mobil?” tanya David ketika mereka masih berjalan bersama.
“ Iya,” kata Velly yang hatinya berbunga-bunga.
“ Kita naik mobilku saja ya,” kata David lagi dan tentu saja Velly mau. Hari ini hatinya sangat bahagia, seakan-akan dia ingin meminta, hari ini jangan berhenti.