NovelToon NovelToon
Pernikahan Hangat

Pernikahan Hangat

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Sept

Selamat datang di novel pertamaku.
IG Sept_September2020

Gagal menikah sekali, membuatnya patah hati berkepanjangan. Abbas yang sudah mengunci hatinya rapat-rapat, perlahan terbuka dengan sendirinya setelah bertemu dengan wanita yang tepat.
Bagaimana jika mantan pacar Abbas kembali dan mengusik pernikahan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Gila

Masih di tempat yang sama. Mely masih membisu, tampak tisu bekas berserakan di sekitarnya. Ia masih menangis dalam diam, menangisi nasibnya. Tanpa suara, ia masih duduk bersama Abas. Mungkin orang lain yang melihat. Barang kali mereka mengira, Mely telah putus dengan pacarnya. Beberapa orang yang melintas, sesekali menoleh pada Mely. Dalam pikiran mereka mungkin merasa kasihan dengan gadis itu.

Mely menangis dalam diamnya cukup lama, membuat Abas mulai merasa jengah. Ia merasa sudah memberikan waktu yang cukup lama buat Mely menangis, meratapi nasibnya. Abas kembali mengeluarkan suara.

"Saya tahu, kamu merasa dirugikan atas peristiwa ini. Tapi kamu juga harus tahu. Bahwa sayalah pihak yang sangat dirugikan dal hal ini," ucap Abas pada gadis yang terduduk lesu di hadapannya.

Masih dengan Mata yang sembab. Mely mendongakkan kepalanya. Ia bingung harus bagaimana.

"Terus, apa yang harus saya lakukan?"

jawab Mely mewakili perasaan yang ia rasa saat ini. Pasalnya, Mely sendiri tidak punya persiapan menghadapi badai guncangan ini. Semua menurutnya terjadi dengan sangat tiba-tiba. Tanpa persiapan, seakan ia sudah pasrah di hempas ombak kehidupan yang menurutnya tidak adil.

"Saya yakin, pengirim vidio ini pasti akan menghubungi saya lagi, entah apa yang akan dia minta sebagai gantinya." Abas berbicara pada Fadir yang sejak tadi hanya diam sebagai pendengar saja.

"Kita tidak boleh gegabah pak Abas, tim kita sudah berusaha secepat mungkin meringkus pengirim vidio ini." Sesaat kemudian Fadir melirik kearah Mely. Ia pun kemudian melanjutkan ucapannya.

"Saya rasa ini perbuatan rival bisnis Pak Abas, untuk menghindari hal hal buruk diluar kendali kita. Sebaiknya kita amankan nona Mely!" papar Fadir sekertaris Abas.

Mely ketika namanya disebut, seketika itu ia langsung menoleh pada sumber suara.

Sedangkan Abas, ia masih nampak berfikir. Kemungkinan-kemungkinan apa saja yang bakal terjadi nantinya.

"Mely, sebaiknya untuk saat ini kamu tinggal dengan saya," tiba tiba pria berhati baja itu mengajak Mely untuk tinggal bersamanya. Yang nampak shock dengan rencana Abas tidak hanya Mely saja. Fadir yang merupakan sekertaris Abas pun dibuat heran oleh rencana bosnya.

"Maaf, anda salah orang. Jangan samakan saya dengan gadis murahan, yang bisa anda beli kapan saja!" Mely marah dengan tawaran gila Abas.

Tersinggung dengan ajakan Abas, Mely memilih pergi meninggalkan kafe itu dengan perasaan marah, benci, sedih dan kecewa. Kedua pria bujang itu dibuat terheran heran, karena Abas dan sekertarisnya belum selesai bicara tapi Mely pergi begitu saja. Mely pergi menjauh meninggalkan keduanya. Di sepanjang jalan antara kafe dan kantor Mely sendiri ngendumel. Ia mengumpat pada pria yang ia temui barusan.

"Ya Tuhan, takdir apakah ini? peran apa yang hendak Engkau berikan padaku ini." gerutu Mely lirih.

Nampak dari raut wajahnya. Ia benar benar lelah, sangat lelah dengan kejadian yang belakangan ini mengejutkan hidupnya.Tanpa sadar ia sudah berada di depan kantornya. Mely langsung masuk kedalam ruangan kerja Bela.

Tok tok tok.

Tok tok tok.

"Masuk!" jawab Bela mempersilahkan Mely masuk ke dalam kantornya.

Mely langsung menghamburkan tubuhnya di atas sofa munggil di ruangan tersebut. Sekejap ia membuang napas dengan dalam. Seakan akan membuang beban yang menumpuk di pundaknya.

"Bel, aku mau cerita. Tapi janji ya, kamu jangan heboh sendiri!"

Mely tau persis sifat sahabatnya itu. Sebelum temannya bereaksi berlebihan. Ia mewanti wantinya duluan.

"Bushettt, apa sih ...bikin kepo aja Mel,"

Bela meninggalkan tempat duduknya. Kini Ia sudah duduk di sebelah Mely.

"Kamu inget kan kejadian tempo hari?"

Mely dengan pelan pelan memulai ceritanya, ia tidak bisa langsung to the point. Karena ia sendiri merasa susah untuk mulai ceritanya. Mau cerita dari mana ia merasa tidak enak sama sekali. Biasanya kalau cerita yang seneng-seneng langsung mengebu ngebu. Kalo cerita masalah yang sensitive, Mely pikir ia harus ekstra hati-hati.

"Memangnya kenapa, apa cowok yang ngajak ketemu barusan itu, cowok yang itu?" Bela menatap dengan pandangan penuh selidik. Mely tahu betul maksud dari pertanyaan Bela,

"Bukan, bukan dia!" Mely dengan cepat berusaha menyangahnya.

"Terus?"

Bela masih penasaran, Mely ini mau cerita apa sih. Bela sampai dibuat penasaran.

"Cowok tadi, yang ngajakin aku ngobrol bentar di kafe. Dia suruhan orang yang...."

Kalimat Mely tiba-tiba terputus. Dari sini Bela curiga. Jangan bilang laki laki itu yang bersama Bela malam itu. Belum selesai Mely dengan ceritanya, Bela sudah membombardir Mely dengan banyak pertanyaan.

"Mel, kamu yakin kan malam itu tidak terjadi apa-apa antara kamu dan dia?"

"Kenapa laki-laki itu mencari kamu? Aku rasa ada hal yang aneh deh,"

"Tadi kalian bicara tentang apa saja, ngomong apa aja dia?"

"Hah.. Tadi harusnya aku ikut kamu Mel!"

"Terus, sekarang dimana dia, kemana dia sekarang?"

Karena Bela terus bertanya, tanpa memberi Mely kesempatan untuk menjawab. Mely langsung bangkit. Pergi meninggalkan Bela dengan sejuta tanyanya. Mely sendiri selepas keluar dari ruangan Bela, ia menuju ke mejanya sendiri. Ia membolak mbalik jurnal kerjanya. Terlihat sekali bahwa konsentrasinya saat ini terganggu. Ia tidak bisa fokus dalam bekerja.

Mely bangkit kembali dari kursinya, ia hendak mengambil air minum. Ia mau mendinginkan suasana di kepalanya yang terasa sangat panas. Baru peberapa langkah, tangannya sudah ditarik Bela.

"Eh, kupret ya... cerita belum selesai main tinggal-tinggal saja!"

Bela protes, belum selesai pembicaraannya dengan Mely ditinggal begitu saja.

"Iya, iya... Nanti malem aku nginep rumah kamu ya. Aku bakalan ceritain semuanya." Janji Mely.

"Sekalian kamu bawa pakaian ganti dan koper!" Perintah Bela.

"Memangnnya mau pindah rumah?"

balas Mely ala kadarnya, ia sedang malas meladeni candaan sahabatnya itu.

"Ya ampun... Aku gak bercanda. Beberapa hari kedepan aku ada agenda meeting dari klien kita!" terang Bela, dengan intonasi sedikit nge-gas.

"Kamu inget kan, awal tahun baru kemarin ada pasangan yang hampir gagal nikah gara gara sedikit kesalah pahaman?" tanya Bela.

"Oh, Mr. Charming ...Pak Richard, ada apa memangnya dengan beliau?" Mely mencoba mengingat kliennya.

"Mereka, ingin konsep pernikahan yang sempet batal itu untuk kita tangani kembali. Sepertinya kita harus terjun langsung. Kamu tahu sendiri kan? calon istrinya itu loh. Banyak maunya, dia ingin pernikahan yang sangat sempurnah tanpa kurang satu apapun. Pokoknya semua haris serba perfect," kata Bela.

Richard adalah salah satu klien Bela dan Mely yang cukup rewel untuk ditangani mereka menuntut banyak kesempurnaan. Richard sendiri berencana menyelengarakan acara pernikahan di dua negara Indonesia dan Singapura.

"Ya sudah kita bahas nanti malem sekalian!"

Jawab Mely sambil lalu, tanpa memperdulikan Bela yang udah kepo dari tadi.

Di rumah Bela, terdengar ketukan pintu di rumah Bela. Rumah benuansa unggu di setiap sudut ruangannya.

"Masuk Mel!"

Ucap Bela sambil mengambil alih tas koper dari tangan Bela. Karena sudah terlalu sering Mely main kerumah sahabatnya itu. Mely sudah hafal seluk beluk rumah Bela. Begitu ia sampai, ia langsung munuju kamar mandi. Ia mencuci mukanya yang nampak kusut karena persoalan hidup yang akhir-akhir ini melandanya.

"Horor banget muka lo Mel!" ejek Bela setelah sahabatnya itu balik dari kamar mandi.

"Apa'an sih Bel... sana cuci itu muka kamu!" ucap Mely bersamaan dengan lemparan jitu ... handuknya jatuh pas ke muka Bela.

Keduanya terkekeh bersamaan. Begitulah hubungan Mely dan Bela. Dua sahabat karib, bukan hanya rekan kerja. Di tempat yang jauh dari keluarga, keduanya saling melengkapi. Pertemanan yang cukup lama berbuah menjadi sebuah hubungan persaudaraan.

Saat Bela pergi ke kamar mandi. Smartphone Mely berbunyi. Ada pesan masuk di handphonenya. Dari nomer tidak dikenal. Sedikit cemas Mely membuka pesan tersebut. Seketika kakinya lemas, kaki Mely seakan tak mampu menyanggah tubuhnya lagi. Mely merosot di atas lantai. Tangannya bergetar, mendadak perutnya mual. Kecemasan melanda dirinya. Pesan yang di terima oleh Abas kini Ia juga menerimanya.

Teror pun kini sudah dimulai. Sebuah teror yang mengancam kehidupan Mely serta Abas. Apakah Mely harus menerima tawaran dari Abas? Sebuah tawaran gila untuk mencari perlindungan atau ia abaikan saja tawaran yang Abas berikan padanya dengan resiko mereka berdua hancur bersama-sama.

Bersambung

1
komalia komalia
kece badai semua visual nya
komalia komalia
udah lima tahun aja gimana kisa si evi nya dan itu siapa tuh yang menjebak si abas sama mely ko engga tau kabar kabar nya ya ntah masih hidup atau udah mati
komalia komalia
iya berarti si abas sama si evi sebelum nikah udah hubungan badan ya
komalia komalia
babu mungkin hahaha
komalia komalia
cinta buat kamu bodoh abas
komalia komalia
abas kamu jangan main api Kalau engga mau terbakar
komalia komalia
manggil nama Si sama suami
komalia komalia
ko cerita nya kaya gimana gitu karakter abas nya kaya gimana kaya kurang greget gitu
komalia komalia
ko engga ada di pingit kalau orang jawa kan harus ada pingitan kedua mempelai di larang ketemundan keluar rumah
komalia komalia
masih manis manis nya
komalia komalia
aduuh thot bisa aja kamu ya
Yelly _16
bagus
Bunda Aish
Luar biasa
Sutiah
ckckck 🤨 Evi" bener" nih kamu,ngasi warisan ke anak kok warisan dendam,gaje banget sih kamu tuh,mana sdh metong lg, tu lah kenapa kamu jd org jahat bgt,padahal kan dulu kamu yg ninggalin Abas kok jd kamu yg sakit hati sih 🙉
gk abis fikir aq
Sutiah
jiaah....aq kok baru moco judul seng iki yo 🙉
gek ono seng keri ternyata 😅
afa chai
pokok mantul karya nya kak 1 ini
Ayux Sri Ardani
mampir
Adelia ZahrotusShifa
terus semangat berkarya thoooor
Adelia ZahrotusShifa
terus semangat berkarya thoooor
yuli93
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!