NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Mafia Lumpuh

Pengantin Pengganti Tuan Mafia Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Pengantin Pengganti / Anak Genius
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

Emily terpaksa menjadi pengantin dari Leon Anderson yang merupakan seorang mafia lumpuh menggantikan sang kakak yang kabur menjelang hari bahagia. Pernikahan mereka juga terjadi karena orang tuanya Emily memiliki utang besar kepada Leon dan Emily juga tak tau jika dirinya hanya seorang anak angkat. Seiring berjalannya waktu, cinta mereka pun tumbuh dan Emily mengandung. Namun, sebuah insiden memisahkan keduanya.

Beberapa tahun kemudian, mereka kembali bertemu tetapi semua telah berubah. Emily tak mengingat kejadian yang lalu. Akankah keduanya bersatu lagi merawat dan membesarkan buah hati mereka? Atau keduanya memilih jalan hidup masing-masing dengan orang berbeda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Emily terbangun karena mendengar suara ketukan, Karin berdiri dihadapannya dan memberitahunya jika Leon dalam keadaan tidak baik-baik saja.

Emily memperbaiki seluruh pakaian tidur yang dikenakannya lalu menghampiri suaminya yang sedang dipapah Charles. "Apa yang terjadi?"

"Saya tidak tau, Nona. Tuan bilang kalau ada seseorang yang mau menjebaknya."

"Bawa ke kamar!" titah Emily.

Charles lebih dulu berjalan sembari memapah Leon yang setengah sadar. Emily menyusul dibelakangnya.

Charles merebahkan Leon di ranjang dan melepaskan sepatu yang digunakan pria itu.

"Charles, terima kasih!" ucap Emily.

Tak lama Charles meninggalkan kamar, Karin muncul satu baskom ukuran sedang berisi air es dan handuk kecil. Ia meletakkannya di atas nakas.

Karin kemudian berlalu dan menutup pintu.

Emily melepaskan gesper celana dan membuka kancing kemeja Leon satu persatu lalu mengelap lembut bagian depan tubuh suaminya menggunakan air es.

Tiba-tiba Leon memegang tangan Emily, menariknya ke atas tubuh dan membantingnya ke sisi kirinya sehingga posisi Emily di bawah.

"Leon, apa yang kau lakukan?" Emily gemetaran ketika Leon mengungkungnya menatapnya tak seperti biasanya.

Belum sempat mendorong tubuh suaminya, Leon menciumi jenjang lehernya secara kasar.

"Leon, lepaskan aku!" pekik Emily sambil berusaha mendorong tubuh Leon dengan sekuat tenaganya.

Bukannya menjauh, Leon membuka kemejanya dan melemparkannya ke lantai. Ia tak membiarkan Emily kabur. Dia bahkan merobek pakaian tidur istrinya.

Emily membulatkan matanya melihat bagian depan dadanya. "Leon!" sentaknya.

Leon tak menghiraukan bentakan istrinya, pikirannya cuma satu yaitu melepaskan efek obat di dalam tubuhnya. Dia terus mengecup dan memberikan sentuhan di setiap tubuh lawan jenisnya sehingga tak dapat berkutik dan bergerak.

Emily yang tak sanggup melepaskan diri dari suaminya akhirnya pasrah dan membiarkan Leon mengambil kesuciannya.

Satu jam setelah permainan panas keduanya, Leon menjatuhkan tubuhnya tepat di samping suaminya dengan napas ngos-ngosan dan perlahan matanya terpejam. Sedangkan, Emily hanya dapat menangis.

***

Pagi harinya, Leon terbangun dengan kepala sedikit berat akibat pengaruh obat. Bangkit dan duduk, matanya melebar ketika melihat tubuhnya cuma dibalut selimut. Pandangannya lalu berpindah ke arah istrinya yang juga tertidur tanpa menggunakan pakaian.

Leon bukan menyesal, ia malah tersenyum senang akhirnya dirinya berhasil menyentuh istrinya walaupun dengan cara tak disengaja.

Emily terbangun karena matahari menembus kaca jendela kamarnya, ia tak melihat keberadaan suaminya. Emily bangkit dengan tubuh terasa berat dan pegal. Ia berjalan gontai menuju kamar mandi.

Sementara itu di ruang makan, Leon menikmati sarapannya sendirian. Ia mendapatkan kabar jika bubuk obat sengaja dimasukkan ke minumannya oleh musuhnya. Mereka membayar seorang pria dengan imbalan yang cukup besar.

"Tangkap dia dan pertemukan kami!" perintah Leon kepada Charles.

Di kamar, Emily baru saja selesai mandi. Menggunakan handuk kimono, ia membuka pintu kamarnya yang berulang kali diketuk.

Karin sudah berdiri sambil memegang nampan berisi makanan dan minuman. "Tuan Leon yang meminta saya untuk mengantarkan sarapan buat Nona di kamar!"

"Letakkan saja di meja!" kata Emily.

Karin lalu meletakkannya di meja.

"Apa dia sudah berangkat kerja?" tanya Emily.

"Belum, Nona. Tuan Leon masih di bawah bersama Tuan Charles," jawab Karin.

-

Beberapa jam kemudian, Leon akhirnya bertemu dengan pria yang menaruh bubuk obat di minumannya.

"Siapa yang menyuruhmu?" Leon mendongakkan dagu pria yang sudah babak belur dengan jari telunjuknya.

"Saya di suruh Nona Lucy, Tuan!"

Leon mencoba mengingat sampai akhirnya ia bertanya kepada Charles, "Siapa Lucy?"

"Lucy anaknya Tuan Jefri, Tuan."

"Oh, si tua bangka yang ingin bekerja sama dengan kita?" tanya Leon lagi.

"Iya, Tuan."

Leon menolak bekerja sama dalam bisnis pembangunan hotel dengan Tuan Jefri. Karena Leon tak mau berbisnis dengan seorang penipu. Apalagi secara terang-terangan, Leon menolak Lucy sebagai calon istrinya.

"Lempar dia ke hutan pinggiran kota!" Leon memberikan perintah seraya menatap pria yang ada dihadapannya.

"Tuan, tolong maafkan saya!" pria itu mengiba.

"Kau masih beruntung aku lemparkan ke hutan daripada ke kolam buaya karena aku bisa melampiaskan obat yang kau berikan kepada istriku bukan wanita lain!" kata Leon.

-

Sore harinya, Leon pulang ke rumah. Ia menyerahkan urusan Tuan Jefri pada Charles. Asistennya itu yang akan membalas semua perbuatan musuhnya.

Leon menghampiri Emily yang berada di taman belakang. Ia memeluknya dari belakang dan memberikan kecupan singkat di leher.

Emily membalikkan badannya dan mundur selangkah. "Kau!" desisnya.

"Kenapa? Bukankah kita ini suami istri?" tanya Leon tersenyum.

"Kau sudah mengambil kesempatan dua kali!" jawab Emily kesal.

"Yang semalam itu tak disengaja. Kalau sekarang karena aku merindukanmu!" kata Leon menarik tangan kiri istrinya agar mendekat.

Emily tersenyum getir.

"Kau masih milikku saat ini jadi kau tak perlu menolakku!" ucap Leon.

"Ya, asalkan aku tidak hamil anakmu!" ketus Emily.

"Aku tetap akan bertanggung jawab atas dirimu dan anakmu!" janji Leon.

"Aku tak percaya sebelum kau meninggalkan bisnis kotormu!" tegas Emily.

"Tanpa perlu aku melepaskan bisnis yang aku miliki, kau tetap dalam pengawasan aku, Emily!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!