NovelToon NovelToon
BERPINDAH KE TUBUH GADIS ANTAGONIS

BERPINDAH KE TUBUH GADIS ANTAGONIS

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Tamat
Popularitas:166.9k
Nilai: 4.6
Nama Author: Rosalyn.

Cerita sedang Hiatus, tidak diperkenankan untuk dibaca.


Bagaimana jadinya ketika Anak baik-baik yang begitu tahu akan adab tiba-tiba berpindah ke tubuh gadis Antagonis?

Yup! Alvina memasuki tubuh seorang gadis yang terkenal dengan nama Bad Gueen, pembully yang sangat jahat di sekolah Antareksa. Begitu memasuki tubuh sang gadis antagonis, hidup Alvina berubah 100 derajat dari kehidupannya sebagai Alvina, gadis sopan dan tahu adab.

Lalu, apa yang akan dilakukan oleh Alvina? Yuk saksikan kelanjutannya!

SELAGI LAGI CERITA INI HANYA UNTUK BERSENANG-SENANG UNTUK MELEPAS BOSAN AUTHOR, SEKIAN DARI ZEN. TERIMA KASIH 🥂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosalyn., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IBU PERI ANTAREKSA

"Hmmm... aku gak kenal kalian," jawab Shopia dengan jujur.

"Loh Pi, lo lagi bercanda, kan?"

Shopia mengerutkan keningnya masih dalam kondisi yang sedang dirangkul oleh Kelvin. Dengan tatapan tidak suka, Shopia mulai berkata..

"Aku gak tahu kalian siapa, nama kalian dan bahkan aku gak ngerasa dekat sama kalian," jawabnya memberi perkataan menohok sehingga membuat si dua serangkai bunga bangkai itu benar-benar dipermalukan.

"Dengarkan apa kata Adek gue? Pergi dari sini, dan berhenti morotin Adek gue!" tegas Kelvin pada Lilhite dan Jennie.

Dua orang itu langsung pergi dengan wajah yang begitu merah menanggung rasa malu mereka. Sikap mereka telah mejadi buah bibir bagi murid-murid lainnya sehingga rasa malu itupun berubah menjadi dendam.

"Awas aja lo, Shopia! Gue gak bakal ngelupain kejadian yang memalukan ini! Gue bakal balas perbuatan lo!" kesal Jennie yang sedang berjalan dengan terburu-buru.

"Huhh sapi perah kita gak ada lagi! Siapa coba yang bakal bayarin makanan kita di kantin? Mana bon kita udah numpuk lagi!" sahut Lilhite malah mengkhawatirkan tentang hutangnya di kantin sekolahan.

"Kalau Shopia gak ada, masih ada Mila yang bisa kita porotin! Mila itu benci sama Shopia, jadi kita harus dukung Mila supaya jadi orang yang dia percaya!"sahut Jennie memberikan solusi.

"Ide bagus! Uhh liat aja, gue bakal balas 100X lipat ke Shopia!!"

...****************...

Masih di kantin sekolah, Shopia sedang duduk satu meja dengan Kelvin dan Repal. Kelvin begitu memperhatikan Shopia sehingga atensi semua orang secara diam-diam tertuju padanya.

"Makan lebih banyak daging supaya energi lo cepat pulih. Susu yang gue beliin tadi pagi udah lo minum?" ujar Kelvin memberikan dagingnya pada Shopia dan kemudian menanyakan tentang susu yang dia berikan tadi pagi.

Shopia yang sedang sibuk dengan makanannya itu hanya diam, tidak terlalu mendengarkan perkataan Kelvin sehingga membuat Kelvin berdecak dibuatnya.

"Ck! Ni anak diajak ngomong malah sibuk makan!" protes Kelvin menarik pipi Shopia.

"Hah? Apa kak?" tanya Shopia yang sedang mengunyah itu sehingga dirinya terlihat seperti seekor tupai yang sedang mengunyah kacang.

"Adek lo lucu banget Vin, buat gue boleh gak?" celetuk Repal tanpa pikir panjang sehingga dirinya langsung mendapatkan sikukan Kelvin yang menghantam tulang rusuknya.

"Mau kiri apa kanan!" tajam Kelvin.

"Ugh..!! Enggak Vin, maaf-in, gue cuman bercanda," ujar Repal benar-benar kapok menggoda sang sahabat jika ujung-ujungnya mendapatkan hantaman dari kelvin.

Shopia masih saja sibuk dengan makanannya. Dia makan dengan sangat lahap sehingga membuat Kelvin kenyang hanya dengan melihatnya saja.

Sebuah tatapan yang dipenuhi oleh kasih sayang itu sudah lama disadari oleh Repal. Dia adalah satu-satunya orang yang mengetahui jika selama ini Kelvin selalu memperhatikan Shopia dari jauh.

Sebuah rasa syukur dia rasakan saat melihat kedua adik dan kakak itu akhirnya rukun dan bisa saling menjaga satu sama lain tanpa harus sembunyi-sembunyi.

"Kalau ada 2 benalu itu lagi jangan mau bergabung sama mereka! Usir aja mereka, kalau perlu pukul!" tegas Kelvin menunjukkan ekspresi tidak suka saat membahas Lilhite dan Jennie.

"Kakak mengajari ku membully teman? Membully kan tidak boleh, kasihan orang yang di bully," jawab Shopia sehingga membuat Kelvin dan Repal tercengang mendengarnya.

Mereka ber-dua saling pandang, memikirkan pikiran sama.

"Gue gak salah dengerkan? Adek lo kenapa, Vin?" tanya Repal tidak habis pikir saat mendengar seorang pelaku pembully-an berbicara jika tidak boleh membully orang lain.

"Adek gue hilang ingatan. Dia gak kenal semua orang dan bahkan kenangan lama yang pernah dia lakuin dulu," jawab Kelvin menjelaskan tentang kondisi yang sedang diidap oleh Shopia.

"Ya Tuhan, seriusan? Pantesan Adek lo kek orang lain, ternyata hilang ingatan toh," Repal memperhatikan Shopia dengan ekspresi ikut sedih saat mengetahui jika Shopia sedang kehilangan ingatannya.

"Emang Shopia beneran kek orang lain ya? Dulu Shopia itu kayak apa?" tanya Shopia benar-benar penasaran.

"Dulu lo itu orangnya kasar, suka nge-bully orang dan bahkan lo sering masuk bk. Dulu lo manggil Kelvin bukan dengan sebutan kakak, tapi anjing," jawab Repal sehingga membuat Shopia terhentak saat mendengar kebenaran tersebut.

Begitu mendengar fakta tersebut, tidak tahu mengapa Shopia sangat sedih. Meski bukan dia yang melakukan hal tersebut namun dia ikut merasa bersalah karena sekarang dia lah yang sedang menempati raga Shopia.

"Maaf-in Shopia kak. Shopia gak akan gitu lagi, janji," lirih Shopia tertunduk sedih di hadapan Kelvin dan Repal.

Kelvin dan Repal saling pandang seolah sedang memikirkan pikiran sama. Sedetik kemudian mereka kembali melihat ke arah Shopia dan ikut merasa bersalah telah membuat Shopia tahu mengenai sikap buruknya.

"Udahlah, lagian lo gak ingat sama apa yang lo lakuin dulu. Sikap lo udah keterlaluan sebenernya, dan lo harus minta maaf sama orang-orang yang udah lo bully, " nasehat Kelvin untuk Shopia sehingga dengan cepat Shopia mengangkat pandangannya dan kemudian tersenyum sembari mengangguk.

"Shopia bakal minta maaf sama mereka!"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Semenjak kejadian itu, satu sekolah menjadi gempar karena sang Bad Queen yang mereka kenal selama ini telah menyatakan permintaan maaf untuk semua orang yang telah dia bully sebelumnya.

Dengan sikapnya yang jauh semakin membaik, Shopia banyak dikagumi oleh banyak orang sehingga terciptalah julukan sang ibu peri Antareksa.

Dengan sikap baik dan juga sopan santunnya bahkan telah mengambil hati guru maupun pekerja yang ada di sekolah Antareksa.

Namun hal itu tidak luput dari rasa iri segelintir orang-orang yang masih memendam benci kepada Shopia.

Saat itu, Shopia sedang berjalan dengan sekelompok genk yang ada di kelasnya. Mereka berbicara santai dan bahkan tertawa saat saling melemparkan lelucon satu sama lain.

Mereka berjalan melewati lorong, masih asik berbicara sampai mereka tidak sadar jika mereka baru saja melewati Mila yang hendak pergi ke toilet. Mila yang melihat hal itupun langsung menghentikan langkah kakinya, menatap Shopia penuh dendam.

"Ch! Dasar penjilat! Awas aja lo Shopia, gue bakal rusak nama baik lo itu!" benak Mila tersenyum sinis dan kemudian mulai pergi masuk ke dalam toilet wanita.

*Klakk..

"Oy Mila " panggilan Jennie membuat Mila terkejut sehingga tanpa sadar tangan Mila bergerak untuk menampar Jennie.

*Plak..!!

"Au!! Mila, lo gila ya?!" hardik Jennie tanpa sadar karena memang tamparan Mila sangat menyakitkan buatnya.

"Damn..! Makanya jangan ngagetin gue dong!" balas Mila meng-hardik Jennie dan kemudian dia mulai melewani Jennie dengan menabrak bahu Jennie.

"Awas gue mau lewat!" ketus Mila, berjalan mendekati wastafel dan kemudian mulai membasuh wajah di sana.

Jennie benar-benar tidak suka dengan perlakuan Mila padanya. Harga dirinya seakan-akan jatuh saat harus menjilat ludah pada orang yang pernah dia bully sebelumnya bersama dengan Shopia dan Lilhite dulu.

Namun apa boleh buat? Jennie harus mendapatkan dukungan Mila agar bisa membalaskan dendamnya pada Shopia. Dengan berat hati, Jennie melangkah mendekati Mila dan kemudian dia berbicara.

"Gue ke sini mau ngomongin sesuatu sama lo," ujar Jennie.

Mila melirik Jennie dengan sudut matanya dan kemudian dia mulai melihat ke arah cermin kembali.

"Kalau gak penting lebih baik jangan deh!" ketus Mila.

"Ini masalah Shopia,"

Setelah mendengar Jennie yang ingin membahas sesuatu tentang Shopia, Mila menoleh dengan cepat seakan-akan topik itu sangat membuatnya tertarik.

"Hah, Shopia?"

"Iya!"

^^^To be Continued~^^^

1
bubu
cerai aja sih
Bzaa
vote udah otw ya
Bzaa
kopi sudah otewe ya
Bzaa
sukses ya ka otor😘
Bzaa
😘😘😘
Bzaa
semangat terus ya kak😘
Bzaa
shopia the best..
Bzaa
semangat shopia...
Bzaa
rasakan pembalasan nya shopia
Bzaa
udah gK sabar nunggu yg mao jujur😅
Bzaa
rasain Austin, puas aku bacanya🙃
Bzaa
si babeh be*o bener jdi oen cubit hatinya
Bzaa
menyala shopia
Bzaa
si mila,
Bzaa
coba aja kl kamu berani mila, yg ada nyari penyakit kamu..
Bzaa
lanjutkan.... 😘
Bzaa
saatny bermain,, semangat shopi
Bzaa
semangat shopia
Bzaa
kasian shopia
Bzaa
mila memangnya gak ada keluarga aslinya, stlh ortunya ninggal gitu, malah numpang di rmh orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!