Ribeena (Bee), 26 tahun awalnya gadis cupu yang selalu mendapatkan bullyan di kampusnya akhirnya bertransformasi menjadi model dingin tidak tersentuh dan populer setelah beranjak dewasa. Ia harus menjalani hidup mandiri yang tidak tau siapa orangtua kandungnya. Berkat dari atasannya lah Bee menjadi model terkenal. Bee gadis cupu bersama sahabatnya mendirikan agency model, Bee mampu membuktikan dirinya bisa bangkit dari kerasnya kehidupan.
Sean, 28 tahun lelaki tampan kakak angkat Bee yang selalu melindungi dan diam-diam mencintai Bee, mereka berpisah karena Sean harus melanjutkan S2 nya di luar negeri. Bee sendiri semenjak berpisah dari Sean tidak ingin di ganggu dan di hubungi oleh Sean, Bee ingin fokus mencari jati dirinya.
Bagaimanakah kisah Bee dan Sean selanjutnya, apakah Bee akan bertemu dengan kedua orangtuanya, apakah perjalanan hidup nya masih akan mendapatkan ujian? Yuukk.. mampir dan ikuti perjalanan Ribeena (Bee)..
Salam author,
ariista
ig: aritanti
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Claudya Berulah Lagi
Setelah kucing-kucingan dengan kakak tampannya, Sean, Bee sudah berada di kampusnya. Ia sedang berjalan sendiri di bawah pepohonan akan menuju ke taman, tetapi tiba-tiba saja dirinya di dorong dari belakang dengan kuat.
Bee tersungkur dagunya tergeser corn block di lantai begitu juga dengan sikunya. Untungnya dirinya memakai celana jeans tetapi tetap aja lututnya tergores, kacamata retak. Untung Bee tidak memakai rok, kalau tidak bisa tersingkap dan di liat banyak orang.
Dea yang baru datang dan turun dari mobil melihat temannya yang tersungkur segera berlari. Terdengar olehnya suara melengking nenek sihir Claudya.
"Rasain lo, cupu, udah gue bilang jangan nampakin muka lo di depan gue, gue eneg tau gak?" Claudya seperti orang kesetanan, di injaknya sepatu kets Bee hingga terdengar bunyi krek dan berjalan pergi bersama dua temannya yang sudah seperti dayang-dayangnya.
Bee meringis kesakitan. Ia masih terlungkup belum bangkit dari tersungkurnya.
Dea berlari dan mendekati Bee, Dea akan membantu Bee tetapi sebuah tangan berbulu dan berkulit putih bersih sudah duluan meraih lengan Bee.
"Kurang ajar tuh cewek, siapa namanya cewek itu Bee?" Sean membantu Bee untuk bangun dari tersungkurnya.
"Dagumu tergores, ini sikumu juga, ini juga lutut nya, ayo ke mobil Kakak, ada obat merah di dalam mobil, Dek kamu bawakan tas Bee ya," ucap Sean ke Dea.
"Baik Kak, aku tunggu di kantin ya Bee, jangan nangis ya Bee," mata Dea juga sudah berkaca-kaca dirinya meminta Bee tidak menangis tapi dirinya sendiri sudah mewek duluan.
Sean merangkul pinggang Bee memapahnya berjalan ke mobil.
"Bee jalan sendiri aja Kak," wajah Bee sudah memerah.
"Jangan keras kepala, Bee, itulah kamu kualat bohongin Kakak, kan udah Kakak bilang pergi bareng, kenapa kamu pergi duluan?"
Bee tidak menjawab, dirinya merasa bersalah ke kakak tampannya.
"Maaf Kak," ucap Bee singkat.
Sean memencet remote kunci mobil, mobil terbuka, Sean membuka pintu mobil penumpang, membantu Bee masuk ke mobil.
Sean ikut masuk ke mobil ia mengambil kotak P3K di kursi laci dashboard. Membuka kotak mengambil kapas dan obat merah antiseptik, juga plaster.
"Angkat kepalamu, mana dagumu yang luka itu,"
Bee mendongakkan kepalanya, menunjukkan dagunya yang terasa perih.
Sean mengoleskan kapas dengan pelan dan lembut ke dagu Bee yang tergores. Bee meringis karena terasa pedih. Sean meniup-niup dagu Bee untuk mengurangi rasa nyeri nya.
Sean mengobati semua luka gores di tubuh Bee.
"Kenapa bisa begini? Siapa yang sudah usil sama kamu? Kakak belum melihat CCTV yang kamu seperti kucing mandi itu. Apa ini orang yang sama?"
"Bee jatuh sendiri Kak," ucap Bee pelan.
"Jangan bohong, Kakak akan cari siapa pelakunya,"
"Ja-jangan Kak," Bee menggelengkan kepalanya.
"Kenapa?Kamu takut?"
"Kamu belum maka siang kan? Tadi Mama bilang kamu pergi sebelum makan siang, kenapa gak nunggu Kakak perginya?"
Bee menundukkan kepalanya.
"Kalau Kakak ngomong jangan menunduk, tatap mata Kakak,"
Bee tak berani menatap wajah kakaknya. Wajah Bee pasti memerah jika melihat langsung wajah kakaknya apalagi jika mata mereka saling menatap.
"Ayo ke kantin, makan siang dulu, temanmu ada di kantin,"
Sean membantu Bee keluar mobil. Sean berjalan sambil merangkul bahu Bee. Bee merasa malu sekali. Mana kacamata nya retak ia membawa stok kacamata cadangan di tas nya.
Mereka masuk ke kantin, di meja ujung, trio yang membully Bee duduk di sana.
"Clau," temannya menyikut Claudya yang sedang makan dan membelakangi pintu masuk kantin.
"Apaan sih Git, nyikut-nyikut segala,"
"Coba kamu liat di belakang mu Clau," ucap Gita temannya Claudya.
Claudya membalikkan badannya. Ia terbelalak melihat musuhnya di rangkul dengan kakak tingkat yang di taksir nya.
"Sialan, berani-beraninya dia, bermesraan di depan umum, di depan gue lagi, kurang ajar," Claudya emosi sendiri.
Wajah Claudya memerah, tangannya mengacak-acak makanan di depannya.
"Sabar Clau," ucap temannya satu lagi, Mora.
"Kenapa sih si cupu jadul itu bikin gue selalu emosi, gue eneg banget liat wajah sama gayanya itu,"
Teman-temannya tidak menanggapi omongan Claudya. Mereka tidak mau memancing emosi Claudya di dalam kantin, apalagi ada kakak tingkat cakep yang sedang berasa si cupu jadul itu.
"Kok bisa kakak cakep itu merangkul si cupu ya, enak bangetlah si cupu itu, ihh rasanya mau gue siram tu cewek sama kuah bakso ini,"
"Sabar Clau, nanti ada yang viralin lo sendiri yang rugi," ucap Mora bijak.
"Siapa yang rugi? Gue? Rugi apaan? Yang ada tu ya gue semakin popular tau gak?" Claudya berkata dengan sombong.
"Gak ada yg bisa nyaingin gue, beb, selamanya gue akan menjadi model populer," ucap Claudya jumawa.
Teman-temannya saling berpandang-pandangan, mereka mencebikkan bibir. Sebenarnya mereka juga tidak suka dengan Claudya yang sombong ini. Mereka berdua dekat karena ada maunya bisa dekat dengan Claudya yang tajir kan mereka kecipratan juga. Pertemanan toxic di antara mereka bertiga. Fake relationship.
Selagi bisa kecipratan materi dari Claudya temannya Gitta dan Mora selalu siap jadi dayang-dayangnya Claudya.
Sean dan Bee sudah duduk satu meja, Dea sudah tidak kelihatan di kantin. Dea pergi dari kantin dia tidak mau nanti Bee di bully lagi kalau Bee datang ke kantin dan menemui dirinya.
"Mana temanmu tadi kok gak nampak?" mata Sean mencari-cari kembaran Bee yang sama-sama cupu.
"Mungkin langsung ke ruangan kelas Kak,"
"Ya udah Kakak pesankan ya, mau makan apa?" Sean beranjak dari duduknya.
"Samakan aja sama kakak,"
"Kalau kakak mau makan kamu? Samakan aja juga?" goda Sean.
Blush..
Wajah Bee merona merah.
Apaan sih Kak Sean ini, batin Bee.
Sean beranjak dari tempatnya. Ia akan memesan makanan.
Begitu Sean tidak ada di meja, Claudya gerak cepat menghampiri Bee.
"Ehh.. cupu, kamu lagi di sini, kan udah gue bilang jangan pernah muncul di depan gue, gak paham juga!, Claudya mengangkat tangannya akan menyiram lagi ke kepala Bee, tapi air mineral di tangannya langsung di tarik seseorang.
" Ternyata kamu biang keroknya selama ini," suara berat Sean membuat Bee merinding.
Claudya kaget, matanya membola.
"K-kak," Claudya akan pergi dari situ.
"Sekali lagi kamu buat ulah ke pacar saya, ingat kamu tidak akan bebas dari saya, cam kan itu! Siapa orang tua kamu, hah? Sudah merasa hebat bisa mem-bully orang lain? Kamu sendiri marah gak kalau di bully orang?"
Emosi Sean sudah sampai ke ubun-ubun kalau laki-laki saja sudah habis di hajar nya. Sean tidak mau menyentuh gadis di depannya ini, makanya ia tarik botol air ditangan gadis di depannya. Ia tidak sudi mencengkeram tangan gadis yang sudah merasa sok kuasa ini.
Bee sudah gemetaran aja di kursinya. Aura kak Sean menakutkan. Wajahnya memerah, dadanya naik turun dengan kencang.
Claudya pergi keluar dari kantin, banyak mata yang menyaksikan kejadiannya. Dua orang teman fake nya juga ikut keluar dan mengikuti Claudya dari belakang.
"Tak usah kamu takut, Bee, dia tidak akan berulah lagi sama kamu ke depannya,"
"Terimakasih Kak," Bee tersenyum kikuk ke kakak angkat nya.
Sean menenangkan Bee yang sudah gemetaran. Pesanan mereka datang. Akhirnya dengan banyaknya drama yang terjadi Sean dan Bee makan siang juga di kantin.
tp jgn cuek in Sean donk
kok gk diangkat Bee....
btw Sean pergi nyatain perasaannya gk y🤔🤔