NovelToon NovelToon
REINKARNASI DEWA PELAHAP

REINKARNASI DEWA PELAHAP

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Dan budidaya abadi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:196.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Arlingga Panega

Ini adalah kisah dari seorang dewa yang memiliki julukan Dewa Pelahap. Dia yang merasa bosan karena telah berada di puncak kultivasi dan tidak mampu naik ke alam primordial, akhirnya berbuat nekat dengan memasuki siklus reinkarnasi menggunakan teknik tertentu dan menyegel ingatannya agar tidak menghilang saat bereinkarnasi.

Entah sebuah takdir atau kesialan yang menimpa Dewa Pelahap, sehingga dia bereinkarnasi menjadi menjadi manusia fana dengan dantian tersegel.

Namun ketika dia sedang dalam titik terendahnya, dia menemukan sebuah benda aneh yang mampu mengikis segel dalam dantiannya secara perlahan. Dan awal kisah Reinkarnasi Dewa Pelahap pun dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arlingga Panega, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terobosan Beruntun

"Dengan mengkonsumsi Buah Bodhi ini, tidak hanya cacing dalam perutku akan kegirangan, tapi tubuh fisik dan kultivasiku juga akan meningkat setidaknya 10-15 tahapan dalam sekali jalan! Hahaha.." ucap Yu Jireu sembari tertawa terbahak-bahak karena merasa bahwa takdirnya benar-benar seperti sedang dipermainkan.

Bagaimana tidak? Sebelumnya dia dibuat seolah sedang berputus asa hingga berada benar-benar ada titik rendahnya, lalu saat ini dia diangkat setinggi-tinggi dengan menemukan salah satu dari buah-buahan abadi yang bahkan sangat sulit ditemukan, bahkan jika itu di Alam Dewa sekalipun.

Buah-buahan abadi begitu sulit untuk ditemukan, karena di samping pohonnya tidak bisa sembarangan hidup di tanah, meski dengan perawatan khusus, pohon ini hanya akan tumbuh sesuka hatinya dan jika pun berbuah, maka buahnya sama sekali tidak memiliki aura ketika belum terlepas dari pohonnya. Itulah mengapa sebelumnya Yu Jireu tidak merasakan apapun saat ternyata terdapat pohon buah abadi Buah Bodhi tumbuh tidak jauh darinya.

Dengan wajah yang terus tersenyum, Yu Jireu mendekati pohon yang hanya memiliki satu buah berwarna keemasan itu lalu memetiknya dengan hati-hati.

Bhuusshh...

Aura yang sangat kuat namun sangat menyegarkan segera terpancar dari Buah Bodhi tersebut. Seluruh vitalitas tubuh Yu Jireu seketika itu juga langsung pulih dan luka-luka pada seluruh tubuhnya merapat dengan kecepatan yang mengerikan. Bahkan Yu Jireu belum mengkonsumsi Buah Bodhi tersebut dia sudah mendapatkan manfaatnya.

"Seperti yang diharapkan dari Buah Bodhi yang memiliki efektivitas tertinggi dalam hal mengobati luka!" ujar Yu Jireu dengan tersenyum.

Yu Jireu yang seluruh tenaga serta energinya telah mulai pulih secara menyeluruh, langsung mencari sebuah tempat yang menurutnya paling nyaman untuk duduk berkultivasi. Dengan tanpa ragu Yu Jireu langsung memasukkan buah itu ke mulutnya kemudian mengunyah lalu menelannya.

Bhhhzzz...

Energi yang sangat besar tampak bocor dari tubuh Yu Jireu. Ini disebabkan karena kekuatan tubuh miliknya saat ini tidak bisa menampung secara keseluruhan energi yang terkandung di dalam Buah Bodhi.

Bam! Bam! Bam!

Ledakan terendam terus terdengar dari dalam tubuh Yu Jireu yang menandakan bahwa dia saat ini sedang menerobos secara beruntun. Ya, meski banyak energi yang bocor dari dalam tubuhnya, sebagai sosok yang pernah menduduki puncak rantai makanan dalam kultivasi, tentu Yu Jireu memiliki cara tersendiri untuk meminimalisir kebocoran itu.

Yu Jireu juga merasakan kekuatan fisiknya terus meningkat dari waktu ke waktu bersamaan dengan terobosan kultivasinya. Sebelumnya Yu Jireu hanya memiliki kultivasi di ranah Pembentukan Tubuh Tahap 5, kini dia sudah ada di ranah atau Tingkat Bumi Tahap 2, dan energi yang terkandung di dalam Buah Bodhi masih sangat banyak. Yu Jireu yakin bahwa dia akan dapat menerobos hingga Tingkat Langit Tahap 1 atau Tingkat Bumi Tahap 8 paling rendah.

Bam!

Yu Jireu kembali menerobos kultivasinya hingga tibalah ia di Tingkat Bumi Tahap 3. Dia terus berkultivasi seperti itu hingga tidak terasa bahwa waktu seminggu telah berlalu.

Bam!

Ledakan terendam kembali terdengar di dalam dantian Yu Jireu. Dia segera membuka matanya karena seluruh esensi yang terkandung di dalam Buah Bodhi telah sepenuhnya terserap. Saat ini kultivasinya telah berada di ranah atau tingkat Bumi Tahap 9 dan tinggal selangkah lagi untuk naik ke tingkat Langit.

"Hahh.. Tingkat Langit memang tidak mudah untuk dicapai!" ucapnya sembari menghela nafas panjang. Padahal jika dia dapat menerobos ke Tingkat Langit Tahap 1, maka dia akan dapat melayang untuk terbang dan tidak akan kesulitan untuk menuruni Jurang Kematian ini.

"Tampaknya memang aku harus melatih tubuh secara keseluruhan menggunakan latihan fisik ekstrem dan bergelantungan serta berpegangan kepada batu-batu yang sangat tajam itu, sekaligus menahan tekanan gravitasi yang semakin kuat untuk mengasah mentalku!" ucapnya yang tetap menerima keadaannya saat ini.

"Aku hanya perlu meningkatkan sedikit lagi kekuatan tubuh fisikku agar nantinya tidak terbebani saat aku menerobos ke tingkat langit. Baiklah.. Mari lakukan sekarang dan lihat alasan mengapa dahulu aku mendapatkan julukan Dewa Pelahap!" lanjutnya lalu mulai memejamkan matanya lagi.

Swooosshhh...

Empat buah pusaran angin berwarna hitam tercipta tepat di depan dan belakang serta samping kanan dan kiri Yu Jireu. Pusaran angin itu menyedot aura langit dan bumi dengan begitu kuat dan menakutkan. Yu Jireu menggunakannya untuk meningkatkan kekuatan fisik agar dapat merasa tenang jika sewaktu-waktu dia melakukan penerobosan kultivasi.

Perlu diketahui juga bahwa berkultivasi menggunakan buah-buahan abadi tidak membutuhkan penyolitan dalam pondasinya. Pondasi kultivasi seseorang akan langsung dengan otomatis solid, saat melakukan terobosan. Karena esensi murni yang terkandung dalam buah-buahan abadi tersebut.

Setelah melakukan kultivasi dengan cara melahap aura langit dan bumi untuk meningkatkan kekuatan tubuh fisiknya, Yu Jireu akhirnya kembali membuka mata dan senyuman tipis segera terpancar dari sudut bibirnya.

Ya, Yu Jireu telah berhasil memperkuat fisiknya hingga setara dengan kultivator tingkat raja. Ini benar-benar sangat mustahil untuk dilakukan kecuali hanya untuk dirinya yang memiliki pengalaman luar biasa serta teknik berkultivasi yang sangat mengerikan.

"Aku tidak bisa terlalu serakah dan terburu-buru dalam meningkatkan kekuatan tubuh fisikku. Ini juga harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas energi Qi!" ujarnya.

Yu Jireu berdiri dan melemaskan otot-ototnya yang kaku dengan beberapa gerakan kecil untuk peregangannya. Hal seperti ini sebenarnya sangat penting untuk dilakukan oleh semua kultivator, bahkan untuk mereka yang sudah berada di atas ketinggian. Namun kebanyakan dari mereka terlalu mengandalkan energi Qi untuk melakukan apapun kepada tubuh mereka. Sebagai contohnya adalah hal seperti ini ataupun mandi.

Para kultivator dapat menggunakan energi Qi mereka untuk membuat otot-otot yang kaku menjadi lemas serta tubuh mereka yang berkeringat dan bau dapat dihilangkan dengan waktu yang sangat singkat.

Akan tetapi bagi Yu Jireu, melakukan gerakan peregangan serta mandi menggunakan air, merupakan kenikmatan tersendiri dan bisa dikatakan memanfaatkan sumber daya yang memang sudah disediakan oleh Sang Maha Dewa.

Setelah selesai dengan aktivitasnya, Yu Jireu kembali menatap ke arah di mana Jurang Kematian berada. Setelah peningkatan signifikan dan terobosan beruntun dalam kultivasinya, semua indranya juga ikut meningkat dan tatapannya sangat tajam saat ini.

"Bahkan ketika aku sudah berada di Tingkat Bumi Tahap 9 sekalipun, aku belum bisa melihat dasar dari Jurang Kematian ini!" ucapnya dengan terheran-heran dan semakin penasaran dengan kemisteriusan dari jurang di depannya.

Yu Jireu kemudian melangkahkan kaki dan memulai lagi untuk melanjutkan perjalanannya menuju ke dasar jurang dan mencari sumber daya berharga untuk dapat meningkatkan kekuatannya hingga ke tingkat yang paling tinggi.

***

Klan Yu.

Sementara Yu Jireu sedang mati-matian berlatih di Jurang Kematian, saat ini di Klan Yu atau lebih tepatnya di kediaman Tetua Pertama sedang sedang diadakan pesta kecil-kecilan yang dibuat secara khusus oleh Yu Shang.

"Hehehe.. Setelah hampir 10 harian, si sampah masyarakat itu tidak ditemukan padahal sudah dibuatkan misi untuk menemukannya. Aku yakin dia sudah berada di dalam perut binatang spiritual!" ucap Yu Shang dengan seringai jahat terpancar dari sudut bibirnya.

1
Iwa Kakap
vssbnodubnsks
Alfa Kristanti
/Heart//Heart//Heart//Heart/
Atik Kiswati
gt aja tamatnya....
wong agung
pertarungan nya terlalu lama
wong agung
kunpeng si ikan pelahap langit
wong agung
buah bodhi itu ada pohon nya
ira kasih
ditunggu season 2 nya thor...😁
seru soalnya
ira kasih
akhirnyaaaaa.......
ira kasih
raja yang sopan...
ira kasih
semoga ketemu ya thor.. sama istrinya 😁
ira kasih
waahhh.... langsung kayyaaaaa.....🤩
ira kasih
a..
ira kasih
👀
ira kasih
😁👍
ira kasih
a
ira kasih
yeeeeyyy....
ira kasih
😁👍
ira kasih
yeeyy...
ira kasih
kangen karya othor.. pas nwmu yg ini blm baca.
tetap semangat berkarya thorr.. semoga sehat selalu amin
Huang Ling'er
ARC 2 ya dimana ya ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!