NovelToon NovelToon
Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / CEO / Tamat
Popularitas:523.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mahlina

Perceraian orang tua membuatnya harus memiliki mental yang kuat, namun hati tidak ada yang tau. Mana kala cobaan datang silih berganti menggoyahkan keteguhan hatinya.

Akankah ia terjerumus ke dalam lubang penderitaan, atau akan ada CEO yang akan menikahinya... membawanya dalam kebahagiaan.

"Lo baru puas kalo gue gak bisa liet! Gue gak bisa jalan! Gue lenyap dari hadapan lo! Puas lo!" ucap Layla dengan penuh kemarahan.

Khusus cowok jangan komentar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahlina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jasa catering

...🥀🥀🥀...

Hingga bel pelajaran berakhir, Mery menunggu Layla di parkiran sekolah. Dengan duduk di atas sepeda motor metik Layla.

"Ayo jalan!" ucap Mery saat Layla sudah berdiri di sampingnya.

"Besok aja, kalo sekarang aku harus bantuin ibu aku jualan." tolak Layla.

Mery mendengus, beranjak dari motor Layla, dan beralih ke motornya. "Masih aja lo perduli sama orang tua lo! Gua cabut lah kalo gitu! Kalo lo berubah pikiran, kabarin gua ya, La!"

"Huem!"

Layla pulang ke rumah ibu kandungnya, Tati.

Tin tin tin.

Sebuah mobil melaju di sebelah motor metik yang Layla kendarai.

Kaca mobil belakang di buka, nampak Nugi di dalam sana, menopang tangan kirinya di jendela mobil yang kini terbuka.

"Mending lo jadi pacar gua aja, La... gak pake panas panasan lo pulang sekolah! Tinggal duduk manis, nyampe depan rumah lo! Kulit mulus lo gak bakal makin gosong tersengat sinar matahari, hahahaha!" cibiran dan ledekan ke luar begitu saja dari bibir Nugi.

"Makasih pujiannya, ka!" ucap Layla, menanggapinya dengan santai, lalu berbelok arah ke kiri.

Layla melirik sepintas, dirinya dari pantulan kaca spion sepedah motornya.

Gak liet apa, kalo aku pake switer... buta kali itu kaka kelas matanya ya!

"Sialan, keras banget sih tuh anak!" dengan wajah kesal, Nugi menutup kembali jendela kaca mobil yang ia tumpangi.

Layla memarkir sepedah motornya di pekarangan rumah yang sederhana, jauh dari megah dan besar seperti rumah Noval.

"Assalamualaikum, Layla pulang bu!" seru Layla dengan melepas sepatu yang ia kenakan, menentengnya dan menyimpannya di rak sepatu yang ada di dekat dinding.

Tati ke luar dari dapur, begitu mendengar suara motor Layla. Berjalan dengan tergesa gesa, tidak lupa tangan kanan dan tangan kiri menenteng paper bag, untuk di serahkan pada Layla.

"Waalaikum salam. Untung kamu udah pulang, sekarang anter ini ke tempat langganan yang biasa, dan ini tempat yang baru. Alamatnya sudah ibu catet dan ibu simpan di dalam sana ya La!" Tati menyerahkan 2 paper bag di tangan kanan Layla, dan satu paper bag di tangan kiri Layla.

"Tapi bu, Layla kan --"

Belum selesai Layla bicara, Tati sudah bicara lagi dengan berjalan kembali ke dapur.

"Langsung pulang La, masih ada beberapa lagi yang harus kamu anter!" titah Tati yang tidak ingin mendengar alasan apa pun dari mulut anak gadisnya.

Layla meletakkan paper bag itu di atas lantai, menarik nafasnya dalam dalam dan membuangnya perlahan.

Sabar Layla, ini ujian, kalo udah lulus sekolah. Baru lu bisa hidup mandiri, kalo sekarang lu masih butuh ke dua orang tua lu! Semangat Layla!

Layla menyemangati dirinya sendiri, melihat adik kecilnya yang tengah bermain boneka di atas tempat tidur.

"Kaka udah pulang? Sini ka, temenin Dea main, ibu dari tadi sibuk masak! Dea gak ada temen!" keluh Dea, bocah perempuan yang kini berusia 5 tahun.

"Kamu main sendiri dulu ya! Kaka mau bantuin ibu anter pesenan dulu!" tolak Layla dengan alasan yang apa adanya.

"Kaka sama ibu, sama aja! Gak sayang Dea." Dea mengerucutkan bibirnya.

Suara nyaring Tati yang berada di dapur terdengar sampai ke kamar.

"Laaaa! Cepetan jalan, mau tunggu apa lagi kamu? Pesenan hari ini cukup banyak lo! Awas aja kalo sampe ada yang komplen gara gara kamu lama nganterinnya!" teriak Tati dengan suara yang naik 2 oktaf.

"Ini juga mau jalan, bu!"

Hari yang melelahkan untuk Layla, setelah pulang sekolah, belum sempat makan, ia sudah di wajibkan untuk mengantarkan catring ke beberapa tempat.

Tati yang memasak dan Layla yang mengantarkannya ke beberapa alamat. Tati membuka jasa catering dadakan, setelah adanya motor yang di kirim Noval untuk Layla pulang pergi sekolah.

Sementara untuk modal awal, Tati menggunakan uang yang di transfer Noval padanya untuk kebutuhan Layla sehari hari tanpa sepengetahuan Noval dan Layla pastinya.

"Tinggal satu lagi. Ini bukannya alamat apartemen ya?" gumam Layla, setelah membaca alamat yang tertera di dalam paper bag yang tinggal satu di cantelan sepedah motornya.

Tidak sulit untuk Layla, menemukan alamat pemesan jasa catering ibunya.

Setelah mendapatkan izin dari pak satpam yang berjaga di apartemen itu, Layla langsung mengayunkan langkah kakinya memasuki apartemen mewah itu.

Layla berdiri di sebuah unit apartemen, tanpa ragu lagi memencet bel yang ada di samping pintu.

Ting nong, ting nong.

"Lama banget sih! Gak ada orang kali mah ya!" gerutu Layla yang sudah lama berdiri di depan pintu, berkali kali memencet bel, tidak membuahkan hasil.

Kruk kruk kruk.

Layla mengelusss perutnya yang keroncongan, wajar aja sih. Kan perut Layla laper, pulang sekolah bukannya di suruh makan, malah di suruh anter anter pesenan. Malah nganternya gak nanggung nanggung.

Dring dring dring.

Hape Layla yang ada di saku switernya berdering.

Layla memutar bola matanya malas, begitu tau siapa yang menghubunginya.

[ "Udah kamu anter belum, La! Kenapa kamu lama sekali? Kamu gak lagi keluyuran kan!" ]

Suara nyaring Tati terdengar nyaring dari sebrang sana, membuat Layla menjauhkan benda pipih yang ada dalam genggamannya dari daun telinga kanannya.

"Tinggal satu lagi ibu, ini orangnya belom juga buka pintu apartemennya. Coba ibu telpon nomor hapenya, apa Layla titip aja ya sama pak satpam!" ujar Layla dengan melirik pintu yang masih tertutup rapat.

[ "Apartemen? Kamu tunggu aja sampe orangnya bukain pintu La! Itu buat anak temennya ayah kamu, tadi bapaknya telpon... minta kamu yang anter sendiri ke tempat anaknya." ] terang Tati.

Layla membatin, temen ayah? Jadi yang punya apartemen ini anaknya temen ayah apa gimana sih? Kenapa juga harus aku yang anter, ada pak satpam juga. Ihs ribet banget si.

[ "La, kamu denger ibu kan?" ]

"Ngapain kamu di depan apartemen ku?" teriaknya dari belakang Layla.

Layla memutar tubuhnya ke belakang, dengan mengakhiri panggilan teleponnya.

"Lo?" Layla membola.

Bersambung...

...🥀🥀🥀...

Menuangkan segala kehaluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅

1
Ara Aulia
org kalo dasarnya iri, susah.
Ara Aulia
saingannya mery dateng 🤣🤣
Ara Aulia
ternak ternak yg banyak, biar kbar 🤣
Ara Aulia
udah mulai jago gombal s Arsandi 🤣🤣
Ara Aulia
tuh kan, sadar dong Arsandi bneran cinta sama u, bagen mau ninggalin u tp balik lag kan, ada d saat u butuh
Ara Aulia
bukan menguji kesabaran itu mah, bikin emosi iya
Ima Ika WarsidiKiki
lanjut Thor
lina: insyaallah besok k
total 1 replies
Sumarni Pelangi
luadan ndk sambunganya kah
lina: ada ka, belum sempat aku buat lanjut update
total 1 replies
visi Sembiring
aleta hrs di buat lbh menderita donk di penjara agar dy tmbh menyesal berurusan ssma danu
lina: ide bagus k, makasih masukannya
total 1 replies
Ara Aulia
ayo updat tor, udah ta ksih vote m kembang
Ara Aulia
masuk akal dong.kn dendam. mungkin sakit ht
Ara Aulia
doni, typo tor
Ara Aulia
masih ja mikirin org laen
Ara Aulia
iya lah kecil
Ara Aulia
dlm mimpi
Ara Aulia
kirain berdesir apeh 🤭🤭
Sumarni Pelangi
kog lama amat update nya
lina: nunggu ada yg komenk k 🤭
total 1 replies
Ara Aulia
yAaaaaaah kurang bnyk
lina: makasih
total 1 replies
Ara Aulia
🤣🤣 mao mandi la
lina: makasih
total 1 replies
Ara Aulia
udh ilng urat malu nya y der 🤭
lina: makasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!