NovelToon NovelToon
Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 5
Nama Author: Eva Yulian

SEQUEL MY HANDSOME TEACHER

SEASON 1

Berawal dari pertemuan pertama mereka disebuah sirkuit. Hingga berlanjut pada pertemuan-pertemuan berikutnya yang tidak bisa dikatakan sebuah kebetulan.

Agyan merasa hidupnya semakin berwarna. Begitupun Freya yang selama ini kekurangan kasih sayang, dari keluarga maupun pacarnya.

Bagaimana jika ternyata mereka memiliki takdir untuk bersatu? Akankah keadaan berpihak pada mereka?

Atau halang rintang justru menghadang ketika sebuah fakta dari masa lalu mencuat ke permukaan?

16 Juli 2020

SEASON 2

Zeinn Ethan Maheswari tidak menyukai dunia entertaint sejak kecil. Tapi sang ayah memaksanya untuk mengurus perusahaan agensi dan membuatnya terjebak skandal dengan salah satu aktris yang bernaung di agensinya.

Hidup dan Citra Zoya Hardiswara yang semula tentram dalam menjalani kariernya sebagai aktris harus ternoda ketika ia tidak sengaja terjebak skandal dengan CEO perusahaan agensi yang menaunginya.

Mengharuskan keduanya terjebak sebuah pernikahan demi memperbaiki reputasi perusahaan.

31 Januari 2021

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eva Yulian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sirkuit

Agyan berjalan santai memasuki rumah, tapi perlahan ia memicingkan mata saat melihat sosok tidak asing berada di ruang tamu rumahnya, mengobrol akrab dengan Grrycia.

"Siapa nih?" tanyanya. Kemudian duduk disamping Grrycia setelah mencium punggung tangannya.

"Lupa sama gue?" orang yang ditanyanya nampak kesal.

"Rayn 'kan?" Agyan memastikan dengan wajah menerka-nerka sosok dihadapannya.

"Bukan!"

"Ehh, tapi kok mirip!"

"Rese!"

Agyan tertawa, sementara Grrycia menggeleng pada sang putra yang mengusili saudara sepupunya.

"Bang Rayn baru pulang dari luar negri?" tanya Agyan kemudian. Karena setaunya, beberapa hari ini Rayn mendapat tugas perusahaan di LA.

Rayn mengangguk.

"Oleh-olehnya, mana?"

"Enggak ada oleh-oleh, lupa!"

"Lupa?"

"Hmmm!"

"Astaga!" Agyan memegang kepalanya, matanya menyipit dengan mulut menganga seolah terkejut dengan jawaban Rayn.

"Tante pas ngidam cuma mau Om Andre mancing ikan doang 'kan?" tanya Agyan pada Grrycia yang tadi hanya memperhatikan

mereka.

"Iya, kenapa?" Grrycia nampak serius dengan pertanyaan keponakan suaminya.

"Kok anaknya malah mancing emosi gini, sih?" sahut Rayn, dia tersenyum diakhir kalimatnya. Sementara Grrycia tertawa, Agyan berdecak tidak suka. Kemudian beranjak dari duduknya.

"Awas, ya, loe. Jangan nginep disini, pulang sono ke Surabaya!" usirnya sambil beranjak menapaki anak tangga menuju kamarnya.

"Gak usah didengerin, anaknya emang begitu, Ray. Kamu tau sendiri 'kan?"

"Iya, Tante. Nggak papa." pria tampan itu tersenyum manis. Sampai setelah beberapa saat selesai mengobrol dengan Grrycia, Rayn berpamit untuk pulang ke rumah mama Shanty. Selama ini, ia memang tinggal disana, karena tidak mungkin bolak-balik Jakarta-Surabaya untuk ke kantor. Sementara Jordan, tetap menjalankan perusahaannya di Surabaya.

**

Freya menuruni anak tangga sambil menarik koper yang berisikan barang-barangnya. Keputusannya sudah bulat, ia tidak ingin tinggal dengan Warry.

Freya hanya melempar tatapannya ke arah lain begitu mendengar sang papi yang sedang berbicara melalui sambungan telpon, Freya dapat mendengar semuanya.

"Iya, sayang. Mas berjanji akan membujuk, Freya."

" ......, "

"Iya. Kamu tenang sayang."

Freya dengan segera menyeka air matanya begitu sambungan telpon sang papi sudah terputus. Warry yang sudah memasukan ponsel ke saku celananya menoleh saat menyadari jika ada Freya dihadapannya. Matanya beralih pada koper yang berada ditangan sang putri.

Freya tak menggubris tatapan Warry, ia berjalan begitu saja menuju pintu keluar sambil menyeret koper yang dibawanya.

"Freya, sayang. Kamu mau kemana, nak?" Warry menahan tangan Freya.

"Freya udah nggak mau tinggal sama, Papi!" sahutnya dengan ketus.

"Sayang, kamu mau ninggalin, Papi? Sendiri?" Warry nampak memelas.

"Selama Papi masih bersikeras untuk menikah lagi. Freya nggak akan pernah mau tinggal sama Papi!"

Freya beranjak tanpa bisa Warry tahan. Sementara dirinya hanya diam menatap kepergian putri kesayangannya.

Mungkin terkesan egois dan berlebihan. Tapi demi apapun, Freya memang tidak ingin melihat papinya menikah lagi, dengan siapapun. Apalagi dengan pacarnya yang sekarang.

**

Apartemen menjadi tempat pilihan Freya untuk tinggal. Tempat yang selalu didatanginya jika sedang kesal atau bertengkar dengan Warry.

Freya hanya bersantai di ruang tv dengan tangan yang memegang remote, jarinya terus menekan salah satu tombol dan membuat layar besar dihadapannya berpindah-pindah chanel.

Ia sudah sangat bosan, tidak ada yang bisa dilakukannya selain bersantai. Tayangan sebuah pemotretan dihadapannya membuat ia menjadi pusing, sampai kemudian ponselnya berdering. Dengan malas, Freya mengambilnya, ia segera menggeser ikon hijau saat tau siapa sang penelpon.

"Mami, Frey kangen!" ungkapnya dengan mata yang tiba-tiba saja berkaca-kaca.

"Mami juga kangen, sayang!"

"Mami gak sayang, yah, sama Frey?"

"Kok ngomongnya gutu? Ya, Mami sayanglah sama kamu, nak."

"Gimana keadaan kamu?"

Untuk beberapa saat Freya justru terdiam. Kemudian ia menyahut dengan suara pelan.

"Frey nggak baik, Mi?"

Sekarang, giliran sang Mami yang terdiam diujung sana.

"Kamu berantem sama, Papi?" tanyanya yang sudah hafal bagaimana Freya selama ini jika mengobrol dengannya melalui telpon. Ia dapat mengetahui keadaan putrinya hanya dengan mendengar suaranya.

"Papi mau nikah lagi, Mi. Freya nggak mau!"

"Sayang,"

"Sampai kapan pun, Freya nggak akan biarin papi nikah lagi!" Freya memotong ucapan sang mami.

"Freya, kamu dengerin Mami! Kamu sayang, papi 'kan?"

"Biarin dia nikah lagi, sayang!"

Freya justru malah terisak mendengar pesan sang mami yang begitu mudah mengatakannya. Tapi Freya tau, jika sebenarnya sang mami di ujung sana pasti sedang menahan perih.

"Freya maunya papi sama mami kaya dulu lagi. Freya kangen!"

"Itu nggak mungkin, sayang!"

**

Waktu menunjukan pukul 19.45. Sementara Freya masih berdiri mematung di tangga tribun sirkuit Gavin. Setelah mengobrol dengan maminya melalui sambungan telpon, ia memang memutuskan untuk keluar dari apartemen, mencari ketenangan.

Mobilnya terparkir begitu saja di parkiran sirkuit Gavin, tidak tau kenapa, dan asihat sang mami yang menyuruhnya untuk merestui saja pernikahan kedua sang papi rerus terngiang di indera pendengarannya.

Saat ini Freya butuh penenang, butuh sandaran. Butuh Arjun untuk berada disampingnya, sekedar meyakinkan, jika ia tidak sendiri saat ini. Tapi itu sangat tidak mungkin terjadi, saat jarak antara dirinya dengan Arjun terbentang begitu jauh.

Bahkan, chat yang ia kirim masihlah ceklis satu, yang artinya Arjun belum membaca chat darinya.

Ahh, Freya seperti orang gila. Berada di sirkuit malam-malam begini, berdiri sendiri ditempat sepi, miris.

Freya berjalan ke arah mobilnya, masuk ke kursi kemudi dan mulai menghidupkan mesin mobil. Sampai suara klakson dari mobil lain membuatnya refleks menoleh. Sebuah mobil sport putih terparkir disamping mobilnya, Freya membuka kaca jendela mobil. Nampak pengemudi mobil putih itu tersenyum, Freya merasa tidak asing dengan wajahnya.

"Mau buktiin, mobil siapa yang paling cepet?" tanyanya dengan kalem. Freya terdiam, ia mengerti dengan tawaran Agyan. Kenapa harus menolak? Justru ini bagus untuk meluapkan emosinya, sekaligus mengusir kepenatan didalam dirinya.

Dua mobil mewah itu melaju dengan kecepatan tinggi dilintasan surkuit. Mobil sport merah yang nampak memimpin. Adrenalin didalam diri Freya begitu terpacu. Sementara Agyan di dalam mobilnya hanya tersenyum, ia mengakui keahlian Freya dalam mengemudikan mobil sport.

Sampai di garis finish, seperti dugaannya jika Freya yang akan keluar sebagai pemenang.

"Boleh juga!" Agyan berdecak kagum. Kemudian turun dari mobil dan menghampiri mobil Freya. Tapi gadis itu hanya menurunkan kaca jendela mobilnya, sebentar, kemudian menutupnya dan melajukan mobil, meninggalkan Agyan disana tanpa sepatah katapun.

Agyan tersenyum meremehkan dirinya sendiri. "Cewek aneh!"

"Dia gak tau ya, kalo tadi gue cuma pura-pura kalah aja?!"

Agyan berbicara sendiri, menggeleng dan kemudian kembali ke mobilnya. Suara ponsel yang berdering membuat pemuda itu merogoh ponsel yang berada di saku celananya.

"Iya, Pi?"

"Gyan, kamu dimana?" Andreas bertanya diujung sana.

"Gyan, di ...,"

"Kamu mau nginep di apartement?"

Agyan mengernyit, kenapa Andreas seolah memerintah?

"Papi, mau, Gyan nginep di apartemen?"

"Iya!" to the point, tanpa basa-basi sedikitpun.

"Astaga, Bapak macam apa kau ini, Pi?"

"Terserah, Papi tidak memaksa!"

Agyan mendesah pasrah.

"Iya, Gyan nginep di apartemen aja. Mami sama Papi bisa seneng-seneng, tuh, nggak ada Agyan "

"Pinter!"

Agyan hanya menatap layar ponselnya, menolak percaya jika tadi adalah Papihnya. Suami dari maminya dan adalah ayah kandungnya. Astaga.

**

Agyan memarkirkan mobilnya dengan mulus di basemant apartemennya.

"Loh, ini mobil ...? Oww, gue sama dia satu gedung apartement?" Agyan berbicara sendiri saat melihat mobil sport merah yang terparkir disana. Mobil, yang beberapa waktu lalu beradu kecepatan dengannya di lintasan sirkuit.

Sudah dua hari ini, Agyan tinggal di apartemen. Tapi sekalipun ia tidak pernah melihat mobil Freya beranjak dari basemant apartement. Yang artinya, gadis itu tidak pernah keluar.

"Lagi semedi?" tanya Agyan pada dirinya sendiri saat ia akan berangkat sekolah dan melihat mobil Freya tetap berada di tempat yang sama, dengan posisi yang sama pula seperti dua hari yang lalu.

Agyan hanya menggeleng, kemudian masuk kedalam mobilnya dan melaju meninggalkan basemant.

"Om urus aja. Pokoknya, Freya percaya!" sahut Freya saat ia berbicara dengan Danu, kakak dari papinya melalui sambungan telpon.

"Papi kami sudah tau?"

"Papi jangan dikasih tau, lagian papi juga nggak perduli sama Freya, kok, Om!"

Danu menghela nafas diujung sana. Ia mengerti Freya, bahkan sangat tau karakter keponakannya.

"Baiklah, Om akan urus. Kamu tenang saja, Om akan kabari setelah semuanya selesai!"

Freya tersenyum.

"Oke, Om. Makasih!"

"Sama-sama. Kamu jaga diri baik-baik, yah!"

"Iya, Om. Sekali lagi makasih,"

"Iya!"

Freya menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur. Pindah sekolah, sudah menjadi keputusannya, apapun yang akan terjadi.

Freya yakin, jika para guru di Starlight akan sangat senang jika dirinya pindah, karena tidak akan ada lagi orang yang berbuat ulah di sekolah. Tapi bukan untuk itu Freya pindah, ada alasan tertentu kenapa ia mengambil keputusan tersebut, dan tidak ada yang bisa melarang, apalagi menghalanginya.

TBC

Mohon dukungannya dengan cara like dan vote:")

1
☠☀💦Adnda🌽💫
ortunya Freya yg nggak setuju DECH kyknya 🤔
☠☀💦Adnda🌽💫
Gyan dewasa bngt y udah gitu mandiri
☠☀💦Adnda🌽💫
sama juga kyk papinya Gyan ,suka nyosor dadakan kyk soang 🤭☺️🤪💃
☠☀💦Adnda🌽💫
jangan ambekan kyk papi Andreas y agyan 🤭
☠☀💦Adnda🌽💫
anak nya p Andreas mirip bngt posesifnya ngatur " bngt dan cemburuan 🤪🤭
☠☀💦Adnda🌽💫
aturan pas LG nembak dipublikasikan Thor ,ko bisa y SMP 15x ditolak kita nggak ada yg tau 🤭🤪
☠☀💦Adnda🌽💫
agyan lebih rantis dari bpknya ,lebih bisa ngungkapin perasaan kecewek yg disayanginnya y🤭🤔
☠☀💦Adnda🌽💫
sedih y Gyan ,kamu pasti kuat dan bisa titisan p Andreas nggak boleh kalah semangat Gyan 💪💪
☠☀💦Adnda🌽💫
masih ttp romantis biar udah lama nikah bikin iri p Andreas dan gryc 🤭
☠☀💦Adnda🌽💫
untung agyan nggak selalu papy Andreas y 🤭
☠☀💦Adnda🌽💫
Arjun punya cewek LG ,pantesan Freya kyk nggak dianggap y 🤔
☠☀💦Adnda🌽💫
ish gombal bngt loe Gyan loe boleh nangis tapi dipundak gw 🤭🤭
☠☀💦Adnda🌽💫
mirip calon mantu mami gryc nih sama *,badernya 🤭🤪✌️
☠☀💦Adnda🌽💫
egois bngt p warry nggak mikirin kebahagiaan anaknya ,tpi mikiri burung prekututnya takut karatan kayaknya 🤭🤪✌️
☠☀💦Adnda🌽💫
masih tetep p Andreas idolaku biarpun udah punya bujang jg papinya lebih menggoda anaknya msh berondong 🤭🤪
delianti azalea
Luar biasa
Fina Fitriani
ceritanya bagus diawal... aku suka hingga pada episode ke 250 lebih ko rasa nya rada jengah dan terlalu berbelit2. trus pas episode ke 300 lebih makin greget dan bikin nangis Ampe ngalir trus ... ending nya bahagia...... love love buat othor nya.... walaupun rada berbelit2 tapi suka ma cerita nya.. nyes ke hati/Smile//Smile/
Resnawati Sitorus
anna mantan tunangan andreass yahhh... baru ingat season 1 ituu
Rindawaty Waty
mantap
sinarpelangi
aku blum baca sampai full tapi aku penasaran trus curiga kalok Freya adalah anak nya Ana mantan Andreas 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!