NovelToon NovelToon
Who Are You?

Who Are You?

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:99.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Sisca Nasty

Sebuah kerajaan di negara Inggris sedang dilanda kegelisahan yang besar. Di mana Pangeran pertama dari kerajaan besar itu mengalami musibah. Bahkan, tahta lnya sebagai Putra Mahkota harus digeser. Pangeran Arthur Sebastian Earl yang dulunya menjadi Putra Mahkota harus merelakan tahta tersebut untuk adiknya–Pangeran Phillips Gilbert Earl, setelah kecelakaan.

Yang mana semakin membuat Pangeran Arthur menjadi tak terkendali. Semua meninggalkannya, bahkan kekasihnya. Sejak saat itu, Pangeran Arthur menjadi sosok yang arogan. Sampai pada akhirnya semua anggota kerajaan sepakat mencarikan calon istri untuk Pangeran Arthur.

Namun, siapa yang menyangka bila karakter Maise Rosaline berbanding terbalik. Pangeran Arthur menyadari ada satu hal besar yang sedang disembunyikan oleh Maise saat ini. Apa yang sedang disembunyikan oleh Maise? Mengapa Pangeran Arthur begitu terkejut? Simak kisahnya hanya di Who Are You?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sisca Nasty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 6 Callista Greisy Odette

"Pangeran." Alpha menyapa Pangeran Arthur yang sedang sendiri. Ia hanya ditemani oleh dua bodyguard di belakangnya. Pria itu menoleh.

"Kamu sudah datang? Apa kamu tidak tahu berapa lama aku menunggumu?" Pangeran Arthur berbicara dengan nada ketus.

"Tadi kami tidak sengaja berpapasan dengan Pangeran Philips, Pangeran Arthur. Maafkan atas kesalahan kami," sahut Alpha.

"Pangeran Philips?" Terdengar seperti sebuah pertanyaan dari Pangeran Arthur.

Alice meliriknya sebentar. Kemudian ia beralih pada lapangan nan hijau di depan sana. Pemandangan yang cukup familiar di matanya. Mata Alice bertumpu pemandangan pada dua orang yang sangat mencolok.

Sebab di sekeliling dua orang berpenampilan luar biasa itu, terdapat banyak bodyguard. Sangat berbanding terbalik dengan pengawasan di samping Pangeran Arthur.

"Mereka seperti dibedakan," kata Alice dalam hati.

Alis Alice menukik tajam. Kedua orang itu berjalan mendekat ke arah mereka. Tampak Pangeran Philips dan seorang gadis berjalan menuju ke arah Alice berada. Alice mengamati penampilan gadis yang terlalu berlebihan. Di arena permainan golf seperti ini, ia memakai perhiasan yang sangat mencolok.

"Ayah dan ibu belum datang. Kamu terlalu cepat datang, Kak," celetuk Pangeran Philips.

"Jangan berbicara seolah kita berdua akrab, Pangeran Philips. Saya rasa kita tidak pernah sedekat itu," ejek Pangeran Arthur.

Pangeran Philips terkekeh. Sedangkan gadis di sampingnya tersenyum menyeringai sambil terus menatap sinis pada Alice. Tentunya Alice memutar bola mata. Ia paham arti tatapan mata gadis itu. Yang jelas, gadis itu sedang meremehkannya.

"Apakah Kakak masih dendam padaku? Hanya karena Permaisuri Callista?" Pertanyaan dari Pangeran Philips sedikit menyinggung sudut hati Pangeran Arthur. Hal itu tampak dari ekspresinya yang datar.

"Itu hanya masa lalu saja, Pangeran Arthur. Anda sekarang juga sudah memiliki calon. Walaupun dia bukan berasal dari yang lebih baik dari saya." Gadis di samping Pangeran Arthur lagi-lagi memberikan senyuman meremehkan Alice.

"Tuan Alpha," panggil Alice secara tiba-tiba.

Semuanya menoleh ke arah Alice. Begitupun dengan Alpha yang mengerutkan dahi. Setelah itu, Alice duduk berjongkok di depan kursi roda Pangeran Arthur. Tidak ada yang menduga bahwa Alice malah merapikan jaket Pangeran Arthur. Gadis itu tersenyum dan mencolek hidung mancung Pangeran Arthur.

"Udara di sini sedikit tidak enak, Pangeran Arthur. Bagaimana kalau kita mencari udara yang bersih? Setidaknya udara yang bersih sangat cocok untuk kesehatan Anda. Mari, saya yang akan membawa Anda pergi." Alice bergerak ke belakang kursi roda Pangeran Arthur. Lalu gadis itu mendorong kursi roda calon suaminya.

"Tunggu! Sebagai calon permaisuri dari Pangeran Arthur, bukankah tindakan Anda ini tidak sopan kepada anggota keluarga kerajaan?" sembur Putri Callista.

"Pangeran Arthur, apakah tindakan saya ini buruk?" tanya Alice.

"Tidak. Kamu hanya ingin membawaku pergi dari udara yang tercemar," jawab Pangeran Arthur.

"Baiklah." Alice kembali melanjutkan perjalanannya membawa Pangeran Arthur pergi.

Mereka bertiga meninggalkan dua orang yang berpura-pura menyapa, tapi di sisi lain mereka juga menghina Pangeran Arthur. Saat mereka sudah berjalan jauh, terdengar Alpha tertawa tertahan. Membuat Alice mau tak mau menghentikan langkah kakinya.

"Kenapa Anda tertawa, Tuan Alpha?" tanya Alice dengan bingung.

"Saya tidak menyangka. Sindiran Anda tepat sasaran, Putri Maise. Ekspresi wajah Permaisuri Callista sangat terkejut. Ia juga tampak menahan kekesalan. Mungkin tersinggung dengan ucapan Anda," jawab Alpha.

"Sepertinya ekspresi wajah mereka berdua cukup menggelikan," sahut Pangeran Arthur.

"Benar, Pangeran. Untuk pertama kalinya saya melihat ekspresi mereka yang terkejut karena sindiran tajam dari Putri Maise. Saya pikir, tadinya saya ingin memukul Permaisuri Callista karena sudah menghina Anda. Akan tetapi, Putri Maise malah memberikan kejutan yang tidak terduga," papar Alpha.

"Memangnya, siapa gadis itu, Tuan Alpha. Mengapa ia sangat berani?" Alice penasaran. Sebab, gadis itu sangat angkuh. Bahkan di depan Pangeran Arthur sekalipun.

"Permaisuri Callista Greisy Odette. Mantan kekasih Pangeran Arthur. Dia meninggalkan Pangeran Arthur setelah kecelakaan dan mengalami kebutaan serta kelumpuhan. Lalu, seperti yang Anda lihat, Putri Maise. Dia bersanding bersama Pangeran Philips," terang Alpha.

"Cukup, Alpha. Kemarilah!" Tiba-tiba Pangeran Arthur menyela. Ia meminta Alpha untuk mendekat.

"Maafkan saya, Pangeran. Saya telah lancang." Alpha berjalan ke depan Pangeran Arthur. Kemudian dia meletakkan satu tangan Pangeran Arthur di pipinya.

Hal yang mengejutkan Alice adalah Pangeran Arthur memukul pipi Alpha dengan keras. Alice menutup kedua mulutnya rapat-rapat. Gadis itu menggigit bibir bawahnya seolah ikut merasakan ngilu di pipi Alpha.

"Apakah penjelasan itu merupakan hal yang dilarang?" tanya Alice dalam hati.

"Jangan diulangi lagi, Alpha. Aku paling tidak suka membahas hal itu. Ada Putri Maise di sini," desis Pangeran Arthur.

"Maafkan saya, Pangeran Arthur," ucap Alpha.

"Maafkan aku, jika Putri Maise harus melihat hal ini." Pangeran Arthur tiba-tiba meminta maaf pada Alice.

"Saya rasa, saya juga perlu mengetahui tentang Permaisuri Callista. Karena sepertinya kehidupan saya tidak akan mudah, Pangeran. Sama seperti tadi. Permaisuri Callista mendadak menyerang saya. Bukankah saya perlu membalas mereka?" Penuturan dari Alice cukup membuat Pangeran Arthur terdiam.

Pria itu tampak berpikir. Sepertinya ia sedang berpikir. Alice terus menunggu jawaban dari Pangeran Arthur. Sedangkan Alpha hanya berdiri terdiam dengan ekspresi datar. Alice memilih mengalihkan pandangan ke arah yang lain. Matanya menatap lurus ke depan.

"Callista. Sepertinya dia sangat ingin menjatuhkan aku di awal pertemuan kami. Aku penasaran. Bagaimana bisa Pangeran Arthur mengalami kecelakaan?" batin Alice dalam hati.

"Oh, raja dan ratu sudah datang," sela Alpha.

"Putri Maise!" Ratu berjalan mendekat. Wanita itu sangat senang dengan kedatangan Alice. Ia tiba-tiba memeluk Alice dengan hangat. Membuat gelenyar aneh di lubuk hatinya.

"Aku senang Putri bersedia memenuhi undanganku, Putri. Pangeran Arthur sangat ingin kamu datang. Apakah Putri sudah lama menunggu?" tanya ratu.

"Hormat saya, Ratu Maidena, Raja Charles." Alice membungkukkan setengah badannya. Memberikan salam untuk ratu dan raja dari kerajaan Inggris itu.

"Jangan sungkan. Kita akan menjadi keluarga besar. Ah, kenapa mereka berdua berada di sana?" Raja Charles menatap lurus ke depan. Ia melirik pada Pangeran Philips dan Permaisuri Callista.

"Apakah kita semua akan berbicara omong kosong di sini?" sarkas Pangeran Arthur.

Terlihat raja dan ratu salah tingkah. Mereka berdua segera bergabung dengan yang lainnya. Semua orang bersiap untuk memulai permainan golf. Hanya tersisa Pangeran Arthur dan Alice saja yang hanya menjadi penonton.

"Aku pikir, aku cukup memberitahu sedikit. Kamu harus menjauhi Permaisuri Callista. Jangan berdekatan dengannya. Waspada ketika dia berusaha untuk mendekati Putri. Cukup mencurigakan bila dia bersikap ramah." Pangeran Arthur memulai pembicaraan.

Alice mengedarkan pandangan. Tidak ada orang lain di sana. Hanya ada Alpha dan pria itu sedang pergi untuk mencari minuman.

"Apakah Pangeran berbicara dengan saya?" tanya Alice.

"Aku berbicara dengan calon permaisuriku," jawab Pangeran Arthur.

"Jadi, Anda memperingatkan saya agar berhati-hati pada Permaisuri Callista?" Alice berusaha memastikan.

"Karena dia adalah manusia yang akan melakukan segala cara untuk mencapai tujuannya. Dia juga yang membuatku seperti ini lalu meninggalkan dan bersama pria lainnya," geram Pangeran Arthur.

"Hah? Apa?"

1
💟노르 아스마💟
keren ...gk bertele²
Vina Vina
Kurang greget di bagian ini. Maaf ya, kak author...
Angelica Alvira
Luar biasa
Kustri
bilang aja, nunggu alice sadar baru ters terang
Kustri
hati" & waspada, blm tentu kate di pihakmu
Kustri
hugo
Kustri
pura" msh buta klu sdh smp kerajaan ya, blm waktu'a mrk tau,
Kustri
lanjut yaa
Kustri
bulan madu x an oprasi nih
Kustri
oooo.... kamu hrs senang alice
Kustri
lanjutkan!
Kustri
crita sedikit dong ttg alice sblm kecelakaan thor
Kustri
bs jadi artur g buta & cacat, itu dilakukan u/mengetahui siapa kawan & lawan
Kustri
itu td urusan perusahaan yg diretas apa sdh selesai, tau" koq acara pernikahan
Kustri
makin kuat untuk balas dendam
Kustri
wah, luka di dahi apa pertanda baik?
Kustri
kehidupan alice sebelum'a msh misteri,
Kustri
semangat alice, sekali dayung 3 pulau terlampoi🛶💪
Kustri
pasti bener dugaan alice,
balaskan dendam gengmu!
Kustri
wkwkwkkkk... kamu cemburu calista?!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!