Di dalam sebuah kamar sewaan yang sempit dan berbau lembap, seorang pemuda tiba-tiba tersentak bangun. Napasnya memburu, matanya yang tajam memancarkan kilatan cahaya keemasan sebelum akhirnya meredup dan berubah menjadi hitam pekat.
"Ini... di mana?"
Fang Yuan melihat kedua telapak tangannya. Halus, kurus, dan tidak ada bekas luka. Ini bukan tubuh kedagingan seorang Sovereign yang bisa menghancurkan galaksi dengan satu pukulan.
Dia menoleh ke meja belajar. Sebuah ponsel jadul menunjukkan tanggal: 20 Juni 2016.
Fang Yuan tertegun, lalu tawa pelan keluar dari tenggorokannya. Tawa itu semakin lama semakin keras, menggema di dalam kamar sempit tersebut.
"Hahaha! Kesengsaraan Surgawi sembilan warna ternyata tidak menghancurkanku! Aku, Fang Yuan, Sang Penguasa Surgawi Cangqiong, justru kembali ke masa usiaku delapan belas tahun?!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32.gerbang transedensi
Mendengar kata *Gerbang Transendensi* dan *Dunia Kultivasi Sejati*, kaki kanan Fang Yuan yang sudah dilapisi energi emas murni berhenti tepat satu inci di atas wajah Zhang Sanfeng. Tekanan angin dari tendangan yang tertahan itu membuat lantai batu di bawah kepala sang Pemimpin Sekte retak seribu.
Fang Yuan menarik kembali kakinya, lalu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jubah salju putih-hitam miliknya dengan gerakan yang sangat *cool*. Rambut biru keputih-putihannya bergerak lembut ditiup angin pegunungan.
Senyum nakal yang tipis namun penuh misteri terukir di wajah tampannya yang sempurna.
"Gerbang Transendensi?" Fang Yuan mendengus remeh, mata kirinya yang keemasan menatap Zhang Sanfeng bagai seorang raja yang melihat budak yang sedang memohon. "Kamu mengira rahasia kecil seperti itu bisa menukar nyawamu yang tidak berharga ini?"
"I-Ini benar, Tuan Muda Fang!" Zhang Sanfeng buru-buru bersujud, tubuhnya gemetar hebat menahan rasa sakit dari lengannya yang hancur. "Setiap seratus tahun sekali, segel kuno di gua terdalam Kunlun akan melemah. Faksi kami ditugaskan oleh para petinggi dari dunia atas untuk menjaga gerbang tersebut. Dan menurut perhitungan astronomi sekte kami... gerbang itu akan terbuka lebar dalam waktu tiga hari ke depan!"
Fang Yuan terdiam sesaat. Indra spiritualnya yang tajam memindai fluktuasi jiwa Zhang Sanfeng untuk memastikan tidak ada kebohongan. Hasilnya murni; pria paruh baya ini benar-benar berbicara jujur karena teror kematian yang mutlak.
Di belakangnya, Su Ruyi melangkah maju dengan wajah serius. "Tuan Muda, jika apa yang dikatakannya benar, maka dunia kultivasi yang selama ini Anda cari ternyata memiliki jalan pintas dari sini."
Fang Yuan berbalik, menatap hamparan langit biru di atas awan Kunlun. Matanya yang berbeda warna berkilat penuh antisipasi yang kejam. Dunia fana ini memang sudah terlalu membosankan untuknya. Kekayaan, kekuasaan, dan balas dendam semuanya telah dia genggam dalam sekejap mata. Panggung yang sesungguhnya memang berada di dunia atas.
"Bagus," ucap Fang Yuan datar, suaranya merdu namun dipenuhi otoritas absolut. Dia melirik Zhang Sanfeng dari sudut matanya. "Bawa aku ke segel gerbang itu sekarang. Jika kamu berani memainkan trik apa pun di depanku... aku akan memastikan jiwamu dibakar oleh *Api Jiwa Cangqiong*-ku selama sepuluh ribu tahun tanpa henti."
"S-Saya tidak berani! Silakan lewat sini, Tuan Muda Fang!" Zhang Sanfeng buru-buru berdiri dengan tertatih-tatih, memimpin jalan menuju bagian belakang aula utama yang runtuh.
### Kedalaman Gua Es Kunlun
Dipimpin oleh Zhang Sanfeng, Fang Yuan beserta Su Ruyi berjalan menyusuri lorong bawah tanah yang dipenuhi oleh kristal es abadi. Semakin dalam mereka melangkah, energi spiritual (*Qi*) di sekitar mereka terasa semakin pekat—jauh lebih murni daripada energi di atmosfer dunia fana.
Hingga akhirnya, mereka tiba di sebuah aula gua raksasa yang melingkar.
Di tengah-tengah gua tersebut, berdiri sebuah gerbang batu kuno setinggi tiga puluh meter yang diukir dengan simbol-simbol runik kuno yang rumit. Di tengah gerbang itu, terdapat sebuah pusaran energi vertikal berwarna perak yang berputar lambat, memancarkan tekanan ruang yang sangat dahsyat.
"Inilah Gerbang Transendensi itu, Tuan Muda Fang," ucap Zhang Sanfeng dengan suara bergetar. "Namun, untuk mengaktifkannya secara penuh sebelum waktu tiga hari, dibutuhkan pengorbanan energi spiritual yang masif dari seorang ahli..."
"Energi spiritual masif?" Fang Yuan melangkah maju, berdiri tepat di depan gerbang batu raksasa tersebut. Jubah panjangnya berkibar hebat terkena distorsi ruang yang dihasilkan oleh gerbang perak.
Dia tidak menunggu tiga hari, juga tidak membutuhkan metode kuno yang rumit.
Fang Yuan perlahan mengeluarkan tangan kanannya. Energi *Qi* Tahap Pengumpulan Tingkat Empat di dalam tubuhnya mendadak meledak penuh, bergaung selaras dengan Sutra Surgawi kuno miliknya. Cahaya biru keperakan yang begitu menyilaukan mata keluar dari telapak tangannya, langsung menghantam pusat pusaran perak tersebut.
*BUMMMMMM!!!*
Seluruh Gunung Kunlun berguncang hebat bagai dilanda gempa berkekuatan masif. Runik-runik kuno di gerbang batu itu seketika menyala terang satu per satu, dipaksa aktif oleh kualitas energi murni milik sang mantan Penguasa Surgawi. Pusaran perak yang tadinya berputar lambat, kini mengamuk membentuk lubang hitam dimensi yang siap menelan apa saja.
"T-Tidak mungkin! Dia membuka gerbangnya sendirian?!" Zhang Sanfeng berteriak histeris, langsung jatuh terduduk dengan wajah pucat pasi melihat keajaiban yang menentang logika ini.
Fang Yuan membalikkan badannya, menatap Su Ruyi yang berdiri dengan rambut yang acak-acakan ditiup angin dimensi.
"Ruyi, kembali dan beri tahu ibuku. Aku akan pergi membuka jalan di dunia atas terlebih dahulu," ucap Fang Yuan, senyum nakal yang sangat tampan terukir di sudut bibirnya. "Tunggu aku menjemput kalian untuk menguasai langit yang sesungguhnya."
Tanpa menunggu jawaban, Fang Yuan membalikkan tubuh tegapnya dan melangkah masuk ke dalam pusaran perak tersebut dengan sangat santai, membiarkan tubuhnya ditelan oleh cahaya dimensi.
Kisah Fang Yuan di dunia fana telah berakhir dengan kejayaan mutlak, dan kini... badai baru yang jauh lebih mengerikan siap menggoncang jagat raya Dunia Kultivasi Sejati.