NovelToon NovelToon
Cinta Diujung Waktu

Cinta Diujung Waktu

Status: tamat
Genre:Berbaikan / Pengantin Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:293.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: El Geisya Tin

#Wanitakuat
#Ceo

Maisara Hayati hampir saja menangis, saat berdiri di dekat pintu kamar Roni dan mendengar ucapan sang kekasih yang membuat telinganya sakit.
Namun, hal inilah yang membuat gadis itu akhirnya mantap menerima pernikahannya dengan Harlan Mahespati Prawira, seorang pria yang menderita stroke, dan tidak bisa melakukan apa-apa.
“Aku bersyukur, Maisara mau menikahi laki-laki itu atas permintaan Bibi Wendi, coba kalau dia menolak ... kita nggak akan bisa menikah secepatnyaa!”
Kalimat yang menyakitkan didengar Maisara dari balik pintu kamar Roni, kekasihnya itu. Ia tidak menyangka jika orang yang dicintai ternyata tega menghkianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Geisya Tin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Ikut Campur

“Kenapa kau di sini?” tanya Sahida seperti tidak suka dengan kedatangan Maisara yang terkesan tiba-tiba.

“Kau sudah menjadi menantu keluarga Mahespati ... Jadi, jangan membuat malu keluarga kita, Mai!” ujar Sahida lagi sambil duduk di sofa ruang tamu dan bersedekap tangan di dada.

“Apa yang membuat kalian malu? Aku bukan pencuri!” maksudnya adalah menyindir Sahida dan Nella yang mencuri kasih sayang ayahnya.

Mereka akhirnya duduk secara berhadapan di sana, Sahida dan Nella pun membiarkan barang belanjaannya tergeletak begitu saja.

“Ya. Bibi benar!” Nella yang saat itu berada di antara Hansan dan Sahida ikut bicara, membuat Maisara tersinggung.

“Untuk apa kau ikut campur? Aku tidak punya urusan denganmu!” bentak Maisara. Ia tahu Nella sudah melakukan pengkhianatan dengan mantan kekasihnya. Sekarang ia merasa tidak perlu lagi pura-pura.

“Mai, kita ini bersaudara ... kenapa kau begitu? Aku hanya ... aku hanya peduli padamu!” kata Nella dengan raut wajah memelas.

“Perduli? Hah! Ini rumahku, dan Ayah adalah Ayah kandungku, apa salahnya aku kemari?” tanya Maisara ketus, sambil melirik ayahnya lagi.

“Mai, bukannya tidak boleh kemari,” kata Hansan sambil bersandar, “Tapi, kau sekarang sudah memiliki suami, tidak pantas keluyuran malam-malam begini ....” ucapan pria lebih dari paruh baya itu lembut.

“Ya. Ayahmu benar, kau sebaiknya pulang sebelum malam!” nasihat Sahida, ia terlihat begitu menahan diri.

“Mama Sahida benar! Pulanglah, Nak! Kalau tidak ingin dimarahi oleh ibu mertuamu, kau tidak bisa seenaknya tinggal di rumah besar itu, kan?” ujar Hansan menyebut Sahida sebagai Mama.

Itulah kebiasaan Hansan sejak menikahi Sahida, tapi Maisara tidak pernah menurutinya. Bahkan, sampai saat pun ia tidak pernah memanggil Sahida dengan sebutan Mama. Ia tidak bisa mengganti posisi ibunya dengan wanita yang telah menggoda sang ayah, wanita yang tidak tahu balas budi.

Sahida sudah dibantu dan diterima bekerja di toko milik Daina dan Hansan, tapi justru merayu pemiliknya hingga terjerat dalam percintaan konyol. Sahida mengaku hamil, membuat Hansan menikahinya. Namun, setelah sepasang suami istri itu bercerai, Syahida mengaku keguguran dan sampai saat ini ia tidak pernah hamil lagi.

Justru yang lebih aneh lagi, Sahida justru membawa Nella yang diakui sebagai keponakan, untuk tinggal bersama. Secara terang-terangan dan tanpa perasaan mengusir ibu Maisara, keluar dari rumah yang telah dibangun bersama Hansan.

Oleh karena itu Ibunya cemburu dan setelah berusaha bersabar selama beberapa bulan, akhirnya wanita itu menyerah dan terjadilah perceraian.

“Ayah, apa seperti ini caramu mengusirku secara pelan-pelan? Ingat Ayah, aku pun memiliki hak yang sama untuk tinggal di rumah ini, walaupun aku sudah memiliki suami!”

“Ya, ya, tentu saja kembalilah kalau kau merindukan Ayahmu, tapi tidak malam ini ... karena kau baru saja menikah kemarin, bagaimana mungkin dalam semalam kau sudah pulang?” kata Sahida.

“Bibi, kurasa dia tidak tahan karena suaminya tidak bisa apa-apa!” Nella bicara sambil menahan tawa.

“Kau menertawakan aku? Ah, kau pikir sudah menjadi wanita paling baik, ha? Nella, aku tahu apa yang kau lakukan dengan Roni di belakangku! Dasar penghianat!” tukas Maisara.

“Mai! Jaga ucapanmu, benarkah kau seorang sarjana yang beradab dan sekarang menjadi istri orang ternama? Kau sangat tidak pantas!” tandas Sahida.

“Kau sendiri merasa pantas berada di sini menggantikan Ibuku? Kau seharusnya bercermin!” seru Maisara lagi.

Seketika suasana rumah itu menjadi panas.

“Sudah, sudah! Aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan!” sela Hansan, “benarkah ucapan Maisara? Nella, apa kau benar-benar melakukan hubungan dengan Roni?” tanya Hansan seraya berdiri.

Pria itu mencoba melerai perkelahian tiga wanita yang ada di hadapannya hingga wajahnya merah. Gigi gerahamnya saling beradu menahan kesal mendengar anak yang diasuhnya, telah menghianati anak kandungnya sendiri.

Maisara merasa bersyukur karena sang ayah masih mendukung dan membelanya. Namun, jika ia ingin keyakinan dan kebenaran dipercayai oleh semua orang, tidaklah mudah. Mereka hanya tahu kalau Nella adalah gadis baik dan lemah lembut. Tidak ada yang tega menyakitinya.

“Tidak, Paman! Mai, sudah berbohong! Aku tidak mungkin mencintai kekasihnya!”

Terlepas dari benar tidaknya pengakuan Nella, Hansan tetap merasa tertipu dengan keponakan istrinya itu.

“Kalau benar, kau sungguh tak tahu malu!” Hansan pergi ke kamarnya setelah itu, meninggalkan Nella, Sahida dan Maisara di ruang tamu.

“Apa kau puas, sudah memfitnahku?” kata Nella sambil menangis.

Cuih! Maisara meludah kecil ke samping.

“Kau pikir aku terharu dengan air mata buayamu? Aku tidak akan bicara terus terang kalau belum melihat sendiri buktinya! Kalau aku benar ... lalu ke mana kau pergi, sehari sebelum pernikahanku?”

“Hah! Memangnya ke mana aku? Aku di rumah saja dan tidur! Bibi, percayalah ... aku bukan wanita seperti itu!” kata Nella sambil memeluk Sahida, yang diam membeku.

Sahida dulu pernah memikirkan jika lebih baik Nella saja yang menjadi kekasih Roni, pria keturunan Mahespati juga, meskipun kekayaannya tidak sebanyak Harlan—sepupunya, ia tetap kaya. Namun, ternyata mereka telah menjalin hubungan tanpa sepengetahuannya.

Itu bagus!

“Ya. Aku percaya padamu, Nella. Mungkin, Mai salah orang!” kata Sahida.

Maisara memalingkan muka melihat kemesraan antara Bibi dan keponakan itu, ia tidak perlu repot-repot membahas benar atau tidaknya pengkhianatan Roni dan Nella. Ia sadar kalau dua orang itu tidak akan berpihak padanya sampai kapan pun juga.

Percuma saja aku bicara!

Maisara pulang ke villa pribadi Harlan dengan taxi dan saat tiba di ruang tamu, Hara menyambut dengan gelisah.

“Nyonya ke mana saja, sebaiknya banyak beristirahat, proses bayi tabung membutuhkan stamina yang kuat!” kata Hara, sambil memberikan sendal rumah untuk majikan wanitanya itu.

“Bibi khawatir padaku? Aku baik-baik saja!”

“Sebaiknya Anda segera makan malam dan tidur!” kata Hara lagi sambil berjalan mendahului Maisarah. Mereka pergi ke meja makan dan Hara menarik satu kursi agar Maisarah duduk di sana. Ia mengambilkan beberapa makanan untuknya.

Hara bagai seorang ibu yang meladeni anak kecil!

“Bibi, jangan memperlakukan aku seperti ini.”

Maisara merasa tidak enak karena Hara begitu lembut dan menghormatinya.

“Tidak masalah, ini sudah tugas saya, Nyonya ... saya senang ada Nyonya di rumah ini. Jadi, kalau nanti pergi lagi, pikirkanlah saya dan juga tuan jangan terlalu lama berada di luar ...!”

Maisara ngangguk, sambil mengunyah makanan yang disediakan di atas piringnya.

Selesai makan, Maisara pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri. Ia berendam air hangat, melepaskan segala beban yang terasa membuat otot-otot di tubuhnya menjadi kaku.

Ia menghirup aroma kamar yang segar, setelah keluar dari kamar mandi dan hanya mengenakan selembar handuk putih. Ia melihat sekeliling yang tampak berbeda dari kemarin malam. Sepertinya kamar itu baru dibersihkan, karena seprei, gorden dan taplak meja warnanya tidak sama.

Maisara mengoleskan krim malam pada wajahnya dan juga wajah Harlan. Ia pikir pria itu tidak akan bisa memarahinya apalagi berbuat sesuatu padanya.

Gadis itu tertawa geli seorang diri, sambil mengoceh ke sana ke mari. Termasuk tentang kerinduan pada ibunya, tentang Nella dan Roni. Semua ia katakan seolah Harlan bisa mendengarnya bicara. Ia merasa pria itu sebenarnya baik-baik saja kalau bukan karena stroke.

“Lane ... aku nggak tahu apa kamu bisa mendengar perkataanku atau nggak! Kamu seperti orang yang koma, seharusnya kamu di rawat di rumah sakit!”

Maisara bicara sambil melakukan terapi yang diajarkan perawat kemarin. Ia pikir Harlan masih bisa sembuh kalau berobat secara rutin. Usianya masih muda, walau jarak antara dirinya hampir sepuluh tahun. Ya, sangat disayangkan kalau ia harus tiada secepat itu.

Maisara tertidur, setelah menarik selimut untuk menutupi dirinya dan Harlan. Gadis itu tampak lelah hingga tidak sempat berpakaian. Namun, tidak masalah karena Harlan tidak akan bangun.

“Uuh ...!” Harlan melenguh sekejap dan membuka matanya sebentar, ia berusaha menoleh pada Maisara tapi tidak bisa. Sekujur tubuhnya mati rasa akibat kejadian aneh itu. Tuhan masih memberinya kesempatan untuk selamat dari kematian. Ia akan menggunakan sisa hidupnya kalau sudah sembuh total, untuk mencari pengkhianat dalam ingatannya.

Awas! Kau, Han! Aku akan membunuhmu, suatu saat nanti!

Dengan susah payah Harlan menggerakkan jari-jemarinya, ia ingin tahu apa yang disentuhnya itu. Telapak tangannya tiba-tiba merasakan sesuatu yang hangat, lembut dan nyaman seandainya ia membelai.

Ah, ini apa? Ya Tuhan, izinkan aku bangun!

❤️❤️❤️❤️

1
Muliahati Ziliwu
harusnya pergi jauh dr hdp Harlan biar dia sadar bahwa tindakannya salah
El_Tien: suatu saat dia akan sadar, hehe
total 1 replies
Muliahati Ziliwu
moga aja bapak laknatnya may metong cuma nyusahin
El_Tien: iya, nyusahin banget
total 1 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
bersambung kemana?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
pengulangan?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
danang, ujianmu berat.
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
😍😍😍😍😍😍😍😍😁😍😍😍
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
apakah surya akan bertemu mentari lagi?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
ya ampun. minar jahat juga anaknya itu
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
pembicaraan orang-orang yg menjelang putus asa
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
oh gani abangnya ayana?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
😭😭😭😭😭😭😭😭..... kisah miris lagi.
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 sedih banget
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
akhirnya menikah
El_Tien: asyik tuh 🤣
total 1 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
hayo. adam jawab apa ya?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
kayanya ibu pingsan gegara kedatangan erik ya?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
langsung lamar aja napa, cih? lama benel
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
jadikanlah yura ibunya.. 🤭
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
naina gak jelas
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
liat rumah baru bareng calon
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!