NovelToon NovelToon
Sistem Raja Cuan Membangun Kampung Halaman

Sistem Raja Cuan Membangun Kampung Halaman

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Lelah menjadi budak korporat di kota besar tanpa hasil dan malah dikhianati oleh orang terdekatnya, Yao Wi memutuskan menyerah dan pulang ke kota kelahirannya yang miskin dan terbelakang. Namun, siapa sangka keputusannya untuk menyerah justru menjadi titik balik hidupnya saat sebuah sistem misterius tiba-tiba aktif di kepalanya.

Ding!

​[Selamat datang, Tuan Rumah Yao Wi.]

​[Sistem ini bertujuan untuk membantu Anda mengubah kota kelahiran Anda yang tertinggal menjadi kota paling makmur di bumi.]

​[Aturan Utama Sistem: Tuan rumah akan menerima seratus ribu setiap hari dari setiap jiwa yang terdaftar resmi sebagai warga kota ini.]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Meskipun Linzhou adalah kota kecil yang sepi, jumlah penduduk yang tercatat masih lumayan banyak untuk ukuran daerah.

​"Berapa jumlah pasti penduduk Kota Linzhou saat ini, Sistem?" tanya Yao Wi setengah berteriak.

​[Memindai data kependudukan Kota Linzhou dari server pusat...]

​[Jumlah penduduk saat ini adalah tepat 50.000 jiwa.]

​Tubuh Yao Wi bergetar hebat bagai disambar petir di siang bolong mendengar angka itu.

​Lima puluh ribu jiwa dikalikan seratus ribu.

​Itu berarti ia mendapatkan dana segar sebesar lima miliar setiap harinya!

​"Lima miliar setiap hari? Aku mendapatkan lima miliar per hari secara cuma-cuma tanpa harus bekerja?" gumam Yao Wi dengan napas tersengal karena syok.

​Ia merasa seolah kewarasannya sedang diuji saat ini.

​Beberapa jam sebelumnya ia hanyalah gembel yang diusir dari kos dan dibuang oleh pacarnya.

​Detik ini juga, ia resmi menjadi miliarder yang pendapatan hariannya mengalahkan pendapatan kotor CEO perusahaan tempatnya bekerja dulu.

​[Peringatan Sistem: Tuan Rumah harus memperhatikan batasan dan aturan mutlak.]

​[Seluruh dana harian yang diberikan oleh sistem HANYA BISA DIBELANJAKAN di dalam batas wilayah administratif Kota Linzhou.]

​[Dana ini juga hanya boleh digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan, investasi, pembelian, atau konsumsi pribadi di dalam kota ini.]

​[Jika uang dari sistem dibawa keluar dari perbatasan kota, atau dicoba dihabiskan di luar kota, maka dana akan hangus secara otomatis tanpa peringatan.]

​Yao Wi membaca deretan peringatan merah itu dengan sangat teliti dan hati-hati.

​"Jadi uang ini hanya bisa dihabiskan di Linzhou saja?" ulangnya memastikan.

​Ia menatap sekeliling kota kelahirannya yang kumuh, sepi, dan dipenuhi bangunan tua ini.

​Tidak ada tempat hiburan mewah satu pun, tidak ada toko barang mewah, apalagi dealer penjual mobil sport.

​"Bagaimana caranya aku bisa menghabiskan uang lima miliar sehari di kota mati yang bahkan tidak punya bioskop ini?" pikir Yao Wi bingung.

​Tapi tak lama kemudian, sebuah senyum lebar perlahan mengembang di wajah pucatnya.

​Bahkan ia mulai tertawa terbahak-bahak hingga suaranya menggema memecah keheningan jalanan yang sepi.

​"Hahaha! Hanya bisa dihabiskan di sini katamu?" tawa Yao Wi dengan mata berapi-api.

​"Kalau kota ini tidak punya toko mewah, maka aku sendiri yang akan membangun mall terbesar di sini!"

​"Kalau tidak ada rumah sakit yang bagus, aku yang akan mendirikan rumah sakit bertaraf internasional dari kantongku sendiri!"

​"Aku akan membeli seluruh tanah di kota ini dan membangun peradaban dari titik nol!"

​Matanya yang beberapa menit lalu meredup karena putus asa, kini menyala terang dengan ambisi liar yang membara.

​Ia tiba-tiba merasa sangat bersyukur telah dipecat oleh Wang Hao dan ditinggalkan oleh Li Na.

​"Aku tidak peduli lagi dengan gemerlap ibu kota, aku akan membuat mereka semua menangis darah saat melihat siapa penguasa Linzhou nanti," batin Yao Wi penuh dendam yang memuaskan.

​Ding!

​[Saldo hari pertama sebesar 5.000.000.000 telah berhasil ditransfer ke rekening bank pribadi Tuan Rumah.]

​Ting!

​Detik berikutnya, ponsel kusam di saku celananya bergetar dengan keras.

​Yao Wi buru-buru merogoh sakunya, hampir menjatuhkan ponselnya sendiri saking gugupnya, lalu membuka layar ponselnya.

​Itu adalah pesan SMS resmi dari bank pusat tempatnya menabung sisa gajinya.

​"Dana masuk sebesar 5.000.000.000,00 ke rekening Anda. Saldo Anda saat ini adalah: 5.000.050.000,00."

​Yao Wi menempelkan wajahnya ke layar ponsel dan menghitung jumlah angka nol di pesan itu berulang kali.

​Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan angka nol.

​Benar-benar sembilan angka nol utuh yang tidak bisa dipalsukan.

​Tangannya gemetar hebat menyentuh layar ponsel yang retak itu.

​"Ini nyata, astaga ini benar-benar bukan mimpi halusinasi," bisiknya dengan suara serak menahan tangis bahagia.

​Di saat emosinya sedang memuncak, perutnya tiba-tiba berbunyi dengan sangat keras.

​Kruyuk!

​Ia baru ingat bahwa ia sama sekali belum makan nasi yang layak sejak kemarin siang.

​"Langkah pertama untuk menjadi penguasa kota adalah dengan mengisi perut dewa ini terlebih dahulu," ucap Yao Wi sambil menyeringai lebar.

​Ia melihat sebuah warung makan kecil yang terlihat agak kotor di seberang jalan raya.

​Dulu saat masih remaja, ia tidak akan berani makan di sana karena harganya terlalu mahal untuk ukuran kantong pelajarnya.

​Tapi sekarang, dengan saldo di rekeningnya, ia bahkan sanggup membeli warung itu beserta tanah dan ibu penjualnya sekaligus jika ia mau.

​Yao Wi berjalan dengan langkah ringan dan percaya diri menyeberangi jalan menuju warung tersebut.

​Seorang bibi paruh baya yang sedang mengelap meja kayu menoleh ke arahnya dengan tatapan menilai.

​"Mau pesan apa, anak muda? Kita cuma punya menu sisa hari ini," tanya bibi itu dengan nada malas.

​"Bibi, tolong berikan aku semua menu lauk terbaik yang ada di warung ini," jawab Yao Wi dengan nada lantang dan penuh wibawa.

​Bibi itu mengerutkan keningnya hingga berlipat-lipat, menatap penampilan Yao Wi dari ujung rambut hingga ujung kaki.

​Pakaian Yao Wi terlihat sangat kotor dan sedikit basah karena terkena gerimis tadi.

​"Kau yakin mau pesan semua? Semua menu terbaik di sini kalau ditotal harganya bisa sampai seratus ribu lebih," kata bibi itu dengan nada meragukan kemampuan bayar Yao Wi.

​Yao Wi sama sekali tidak merasa marah dihina atau diremehkan seperti itu.

​Ia sangat sadar bahwa penampilannya saat ini memang seratus persen mirip gembel lampu merah.

​Tanpa banyak bicara, ia langsung mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi pembayaran.

​"Bibi sebutkan saja berapa total semuanya, aku akan membayarnya sekarang juga," kata Yao Wi dengan ekspresi tenang.

​Bibi itu mendengus kasar dan menekan tombol kalkulator bututnya dengan kuat.

​"Totalnya seratus lima puluh ribu, awas saja jangan bilang kau tiba-tiba mau ngutang," ucapnya sinis memperingatkan.

​Yao Wi hanya tersenyum tipis lalu memindai kode QR pembayaran yang tertempel miring di dinding warung.

​Ting!

​"Pembayaran berhasil diterima," terdengar suara notifikasi robotik dari mesin kasir kecil milik bibi tersebut.

​Bibi itu menoleh dan menatap layar mesin kasirnya dengan mata terbelalak seakan melihat hantu.

​Bukan hanya seratus lima puluh ribu yang masuk ke rekeningnya, tapi satu juta setengah!

​"Anak muda, kau salah ketik, kau kelebihan bayar sepuluh kali lipat!" seru bibi itu panik hingga kain lapnya terjatuh.

​"Sisanya tidak perlu dikembalikan, anggap saja uang tip dariku karena bibi masih mau buka warung di cuaca yang sepi ini," balas Yao Wi santai sambil menarik kursi plastik dan duduk.

​"Sekarang tolong cepat siapkan makananku, perutku sudah sangat lapar," lanjutnya memberi perintah.

​Bibi itu langsung salah tingkah, membungkuk berkali-kali, dan buru-buru berlari masuk ke dapur.

​"Baik, Tuan Muda! Saya akan segera memasakkan makanan yang paling enak khusus untuk Anda!" seru bibi itu dengan nada yang berubah seratus delapan puluh derajat menjadi sangat hormat.

​Yao Wi bersandar di kursi plastiknya sambil menyilangkan kaki dan tersenyum penuh kemenangan.

​Uang memang sihir paling nyata yang bisa mengubah sikap dan derajat seseorang dalam sekejap mata.

​Ia menatap ke luar jendela warung yang kusam, mengamati pemandangan jalanan kota kelahirannya yang terlihat menyedihkan.

​"Nikmatilah kesepian ini selagi bisa, Linzhou," batin Yao Wi sambil mengetuk jarinya di atas meja.

​"Karena mulai besok, aku, Yao Wi, akan mengubah tanah mati ini menjadi surga yang tidak bisa dibayangkan oleh siapapun."

1
Fajar Fathur rizky
aturan mentri zhou di bantai
Hadi Hadi
mantap🤭
Hadi Hadi
sikat💪
Hadi Hadi
up up
Kirigaya Haruto
tinggi gedungnya 5 kali burj khalifah
Kirigaya Haruto
alur ceritanya bagus dan gak berbelit-belit walaupun aku gak tau uangnya dari mana bisa ngeluarin uang sebanyak itu
Fajar Fathur rizky
hahahaha mampus kau
Kirigaya Haruto
linzhou itu kota di China gimana bisa di linzhou ada jalan sudirman yang lekat sama kota2 di Indonesia
Kirigaya Haruto
kan harusnya jumlah uangnya itu 4.348.550.000 kenapa dia bisa ngeluarin 5m hari ini kan uangnya seharusnya gak cukup
Kirigaya Haruto: aku sebagai pembaca veteran selalu menemukan pola yang sama jumlah uang yang keluar sama jumlah uang yang masuk itu gak seimbang banyakan uang keluar dari pada uang yang masuk
total 2 replies
Hadi Hadi
up💪
Nissa Safira: terima kasih kaka hadi🥰🙏
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up💪
Hadi Hadi
lanjut💪
Hadi Hadi
good😍
Hadi Hadi
semangat💪
Hadi Hadi
mantap😍😍💪
Hadi Hadi
semangat💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
mantap
Hadi Hadi
sikat
Hadi Hadi
lanjut💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!