NovelToon NovelToon
Rahim Penebus Hutang

Rahim Penebus Hutang

Status: tamat
Genre:CEO / Pengganti / Angst / Tamat
Popularitas:762k
Nilai: 5
Nama Author: Rya Kurniawan

Stop Tuan! Aku mohon jangan masukkan Ibuku ke dalam penjara. Aku bersedia menebus hutang dengan menjual rahimku, asalkan hutang keluargaku lunas.

Demi melunasi hutang keluarganya, membuat Dinda terpaksa melepaskan keperawanannya dengan pria beristri dan menjual rahimnya itu kepadanya.

Akan tetapi karena hubungan terlarang yang mereka lakukan itu membuat keduanya mejadi dilema.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rya Kurniawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terpaksa Menyerahkan

"Apa maksud kamu berbicara seperti itu Mas?" Santi yang sedari tadi hanya diam mematung melihat anak dan ayah itu dalam kesedihan, kini mulai angkat bicara dan mendekati mereka karena mendengar ucapan dari sang suami.

"Maksud Ayah, Ibu dan Dinda bisa pergi jauh dari sini, biar Ayah yang akan menanggung semuanya," jelas Doni.

"Nggak Ayah, Dinda nggak mau ayah menanggung ini semua. Kita keluarga Ayah, jika memang hanya Dinda yang bisa menebus semua hutang keluarga ini, hanya dengan cara ini, Dinda Rela," ucap Dinda.

"Mas, apa sih yang kamu pikirkan? Dinda sendiri sudah rela melakukannya. Sudahlah, lagipula aku tidak mau pergi dan meninggalkanmu di sini sendirian," kata Santi yang lebih menyayangi suami daripada anaknya sendiri.

"Aku benar-benar tidak habis pikir denganmu Santi, entah apa yang ada di dalam otakmu itu sampai kamu benar-benar tega dan menyetujui untuk menjual anak kita," kata Doni.

"Sudahlah aku bosan, kamu terus saja mengulangi perkataan itu. Semuanya juga sudah terjadi kan, Dinda juga sudah menerimanya," kata Santi.

"Dinda baru menyetujuinya dan mendatangi kontrak itu, tetapi semuanya masih bisa dihindari. Ya dengan cara kalian berdua harus kabur dari sini," ujar Doni terus membujuk anak dan istrinya.

"Nggak Yah, aku nggak akan pergi. Aku sudah menyetujuinya dan aku harus menemui pria itu nanti malam," kata Dinda dengan mantap, lalu ia beranjak dari tempat duduk dan menuju ke kamarnya.

Di dalam kamar, lagi-lagi Dinda menangis tersedu-sedu, ia meratapi takdir yang menurutnya begitu kejam. Kenapa ini semua harus terjadi kepada dirinya, jika memang ada pilihan lain dan itu semua tidak memperburuk keadaan, sudah pasti Dinda akan memilih jalan lain.

Saat itu tiba-tiba ada pesan masuk di ponsel-nya dari nomor tak dikenal. Dinda pun segera saja membuka pesan tersebut yang ternyata dari Nathan. Nathan mengirimkan dimana lokasi mereka akan bertemu pada jam 08.00 malam nanti. Dinda mencampakkan ponselnya itu di sembarang tempat, ia menjambak rambutnya sendiri untuk menumpahkan rasa kekesalannya itu. Hatinya begitu pedih membayangkan apa yang akan ia lakukan nanti malam dengan pria yang telah beristri.

*****

Sementara itu, Nathan yang saat ini sedang mengunjungi ibunya itu pun tampak terdiam sehingga membuat Cynthia keheranan.

"Nathan, kamu kenapa?" Tanya Cynthia.

"Aku nggak papa kok Ma, cuma memikirkan sedikit pekerjaan di kantor yang belum selesai," jawab Nathan berbohong.

Nathan tidak mungkin menceritakan kepada ibunya tentang apa yang sedang terjadi saat ini. Meskipun ia merasa senang karena Dinda sudah setuju untuk menjual rahimnya, tetapi di satu sisi dia juga sangat sedih karena membohongi ibunya dengan cara seperti ini.

"Nathan, kamu harus mengurangi kesibukanmu di kantor. Kamu kan punya asisten, serahkan saja pekerjaanmu kepada asisten dan sekretaris kamu. Mama mau kamu fokus juga dengan rumah tangga kamu, Mama ingin kamu memberikan cucu buat Mama Nathan. Kamu lihat sekarang, Mama ini sudah semakin tua. Apa kamu mau melihat Mama ini mati tanpa melihat atau menggendong seorang cucu," kata Cynthia dengan tatapan sendu.

"Ma, Mama jangan ngomong seperti itu dong. Umur Mama itu masih panjang. Mama tenang saja ya, aku janji akan memberikan seorang cucu buat Mama," ucap Nathan yang terus mencium tangan ibu tercintanya itu.

"Mama tunggu ya janji kamu. Sebenarnya ada apa Nathan? Kalian sudah menikah selama tiga tahun, masa iya Clara belum juga hamil. Apa kalian memang sengaja mau menundanya?" Tanya Cynthia yang tampak curiga.

"Enggak Ma, kami juga sudah periksa ke Dokter dan semua baik-baik saja," jawab Nathan.

"Benar seperti itu? Lalu sekarang Clara ada dimana? Kenapa kamu nggak ke sini bareng Clara?" tanya Cynthia.

Nathan terdiam, Clara itu hanya statusnya saja sebagai seorang istri tetapi sikapnya sama sekali tidak mencerminkan jika dia adalah wanita yang sudah bersuami. Jangankan terhadap keluarga Nathan, bahkan dengan Nathan sendiri saja dia sama sekali tidak peduli. Clara selalu saja sibuk dengan urusannya sendiri. Akan tetapi Nathan sama sekali tidak ingin memberitahu masalah itu kepada ibunya, ia tidak mau Cynthia jadi kepikiran dan akan berpengaruh pada kesehatannya.

"Clara masih ada pemotretan Ma, tapi dari sini nanti aku akan jemput Clara sekalian pulang ke apartemen," jawab Nathan yang lagi-lagi terpaksa berbohong.

Padahal dia sama sekali tidak ada janji dengan Clara. Clara sendiri tidak mau jika diantar atau jemput dengan Nathan, entah apa alasannya. Tapi Nathan sama sekali tidak peduli.

Waktu sudah menunjukkan pukul 06.30 malam. Nathan segera saja berpamitan dengan alasan akan menjemput Clara pulang. Akan tetapi bukan itu tujuan sebenarnya melainkan ia akan pergi ke sebuah tempat yang sudah ia janjikan tadi bersama dengan Dinda.

*****

Nathan melajukan mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke sebuah hotel bintang lima. Ia langsung masuk ke dalam kamar yang sudah dipesannya untuk menunggu kehadiran Dinda.

Tidak lama kemudian, ada seseorang yang mengetuk pintu kamar tersebut. Nathan membukakan pintunya yang ternyata adalah Dinda yang telah tiba.

"Ternyata kau datang juga. Aku tidak menyangka jika kau benar-benar akan menepati janjimu itu," kata Nathan.

"Aku bukan seorang yang suka ingkar janji," ketus Dinda lalu masuk ke dalam kamar hotel tersebut dan langsung saja duduk di tepi ranjang.

"Apa kau sudah siap?" Tanya Nathan dan ditanggapi anggukan oleh Dinda.

"Kau butuh pemanasan dulu atau kita langsung melakukannya?" Tanya Nathan lagi.

"Terserah kau saja," jawab Dinda. Meskipun sebenarnya ia sangat takut tetapi ia tetap berusaha untuk tetap menerimanya.

Sama hal-nya dengan Nathan, ia begitu sangat gugup seperti hendak melakukan malam pertama. Nathan belum pernah melakukan hubungan ranjang sebelumnya meskipun ia telah beristri.

Perlahan Nathan mulai mendekati wajah Dinda dan mencumbu mesra bibir milik Dinda yang ternyata rasanya sangat manis.

"Wow ternyata ini sangat nikmat," gumam Nathan dalam hati.

Meskipun sudah menikah, akan tetapi Nathan sama sekali tidak pernah menyentuh Clara dengan intim selain memegang tangan dan mencium keningnya, itu pun hanya berakting di depan orang tua mereka. Ini adalah pengalaman pertama bagi Nathan dan ternyata membuatnya ketagihan.

Tanpa berlama-lama lagi, Nathan segera mendorong tubuh Dinda ke atas kasur. Ia mulai melucuti satu persatu kain yang menempel pada tubuh Dinda dan dirinya hingga mereka sama-sama polos. Dinda Hanya bisa pasrah dengan meneteskan air matanya, ia terpaksa menyerahkan tubuhnya untuk pria tampan yang saat ini sedang berada di atasnya. Nathan segera mengarahkan miliknya yang sudah tampak berdiri sempurna ke arah milik Dinda hingga penuh. Dinda merintih, rasanya begitu perih, Nathan yang merasa tidak tega pun hanya bermain dengan sangat lembut sambil sesekali menyumbat mulut Dinda itu dengan ciuman mautnya agar Dinda tidak merasakan begitu sakit.

...……… Bersambung ………...

1
Saya Sayekti
aku kecewa ..
Saya Sayekti
lelaki ini bodohnya kebangetan.ceo tp pea alasan cinta nalar g ada.mati aja udah
Rya Kurniawan
itu kan ecek-eceknya sudah beberapa tahun kemudian loh kakakku sayang. kan bab terakhir
vanilla althea smith
bodoh atau gimana yah udah sampe anak nya gede belum juga ketauwan
vanilla althea smith
cinthia
vanilla althea smith
naya atau dinda tor
Rya Kurniawan: maaf kak keliru.. 🤣
total 1 replies
falea sezi
saudara apanya lu itu anak jalang emaknya. jalang aneh bgt
falea sezi
buang aja kenan anak gk jelas
falea sezi
kpan kebongkar kebusukan nya
fhira"vhiyol3t
lagi" aku kayak orang nangis dinda
fhira"vhiyol3t
setuju banget klo dinda pergi
fhira"vhiyol3t
yaallah kok aku yang sakit thor 🥺🥺🥺 sakit tak berdarah thor
fhira"vhiyol3t
Nathan pasti candu sm dinda
fhira"vhiyol3t
sudah saya duga pasti ini jawaban dinda
fhira"vhiyol3t
ok lanjut
Danel Ain Vita
iya jadi kedua anak itu.anak haram thor.
Rita Riau
Alhamdulillah,,,, akhirnya ending bahagia,,,,yg kasihan Kenzie sampai tamat tetap jomblo hehehe,,, tega kamu Thor😬😬🥰🥰🥰🥰🥰
Rya Kurniawan: siapa tahu berkenan mampir
total 2 replies
Rita Riau
kode ya Thor hehehe,,,,,
panaaasss 😬😬👍🏻👍🏻🥰🥰
Rya Kurniawan: iya kak.
🤣😅
total 1 replies
Diana Susanti
Alhamdulillah akhirnya happy ending
Rya Kurniawan: iya kak, terimakasih ya udah setia ikutin kak.. 🥰
total 1 replies
sella surya amanda
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!