NovelToon NovelToon
Dewasa Sebelum Waktunya

Dewasa Sebelum Waktunya

Status: tamat
Genre:Duniahiburan / Duda / Beda Usia / Tamat
Popularitas:286.6k
Nilai: 5
Nama Author: T. L. Handayani

Arabella gadis belia berusia 16 tahun yang harus menjadi dewasa sebelum waktunya karena suatu keadaan.

Dia masih duduk di bangku SMA dan terpaksa harus bekerja di diskotik pada malam hari.

Pekerjaannya mengenalkan dia kepada seorang pria bernama Roger, duda berusia 32 tahun yang merupakan seorang pengusaha di Jakarta yang bisa membawa Bella keluar dari dunia malamnya bahkan kelak akan menjadi pendampingnya.

Bagaimana kisah Arabella dan apa yang menyebabkan dia harus menjadi dewasa sebelum waktunya? Ikuti kisahnya di sini....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T. L. Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ngutang lagi

"Ini satu satu nya alat yang bisa aku gunakan untuk mengejar cita citaku bu...", jawab Bella.

"Bulan depan aku sudah mulai praktik membuat design gaun. Kalau aku tidak punya mesin jahit sendiri, aku pasti tidak akan bisa menyelesaikan tugasku...",tutur Bella melanjutkan kalimatnya.

Bu Rini membuang nafas kasar mendengar jawaban putrinya. Dengan di bantu tongkat yang mengapit tubuhnya, ibu Bella mendekati putrinya.

"Ibu mengerti nak apa yang menjadi cita cita kamu, tapi ibu mohon kamu juga bisa mengerti keadaan keluarga kita... dalam hati ibu juga selalu berharap agar semua anak ibu bisa meraih semua cita cita nya, tapi maafkan kami sebagai orang tua hanya bisa menjadi beban buat kalian...", ibu Bella berkata sambil menangis.

"Maaf kan Bella bu, Bella tidak menganggap ibu dan bapak sebagai beban...Bella akan berusaha mendapatkan uang agar adik adik nggak kelaparan.. tapi tidak dengan menjual mesin jahit ini... Bella pamit bu...", kata Bella sambil mencium tangan ibunya kemudian pergi keluar rumah.

"Kamu mau kemana nak...?? Bella...??", langkah bu Rini tak cukup mampu mengejar langkah putri sulungnya yang begitu cepat berlari.

"Ya Tuhan, lindungilah putriku...", hanya itu kalimat yang bisa terucap dari bibir bu Rini.

Sepasang mata juga tidak bisa berhenti mengucurkan air mata melihat semua kejadian malam itu, dan air mata tersebut mengalir deras di pipi bapak Ismail.

Tangan dan kakinya lumpuh, mulutnya juga tidak bisa bersuara... namun hati dan pikirannya masih sangat jernih merekam kejadian demi kejadian yang ada di depan mata beliau.

Sementara di luar sana Bella memberanikan diri untuk mendatangi toko dekat rumahnya untuk berniat menambah hutang lagi satu kilo beras.

"Ada apa Bel, mau bayar hutang ya..?", tanya mbak Mira pemilik toko itu.

Lidah Bella tiba tiba kaku mendengar ucapan mbak Mira, niatnya untuk berhutang sempat dia urungkan karena pasti tidak akan di kasih mengingat dirinya malah sedang di tagih hutang.

Tapi Bella kembali teringat adiknya yang kelaparan, hal itu seketika membuang rasa takutnya dan kembali melemaskan lidahnya untuk bersuara.

"Eemmmm.... maaf mbak Mira, aku belum bisa bayar hutang... sekarang kalau boleh aku mau nambah hutang sekilo beras...", jawab Bella dengan sedikit ragu.

"Apa?? mau ngutang lagi?? Bella, saya ini jualan juga cari untung buat makan sehari hari Bel..kalau kamu ngutang terus , lalu dari mana aku bisa dapat untung?? apalagi hutang kamu sudah banyak Bel...Aku juga kasihan lihat keluarga kamu, tapi maaf kali ini aku tidak bisa bantu lagi...", kata mbak Mira.

"Tolong mbak... sekali ini aja... besok besok aku akan cari duit buat bayar hutang...kasian adik adikku kelaparan...", jawab Bella.

"Eh Bella..harusnya kamu itu nggak sekolah lagi ... cukup lulus SMP lalu kerja ...kan bisa dapat duit buat bantu bapak ibu kamu... lagian kalaupun kamu lulus SMA , nggak menjamin kamu bisa kerja enak.. itu anakku yang lulus sarjana aja masih nganggur...", kata bu Susi tetangga Bella yang kebetulan juga sedang berbelanja di toko mbak Mira.

"Iya Bella , betul apa kata bu Susi... kita semua juga kasian melihat keluarga kamu Bel, tapi kita juga belum cukup mampu kalau setiap hari harus memberi bantuan kepada bapak ibu mu... kamu kan anak yang paling sulung, harusnya kamu mau mengalah... kalau adik adikmu memang masih perlu duduk di bangku sekolah.. karena mereka masih kecil...", sahut mbak Mira.

Bella terdiam sejenak kemudian pergi dari toko mbak Narti.

Bella berjalan menyusuri jalan hingga tak terasa dia sudah berada di pinggir jalan raya. Langkahnya tak terhenti mengiringi kemelut pikiran yang merasuki otaknya. Tanpa punya tujuan pasti, Bella pun tak kunjung menghentikan langkah kakinya.

Hingga terdengar sebuah klakson mobil,

Tin...tin...tin...

1
Atmita Gajiwi
/Grin//Rose//Rose//Rose//Heart/
Ani Ani
ya cerita yang matap
Ani Ani
dia tak sabar dengan bela
Ani Ani
apa2 tu
Ani Ani
ada aja
Ani Ani
cakap terua terang baru dia faham
Ani Ani
tau marah
Ani Ani
mahu tapi malu
Ani Ani
satu lagi kejutan
Ani Ani
kenapa ia
Ani Ani
rumah baru ke tu
Ani Ani
dia datang
Ani Ani
dah rasim ke ni
Ani Ani
tak dabis2denki
Ani Ani
kejutan lah tu
Ani Ani
sama2keras kepala
Ani Ani
tenang kan fikiran
Ani Ani
suka bagi dia sakit hati
Ani Ani
ada yang marah nanti
Ani Ani
suka menakat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!