NovelToon NovelToon
Kepentok Perawat Magang

Kepentok Perawat Magang

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Teddy Briand Wijaya, adalah pria yang setia. Mencintai 1 wanita semenjak SMA, sampai di usia 34 tahun kenyataan yang membentur dan hampir tidak bisa dipercaya wanita bernama Zarisha Allova, memilih pria lain.

Teddy sempat hancur, pekerjaan tidak fokus, dan memilih berdiri di pinggir dermaga mencoba menenangkan hati.

Ternyata di dermaga, malah menemukan gadis yang sedang menangis sejadi-jadinya. Gara-gara tugas dari konsulernya di rumah sakit jiwa tempat dia magang, ga pernah benar.

"Aku mau bunuh diri!" Teriak gadis Aira Permata Salmi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Teddy vs Beni

Dadanya mendadak sesak oleh debaran yang luar biasa. Selama satu tahun menjalani kisah cinta bersama Beni, ia tak pernah mendapatkan perlakuan semanis ini.

Jangankan dibelikan kue semewah ini, dibelikan martabak telur pinggir jalan saja Beni sering perhitungan dengan alasan, "Kita harus berhemat demi masa depan kita, nanti."

Tapi pria yang saat ini ada di sampingnya, entah sengaja atau tidak membuatnya seolah merasa bak seorang ratu sejagat, meski ini hanya sebuah kisah palsu.

Mata Aira kembali berputar, mencari cara untuk mengusir rasa awal yang muncul begitu saja. 'Aira ... Aira ... Ingat! Ini hanya akting! Akting!' Aira mengetuk-ngetuk pelipisnya beberapa kali demi mengembalikan kewarasannya.

"Wah, gila ... Kalau Om Teddy lagi mode buaya begini damage-nya sungguh gak main-main ya? Jantungku sampai ikut jedag-jedug kayak musik angkot balapan, Om! Tolong tanggung jawab ya, kalau saya pingsan di sini ..." candanya berusaha mengalihkan pikiran.

Teddy seketika memejamkan matanya, mengembus napas pendek menahan tawa sekaligus heran dengan kelakuan ajaib pasangannya ini. Suasana pangeran berkuda putih yang dia bangun kembali ambyar kena mental karena umpatan angkot Aira.

Begitu sedan hitam itu berhenti sempurna di halaman rumah Om Jovan, suasana ketegangan RSJ yang telah menguap, mendadak kembali lagi.

Reta dan Tante Nani ternyata telah berdiri di teras dengan tangan bersedekap, menatap kedatangan mereka dengan tatapan tajam dan siap menyemburkan omelan.

Teddy turun terlebih dahulu. Dengan setelan jas yang rapi tanpa lecek sedikit pun. Bagi Aira, Teddy sungguh terlihat berwibawa, hingga terlihat jelas dua orang yang ada di teras mulai sedikit tersentak, merasa terintimidasi meski jarak mereka masih cukup jauh.

Berbanding terbalik dengan Beni yang dulu langsung menunduk kikuk turun dari motor saat berhadapan dengan Tante Nani. Teddy melangkah tegap sejenak menganggukan kepala ke hadapan dua wanita itu. Ia langsung memutari kap mobil hanya untuk membukakan pintu bagi Aira.

Teddy mengulurkan telapak tangannya yang kokoh, membantu Aira turun dengan gerakan yang sangat sopan dan penuh perhatian di depan mata kedua wanita itu.

"Aira! Bagus ya, jam segini baru pulang! Memangnya stase jiwa itu melatih kamu jadi pasien juga sampai lupa waktu?!" semprot Tante Nani langsung dengan suara melengking begitu Aira menapakkan kaki di ubin teras.

Reta ikut menimpali dengan senyum sinis, matanya menatap jepitan kristal swarovski yang berkilau mewah di rambut Aira.

"Pantas saja betah keluyuran dari RSJ, ternyata sibuk nangkap mainan baru ya?"

Aira baru saja mau membuka mulutnya untuk membalas dengan kalimat cemprengnya. Namun, jemari kokoh Teddy tiba-tiba menggenggam lembut jemari kecil Aira, meremasnya pelan seolah memberi kode agar Aira tidak perlu mengatakan apapun. Teddy maju setengah langkah, pasang badan membentengi Aira dengan senyum ramah yang teramat berkelas dan tenang.

"Selamat sore, Tante Nani dan hmmm ... Sepupu Aira, kan? Mohon maaf jika kedatangan kami cukup terlambat," sapa Teddy. Suara beratnya, mampu membungkam lengkingan pedas yang hampir keluar lagi dari mulut Nani.

"Aira tadi harus menyelesaikan administrasi kelulusan stase praktiknya di ruangan pengujinya. Sebagai bentuk rasa syukur atas nilai 'A' yang diraihnya, saya sengaja mengajaknya mampir sebentar untuk membawakan hadiah kecil ini."

Teddy menyerahkan kotak kue premium itu dengan sangat sopan. Reta yang tadinya siap mencemooh, mendadak kelu dan menelan ludah melihat yang mungkin tak terlalu jauh beda usia dengan dirinya.

Tanpa sadar, Nani mulai membandingkan pria yang ada di hadapannya ini dengan Beni, yang bagai remah-remah rempeyek di depan matanya.

Tante Nani berdeham canggung, menerima kotak kue itu. Ia langsung menaksir benda yang kini di tangannya melirik Reta yang juga tampak kegirangan.

"Eh ... iya, hmmm ..."

"Teddy ... Nama saya Teddy," sambung Teddy dengan cepat mengulurkan tangannya.

"Maksud saya, Aira ini kan perempuan. Jadi tidak baik pulang telat. Kami khawatir, soalnya Aira juga menjadi tanggung jawab kami karena dititip tinggal di sini oleh orang tuanya di kampung sana," terang Tante Nani, kikuk.

"Saya memahami kekhawatiran Tante," jawab Teddy lembut.

Ia menoleh ke arah Aira, menatap gadis itu dengan binar penuh kasih sayang yang dalam. Hal ini membuat Aira tersentak bingung dengan perasaannya.

"Karena itulah, mulai hari ini saya yang akan memastikan keamanan, kenyamanan, dan seluruh kebutuhan Aira terpenuhi dengan baik. Saya tidak akan membiarkan wanita yang saya sayangi telantar atau diremehkan oleh siapa pun lagi."

'Astaga, Om Teddy ... aktingnya ini membuatku amsyooong ... Tidaaaakk!' teriaknya dalam batin.

Aira menyenggol lengan Teddy dengan sikunya lalu berbisik cempreng yang sialnya malah bergema di teras yang sepi itu.

"Om ... makasi ya ... Om baik deh!" Mata Aira mendelit, memohon agar Teddy tidak berlebihan.

Teddy langsung memejamkan matanya sejenak, urat di pelipisnya berdenyut samar menahan gemas yang luar biasa. Suasana sakral penuh komitmen perlindungan yang sengaja ia buat di depan Tante Nani mendadak ambyar lagi untuk kesekian kalinya.

Reta dan Tante Nani sampai mengerutkan kening heran melihat Aira yang malah cengengesan tidak jelas.

Namun, di saat atmosfer teras rumah itu mendadak canggung, ponsel di dalam tas Aira tiba-tiba bergetar hebat. Bukan hanya sekali, melainkan bertubi-tubi berulang dengan terus-menerus memecah keheningan.

Drrrt ... Drrrt ... Drrrt ...

Aira buru-buru meraba tasnya dan mengeluarkan ponselnya. Begitu melihat layar, matanya langsung membelalak bulat sampai hampir melompat keluar.

Ada notifikasi bertubi-tubi:

[ 5 Missed Calls - Mas Beni ]

[ Mas Beni: Aira, Itu siapa?! ]

[ Mas Beni: Kamu di mana sekarang? Tolong angkat teleponku! ]

[ Mas Beni is calling you via Video Call ... ]

Tampaknya, video yang dikirim Aira tadi berhasil membuat sang abdi negara amatiran itu panas dingin, jantungan, hingga hilang kendali di tempat dinasnya karena terbakar cemburu melihat Aira diusap kepalanya oleh pria asing.

Aira menatap Teddy dengan pandangan panik sekaligus puas yang luar biasa. Ditunjukkannya layar HP-nya tepat di depan wajah Teddy. "Om... si Beni nelpon balik! Akting kita berhasil bikin dia gila di sana!"

Sementara itu, mata Reta terbelalak menatap ponsel baru yang terkenal hanya dimiliki oleh para Sultan. "Ma ... anak itu pasti jadi peliharaan Om-Om itu," bisik Reta kembali memprovokasi Nani yang mulai menurunkan tensi karena kue premium yang diberikan Teddy.

*bersambung*

1
Evi Lusiana
ortu kocak laen bgt sm anakny
Evi Lusiana
kaku perutku thor gr² aira mo bls jasa pke brondolan sawit
SoVay: dikumpulin dulu smpai 2 karung y kak 🤣
total 1 replies
Evi Lusiana
aku suka karakter cewek tegas ky aira cm sayang aj knp gk milih kost sndri drpd hidup bareng tante jahat
Anbu Hasna
musuh jadi besan 🤣🤣
SoVay: halo kakak, mampir yuk cerita baru aku. udah 5 bab 🙈
total 4 replies
Evi Lusiana
kocak deh si aira,bs² ny lg sedih dia mint fto🤭
SoVay: namNya juga abegeh kak 😭😚
total 1 replies
Dewi kunti
sini ak ajarin om🤭🤭🤭🤭🤭
SoVay: wkwkwkw..punya bakat alami seorang pria kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Dewi kunti
tuch dokter kompor banget ya
Dewi kunti: berarti dikerjain author nya ini😤😤😤😤
total 2 replies
sryharty
eallaaaah modus,,ngomong aja kamu pengen cepet2 belah duren bujang om ted2
SoVay: wkwkwkw awas grasa grusu 🙈
total 1 replies
sryharty
si pak junet lg jadi nyamuk penngganggu neh🤭🤭
Dewi kunti
aduuuuuuhhhh si bapak kenapa gak pergi2 sich
SoVay: jadi nyamuk dulu 🤣
total 1 replies
mimief
hisss...si bapak tau aja yaa🤣🤣
ini demi masa depan kita bersama
modus si dikit,tapi kan biar dia mau pak 🤭
SoVay: modus dikit maunya banyak 🤣
total 1 replies
sryharty
makanya bap junet buruan di sah kan
biar bebas bisa pegang2 tangannya,,
siapa tau bisa pegang yg lain,,kan mantap
nanti pak junet cepet dapat cucu loh dari Aira..
SoVay: wkwkwkwk 😭😭😭 pegang apa tuh kak. sim salabin ja apa prok prok prok 🤣🤣
total 1 replies
mimief
Wkwkwk
ke gap camer
apa rasa tu🤭🤣🤣
SoVay: duh, berani2nya berduaan di tengah org ramai. paling nggak, tunggu rumah kosong dulu kan ya 🤣🤣
total 1 replies
mimief
sabar...sabar
tinggal dikit lagi aku padamu
sryharty
biarin Ra si bujang lapuk di gigitin nyamuk,,di gigit Wewe gombel pun gapapa ko,,aku ikhlas 🤭🤭
mimief
yah begitulah namanya jomblo udah karatan
sekali nya jatuh cinta lagi
begini ni🤭🤣
mimief: lah abis Meleng dikit ilang
trauma Thor 🤣🤣
total 2 replies
mimief
de ileee...yg mulai bisa nge gombal
mimief: iy..y🤭🤣🤣🤣
total 2 replies
mimief
orng dirumah di tuan putriin kok
disini malah jadi begini
hajaar pak🤣🤣
mimief: mang... kepala aj ka
kelamaan jomblo begitu tu, jadinya karatan rasanya 🙄🤣🤣
total 2 replies
mimief
cepet pulih Thor..
saya yg tanggung jawab Bu
lahir bathin juga boleh 🤣🤣
dih,ngarep🤭
mimief
bingung dia ..om Jovannya🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!