NovelToon NovelToon
Kasih Di Timur Negeri.

Kasih Di Timur Negeri.

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:991.2k
Nilai: 5
Nama Author: NaraY

Pertemuan tak di sengaja karena sebuah pengkhianatan membuat mereka berdua menikah tanpa proses mengenal dan spontan.

Setiap hari saling bertemu dan bersama menjalani pernikahan dalam bentuk sebuah rasa terselubung.

Tak terbayangkan dua anak manusia yang memiliki sifat dan latar belakang berbeda harus tinggal dalam satu atap.

Pria bersifat seribu kaku, sedingin es dan sekeras baja harus bersanding dengan wanita polos, terkadang sok tau, penakut dan terkadang sedikit ceroboh membuat hari mereka penuh warna dan rasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Kode keras.

"Aawhhhh.." Fia memegangi rambutnya tapi Bang Zen mencegahnya. "Ke kamar saja yuk Bang..!!" ajak Fia.

Bola mata Bang Zen melirik Bang Izal.

"Sudah sana. Nggak usah banyak mikir kecuali kamu memang mau macam-macam." kata Bang Izal.

Dengan langkah pelan dan hati-hati Bang Zen menggiring Fia ke ruang ganti tepat di belakang papan hiasan pelaminan.

~

"Jangan banyak gerak, nggak bisa masuk ujungnya..!!" Bang Zen kesulitan memasukan ujung kecil dari tusuk konde yang terjebak di gesper ikat pinggang nya.

Di luar ruangan Bang Izal tersenyum malu sendiri, pipinya memerah. Ia menggaruk kepalanya entah memikirkan apa.

"Aaahh.. sudah dek. Makanya nurut sama Abang..!!" kata Bang Zen sembari sedikit memegangi gesper celananya, ia tidak ingin Fia kaget di saat yang tidak tepat karena terus terang respon tubuhnya sedang tidak baik-baik saja.

~

Bang Zen dan Dia keluar dari ruangan dan mendapat puluhan tatapan mata dari para undangan membuat Bang Zen keki di buatnya.

"Eheemm.." Bang Zeni berdehem melonggarkan tenggorokannya yang terasa tercekat mencekik tenggorokan.

"Apa nggak bisa tunggu di kamar? Masih banyak tamu Zen..!!" tegur Papa Galar.

"Memangnya aku kenapa?" tanya Bang Zeni kemudian mengikuti arah mata Papa Galar.

"Maklumi saja Dan..!! Pengantin baru, sudah nggak tahan..!!" sindir Bang Izal.

"Astagfirullah.. ini nggak seperti yang kalian pikirkan. Sungguh..!!!" secepatnya Bang Zen membenahi letak kancing bajunya yang salah lubang juga ikat pinggang yang tidak terkunci dengan benar. "Dengar ya, saya nggak akan mau melakukannya di waktu yang sangat sempit meskipun saya sangat menginginkannya.. apalagi saya harus melakukannya disini..!!" ucap tegas Bang Zeni.

Fia mengangguk dengan cepat dan cemas karena tatap mata para tamu undangan sudah sangat menghakimi. "Abang tusuknya pelan-pelan kok Pa" kata Fia dan para tamu undangan menahan senyum mereka. Bang Zeni pun semakin salah tingkah.

"Duuhh kamu ini Zen..!!"

"Sumpah Pa.. aduuhh Papaa.."

-_-_-_-

Empat jam berlalu sejak mulai acara dan kini acara resepsi pernikahan Bang Zeni dan Fia telah usai.

Fia menjatuhkan diri di atas kursi pelaminan. Kakinya terasa sakit karena memaksa memakai high heels agar tinggi badannya bisa mengimbangi Bang Zeni.

"Capek?" tanya Bang Zeni.

"Iya Bang"

"Sebentar lagi kita ke atas. Istirahat di kamar kita" kata Bang Zeni.

"Hmm.. Abang tidur sama Fia?" Fia memasang wajah cemas natural.

"Kalau Abang nggak tidur sama kamu.. terus mau sama siapa? Apa sama Mama??"

"Apa Abang nggak rindu lagi pelukan Mama?" tanya Fia.

Bang Zeni tersenyum, ia meraba maksud perkataan Fia. Istri yang ia ketahui latar belakangnya tidak mengenal kasih sayang orang tua, tidak ada yang mendidiknya hingga istrinya itu kemungkinan besar tidak paham rasa kasih dari seorang ibu.

"Cinta anak laki-laki untuk ibunya sangat beda dengan pikiranmu dek. Cintanya lebih kepada bakti dan membalas budi karena kami laki-laki lahir ke dunia ini." jawab Bang Zeni.

Fia mengangguk datar. "Mau laki atau perempuan, Fia tidak pernah merasakan cinta ibu. Fia khan anak jalanan Bang" Dia tersenyum menghibur dirinya sendiri.

"Sudahlah.. sekarang kamu punya Mama. Mamanya Abang juga Mama mu dek"

"Kira-kira sampai kapan Bang?" tanya Fia memberanikan diri menatap mata Bang Zeni.

"Terserah yang kamu inginkan, tapi harap Abang.. apa yang kita jalani, akan menjadi bentuk ibadah kita berdua pada Tuhan. Menjaga pandangan dan nafsu hati Abang pada wanita lain yang tidak halal dan juga melindungi martabat juga harga dirimu sebagai wanita" jawab Bang Zeni.

Fia mengangguk menjawab ucapan Bang Zeni. Entah gadis itu paham atau tidak yang jelas hatinya begitu kacau.

...

"Mama dan Papa langsung kembali ke Lampung karena Papa ada pekerjaan bersama Om Giras dan Om Rey. Kamu baik-baik disini sama istrimu.. Jaga dia baik-baik!" pesan Papa Galar.

"Iya Pa. Aku pasti akan menjaganya" jawab Bang Zeni.

:

Malam di kamar pengantin yang indah, tentunya sangat wangi bertaburan kelopak bunga di seluruh lantai dan ranjangnya. Bang Zeni hanya berani melepas jas luar seragam upacaranya begitu pula dengan Fia yang sama sekali belum melepas kebaya, riasan wajah dan rambutnya.

Pria itu hanya mondar mandir di depan balkon dengan gelisah. Tapi sikap kaku dan gengsinya masih belum bisa ia hilangkan. Matanya sedikit melirik dari balik jendela, ia melihat Fia hanya duduk terpaku dan menunduk di depan meja rias.

"Duuuuhh.. kenapa aku jadi begini, seharusnya sebagai pasukan aku sudah siap intai, sergap.. hancurkan. Tapi kenapa sekarang aku seperti tidak sanggup melakukannya???" gumamnya bingung pada diri sendiri.

Untuk beberapa saat Bang Zeni terdiam. Hatinya tidak tenang. "Bagaimana caranya agar aku bisa lebih dekat dengan Fia. Tanpa pendekatan, bagaimana aku bisa menjalani rumah tangga ini" Bang Zeni mengusap dadanya sejenak kemudian melangkah masuk ke dalam kamar.

Pintu kamar balkon terbuka. Terlihat Fia duduk juga dengan gelisah. Bang Zeni tau harus ada yang lebih agresif membuka suasana dingin. Ia pun memilih duduk di belakang kursi Fia lalu mengarahkan kursi berbentuk bulat itu agar menghadap padanya. Dengan lembut Bang Zeni melepas tusuk pentulnya satu persatu.

"Kenapa nggak di lepas?"

Fia menundukan wajah tapi Bang Zeni mengangkat dagu Fia.

"Tatap mata Abang kalau suamimu ini sedang bicara..!!" pinta Bang Zeni.

Fia mengangguk perlahan dan menatap wajah Bang Zeni tapi semakin ia mencoba menatapnya, ia sedikit takut berhadapan dengan pria yang terasa asing baginya.

Bang Zeni melepas sebuah kancing di belakang tengkuk Fia tapi kemudian Fia menyilangkan kedua tangan menutup dadanya dan Bang Zeni mengarahkan Fia untuk turun. "Jika kamu belum bisa menerima Abang.. tidak masalah, Abang maklumi keadaanmu. Tapi kamu juga harus paham dek, Abang ini laki-laki, kita sudah suami istri. Kalau Abang melakukan sesuatu yang sebenarnya juga bagian dari ibadah kita.. Abang mohon.... kamu tidak marah" ucap Bang Zeni melembutkan suaranya memberi pengertian pada istrinya kemudian melanjutkan membuka kancing bajunya.

"Jangan Bang, Fia malu." ucapnya menitikan air mata.

Bang Zeni tersenyum melihat tingkah istri kecilnya. "Hanya Abang yang berhak melihatmu mulai ujung rambut hingga ujung kaki, begitu pula sebaliknya.. hanya kamu yang berhak melihat Abang seutuhnya."

Fia terkejut, ia kembali menunduk. Degub jantungnya sampai bisa terdengar saat suasana hening di antara mereka.

Bang Zeni mengusap ranjang yang ia duduki. "Tidak kah kamu sayang bunga seindah ini harus di buang begitu saja. Sepertinya bunga indah di ranjang ini adalah media terbaik untuk mengajarkanmu sesuatu" kata Bang Zeni memberi kode tapi agaknya sang istri belum juga mengerti inginnya, terlihat dari raut wajahnya yang hanya berkedip-kedip polos.

Astagfirullah.. Lailaha Illallah.. ini bagaimana? tabrak nggak nih.. aku harus bilang apa. Masa baru tiga menit saja aku sudah ingkar.

.

.

.

.

1
Raudah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/asli bikin ngakak cerita ini
Nelly Indah
karya kak Nara selalu mantap alur ceritanya 👍😍
Nabil Az Zahra
teka teki untuk rakit, tp aku ikutan mikir🤣🤣🤣
Nabil Az Zahra
si fia gak bljar dri pngalaman, bukankah zeni pernah bilang jngan mau di tindas? gak ingat kah? lgian orang bermasalah knp punya pangkat seh?
Nabil Az Zahra
sekalian pakein fia APBD bang, 🤣🤣
Nabil Az Zahra
udah sih thoorrr,, aku msih nangis aja ampe bab ini. gak kasian ma aku kah? aku malu di liatin pak suami nangisin novel, 😭😭😭😭😭😭😁
Nabil Az Zahra
mimpi khan thor? mimpi lah ya, msa sllu gtu sih? istrinya jd istri yg lain?
Nabil Az Zahra
jangan di bikin hamil dulu zen, masih trauma itu fianya, biarkan mentalnya kmbali dulu
Nabil Az Zahra
🤣🤣🤣itu pikir ku waktu jaman awal SD, salaman ma cowok tkut hamil🤣
Nabil Az Zahra
katanya anak jalanan, msa gak tau gtuan sih? pdhal rta" ank jalanan bnyak tau
Nabil Az Zahra
slh sendiri, ngmg ma anak polos pke kode, mna ngerti baaanggg? 😔
Nabil Az Zahra
jebol ya tinggal jebol lah, paling banjir😂😂
Naja Naja nurdin
maafkan bang rakit ya bang Ari a
Naja Naja nurdin
aq pada mu bang rakit.lope lope deh
Naja Naja nurdin
aq mau juga di rayu giniiiii
Rahma Lia
Luar biasa
💦tiatiandra💦
woi.... rumahmu urusin dulu🤭
💦tiatiandra💦
Luar biasa
💦tiatiandra💦
ya Allah kemana aja aku selama ini... ada Author keren kok baru tau...
NaraY_Kamanatha: Hai Kak Tiatiandra. Salam kenal dari Nara. Semoga betah ya kak🥰😘
total 1 replies
Siti Nina
ya,,,ampun kocak abis bikin ngakak bacanya 😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!