NovelToon NovelToon
I'm A Sugar Baby

I'm A Sugar Baby

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / One Night Stand / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kaa_Zee

Hati hati dalam memilih bacaan. Bocah melipir dulu.

Menjadi anak broken home, pernah mengalami pelecehan, sampai terjerumus dalam dunia yang penuh kegelapan. Hingga setitik terang membawanya, terang baginya? Tentu ... Tawaran menjadi seorang Sugar Baby teramat menggiurkan dengan harta dan segala kemewahan yang mudah didapatnya, namun tentu saja hatinya kosong.

"Cinta? Apa itu? Seonggok perasaan tiada guna. Cuma bikin basah, gak bikin kenyang." Veronica Cecilia.
Dan seorang pria yang menolaknya menjadi targetnya untuk segera di taklukan. Pria yang mengenalkannya apa itu cinta.
Siapa dia?
"Kau itu akan segera jadi milikku. Cause I'm a Sugar Baby!"

"Kau fikir aku mau denganmu? Jalaang kecil?"

Apakah pria itu bisa membuatnya berhenti menjadi Sugar Baby?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaa_Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 6 (Ear phone rusak)

Selepas kepergian Reno, Cecilia membantingkan tubuhnya di atas ranjang yang bahkan masih rapi, dengan benda yang diberikan Reno untuknya yang dia pegang. Gadis itu mengangkatnya ke udara, memainkannya bak pesawat terbang mainan. Lalu melemparkannya begitu saja seolah dia tengah main pesawat pesawatan.

Dia tertawa hingga berguling guling membayangkan benda yang sengaja Reno berikan sebagai pengganti dirinya selama dua bulan.

"Dua bulan yang bakal menyenangkan. Gue gak perlu ketemu Reno, tapi rekening gue tetep gemuk. Aaahh senangnya hari ini." gumamnya dengan menatap langit langit kamar hotel.

Cecilia melirik jam tangan yang melingkari pergelangan tangannya, waktu masih menunjukan jam 10 malam, masih terlalu siang untuk tidur. Dia pun mengambil ponselnya di dalam tas.

"Gila si Dirga banyak banget ngirim chat! Ganggu mulu deh. Mending gue keluar cari angin. Dia pikir gue bakalan minta dia kemari dan nikmatin semua fasilitas yang Reno kasih di hotel ini buat gue."

Dia pun menyambar mantel yang di duga milik R eno dan mengenakannya, lalu keluar dari kamar bernomor 501 itu menuju ke sebuah lift.

Kedua manik hitamnya membola saat melihat sosok Irsan yang tengah berdiri dengan ponsel yang menempel ditelinganya, pria yang mengenakan jas Kemeja berwarna Navy itu tidak menyadari jika Cecilia melihatnya, bahkan saat ini berdiri disampingnya dengan mengulum senyuman.

'Tentu saja aku akan datang! Itu seminar penting.'

'Hem ... Aku mengerti.'

Percakapan Irsan dengan seseorang di ujung telepon terdengar jelas oleh Cecilia, gadis itu bahkan menyempilkan anak rambut yang menutupi telinganya agar bisa mendengar lebih jelas.

"Kayaknya Irsan masih gak sadar ada gue! Dia pasti sangat sibuk, sampe gak sadar wanita cantik kayak gue ada di sini."

Pintu lift terbuka, Irsan masuk kedalam lift tanpa menghentikan pembicaraannya di telepon, begitu juga dengan Cecilia yang ikut masuk ke dalam. Tidak ada orang lain yang berada di sana, hanya ada mereka berdua saja.

'Baik ... Itu bisa di atur.'

Cecilia masih memasang telinganya dengan tajam, dengan terus berfikir bagaimana cara mendapat perhatian Irsan.

Kayaknya dia bicara dengan rekan kerja, gue kerjaain lo.

Gadis berusia 20 tahun itu pun merogoh ponselnya, membuka koleksi video film dewasa yang terkumpul di ponselnya, tak lupa memasang ear phone di telinganya. Dengan terkikik dia sengaja memutarkan satu video dengan volume suara yang keras. Melirik sekilas pada Irsan lalu menunduk dengan cepat.

Dan video film yang tengah melakukan adegan dewasa dimana pemeran wanita sedang mendessahh hebat berhasil membuat Irsan menoleh, karena merasa terganggu dan juga lawan bicaranya yang tertawa di ujung telepon.

'Dokter Irsan lagi sibuk? Maaf karena aku tidak tahu, silahkan lanjutkan saja dulu, kita ketemu besok di seminar.'

Tut

Sambungan telepon miliknya terputus, membuatnya dongkol setengah mati, dia pun membaliķkan tubuhnya menghadap Cecilia, tidak bisa dia bayangkan betapa kesalnya Irsan saat itu terjadi.

"Heh Nona!"

Cecilia terkesiap karena suara Irsan yang mengelegar, namun dia sadar dan berpura pura lugu. Tapi dia juga tidak segera mematikan video. Gadis itu pun menoleh.

"Ya?"

Irsan mengernyit melihat Cecilia, gadis setengah gila yang dua jam lalu menjebaknya dengan menuduhnya melakukan pelecehan, dan sekarang membuat reputasinya buruk di depan rekan kerjanya, walau hanya dalam telepon.

"Kau? Lagi lagi kau? Dunia seluas ini tapi lagi lagi aku bertemu dengan mu?"

Cecilia ikut mengernyit dengan wajah menahan tawa melihat ekspresi yang di perlihatkan Irsan, namun dia juga cukup puas membuat Irsan yang mengatainya cacat mental itu kesal.

"Eh tuan Irsan! Ketemu lagi kita."

"Matikan ponselmu! Dasar jalaang."

"Ponsel?" Cecilia berpura pura menatap layar ponsel yang masih berputar. "Eeeh ... Kau bisa tahu? Padahal aku menggunakan ear phone. Sial ... Ear phone ini jelek!" Ujarnya dengan melepaskan ear phone dari lubang telinganya.

Melihat hal itu, tidak juga membuat Irsan percaya, dia merebut ear phone dari tangan Cecilia dan memasangkannya pada telinganya.

"Putar!!" titahnya dengan marah.

Cecilia menurut, dia memutarkan video sesuai perintah. Dengan mengulum senyuman dan terus menatap Irsan yang semakin di pandang semakin tampan.

Video itu kembali berputar dengan volume sangat keras, membuat Irsan terpaku.

"Iya kan ... Ear phone itu jelek! Sialan, penjual aksesoris ponsel di toko itu menipuku. Aku harus minta ganti rugi." Ujar Cecilia dengan segera melepaskan satu ear phone lagi dari telinganya.

Lalu merekatkan gigi putihnya menatap Irsan. "Maaf sayang, eeh maksudnya Om Irsan. Pasti temen Om Irsan mikir Om sedang melakukan hal yang menyenangkan bukan? Apa akan jadi masalah nantinya?"

"Kau fikir saja sendiri! Kenapa kau terus berkeliaran disekitarku!"

Cecilia terkekeh, "Mungkin tuhan mau jodohin kita? Atau Om mau kita berjodoh?"

"Sinting!" Ujarnya dengan melepaskan ear phone dari telinganya.

Ting Lift terbuka, Irsan pun keluar tanpa mengatakan apa apa lagi, dia benar benar kesal. Dan Cecilia tanpa dosa berteriak dan memanggilnya lagi.

"Sayang ... Sayang!" Serunya keras, "Ear phone mahal gue!" ujarnya dengan suara yang lebih rendah.

Cecilia tertawa terbahak bahak keluar dari lift, mengingat reaksi dari Irsan yang kesal padanya dan tentu saja marah.

"Kalau ada si Nita gue udah di toyor berkali kali ini! Lucu banget sih si Irsan, dia gak ngeh apa kalau ear phone itu sengaja gak gue connect in ponsel gue, dasar orang tua, mau aja di kerjain. Dan ini belum seberapa. Gue cacat mental, jadi terima lah Irsan pembalasan dari gadis cacat mental."

Irsan keluar dari gedung hotel dengan tersungut, hari ini benar benar hari buruk baginya, meeting terlambat, juga nama baik tercoreng akibat ulah seorang gadis gila, bukan hanya sekali. Namun dua kali dalam satu hari.

"Sial ... Benar benar sial!!"

1
Putri ayu Panggabean
kasihan juga si reno udah berkorban habis ama sicece
Dede Exis
Luar biasa
Siwan Ajjhaa
sangat bagus
Grisella
malah gemes liatnya
Tina Febbryanti
Luar biasa
JessInt13
thor novel nita nya mana?
Zєє wallupattma: ada di Paijo sayangku😅
total 1 replies
Sahrul Hasena
astaghfirullahalazim.... emang ya bocah kalo trlalu ceplas-ceplos.. itu suka ngong apa adanya 🤣🤣🤣🤣🤣😍😍
Dea.Agrn_
gila baru baca udah ketemu laki yg model ginian pen musnah in aja
Ayuw Cyntha
baru ketemu udah megap2
Diah Anggraini
lanjut ya Ka
sampe cecil lahiran
Diah Anggraini
seneng nya si tiang listrik udh ga kaku lagi..
cecil sama nita sungguh persahabatan yang luar biasa..
Diah Anggraini
itu tandanya bayi nita seneng di datengin tante cecil..
sampe sampe mw buru buru keluar
haaaa
Diah Anggraini
terharu sama perlakuan irsan buat cecil yang rapuh..
tapi seneng juga karna irsan bisa jadi suami yang bener bener nerima masa lalu cecil yang kelak..
Diah Anggraini
kalo bicara ama dokter irsan
kudu langsung tu the point
jaga pekaan..
haaaa
Diah Anggraini
haaaa
Diah Anggraini
ya ampun ceceil
galak bener neng jadi cewe...
ampe ngakak tau bacanya
kasian Toni ama carl
jadi tumbalnya
haaaa
Diah Anggraini
lope lope juga buat yang nulis
Diah Anggraini
haaa...
irsan masih inget aja
vc sama ibunya cecil
Diah Anggraini
gitu donk ce ketawa lagi
seneng deh...
Diah Anggraini
bener bener ya irsan kalo lagi marah...
ampun ampun..
tapi top sih.. demi cedilia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!