NovelToon NovelToon
Beri Aku Kesempatan

Beri Aku Kesempatan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Nikahmuda / Patahhati
Popularitas:40.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ririn Wulandari

Dilarang untuk bom like 🙏.

"Kenapa harus mimpi itu lagi? padahal aku sudah melupakannya," ucap Aleria Hasmaning Nastiti.

"Beri aku kesempatan," kata-kata itu sering muncul di mimpinya.

Hasyim Putra Ramadhan itulah sesosok yang muncul di mimpi Aleria.

Walaupun Ria sudah tidak mencintainya, namun Hasyim masih setia mencari gadis kecilnya dulu. Dia menyesal memutuskan Aleria secara sepihak hanya karena malu dengan teman temannya, padahal pada relung hati terdalam Hasyim sangat mencintai Aleria meskipun usia mereka terpaut 12 tahun.

Bagaimana dengan kisah Hasyim apakah dia bisa bertemu dengan Aleria yang telah pergi entah kemana, dan jikapun takdir mempertemukan kembali apakah ada kesempatan bagi Hasyim untuk memperbaiki hubungannya dengan Aleria?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ririn Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu

Matanya yang simpit memandang Hasyim dengan terkejut.

"Aleria ... " Hasyim langsung menarik sang pujaan hatinya ke dalam pelukan.

Tetapi yang dipeluk hanya diam mematung, tanpa ada niatan membalas.

"Ria ... mas rindu kamu kemana saja?" hisak tangis Hasyim mulai terdengar di telinga Aleria "Sekian lama mas mencarimu, akhirnya bisa bertemu denganmu sayang ..."

"Lepas," lirih Aleria penuh penekanan, namun Hasyim hanya menggelengkan kepalanya.

"Lepas!" teriak gadis itu karena kesabarannya sudah habis.

"Maafkan mas Ria, mas menyesal. maafkan mas .." Hasyim tidak menuruti permintaan sang gadis, malah kini air matanya sudah membanjiri pipinya

"Ngapain nyari aku ha! bukanya mas gak mau lihat aku lagi? aku bodoh, dekil, bocah ingusan, bisanya bikin mas malu kan? lebih baik gak usah nemuin aku lagi!" Aleria memukul-mukul tubuh Hasyim, dan laki-laki itu hanya diam karena sudah sepatutnya kalau Ria marah kepadanya.

Bukan hanya Aleria saja yang sakit jika mengingat masa lalu, tetapi Hasyim juga merasakan. Penyesalan terberat dalam hidupnya yaitu melepaskan sesosok yang dia cintai hanya karena gengsi. Kalau teringat ucapannya dulu kepada Aleria, Hasyim hanya bisa meruntuki dirinya sendiri.

"Lepasin aku!"

"Lepas dan pergi dari sini!"

Aleria terus memberontak dari pelukan Hasyim. Akhirnya ia melepaskan namun tangannya langsung menggenggam tangan gadis itu. "Maafkan mas Ria .... "

Aleria hanya menggelengkan kepala tanda tak ingin memaafkan Hasyim. Ketika memberikan isyarat begitu Aleria kini malah dibuat terkejut karena Hasyim bersimpuh di depannya.

"Beri mas kesempatan ria .... biar mas memperbaiki hubungan ini," tangan gadis itu masih dalam genggaman Hasyim.

Apakah ini yang dinamakan ikatan batin? setiap hari Aleria memimpikan Hasyim dan konon katanya kalau memimpikan orang di masa lalu, berati itu artinya sedang dirindukan. Sekarang orang yang selalu hadir di bunga tidurnya malah ada di depan mata.

Hasyim menatap ke atas agar bisa melihat Aleria, mata gadis itu sedikit berembun tapi yang lebih parah yaitu sang lelaki karena air matanya sudah membanjiri.

"Berdirilah mas jangan begini," ucap Ria tak tega melihat orang yang dulu pernah ada di hatinya malah kini bersimpuh untuknya.

"Kamu mau kan memberi mas kesempatan?" tanya Hasyim ketika dia sudah bertatapan dengan wajah sang kekasih.

Hasyim menunggu jawaban Aleria dengan gugup, dia menggenggam erat telapak tangan kekasihnya tanpa tahu bahwa di situ ada luka.

"Aw!" pekik Aleria ketika tangannya terasa perih.

"Ya ampun tanganmu kenapa sayang?" Hasyim terlihat sangat khawatir ketika melihat perban yang membungkus tangan Aleria, bahkan berwana merah.

"Tadi terkena kopi panas," ringis Aleria.

"Sudah di bawa ke rumah sakit?" tanya Hasyim lagi dia seakan lupa dengan niat awalnya. Dalam pikiran laki-laki itu yang terpenting hanyalah keadaan Aleria.

"Sudah, ini tinggal ganti perban aja," gadis itu tidak bicara kasar seperti tadi, karena dia menghargai sebuah perhatian Hasyim.

"Kamu duduk dulu biar mas mintakan P3k ke Hayana," Hasyim menggiring Aleria ke tempat duduk teras.

"Ini, semoga hubungan kalian bisa membaik ya, " Hayana memberikan sebuah kotak seakan sudah menyiapkan padahal Hasyim belum meminta.

"Terima kasih," Hasyim tersenyum tipis.

Setelah itu Hayana kembali menutup pintu, dan Hasyim segera memberi penanganan kepada Aleria.

"Kok bisa terkena kopi panas itu gimana?" tanya Hasyim sambil membuka perban.

"Ceritanya panjang,"

Lalu dia mulai membersihkan luka tersebut dan memberinya obat setelah itu menutup kembali dengan perban yang baru.

"Sudah bentar lagi pasti sembuh," seketika mata Aleria melotot ketika Hasyim mencium tangannya yang sudah selesai diperban itu.

Sang empu langsung menarik tangannya. "Kamu masih marah sama mas?" tanya Hasyim ketika melihat respon Aleria tadi.

Hasyim tahu jika memaafkan itu tak semudah mengembalikan telapak tangan, apalagi perkataannya dulu seperti tombak yang menghunus dan menyebabkan luka mendalam dengan bekasnya. Tetapi seenggaknya dia sudah berusaha untuk membuktikan cintanya, Hasyim percaya bahwa suatu saat Ria bisa memaafkannya, entah itu kapan. Yang penting dia sudah bertemu Aleria saja sudah bisa menenangkan hatinya.

"Sebenarnya mas menyesal Ria, selama ini mas selalu memikirkanmu tanpa henti. Hanya kamu cinta pertama dan terakhir mas,"

"Mas tahu kalau kamu masih marah bahkan bisa jadi membenci, tapi tolong beri mas kesempatan untuk memperbaiki semuanya,"

"Tolong Ria .. mas tidak bisa hidup tanpamu,"

Lagi-lagi Aleria hanya diam tanpa menanggapi, andai saja Hasyim dulu tak berucap setajam itu. Mungkin gadis tersebut bisa memaafkannya.

"Baiklah jika kamu belum bisa menjawabnya, mas bisa memaklumi itu, tapi mas akan terus berusaha untuk mendapatkan hatimu kembali,"

"Dan ... mas ingin berpesan jangan terlalu dekat-dekat dengan Hisyam karena dia tidak seperti dulu lagi," Hasyim takut jika Aleria bisa luluh dengan perlakuan adiknya itu yang bisa saja merusak masa depan Aleria, karena Hasyim tahu jika Hisyam hanya menginginkan tubuh Aleria yang dilantarkan oleh hawa nafsu.

"Mas pamit dulu ya, sama boleh minta nomor ponselmu?" Aleria mengetikan sebuah nomor di hp Hasyim, dan itu membuat hati Hasyim lega karena sedikit demi sedikit Aleria sudah sedikit terbuka dengannya.

"Makasih, mas pulang dulu hati-hati ya di rumah," Hasyim mengusap puncak kepala gadisnya lalu mulai beranjak.

Takdir sepertinya merestui tindakan Hasyim dalam pencarian Aleria, akhirnya selama penantian dia dapat menemukan sang belahan jiwa yang dulu pernah hilang karena perbuatannya sendiri.

bersambung.....

1
Syahila Rafitha Putri
tadi kayak nya hisyam saudara kembar nya hasyim koq skrang jadi beda satu tahun ya.....
apa aku yang salah baca 😅😅😅
Mili magaya
lanjut kak
Muripah Ajha
👍
Putri Lubiis
,
Putri Lubiis
.
Pena Senja
waoowwww... skincare nya lengkap... 😍😍

sukses kak.. salam dari Cahaya terhalang Mega 😊😊
Ririn Wulandari: makasih kak sudah mampir 🙏
total 1 replies
Ririn Wulandari
makasih kakak sudah mampir
Mili magaya
lanjut
Mili magaya
lanjut kak
Mili magaya
next
Ririn Wulandari: makasih kakak sudah mampir 🙏😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!