Lanjutan dari "Istri Bar-Bar Milik Pak Dosen"
"Perasaanku sudah mati sejak lama. Tidak ada satu pun di antara kalian yang mampu membuat hatiku kembali bergetar seperti dulu. Berhentilah! Aku tidak akan memilih satu di antara kalian. Jangan perjuangkan sesuatu yang sia-sia!" ~Diandra.
"Aku tidak akan berhenti! Aku akan terus berjuang untuk mendapatkan hatimu kembali! Maafkan aku yang sudah pernah menorehkan luka yang sangat dalam di hatimu! Kamu tidak perlu memberi aku kesempatan, karena aku yang akan berusaha mendapatkan kesempatan itu!" ~Alden.
"Aku tidak akan berhenti! Aku mencintaimu apa adanya. Tapi, aku tidak akan egois. Semua terserah padamu. Aku tau betapa hancurnya hatimu, dan bukanlah hal mudah untuk kembali jatuh cinta setelah sakit yang teramat dalam. Aku ingin menjadi penyembuh hatimu yang luka, tapi itu semua terserah padamu. Siapa pun yang kamu pilih, aku harap kamu akan bahagia nantinya." ~Austin.
"Mau bermain? Bagimana jika kita putar balik alurnya." ~Unknown
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6 Sepenggal Cerita Menyedihkan Camella
Di sebuah ruangan, terlihat tiga orang yang sedang beradu desah*an dan erang*n untuk sama-sama mencapai sebuah puncak kenikmatan. Setelah pria paruh baya tersebut sudah puas menggauli putri kandungnya sendiri, kini giliran sang adik untuk mencapai kepuasan. Tidak peduli dengan wajah lelah sang kakak, sang adik tetap memaksa ingin ikut bermain. Pria paruh baya yang merupakan ayah dari mereka berdua tidak peduli, ia membaringkan tubuhnya di samping sang putri, merasa lelah sekaligus puas setelah memuntahkan miliknya di dalam gua milik putrinya. Tidak masalah! Karena wanita itu sudah meminum obat agar tidak hamil. Itu sudah biasa, di mana sebelum mereka bermain, wanita itu pasti disuruh untuk meminum obat itu terlebih dahulu. Mereka adalah Elvio, Kenzo, dan Camella, satu keluarga yang benar-benar sudah gila, bahkan sangat gila.
Elvio dan Kenzo yang tiba-tiba berhasrat langsung masuk ke dalam kamar Camella. Tubuh mereka terasa mendidih saat melihat wanita itu yang baru saja keluar dengan hanya menggunakan handuk pendek yang meliliti tubuh sexy-nya. Celana mereka sontak mengembung, adik kecil milik mereka sudah tidak sabar ingin keluar, dan mengobok-obok gua milik Camella, wanita yang selama ini selalu menjadi pemuas napsu mereka. Bahkan Elvio selaku ayah kandungnya sudah tidak peduli. Pria paruh baya itu menjadi candu dengan tubuh putrinya sejak kejadian di mana ia tidak sengaja memperk*sa putrinya dalam keadaan mabuk, dan melihat putrinya yang sama persis dengan mendiang istrinya.
Sejak saat itu, Elvio selalu menggauli putrinya yang dulu masih sangat polos, dan masih cukup muda, yaitu baru menduduki kelas 2 SMA. Camella yang saat itu masih belum paham apa-apa hanya diam diperlakukan ayahnya seperti itu. Camella selalu berpikir jika ayahnya adalah super hero miliknya, dan tidak akan mungkin menyakitinya.
Pada awalnya Camella adalah gadis yang polos dan periang, hingga saat ibunya meninggal, gadis itu menjadi terpuruk dan menjadi gadis pendiam. Hingga pada malam itu, ia membuka pintu untuk sang ayah, karena Kenzo yang terlelap tidur. Saat itu Elvio yang tidak sadar sontak membawa putrinya ke kamar, lalu menggaulinya dengan terus meracau memanggil nama mendiang istrinya.
Pernah sekali Camella menolak untuk menuruti permintaan ayahnya. Elvio menatap tajam, bahkan menampar wajah cantik Camella, sehingga membuat wanita itu tidak berani lagi menolak permintaan ayahnya. Camella sudah merasakan jika Elvio yang sekarang sudah sangat berubah, tidak ada lagi Elvio yang selalu bersikap lembut padanya. Semua sudah tergantikan dengan Elvio yang kasar, dan semena-mena dengan ia.
Camella dulu pernah sempat berpikir untuk pergi dari rumah. Tapi baru sehari saja ia pergi, dirinya sudah ditemukan oleh anak buah ayahnya. Elvio sangat marah saat itu, sehingga ia langsung menghukum putrinya, yaitu dengan menggauli dengan sangat kasar, tidak ada sedikitpun kelemahlembutan. Elvio terus memompa putrinya tanpa rasa ampun, memberikan efek jera pada wanita itu. Camella terus menangis dan memohon pada ayahnya untuk berhenti, tapi Elvio seakan-akan menulikan telinganya. Hingga akhirnya Camella pingsan, karena ayahnya yang terus memompanya dari malam sampai pagi tanpa berhenti. Bahkan laki-laki itu terus memompa meskipun sudah berkali-kali mencapai kl***ks, tapi ia tetap mengeluarkannya di luar.
Sejak saat itu Camella tumbuh menjadi gadis yang memiliki libidio yang sangat tinggi. Wanita itu bahkan selalu menunggu kepulangan ayahnya setiap hari, untuk meminta dipuaskan. Tapi karena sang ayah yang selalu lembur, bahkan tidak pulang membuat Camella merasa kesepian.
Entah dari mana ide gila itu muncul. Camella berjalan menuju kamar Kenzo, lalu mengendap untuk melihat apa yang sedang ditonton adik kecilnya itu, sehingga sangat fokus melihat laptop miliknya. Alangkah terkejutnya dia saat melihat tontonan adiknya. Bagaimana mungkin adik yang ia kira sangat polos justru sudah menonton video dewasa?
Tapi karena sudah sempat melihat potongan adegan dewasa itu, miliknya sontak basah, dan terasa gatal ingin diobok-obok. Camella lalu berjalan mendekati adik kecilnya, lalu membuka pakaiannya sehingga memamerkan tubuh Kenzo yang sangat bagus. Kenzo yang memang tau jika kakaknya menjadi pemuas napsu ayah mereka langsung mengambil alih permainan. Dia tau jika kakaknya sedang menginginkan kepuasan, tapi ayahnya sudah jarang pulang. Permainan terus berlanjut hingga kedua insan itu sudah mencapai kepuasan. Sejak saat itu Kenzo dan Camella sering bermain diam-diam saat ayah mereka tidak pulang.
Tapi sayangnya, Elvio pulang tiba-tiba, sehingga melihat pergulatan panas antara putra dan putrinya. Anehnya, Elvio tidak marah, pria paruh baya itu justru biasa saja. Ia hanya mengatakan jika Camella bebas ingin bermain, asal dengan syarat jatahnya tidak kurang, dan ketika dia menginginkan, Camella harus bersedia.
Ketika umur Camella sudah memasuki umur 18 tahun, dirinya sudah merasa tertarik dengan lawan jenis. Camella bahkan mulai berpakaian s*xy, dan mulai mendekati laki-laki itu. Awalnya Camella berpikir jika laki-laki itu adalah orang baik, dan benar-benar tulus mencintainyan. Tapi ternyata ia salah, ternyata laki-laki itu tidak lebih dari ayah dan adiknya.
Camella yang sudah sangat sayang pada kekasihnya itu mengiyakan saja permintaan untuk bermain panas. Awalnya Camella menolak, tapi laki-laki itu justru mengatakan "Berarti kamu nggak benar-benar sayang sama aku? Kalau kamu benar-benar sayang, kamu pasti mau memberikan apa pun untukku, termasuk tubuhmu!". Karena merasa tidak dipercayai, Camella sontak mengiyakan, dan membuktikan jika dia benar-benar mencintai laki-laki itu.
Siapa sangka jika laki-laki itu mengeluarkan benihnya di dalam rahim Camella! Bahkan ayah dan adiknya saja tidak pernah. Tapi Camella tidak marah, ia percaya jika laki-laki itu pasti akan bertanggung jawab jika ia hamil. Mereka sering bermain, bahkan Camella harus melayani tiga orang sekaligus, pagi dengan adiknya, siang dengan kekasihnya, dan malam dengan ayahnya. Jika boleh jujur, Camella sangat merasa lelah, ia ingin berhenti menjadi budak napsu, tapi apakah itu mungkin?
Sudah sebulan ia tidak mendapat kabar tentang kekasihnya, ternyata laki-laki itu pergi setelah puas menyetub*hi Camella. Camella tentu terpukul dan terus menangis. Beberapa hari kemudian dia muntah, dan ternyata dinyatakan hamil.
Camella yang saat itu tidak tahu keputusan apa yang ia ambil, sontak memberitahukan pada ayahnya saat berada di kantor. Elvio tentu marah saat mengetahui jika putrinya sudah berani melayani orang lain.
FLASH BACK
"Pi, a-aku hamil," cicit Camella.
"Hamil? Bagaimana bisa? Aku tidak pernah mengeluarkan di dalam? Apakah Kenzo yang melakukannya?" tanya Elvio dengan kening yang mengerut.
Camella menggeleng dengan lemah. Hal itu tentu membuat Elvio semakin mengerutkan keningnya.
"A-aku pernah berhubungan dengan kekasihku, dan dia mengeluarkannya di dalam," ucap Camella jujur.
Elvio yang mendengarnya sontak memukul meja dengan sangat keras, sehingga membuat Camella terlonjak kaget. Tubuhnya sontak bergetar saat melihat tatapan tajam ayahnya.
"Ternyata kau sudah berani memuaskan laki-laki lain Camella!" lirih Elvio dengan suara mengerikan.
Elvio lalu menarik putrinya dengan kasar, lalu menghempaskan tubuh Camella di atas kasur dengan sangat keras.
Plak
Plak
"Kamu siapa sudah berani muasin laki-laki lain hah? Papi sudah bilang kalau kau hanya boleh berhubungan dengan Papi dan Kenzo saja!" teriak Elvio dengan sorot mata tajam.
Camella tidak menjawab, ia terus menangis, merasa sakit sekaligus sedih dengan perubahan ayahnya. Jujur saja, kini Camella paham apa yang mereka lakukan salah. Bagaimana mungkin ia memuaskan napsu ayah dan adik kandungnya? Tapi mau bagaimana lagi, jika ia menolak, maka siap-siap saja ia akan menderita akibat siksaan ayahnya.
Tanpa basa-basi Elvio langsung merobek pakaian milik Camella, kemudian membuka pakaiannya juga. Tanpa pemanasan, Elvio langsung memasukkan miliknya ke dalam goa Camella dengan sangat kasar, sehingga membuat wanita itu berteriak kesakitan. Elvio tidak memperdulikannya, memang itu yang ingin ia beritahukan pada putrinya, agar tidak macam-macam lagi. Elvio yang melihat sosok istrinya tentu tidak terima diselingkuhi.
"Akhh, kau masih nyaman seperti biasanya sayang!" racau Elvio dengan terus memompa Camella.
"Hiks ... hiks ... Pa-papi cu-cukup! Sa-sakit," ringis Camella, berharap papinya mau berhenti.
Bukannya berhenti, Elvio justru semakin kasar menyentak-nyentak putrinya. Camella lantas tidak berani lagi bersuara, karena ia tau jika ia mengeluarkan suara, maka ayahnya akan semakin kasar. Camella hanya mampu meremas sprei dengan sangat kuat.
"Akhh!" Elvio berteriak setelah memuntahkan miliknya di dalam rahim sang putri.
"Pa-papi, ke-kenapa kau mengeluarkannya di dalam?" tanya Camella yang terkejut dengan ulah ayahnya.
"Kenapa? Jika ba***gan itu saja berani melakukannya, kenapa aku tidak?" jawab Elvio dengan sinis.
"Setelah ini aku akan membelikan kau obat untuk menggugurkan janin sialan itu! Tapi sebelum itu, kau harus mendapatkan hukuman!" ucap Elvio tersenyum misterius.
Setelah merasa tenaganya sudah kembali, Elvio mulai memompa putrinya lagi dengan sangat kasar. Berulang kali ia mencapai kl***ks, dan itu selalu ia keluarkan di dalam. Akibat sudah tidak sanggup, Camella pingsan, sedangkan Elvio tidak peduli, masih terus menyiksa putrinya.
FLASH BACK OFF
Dan inilah Camella sekarang, ia tidak pernah berani lagi berhubungan dengan laki-laki lain selain ayah dan adiknya. Perlahan tapi pasti, Camella mulai menerima keadaannya, bahkan setiap ayahnya bermain kasar, ia bisa mengambil alih permainan, sehingga permainan kasar itu berubah menjadi permainan penuh kenikmatan.
Jujur saja, Camella merasa bersalah saat tidak sengaja melihat Diandra di taman dengan kondisi kedinginan. Ia tau jika itu ulah Kenzo. Seketika wanita itu merasa seperti wanita yang sangat jahat. Andai saja ia tidak memberitahukan perihal siapa Raya, mungkin hal ini tidak pernah terjadi.
Tapi nasi sudah menjadi bubur, menyesal pun tidak ada gunanya, karena ia sangat tau seperti apa Kenzo. Adiknya itu sangat terobsesi, dan tidak akan melepaskan mangsanya begitu saja jika sudah berurusan degan dia.
.
.
.
.
Moga aja nggak ada yang bully Authornya yaa, karena bikin alur kayak gini ><
bs kalii dipakai disesuaikan dgn bahasa anak2 seusianya/Grin/