NovelToon NovelToon
Istri Yang Mereka Remehkan

Istri Yang Mereka Remehkan

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Elina bukan istri yang polos. Saat suami dan mertuanya berusaha merebut aset dan perusahaannya, ia memilih diam sambil menyiapkan perangkap.

Mereka mengira Elina tidak tahu apa-apa, padahal justru menggali kehancuran sendiri.

Karena bagi Elina, pengkhianatan tidak dibalas dengan air mata... melainkan dengan kehancuran yang terencana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di tengah kerumunan

Dari dalam kamar terdengar suara pintu toilet terbuka disusul bunyi muntah.

"Huek—huek—"

Ares yang sedang merapikan jas langsung menoleh.

"Maya?" ia segera bergegas ke arah toilet. "Maya!"

Maya membungkuk di depan kloset, satu tangannya mencengkeram tepi wastafel.

"Huek—ugh..."

Ares langsung mengusap punggungnya. "Ya Tuhan... kita ke rumah sakit sekarang."

Maya mengangkat tangan, menolak. "Nggak... Mas... tunggu... Huek—"

Ares panik. "Kamu mual begini masih bilang tunggu?"

Maya menarik napas panjang, lalu menyiram kloset. "Ini... ini biasa," katanya pelan. "Dokter juga bilang, usia dua bulan memang sering begini."

"Tapi kamu kelihatan lemas," bantah Ares.

Maya berdiri perlahan, menyandarkan tubuh ke dinding.

"Aku cuma mual. Bukan apa-apa."

Ares menatapnya ragu. "Yakin nggak perlu ke rumah sakit?"

Maya mengangguk, lalu tiba-tiba menelan ludah.

“Mas…”

“Apa?” Ares langsung siaga.

“Aku… pengin makan ramen.”

Ares terdiam. “Hah?”

“Ramen,” ulang Maya serius. “Yang kuahnya panas.”

Ares menghela napas panjang. “Baru aja muntah, sekarang minta ramen?”

Maya menatap Ares sambil memegang perutnya.

“Katanya… kalau nggak diturutin, nanti anak kamu ileran.”

Ares mengusap wajahnya frustasi, lalu mengangguk pasrah.

“Ya sudah. Tapi cuma sedikit, dan nggak terlalu pedas.”

Mata Maya langsung berbinar.

“Beneran?”

“Iya,” jawab Ares sambil mengambil handuk kecil. “Cuci muka dulu. Habis itu kita pergi.”

Maya tersenyum kecil.

“Makasih, Mas.”

Ares menatapnya sebentar, lalu bergumam lirih,

“Ngidam kamu bikin jantungku copot.”

Tak selang lama, Maya telah siap. Mereka berdua bergegas menuju restoran.

“Kalian mau ke mana?” tanya Amelia, menghentikan langkah Ares dan Maya.

"Maya ngidam, Mah. Ingin makan ramen di restoran," jawab Ares.

"May, jangan yang terlalu pedas. Ingat, ada cucu Mama di perut kamu," ucap Amelia sambil menatap Maya penuh perhatian.

Maya mengangguk pelan. "Iya, Mah."

Amelia lalu mengalihkan pandangannya pada Ares. "Res, kapan pembantu itu datang?" tanya Amelia.

"Besok, Mah," jawab Ares singkat.

"Baguslah."

Setelah pamitan, Ares dan Maya langsung menuju restoran ramen yang berada di dalam mall.

Begitu tiba di kedai ramen, suasana tampak ramai. Banyak pengunjung memenuhi hampir setiap meja, aroma kuah kaldu yang hangat menyebar di udara, membuat perut Maya semakin terasa lapar.

Antrian di kedai ramen itu cukup panjang. Aroma kuah panas dan kaldu memenuhi udara. Ares berdiri di depan, fokus ke papan menu, sementara Maya berdiri sedikit di belakangnya, satu tangan memegang tas, tangan lain refleks melindungi perutnya.

Tiba-tiba Maya merasa ada tatapan yang tidak nyaman.

Ia menoleh.

Seorang perempuan di antrean sebelah menatapnya, bukan sekadar melirik, tapi dari ujung rambut sampai ujung kaki. Pelan. Menilai. Menghakimi.

Maya mengernyit, lalu membalas tatapan itu dengan sorot mata sinis.

Perempuan itu tidak mengalihkan pandangan. Justru menyengir tipis, lalu mendekat ke temannya dan berbisik, cukup keras untuk didengar.

“Eh… itu kan Maya?”

Temannya ikut menoleh.

“Yang selingkuhan itu?”

Maya menegang.

Ares masih belum sadar, sibuk dengan ponselnya.

Perempuan itu kembali berbisik, kali ini lebih jelas.

“Iya. Maya pelakor itu, kan? Yang rebut suaminya Elina… CEO baru Anderson.”

Beberapa kepala langsung menoleh.

“Astaga… yang viral itu?”

“Yang ketahuan pas live?”

Bisik-bisik mulai menyebar seperti api kecil.

“Itu dia?”

“Berani juga muncul ke publik.”

“Kirain sembunyi.”

Maya mengepalkan tangannya. Rahangnya mengeras.

Ares akhirnya menoleh. “Kenapa, May?”

Belum sempat Maya menjawab, seorang pria di belakang mereka bersuara dengan nada mengejek.

“Berani juga, ya,” katanya sambil tersenyum miring. “Meninggalkan berlian demi batu kerikil.”

Ares langsung menoleh tajam. “Maksud kamu apa?”

Pria itu mengangkat bahu.

“Bukan apa-apa. Cuma heran.”

Ia melirik Maya sekilas.

“Cewek beginian kok dibela.”

“Jaga mulut kamu,” suara Ares menurun, berbahaya.

Perempuan tadi terkekeh.

“Loh, kami cuma ngomong fakta. Semua orang juga tahu.”

Ia menatap Maya tanpa malu.

“Pelakor tetap pelakor, mau pakai baju sebagus apa pun.”

Maya menatapnya lurus. Wajahnya pucat, tapi matanya menyala.

“Ngomong itu pakai otak,” ucapnya dingin. “Kalian tidak tahu apa-apa.”

“Justru tahu,” sahut yang lain.

“Kami nonton sendiri.”

“Live-nya nggak bisa dihapus, Mbak.”

Ares maju setengah langkah, berdiri di depan Maya.

“Cukup,” katanya keras. “Urus hidup kalian sendiri.”

Beberapa orang terdiam, tapi tatapan-tatapan itu masih ada, tajam, menghujat.

Maya menarik napas panjang, menahan gemetar.

“Mas… ayo,” bisiknya pelan. “Aku nggak lapar lagi.”

Ares menoleh, melihat wajah Maya yang tegang.

“Kita tetap makan,” katanya, lebih ke menenangkan diri sendiri.

Ia menatap sekeliling, lalu berkata tegas,

“Dan kalian semua, ingat. Hidup orang lain bukan tontonan selamanya.”

Namun bisik-bisik itu belum sepenuhnya hilang.

Justru satu kalimat terakhir terdengar lirih… tapi menusuk.

“Pantas Elina kelihatan tenang sekarang.”

Maya memejamkan mata sesaat.

Tangannya refleks mengusap perutnya—

bukan karena lapar,

melainkan karena untuk pertama kalinya…

ia merasa takut berada di dunia yang terbuka.

“Mas, aku ingin pulang!” ucap Maya, tak sanggup lagi menahan cacian yang terus ia dengar.

“Tapi, May—”

“Aku mau pulang, Mas. Aku sudah nggak tahan lagi dengan hinaan mereka. Soal ramen, kita bisa pesan,” potong Maya. Setelah itu, ia langsung meninggalkan kedai dengan raut wajah kesal.

Ares pun ikut menyusulnya. Namun, bisik-bisik para pengunjung terus masuk ke dalam telinganya, tajam dan menyakitkan.

“Dasar pelakor.”

"Cowoknya juga bajingan."

Langkah Ares terhenti sesaat, rahangnya mengeras, sebelum akhirnya ia kembali melangkah pergi mengikuti Maya.

1
nira ritawatty
Punya impian?
Bagus
Berusaha?
Harus
Mengambil mimpi Orang lain?
Hangus
Nona Jmn: Hahaha ngakak😂😂
total 1 replies
Mega Arum
Luar biasa..
Wiwik Wardoyo
sok gaya mau' pindah aset konoonnn.... 😄
Wiwik Wardoyo
mampir thoorrr 👍
Rosita Tumbelaka
blm cerai secarah Sah
zyfha
ko zhang ling he
Rina Mariana
bagus
Mama Lilik
Lo kok udah tamat.aja ....gimana itu tawanannya 😁
Hariyanti
ceritanya bagus dan menyenangkan 😘😘😘
Nona Jmn: Terima kasih kakak😍😍😍😍
total 1 replies
Bunda Silvia
karma sukurin
Inooy
ya Allah,,baru kali ini aq baca novel greget banget ama tokoh antagonis nya..udh mah nyebelin tak tau diri, muka badak lg..udh jelas tuh perusahaan milik orangtua nya Elina, masih sempet2 nya ngaku2 hhadeuuuuhh.....

boleh g kaa aq racun tuh kluarga Ares, empet banget soal nya..muka badak nya g ooobat 😤
Inooy
boleh g yaaa aq bilang..klo Ares itu pria tolol bedebah kurang ajaaaarr, udh bikin aq emosiiii..untung Elina modelan wanita strong, jd aga terobati emosi aq..coba klo Elina modelan wanita penurut,,bisa2 emosi aq naik level 10 😤🤣🤣🤣
Inooy
waktu nemu nih cerita aq langsung suka, karena tokoh wanita nya tangguh kuat g bisa d intimidasi..dn yg paling aq suka lg, panggilan ayah dn bunda..kebanyakan nya klo cerita orang2 kaya panggilan k orangtua nya mama papa ato mommy daddy..👍🥰
Inooy: sama sama kakaa ❤️
total 2 replies
Hubbyungu
bagus nih ceritanya ga bertele2 .. sat set².jafu ga bosan bacanya
RusNa ANtox DEwi
baguss
Achmad
gass
Aleendra
keren
Achmad
gebetan baru
bubu
sbenarnya kyk krg profesional ya masalah pribadi di bawa ke ranah pekerjaan di acara kantor..
Maulidia Okta
suka ceritannya
Nona Jmn: Terima kasih😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!