NovelToon NovelToon
Kembalinya Permataku

Kembalinya Permataku

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Mafia / Peningkatan diri -peningkatan kemmapuan / Chicklit / Tamat
Popularitas:58.2k
Nilai: 5
Nama Author: nonasulung1119

CINTA?! Cinta memang bisa mengubah segalanya. Cinta tak selamanya indah.

Sama halnya apa yang dialami oleh gadis cantik yang bernama Aresha Cassandra, ia memiliki kekasih yang bernama Reynald Narendra Abraham. Suatu ketika ia melihat sendiri jika kekasihnya mempunyai wanita lain. Hancur, kecewa dan ingin marah itu pasti.

Pada akhirnya iapun memutuskan untuk pergi meninggalkan kota kelahirannya untuk melupakan semua rasa sakit dan kenangan yang sudah ia lalui. Dia bertekad menjadi wanita yang kuat dan menjadi wanita karir yang sukses. Usaha yang dilakukanpun tak sia-sia. Bahkan dia diam-diam juga menjadi ketua mafia yang sangat disegani dikalangan para mafia.

Hingga suatu hari, ia bertemu kembali dengan orang yang selama ini memenuhi pikirannya, orang yang biasa dia sebut dengan permatanya. Akankah hati Aresha akan luluh kembali? Akankah mereka bersatu kembali? Ikuti terus kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nonasulung1119, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 6. Eksekusi Selesai

Setibanya di kandang singa milik Rere, pria yang dibawa paksa tadipun seketika gemetar melihat hewan buas itu didepan mata kepalanya sendiri. Dia terus saja berteriak meronta-ronta agar di lepaskan. "Lepaskan aku."

"Kenapa hmm? Apa kau takut? Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku. Jawab, siapa yang menyuruhmu?" Teriak Rere pada pria tadi.

"Tidaakk... aku tidak akan menjawabnya," ucap pria tadi dengan wajah yang sedikit gemetar.

"Oohh... jadi itu pilihanmu? Lempar dia masuk kekandang," perintah Rere pada anak buahnya. Semua yang ada disitupun meneguk salivanya dengan susah termasuk pria yang tadi menjadi tawanan. Bagaimana tidak? bayangkan saja, menjadi santapan singa dalam keadaan hidup-hidup. Membayangkannya saja sudah ngeri.

"Tidaaakk..." teriak pria itu dengan kerasnya.

"Jack Anderson, dialah pimpinan kami," jawab pria itu dengan lantang sebelum dia dimasukkan ke dalam kandang singa itu.

"Sekarang lepaskan aku, aku sudah memberitahumu," sambung pria itu.

Rere yang mendengarnyapun hanya tersenyum sinis pada pria itu. "Sudah terlambat, itu adalah pilihanmu dari awal. Harusnya kau menjawabnya dari tadi," ucap Rere dengan tatapan yang begitu tajam.

"Lempar dia sekarang kedalam, dan rekam kejadian ini lalu kirimkan pada pimpinannya," perintah Rere pada anak buahnya.

"Kau ingin bermain-main denganku Jack," gumam Rere dengan seringaian yang tidak bisa diartikan. Mereka yang melihatnya tidak berani menatap Rere yang terlihat menakutkan saat itu.

"Peringatan untuk semua yang ada disini, jangan pernah bermain-main denganku atau mencoba berhianat disini, atau kalian akan merasakan hal yang sama seperti pria tadi," ucap Rere dengan lantang pada seluruh anak buahnya yang ada di markas. Mereka yang menyaksikan kekejaman dari pemimpinnya hanya bisa diam tertegun.

Jika mereka ingin membelok, mereka akan berfikir berkali-kali untuk melakukannya, karena mereka melihat sendiri bagaimana nasib pria tadi.

Setelah mengucapkan tadi, Rere langsung bergegas masuk kedalam markas diikuti oleh Daniel dan Agnes dibelakang. Mereka langsung menuju keruangan berkumpul yang ada didalam. Daniel dan Agnes hanya bisa melongo dengan apa yang dilakukan oleh tuannya itu.

"Wuuaahh nonaku... kau semakin kejam saja. Aku sampai merinding melihatnya tadi," ujar Daniel pada Rere.

"Apa kau takut?" Tanya Rere sambil memincingkan satu alisnya.

"Bahkan kau biasanya lebih gila dariku jika membantai musuh," sambung Rere pada Daniel sambil meminum jus orange ditangannya.

"Tapi aku tidak seperti itu nona," elak Daniel pada Rere.

"Sama saja," ketus Rere.

"Haay bontoot... kenapa kau tidak pernah menghubungiku lagi, hah? Apa kau melupakan aku?" Sungut Agnes pada Daniel.

Diantara mereka, Daniellah yang paling muda, dia masih berusia 21 tahun tapi kemampuan dan kegilaannya dalam menghadapi musuh tidak bisa diragukan lagi. Untuk itu Rere mempercayakan kepemimpinannya sementara pada Daniel selama dia di Amerika. Jika kalian bertanya kenapa tidak Liam saja? Liam sudah ditugaskan untuk mengurus perusahaan, Daniel paling tidak suka jika berkutat dengan banyaknya berkas yang menumpuk.

"Memangnya siapa kau? Aku tidak mengenalmu," ucap Daniel dengan melengoskan wajahnya. Dia memang suka sekali menggoda Agnes.

"Ooohh... begitu ya. Kau tidak mengenalku?" Ucap Agnes dengan menyingkap lengan bajunya bersiap-siap menghajar Daniel didepannya.

"Akan aku cincang kau yaa... " ucapnya lagi sambil mengejar Daniel. Rere yang melihat kedua orang kepercayaannya hanya bisa geleng-geleng kepala dengan tingkah konyol mereka. Jika Agnes sudah bertemu Daniel, mereka akan seperti Tom and Jery.

***

Di sisi lain, seorang laki-laki berkulit putih, tinggi dan kekar sedang marah sejak tadi karena mendengar laporan anak buahnya jika mereka gagal menembus gudang persenjataan yang dia incar. Ya, siapa lagi kalu bukan Jack Anderson ketua mafia dari "Black Tiger".

"Sial... kenapa selalu gagal menembus gudang itu," marahnya dengan membanting gelas yang dia pegang.

Jack Anderson merupakan ketua mafia dari Black Tiger, dia memiliki sifat yang culas dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, tetapi dia juga orang yang sangat gegabah dalam melakukan sesuatu. Selama ini dia selalu mencoba untuk mendekati Rere karena mengincar semua senjata yang ada pada kelompok Rere, tapi usahanya hanya sia-sia. Karena Rere mengetahui apa maksudnya untuk mendekati Rere.

"Maaf tuan jika saya menyelah, sebaiknya kita mencari kelemahan dari mereka tuan, agar kita bisa menembusnya dengan mudah," ucap anak buah Jack yang sedari tadi diam melihat tingkah tuannya.

"Yaa... kau benar, kita juga harus menyusun strategi untuk menembus gudang dan markas itu. Kirim mata-mata kesana, dan awasi gerak-gerik dari mereka, termasuk pimpinan dari mereka," ujar Jack memerintah anak buahnya.

Tak lama kemudian, salah satu anak buah Jack masuk kedalam menemui Jack untuk memberikan sesuatu padanya. "Maaf tuan jika mengganggu waktu anda, ini ada kiriman untuk tuan," ucap anak buah Jack yang baru saja masuk.

"Apa ini?" Tanya Jack dengan penasarannya sambil melihat-lihat bingkisan yang baru saja ia terima. Saking penasarannya Jack langsung membukanya dan mengambil benda yang ada didalam bingkisan itu. "Ambilkan laptopku diruanganku," perintahnya.

"Baik tuan."

Tak menunggu lama anak buah Jack kembali membawa apa yang diminta oleh bosnya. Jack yang sudah penasaran itu langsung melihatnya diikuti oleh anak buahnya yang masih ada disana bersamanya. Saat tau apa isi dari apa yg dilihatnya amarahnya kembali membunca dan semua barang yang di ada dihadapannya hancur tak tersisah karena kemarahannya.

Braak... braakk... braakk... "kurang ajar..." wajahnya yang sudah merah padam.

Kembali lagi kesisi Rere yang hanya bisa geleng-geleng melihat kelakuan kedua orang kepercayaannya, disaat itu salah satu anak buah Rere masuk. "Apa kau sudah selelsai melakukannya?" Tanya Rere.

"Sudah nona, ini rekamannya," ucap anak buah Rere sambil memberikan hasil rekaman itu.

"Kerja bagus, kau kirimkan kepimpinan mereka, siapa suruh dia bermain-main denganku," perintah Rere.

"Aku akan keruang latihan, kau lakukan apa yang aku lakukan tadi. Laporkan jika ada sesuatu."

"Baik nona, akan saya lakukan."

Sedangkan disisi seberang, braak... braakk... braakk... "kurang ajar..." kemarahan kembali membunca dengan wajahnya yang sudah merah padam. Anak buah yang masih ada disitu hanya bisa diam dan tertegun melihat apa yang baru saja disaksikan.

Yaa... bingkisan yang dikirim oleh Rere tak lain adalah video berisi anak buah Jack yang mengenaskan dilempar kekandang singa milik Rere.

"Akan aku balas kalian semua, kirim beberapa orang untuk mengintainya dan menyusup kedalam kelompok mereka, dan cari kelemahan orang itu. Dia adalah wanita yang tidak bisa dianggap remeh," perintahnya dengan tegas pada anak buahnya.

"Baik tuan, segera saya laksanakan," ujar anak buahnya sambil menunduk sedikit hormat pada tuannya.

***

1
Ibu Wawa
lanjut thor up nya.
Nona_Sulung: hehehe terima kasih sudah mampir mam. itu sudah end mam 🙏.
total 1 replies
Cip_13
hmmm berdalih celo, pdhl bapaknya yg emg mau
Nona_Sulung: alibi bpk nya itu 😂
total 1 replies
Cip_13
eh eh eh, cinlok🤣🤣🤣
Cip_13
iiihhhh gemes
Cip_13
haduh ganggu kebahagiaan org aja
Nona_Sulung: kebahagiaan terganggu yak 😌
total 1 replies
Cip_13
aku pun sama gemes banget
Nona_Sulung: pen nyubit 😂
total 1 replies
Cip_13
beh ganteng banget namanya😘
Cip_13
deg²an sendiri wuy pas proses ngelahirinnya😅
Nona_Sulung: tarik nafas kak 😂
total 1 replies
Cip_13
fix jadi petarung kek mamanya nanti nih
Nona_Sulung: melebihi mamanya kayaknya 😁
total 1 replies
Cip_13
wahhhhhhh selamat
Cip_13
pedes bnr omongannya, awas niel ntar suka loh hahaha
Nona_Sulung: daniel mah ceplas ceplos 😂
total 1 replies
Cip_13
huh... udah ending aja, jadi makin penasaran sama endingnya.
btw edisi kemerdekaan RI aku mau bagi kopi untuk keluarga rere yang akan menyambut bayinya😇☕
Cip_13
bagus👍
Cip_13
heh hp mahal, bayi lebih malah tau bu klo pake buat bayi tabung😑
Cip_13
sesuai harapan😂
Cip_13
hmmmm bentar lagi jadi ibu dan bapak nih😇
Cip_13
😭😭 mintanya nganeh² ya bumil ini
Nona_Sulung: langsung ketar ketir nanti pak su nya 😅
total 3 replies
Cip_13
tengah mlm, minta buatin siomay😮
Nona_Sulung: org nyidam susah ya 😂
total 1 replies
Cip_13
🥰🥰❤🌹
Cip_13
kenapa gak langsung untal ke kandang apa itu, biar di makan langsung, tanpa ba bi bu, langsung game over si sisil ini😡
Cip_13: 🤣🤣 iya juga ya
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!