Bella Oceana adalah istri kedua dari Alan Elvis. Alan menikahi Bella karena Tevy sudah tidak bisa melaksanakan kewajibannya sebagai istri untuk melayani Alan. Tevy sudah lumpuh sejak tiga tahun terakhir karena kecelakaan. Karena alasan tersebut, Alan menikah lagi dengan wanita yang ia kenal dari sebuah restaurant. Karena pada saat itu Bella adalah Manager Restaurant tersebut. Pernikahan Alan dengan Bella tentunya tidak di ketahui oleh Tevy. Alan sangat menyayangi Tevy, ia tidak akan sampai hati jika harus mengatakan hal yang sejujurnya kepada istrinya. Namun Alan juga pria normal yang membutuhkan sentuhan wanita. Sudah satu minggu ini sikap Tevy begitu berbeda kepada Alan, menjadi sangat manja dan tidak ingin ditinggal terlalu lama. Tentu saja sikap Tevy membuat Alan serba salah karena ia juga harus bekerja dan tentunya menemui Bella, istri keduanya. Setiap Tevy mulai menyentuh tubuh Alan, yang terbayang dalam benaknya adalah wajah Bella, desahan Bella, dan juga erangannya diatas ranjang. Dan itu semua membuat Alan memiliki hasrat berlebih untuk bersama dengan Bella. "Sayang, aku pikir kamu udah gak bergairah, ternyata sentuhanku masih bisa membuat kamu seperti ini" ucap Tevy Seketika mata Alan terbuka, ia menyadari jika yang sedang menyentuh miliknya bukanlah Bella, melainkan Tevy istri sahnya sejak tujuh tahun ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
5
Bella dan Anya menghabiskan waktu bersama di pusat perbelanjaan, karena ia tahu jika hari ini Alan sedang sibuk, jadi Bella tidak perlu menunggu Alan dirumah.
Alan juga memberi tahu jika hari ini dia akan makan siang bersama dengan Tevy di pusat perbelanjaan, yang artinya Alan akan datang ke tempat dimana Bella juga berada.
"Kenapa Bell?" tanya Anya
"Gak ada apa-apa, cuma kerjaan"
"Oh gitu"
"Mau makan sushi gak?"
"Boleh, sekarang yuk udah deket makan siang"
"Oke"
Bella dan Anya segera meninggalkan coffee shop dan menuju restaurant jepang tersebut. Begitu sampai, Anya memilih tempat tersebut dan duduk.
Sementara Bella masih ke toilet untuk mencuci tangan dan memeriksa riasannya.
Setelah itu Bella menuju meja dimana Anya telah menunggu, Bella tidak sengaja melewati meja dimana Tevy berada. Namun kali ini Bella tidak tahu jika Tevy berada di restaurant tersebut.
"Wanita itu tadi" ucap Tevy
"Iya Bu"
"Umur berapa dia menurut kamu?"
"Mungkin 25 atau 26 Bu"
"Sepertinya dari keluarga yang berada"
"Iya Bu. Atau bisa juga dia simpanan suami orang"
"Intan" tegur Tevy
"Bu, ini fakta. Banyak gadis-gadis diluar sana menjadi simpanan suami orang demi gaya hidupnya"
"Jadi mereka gak kerja? Cuma numpang hidup dari suami orang?"
"Iya Bu. Teman saya juga ada, masih umur 28 tapi menjadi simpanan suami orang. Mana tua lagi"
"Hahahaha"
"Ibu sangat beruntung, Pak Alan sangat mencintai Ibu"
"Iya Intan, meskipun keadaanku begini, tapi Alan gak pernah berpaling. Dan gak akan aku biarkan dia berpaling"
"Benar Bu"
Tidak lama, Alan datang kemudian duduk di samping Tevy. Tevu sontak terkejut karena tiba-tiba seseorang duduk di sampingnya.
"Sayang, kamu ngagetin aku aja" ucap Tevy
"Kamu serius banget sayang, ngomongin apa?"
"Gak ada, cuma ngobrol aja sama Intan"
"Pak, Bu saya permisi kembali ke meja, silahkan menikmati makan siangnya" Ucap Intan dijawab anggukan oleh Alan
Alan dan Tevy mulai memesan makanan, disaat Tevy sedang fokus dengan buku menu, tidak sengaja Alan melihat Bella sedang duduk bersama dengan wanita.
Jantung Alan berdegub sangat kencang, bukan karena Alan takut ketahuan. Tapi Alan memang mengagumi Bella. Bahkan dari jauh Bella tetap terlihat sangat menarik.
Bella memiliki postur tubuh yang sin-tal, dengan tinggi yang cukup serasi jika ia berjalan dengan Alan.
"Sayang, mau ini gak?" tanya Tevy
"Boleh sayang"
"Aku gak nasi ya"
"Okay sayang"
Tevy masih memilih makanan yang akan ia pesan, sementara Alan sesekali mencuri pandang menatap istri keduanya. Hanya dari samping, tapi Bella memiliki lekuk tubuh yang indah, bahkan beberapa pria yang melihat Bella, juga mengagumi kecantikan dan keindahan tubunya, sekalipun Bella menggunakan pakaian tertutup.
Bella sedang menikmati makanannya bersama Anya, keduanya terlihat sedang bercanda hingga membuat Bella lebih banyak tertawa. Alan hampir tidak pernah melihat Bella tertawa, dan ketika melihat istri keduanya tertawa dengan tidak sadar Alan mengucap kata 'cantik'.
"Apa sayang?' tanya Tevy
"Kamu cantik"
"Sayang, terimakasih"
Alan mengusap pucuk kepala istrinya, namun kayawan restaurant yang sedang menyiapkan alat makan di meja mereka menyadari jika sejak tadi Alan sedang menatap Bella yang tengah duduk bersama temannya.
"Ternyata semua pria saja saja" batin karyawan tersebut
Setelah selesai dengan meja Alan dan tevy, karyawan tersebut pindah menuju meja lain untuk menyiapkan alat makan, lalu bergeser ke meja Bella.
"Bell, aku ke toilet bentar ya" ucap Anya
"Oke Anya"
"Mbak, di tatap terus loh sama beberapa orang disini. Mbaknya cantik banget"
"Oh, astaga. Terimakasih"
"Itu, bahkan suami orang yang disana dari tadi memperhatikan Mbak terus"
Bella menatap kearah dimana karyawan restaurant itu menunjukan sesuatu, mata indah Bella menangkap sosok yang sangat ia kenal luar dalam. Lalu kembali melihat karyawan tersebut dan tersenyum.
"Jadi dia disini juga" batin Bella
Setelah karyawan tersebut meninggalkan meja tersebut, Bella menatap kearah Alan dan tepat sekali Alan juga sedang menatap Bella. Mata keduanya bertemu dan saling menatap kemudian Bella mulai menatap kearah kedatangan Anya.
"Lama banget"
"Wastafelnya eror, jadi antri deh"
"Mana makanan kita yg lain?"
"Belum datang"
"Setelah ini kita kemana?"
"Mau spa gak Anya?"
"Wah ide bagus, setelah keliling mall capek kita bisa relax sebentar"
"Aku booking ya"
"Okay Bell"
Anya yang sedang menunggu Bella melakukan reservasi spa, ia tidak sengaja menatap Alan yang sejak tadi curi-curi pandang kepada Bella, tidak hanya Alan bahkan beberapa pria di restaurant tersebut juga menatapnya.
"Bell, kamu menjadi pusat perhatian kaum adam" ucap Anya terkekeh
"Hmm pria memang selalu begitu kan. Biarin aja deh"
"Lumayan kali Bell kalau ada yang ganteng dan single bisa kamu pepet"
"Ganteng doang nih?"
"Yang kaya juga sih hahaha"
Bella hanya menggelengkan kepalanya mendengar celetukan Anya yang selalu berhasil membuatnya tertawa.