NovelToon NovelToon
Cinta Lembayung Senja

Cinta Lembayung Senja

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Romansa-Tata susila / Janda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:155.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Noormy Aliansyah

'Jangan ada boom like di antara kita, kalau kamu tidak mau dapat balasan boom like yang bertubi-tubi dari saya.' 🙏😊

Cerita ini murni imajinasi Author. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat dll. itu hanya kebetulan saja! 🙏😁

Akibat hubungan kontrak antara Adinda dan Aditya, membuat keduanya terlibat dalam perasaan yang serius. Namun, kedatangan orang lain membuat hubungan mereka sulit bersatu.

"Lihat Mas! Kamu tidak perlu merasa bersalah dan kasihan sama wanita ini, karena sudah menceraikannya! Sekarang sepertinya dia sudah punya pengganti yang baru."

Adit dan Dinda tersentak kecil, kerena kedua pasang manusia itu berdiri tepat di hadapan mereka. Dinda melirik mereka sinis, sementara Adit sedikit bingung. Akan tetapi, dia mengeriti arti dari kata menceraikan, dan Adit menyimpulkan bahwa lelaki itu adalah mantan suami Dinda.

"Ya, Anda benar! Saya tidak mungkin menyia-nyiakan janda secantik Dinda, jadi saya sedang melakukan pendekatan," Dinda melotot kepadanya atas penga

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noormy Aliansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Sulit dipercaya.

...Kalau pun dia keliru, atau kenyataannya berbeda dari yang dia tebak, itu biasanya karena kenyataan itu datang terlambat....

...(Tere Liye)...

...🌹🌹🌹🌹🌹...

.

Selepas Ayah Al berpamitan berangkat ke kantor, Dinda dan Bunda Vita langsung pergi seperti rencananya tadi. Mampir dulu ke rumah Dinda.

Setibanya di kediaman Zainudin, pelayan segera menyambut kedatangan mereka. Dinda pun menyampaikan tujuannya.

"Loh, Mil ... kamu belum berangkat kerja?" tanya Dinda ketika melihat keberadaan Kaamil.

Kaamil yang baru saja menuruni anak tangga langsung menoleh ke arah suara. "Bukannya Kakak mau jenguk kakek? Kenapa malah ada di sini?" balas Kaamil kembali bertanya.

"Mama telepon Bunda tadi, minta dibawakan baju ganti. Jadi Kakak ambil dulu ke sini," jelas Dinda.

"Terus, kenapa kamu belum berangkat kerja?" lanjutnya mengulang pertanyaan tadi.

"Ini baru mau berangkat. Hari ini aku ada rapat sama tim penayangan anime di restoran, jadi langsung ke sana aja," terang Kaamil.

Sudah setahun ini Kaamil bekerja di sebuah perusahaan bidang periklanan dan anime, selaku animator.

"Selesai jam berapa kamu, rapatnya?"

Sambil menunggu pelayan mengambilkan tas berisi baju orang tuanya di kamar atas, mereka pun mengobrol ringan sejenak.

"Paling jam sepuluhan juga udah beres, habis itu aku free," jawab Kaamil.

"Idih ... kaya yang punya perusahaan aja kamu," komentar Dinda ketus.

"Memang bukan yang punya perusahaan, tapi saat ini kendali ada sama aku," ucap Kaamil sombong.

"Jangan takabur kamu Mil, nanti kena batunya lagi," nasehat Bunda Vita ikut menimpali.

"Hehehe, iya Bun," ujar Kamil meringis malu.

Semenjak Dinda memanggil adik dari Mamanya, bunda ... Kaamil jadi ikut-ikutan hingga mulai terbiasa.

"Ya udah, nanti susul Kakak aja ke rumah sakit jenguk kakek. Sekalian antar Bunda pulang, soalnya habis dari rumah sakit, Kakak ada acara di rumah teman.

"Baiklah," balas Kaamil lesu.

Padahal niatnya sehabis rapat, akan bermalas-malasan sebelum kembali bekerja menyelesaikan proyeknya. Kaamil memang tidak ada kerjaan lagi selesai rapat, tapi esok harinya akan dihadapkan oleh pekerjaan yang sangat banyak. Lagi pula, Kaamil sudah menjenguk sang kakek kemarin.

"Kalau akan merepotkan Emil, mending Bunda naik taksi saja," tolak Bunda menyadari kalau adik Dinda tidak mau ke rumah sakit.

"Jangan Bunda!" sahut Dinda dan Kaamil bersamaan.

"Nanti selesai rapat aku langsung ke rumah sakit, jadi Bunda tunggu aku aja ya?" kata Kaamil pasti.

"Ya sudah kalau begitu," pasrah Bunda Vita.

Tidak lama pelayan yang mengambil tas baju, datang menghentikan pembicaraan mereka. Dinda segera mengambil alih tas tersebut,

"Terimakasih, Bik," ucap Dinda pada pelayan paruh baya.

"Sama-sama Non, saya permisi," pamit pelayan.

"Iya Bik. Ayo Bunda, kita pergi sekarang," beralih menatap Bunda.

"Bareng ke depannya," timpal Kaamil.

Mereka berjalan beriringan sampai ke pekarangan rumah dan berpisah menaiki mobil masing-masing.

Jika mobil Dinda terlihat biasa-biasa saja karena hasil dari gajinya bekerja selama ini di perusahaan tempatnya dulu selagi masih sebagai pegawai. Maka lain lagi dengan mobil Kaamil. Sebuah mobil keluaran terbaru merek chery kini telah menjadi tunggangannya.

Tentu mobil itu Kaamil dapatkan dari kedua orang tuanya. Sebenarnya Dinda juga sudah pernah ditawari mobil yang sama, tapi Dinda menolak keras dan tidak ingin terlihat seperti anak dari seorang pengusaha batu bara.

Kaamil pergi ke tempatnya rapat, sementara Dinda dan Bunda Vita menuju rumah sakit. Dinda yang kemarin sudah sempat berkunjung ke rawat inap kakeknya, tidak bertanya lagi di mana letak kamarnya karena sudah tahu.

Dinda dan Bunda Vita langsung naik lift menuju lantai lima, menyambangi bangsal ruang VVIP. "Assalamualaikum," ucap Dinda memberi salam sambil mengetuk daun pintu.

"Wa'alaikumussalam," terdengar sahutan dari dalam disusul pintu yang terbuka.

"Ma," seru Dinda menyodorkan tangan guna menyalami Mamanya.

"Mbak, gimana keadaan ayah mertua mu?" tanya Bunda Vita setelah bersalaman dan berjalan masuk ke dalam kamar.

"Masih belum ada kemajuan," kata Mama Mita lesu.

Dinda ikut sedih melihat keadaan sang kakek, dengan alat bantu pernapasan dan beberapa seperti tali melekat di tubuh rentan tua itu. Papa bahkan yang terlihat paling terluka, sangat kentara air muka kesedihan di wajah kulit sawo matangnya.

"Pa," Dinda memanggilnya pelan dan mendekat sambil merangkul bahu Papa Zahir.

"Papa baik-baik saja," balas papanya memaksakan senyum.

Mereka pun membahas mengenai kesehatan sang kakek hingga menghabiskan waktu hampir dua jam. Dinda yang ingat akan ada acara di rumah Rahimah, memutuskan untuk pulang lebih dulu.

"Mama, Papa, Bunda ... Adin pulang sekarang ya? Mau mampir ke rumah Rahimah soalnya," ijinnya berpamitan.

"Bentar lagi Kaamil datang kok," sambung Dinda.

Ketiga manusia paruh baya itu langsung mengiyakan, apa lagi mereka sudah tahu tentang Rahimah dari awal penderitaannya.

"Hati-hati kamu, di jalan," pesan Mama Mita.

"Iya Ma, Assalamualaikum."

"Wa'alaikumussalam."

...----------------...

.

Sesampainya di parkiran Dinda bertemu Kaamil yang baru saja mematikan mesin mobilnya. "Kak Adin," ujar Kaamil memanggil sambil turun.

"Sudah mau pulang?" tanya Kaamil saat sudah berhadapan.

"Iya," jawab Dinda pendek.

"Ya sudah, hati-h---," kalimat Kaamil menggantung di udara dengan tatapan tertuju ke arah belakang Dinda.

Dinda mengerutkan kening heran dan segera menoleh karena begitu penasaran. Terlihat seorang wanita cantik, sedikit terbuka dengan baju gaunnya berwarna kuning tanpa lengan dan panjang di atas lutut memperlihatkan paha mulusnya berjalan ke arah parkir.

"Siapa?" Dinda berbisik sambil tetap memperhatikan wanita itu hingga memasuki sebuah mobil mewah.

"Ingat soal teman aku, yang sering dipakai wanita kesepian'kan?" balasnya berbisik, refleks Dinda menatap penuh tanda tanya pada sang Adik.

"Dia?" tebaknya cepat dan dibalas anggukan pasti dari Kaamil.

Keduanya pun kembali menoleh kepada mobil yang sudah mulai menjauh meninggalkan parkiran.

Dinda bergidik ngeri membayangkan sesuatu yang sudah lama tidak dilakukannya. "Sudah ah, Kakak mau pulang. Buruan kamu jenguk kakek," usir Dinda menghentikan pikirannya.

"Iya, hati-hati di jalan. Aku masuk dulu."

Keduanya berpamitan, dan Dinda kembali melanjutkan niatnya untuk pergi ke rumah sahabatnya. Memasuki jalan tol, dengan sabar Dinda ikut bermacet-macet'an dengan ratusan mobil.

Sempat bosan karena harus menunggu agar jalannya sedikit lenggang. Dinda pun memutar musik guna mengurangi kejenuhan dan membunuh waktu.

Sambil ikut bersenandung sesekali, jarinya pun ikut mengetu-ngetuk setir mobil. Cukup ampuh kala Dinda ditempatkan dalam situasi ini, dia pun mulai menikmati perjalanannya.

Saat Dinda menoleh ke bahu jalan, tidak sengaja dirinya melihat sepasang manusia yang sepertinya sempat bersitegang. Sang wanita menarik tangan sang pria yang dibalas dengan hentakan tangan sehingga taulan tangannya terlepas.

Pria itu segera duduk di motornya, dan menjalankan motornya tanpa menghiraukan panggilan wanita tersebut.

Tapi bukan itu yang menarik perhatiannya, Dinda menatap tak percaya dengan apa yang dilihat saat ini. Wanita itu orang yang tadi Dinda lihat bersama Kaamil di parkiran rumah sakit, dan sang laki-laki adalah orang yang cukup dikenalnya.

"Master Candra," gumam Dinda terkesiap.

BERSAMBUNG ....

Disarankan membaca 'Rahman bin Rahimah' agar lebih jelas alurnya. 🙏😁

1
Indri Yani
Aluna dalangny
Indri Yani
Adit g dteng, Chandra yg gantiin
Indri Yani
Ada Candra, Din
Indri Yani
Bara n Candra orang yg sm ternyata
Indri Yani
blm ngerti alurny
Lis May Bae
baca ini kok brasa di tampar ya thor 🤦‍♀️🤦‍♀️
Lis May Bae: iya thor masama🙂🙂🙂
total 4 replies
i'm virgo ♍️
maaf Mas Adit, aku dukung Mas Candra nih 😃
Untaian Fiksi(Hiatus): horeee
total 1 replies
Untaian Fiksi(Hiatus)
semoga bisa menghibur di waktu senggang. 🙏😁
mezee
aduh baara itu siapa ?!
masalau dinda pa masa depan,y ya
Untaian Fiksi(Hiatus): semangat bacanya, kak. temukan di bab selanjutnya. 😅
total 1 replies
Ati Susanto
sangat bagus.. sudah ngikutin dari rahman bin rahimah.. suka dengan alur cerita nya yang ringan.. love buat karya mu thor
Untaian Fiksi(Hiatus): masyaallah tabarakallah, terimakasih banyak kak, karena sudah berkenan membaca karyaku. 🙏 aku jadi terharu🤧🤧🤧
total 1 replies
Nia Kurniawati
ayo bara jangan pilih kasih nanti ya kasihan Malik yatim piatu dia tuh jangan di inget emak bapak nya kalo di inget mah ya bikin kesel
Adfazha
Alhamdulillah Dinda pya buku baru hm Bara bere mulai terusik dg khdrn Malik nihh pdhl berkah bgt urus anak yatim piatu Mas... Semongko Akakk
Adfazha: Alhamdulillah udh publish nih kak...
total 4 replies
Adfazha
Berkah ya Din, skli dpt anak lsg 3 mskipun Malik bkn anak kandung 😁tp tar jgn lupain bayi gedemu tar cemburu ngambek lg krg perhatian wkwkwkk🤣🤣
Adfazha
Alhamdulillah akhirnya Baby twin upcoming jg..knp gk launching dsni aj kak tmbh expart lg gpp 😁Congrats ya gk sabar tgu "DiRa Andra "Launching hehee😁....kirain kembaran bara Si Bere trnyta Bari 😁
Untaian Fiksi(Hiatus): lagi tanya sama pihak nt, kak. boleh apa enggak kalau sudah tamat banyak tambah bab. tunggu aja kabarnya ya, kak.🙏
total 1 replies
Ha_liza
di tunggu ya kak🤩
Untaian Fiksi(Hiatus): terimakasih kk😊
total 1 replies
Nia Kurniawati
selamat Dinda mas Chandra akhirnya kalian di percaya sama Alloh di kasih momongan kembar lagi sehat sehat sampai hari lahiran nanti ya🥰
Untaian Fiksi(Hiatus): kata Dinda, makasih kak 😁
total 1 replies
Adfazha
Gpp Anggap aja Naaman jd pancingan smg Dinda nanti bnr2 bs hml baby Twin 😁😁 Masihh ngareep eike 🤭🤭untgnya DaRa hatinya tulus bs maafin mrka dg ikhlas eh dpt bonus baby gemoyy
Untaian Fiksi(Hiatus): lagi catat bahan buat adonannya. wkwkwk
total 1 replies
Nia Kurniawati
tapi kan Dinda katanya telat seminggu kan tadi tuh 😩 musti hamil pokok nya🤭
Nia Kurniawati
enak banget si Angga dan istrinya habis jahat minta maaf pergi deh nitipin anak malah sama Dinda orang yg pernah dia sakitin
Untaian Fiksi(Hiatus): mungkin, satu bab lagi kk😁
total 1 replies
Nia Kurniawati
jadi Dinda gak bakalan punya anak yg terlahir dari rahim nya😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!