NovelToon NovelToon
Sistem Master Sekte

Sistem Master Sekte

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Ketika Jiang Chen terbangun di dunia kultivasi, ia mendapati dirinya mewarisi takhta Ketua Sekte Pedang Bintang—sebuah sekte yang dulunya agung namun kini berada di ambang kehancuran absolut. Pilar utama sekte, sang guru, telah tewas terbunuh. Para tetua berkhianat dan membawa lari seluruh harta benda, sementara musuh bebuyutan telah mendobrak gerbang depan untuk merampas wilayah mereka.
​Dengan tingkat kultivasi dasar yang sangat lemah dan hanya ditemani oleh satu adik seperguruan yang masih setia bertahan, ajal seolah sudah menanti Jiang Chen di depan mata.
​Namun, di saat maut dan keputusasaan memuncak, sebuah suara mekanis yang dingin bergema di benaknya: [Sistem Pembangunan Sekte Abadi berhasil diikat!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Pembantaian di Bawah Cahaya Bulan

​Malam turun menyelimuti pegunungan dengan cepat. Awan hitam berarak perlahan, sesekali menutupi pendaran cahaya bulan yang bersinar pucat.

​Di atas lautan awan, sebuah Perahu Terbang melesat membelah angin dengan kecepatan luar biasa. Formasi angin di sekitar lambung kapal membuatnya bergerak tanpa suara. Di atas geladak, Jiang Chen berdiri dengan tangan bertaut di belakang punggung, jubah putihnya berkibar pelan. Matanya menatap tajam ke arah sebuah gunung yang dipenuhi obor menyala di kejauhan—Puncak Harimau Hitam.

​Di belakangnya, Lin Mo sedang duduk bersila memangku Pedang Meteor Darah-nya, sementara Su Yue terus mengusap bilah Pedang Bulan Beku-nya dengan tangan sedikit gemetar. Ini adalah pertama kalinya sekte mereka secara proaktif menyerang markas musuh.

​"Takut, Su Yue?" tanya Jiang Chen tanpa menoleh.

​Su Yue menggigit bibirnya, lalu menggeleng tegas. "Tidak, Ketua Sekte! Guru kita tewas karena konspirasi, dan Penatua Zhao dari sekte ini berencana menodai tanah suci kita. Jika kita tidak mencabut rumput beserta akarnya, mereka akan terus menjadi parasit."

​Jiang Chen tersenyum tipis. "Pola pikir yang bagus. Di dunia kultivasi, belas kasihan pada musuh adalah racun yang akan membunuhmu dan orang-orang yang kau sayangi."

​Di dalam Aula Utama Sekte Harimau Hitam.

​Suasana di aula itu terasa sangat tegang dan menyesakkan. Hei Ba, Ketua Sekte Harimau Hitam, mondar-mandir di depan kursi kebesarannya. Kultivasinya berada di Ranah Pembentukan Fondasi Tingkat 2, menjadikannya salah satu sosok terkuat di wilayah ini. Namun malam ini, wajahnya dipenuhi keringat dingin.

​"Apakah utusan yang kita kirim ke Sekte Iblis Darah sudah mengirimkan pesan balasan?!" raung Hei Ba kepada tiga penatua tersisa yang berlutut di depannya.

​"S-Sudah, Ketua Sekte!" jawab salah satu penatua dengan suara gemetar. "Tetua dari Sekte Utama mengatakan mereka akan mengirimkan dua ahli Ranah Pembentukan Fondasi Tingkat Puncak besok siang untuk membantu kita meratakan Puncak Bintang Jatuh."

​Mendengar itu, Hei Ba menghela napas lega dan menjatuhkan tubuhnya ke kursinya.

​"Bagus... sangat bagus," Hei Ba mengusap wajahnya yang kasar. "Siapa yang menyangka, bocah Jiang Chen yang dikabarkan cacat itu diam-diam menyembunyikan kekuatannya dan telah menembus Pembentukan Fondasi? Wang Teng dari Keluarga Wang bahkan mati di tangannya!"

​"Ketua Sekte," sela seorang penatua lain. "Mungkinkah Jiang Chen akan menyerang kita malam ini?"

​Hei Ba mendengus meremehkan. "Menyerang markas kita? Puncak Harimau Hitam memiliki formasi pertahanan Auman Harimau Pemecah Jiwa yang bisa menahan serangan ahli Pembentukan Fondasi Tingkat 5! Selain itu, kita memiliki ratusan murid. Dia hanya memiliki dua murid ingusan. Kecuali dia memiliki sayap, tidak mungkin dia berani datang ke—”

​BOOOOOOMMMM!!!

​Sebuah ledakan dahsyat yang memekakkan telinga tiba-tiba menggetarkan seluruh gunung. Atap Aula Utama retak, dan debu berjatuhan dari langit-langit. Jeritan panik ratusan murid terdengar dari halaman depan.

​Hei Ba dan para tetuanya melompat berdiri, wajah mereka pucat pasi.

​"Apa yang terjadi?!"

​Mereka bergegas keluar dari aula, hanya untuk disuguhi pemandangan yang akan menghantui sisa hidup mereka yang tak seberapa lama lagi.

​Di langit malam, sebuah Perahu Terbang raksasa melayang tepat di atas markas Sekte Harimau Hitam. Bayangannya menutupi cahaya bulan. Formasi pertahanan kebanggaan Hei Ba telah hancur berkeping-keping layaknya kaca yang ditabrak kereta kuda.

​Di haluan kapal, seorang pemuda berjubah putih berdiri bagaikan dewa yang menghakimi manusia fana. Suaranya bergema menembus langit malam, dilapisi energi Qi yang membuat gendang telinga para murid Sekte Harimau Hitam berdarah.

​"Kalian tidak perlu menunggu bantuan dari Sekte Iblis Darah besok siang," ucap Jiang Chen dengan nada datar dan dingin. "Karena malam ini... Sekte Harimau Hitam akan dihapus dari sejarah."

​"Jiang Chen!!" Hei Ba meraung marah, matanya memerah. "Beraninya kau menghancurkan gerbangku! Murid-murid, bunuh dia!!"

​Jiang Chen bahkan tidak melirik ratusan murid yang mulai menghunus senjata di bawah sana. Dia hanya memberi isyarat dengan tangannya.

​"Lin Mo, Su Yue. Turun dan bunuh. Jangan biarkan satu pun anjing ini melarikan diri hidup-hidup."

​SYUUT! SYUUT!

​Dua bayangan melompat turun dari kapal terbang, mendarat dengan keras di tengah-tengah lautan murid Sekte Harimau Hitam.

​Su Yue mencabut Pedang Bulan Beku-nya. Udara di sekitarnya seketika turun hingga di bawah titik beku. Qi miliknya yang kini berada di puncak Pemadatan Qi Tingkat 4 mengalir masuk ke dalam pedang Tingkat Bumi itu.

​"Tebasan Teratai Es!"

​Su Yue memutar tubuhnya, mengayunkan pedangnya dalam lingkaran penuh. Sebuah gelombang energi es berbentuk kelopak teratai raksasa menyapu ke segala arah. Belasan murid di sekitarnya seketika membeku menjadi patung es sebelum akhirnya hancur berkeping-keping saat hembusan angin menerpa mereka.

​Di sisi lain, Lin Mo tertawa liar. Pedang Meteor Darah di tangannya memancarkan cahaya merah yang mengerikan.

​"Darah untuk darah!"

​Lin Mo menerjang ke depan layaknya iblis haus darah. Setiap ayunan pedang besarnya yang dibalut qi Pemadatan Qi Tingkat 7 membelah manusia dan senjata layaknya tahu lembek. Potongan tubuh beterbangan, dan hujan darah membasahi halaman. Ratusan murid itu bagaikan domba yang dilemparkan ke dalam kandang harimau buas; mereka tidak memiliki kemampuan untuk melawan balik.

​Melihat murid-muridnya dibantai dalam hitungan detik, Hei Ba nyaris kehilangan akal sehatnya.

​"Aku akan membunuhmu, Jiang Chen!!"

​Hei Ba membakar esensi darahnya. Energi spiritual Pembentukan Fondasi Tingkat 2 meledak dari tubuhnya. Diiringi raungan harimau ilusi yang muncul di belakangnya, Hei Ba melesat ke angkasa, tangannya berubah menjadi cakar energi raksasa berwarna hitam yang diarahkan tepat ke jantung Jiang Chen.

​"Cakar Iblis Harimau Hitam!"

​Ini adalah teknik tingkat Bumi kelas bawah, serangan pamungkas yang paling dibanggakan oleh Hei Ba!

​Namun, di atas perahu terbang, Jiang Chen tidak bergeser sedikit pun dari posisinya. Dia memandang cakar energi raksasa yang mendekat itu dengan pandangan bosan.

​"Hanya kucing kurus yang mencoba mengeong pada naga," desis Jiang Chen.

​Dia tidak repot-repot menggunakan teknik pedang. Jiang Chen perlahan mengangkat tangan kanannya, mengumpulkan energi Qi Pembentukan Fondasi yang sangat murni di telapak tangannya, lalu menampar ke depan.

​Satu tamparan sederhana. Tidak ada jurus, tidak ada nama teknik. Hanya penindasan kekuatan murni.

​PAAAAAK!!

​Tamparan tak kasat mata itu menghantam cakar harimau raksasa milik Hei Ba dan menghancurkannya dalam sekejap mata. Gaya dorongnya tidak berhenti di sana; tamparan itu terus melaju dan mendarat telak di wajah Hei Ba yang sedang berada di udara.

​"GAAAHHH!"

​Hei Ba memuntahkan seteguk darah segar yang bercampur dengan gigi-giginya yang hancur. Tubuhnya berputar layaknya gasing di udara sebelum terhempas ke bawah dengan kecepatan meteor, menghantam tanah halaman sektenya sendiri hingga menciptakan kawah sedalam lima meter.

​"K-Ketua Sekte!!" sisa-sisa penatua menjerit ngeri. Hei Ba, ahli terkuat mereka, dikalahkan hanya dengan satu tamparan?!

​Hei Ba berbaring di dasar kawah, seluruh tulang di tubuh kanannya hancur lebur. Dia menatap Jiang Chen yang perlahan melayang turun dari kapal dengan keputusasaan yang absolut. Kultivasi Jiang Chen jelas bukan sekadar Pembentukan Fondasi biasa!

​"S-Senior... ampuni..." Hei Ba merintih, mencoba memohon.

​"Sudah terlambat." Jiang Chen menjentikkan jarinya.

​Sebuah bilah pedang qi meluncur menembus tenggorokan Hei Ba, memutus sisa kata-katanya bersamaan dengan nyawanya.

​Saat Ketua Sekte Harimau Hitam menghembuskan napas terakhirnya, suara pembantaian di halaman perlahan mereda. Lin Mo berdiri di atas tumpukan mayat dengan napas memburu, pedangnya berlumuran darah kental. Su Yue berdiri tak jauh darinya, dikelilingi oleh puluhan patung es berwarna merah darah. Ratusan anggota Sekte Harimau Hitam telah dimusnahkan.

​Di tengah keheningan berdarah itu, suara Sistem meledak di dalam benak Jiang Chen bagaikan kembang api.

​[DING!]

[Misi Utama Selesai: Menggali Rumput Beserta Akarnya!]

[Evaluasi: Mutlak dan Tanpa Ampun.]

[Mengekstrak Hadiah: Kultivasi Instan ke Ranah Inti Emas (Tingkat 1)...]

​BOOOOOOOOOOM!!!

​Detik berikutnya, langit di atas Puncak Harimau Hitam tiba-tiba berubah warna. Pusaran awan raksasa terbentuk tepat di atas kepala Jiang Chen. Energi langit dan bumi dalam radius puluhan mil tersedot ke arah tubuhnya dengan kecepatan gila-gilaan.

​Di dalam Dantian Jiang Chen, lautan energi qi cairnya mulai menyusut, memadat, dan mengkristal di bawah tekanan yang mengerikan. Sebuah bola bercahaya keemasan seukuran telur puyuh perlahan terbentuk.

​Inti Emas! (Golden Core).

​Aura keagungan yang jauh melampaui Ranah Pembentukan Fondasi meledak dari tubuh Jiang Chen. Tekanan spiritualnya begitu berat hingga Lin Mo dan Su Yue secara otomatis jatuh berlutut, tak mampu mengangkat kepala mereka. Gunung di bawah mereka bergetar hebat.

​Seorang ahli Ranah Inti Emas sejati telah lahir!

​[DING!]

[Mengekstrak Hadiah: Pemanggilan Binatang Penjaga Sekte (Tingkat Langit)...]

​Belum sempat Jiang Chen beradaptasi dengan kekuatan Inti Emas-nya, sebuah raungan kuno yang sangat mengerikan menembus pusaran awan di langit.

​Ruang di atas kawah tiba-tiba robek. Seekor makhluk raksasa melangkah keluar dari kehampaan. Tubuhnya diselimuti sisik hitam pekat yang memancarkan kilat ungu, memiliki kepala layaknya naga, cakar elang yang setajam pedang, dan ekor bersisik yang menyapu angin.

​Naga Petir Neraka (Tingkat Langit)!

​Binatang buas itu melayang di udara, menatap sekeliling dengan matanya yang menyala ungu, sebelum akhirnya menundukkan kepala naga raksasanya di depan Jiang Chen, bersujud di hadapan tuan barunya.

​Jiang Chen menghela napas panjang, matanya memancarkan cahaya keemasan. Dia menatap langit malam dengan seringai arogan.

​"Sekte Iblis Darah? Biarkan mereka datang. Aku ingin melihat seberapa banyak darah yang bisa mereka tumpahkan di depan naga peliharaanku."

1
R.A.N
💪👍
R.A.N
perasaan blum -1.000 lebih udh VVIP?? harusnya pas beli bsar
R.A.N
hoow💪👍
R.A.N
semangat🔛🔥💪
R.A.N
episode 4,pertama💪🙏👍
R.A.N
semangat ⚡🔨Thor, lanjutkan
R.A.N
novel bagus ini baru ketemu💪👍
Arinto Ario Triharyanto
yoooiiiii
Hadi Hadi
semangat💪💪
Hadi Hadi
by💪💪
Hadi Hadi
up up up😄
Hadi Hadi
mantap🤭🤭
Hadi Hadi
is good💪💪💪
Hadi Hadi
sikat💪💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
semangat💪💪💪
Arinto Ario Triharyanto
mantaapppp
Arinto Ario Triharyanto
yoyoi😎
Arinto Ario Triharyanto
mantap betul dah😎
dewa pedang
wkwkwk mampus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!