NovelToon NovelToon
Istri Kedua Pilihan Sang Istri

Istri Kedua Pilihan Sang Istri

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:310k
Nilai: 5
Nama Author: fatmass

Mengharuskan menjalani pernikahan disaat istri pertamanya masih hidup? Lebih uniknya harus dijodohkan oleh istrinya sendiri.

Pernikahan yang diawali dengan niat untuk agar dapat merawat suaminya dan bersiap jika operasi yang akan dijalani gagal oleh sang istri pertama.

Akankah Alva dapat bertahan dengan niat itu? Bisakah dia menjadi istri selamanya sosok bernama Adnan dan menjadi satu satunya?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fatmass, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 6

TINNNNNNN

Suara klakson mobil terdengar keras di saat Alva akan melangkah pergi. Ia melongo karena mobil yang disampingnya berbunyi dan itu adalah mobil milik Adnan.

'Tinggal bilang aja bikin jantung orang mau lepas!' Batin Alva.

"Silahkan nyonya!" Seru supir yang juga merupakan sekretaris Adnan sendiri.

Alva pun segera memasuki mobil dan duduk di kursi samping pengemudi. Sedangkan Adnan terduduk sendiri dibelakang.

Tapi ia tidak peduli toh juga ia memang tidak menginginkan Alva. Sekretaris Adnan yang bernama James itu hanya melihat tuannya dari kaca mobil.

"Jalan!" Tukas Adnan.

James pun mengangguk dan menjalankan mobil dengan istri majikannya yang sekarang duduk di sampingnya.

Sampai di mansion milik Adnan, Adnan hanya berlalu lalang ke kamarnya.

"Kau tunjukkan kamarnya dan semua aturan yang harus dia lakukan!" Seru Adnan yang akhirnya dirinya pergi dari sana tanpa menoleh pun kearah Alva.

"Baik tuan!" Ucapnya menjawab.

Setelah kepergian Adnan, Alva hanya melirik sebelum ia ingin berbicara dengan sekretaris Adnan.

"Memang om itu galak banget ya?" Tanya Alva kepada James.

James hanya menjawabnya dengan senyuman.

"Ini aku manggil kau apa?" Tanya Alva kembali.

"James nama saya nyonya!" Jawab James.

"Tapi umurmu lebih tua dariku! Jadi gimana kalau manggilnya kak?" Tanya Alva kembali.

"Kak James!" Timpalnya.

James melongo mendengar panggilan Alva. Bagaimana dirinya bisa dipanggil dengan sebutan kak. Apalagi Alva adalah istri dari majikannya sendiri.

"Kurang sopan jika nyonya memanggil saya dengan sebutan itu!" Ujar James.

"Dan kau tidak sopan karena membantah nyonyamu!" Ucap Alva mengskakmat ucapan James.

Membuat James diam tak berkutik dan lebih memilih untuk menuruti permintaan istri dari majikannya itu. Ternyata istri majikannya itu lebih pintar dari yang ia duga.

"Ini kamarku ada dimana?" Tanya Alva.

"Mari ikut saya!" Seru James dan menunjukkan jalan ke arah kamar Alva yang sangat beda jalan dengan kamar Adnan.

Posisi kamar Adnan berada di lantai dua sebelah kiri, sedangkan kamar Alva berada di lantai dua juga hanya saja letaknya sangat jauh dari kamar Adnan.

"Disini kamar anda nyonya!" Ucap James.

"Lalu, apa aturannya? bukannya om galakmu itu bilang kalau ada aturan?" Seru Alva.

James pun mengangguk dan mengeluarkan ponsel yang sudah dibuka data dokumen.

Berisi tentang deretan peraturan peraturan yang sudah ia siapkan dan tentunya di suruh oleh bosnya sendiri.

Alva menggeleng tak menyangka. Sebanyak ini bagaimana bisa ia memahami atau mengingat.

"Memang dia itu apa? Aku hanya mau nikah dengannya karena alasan permintaan istrinya! Jadi ambil saja aku tidak perlu membacanya" Ujar Alva mengembalikan ponsel kepada James.

"Tapi--"

"Kau tenang saja bosmu itu biar aku yang hadapi sudah sana pergi aku tidak butuh bacaan bacaan itu!" Timpal Alva kembali.

"Membuatku pusing saja!" Timpal kembali Alva.

James pun akhirnya membungkuk dan pergi dari kamar Alva. Namun sebelum saja James menutup pintu kini namanya dipanggil.

"Hei kak James!" Panggil Alva kembali.

"Pakaianku bagaimana?" Tanya Alva menimpalnya.

"Dilemari sudah disiapkan oleh tuan Adnan!" Jelas James.

Alva mengangguk dan hanya menjawabnya dengan ber oh ria.

"Kalau begitu saya permisi!" Pamit James.

"Eh tunggu!" Pekik Alva.

Membuat James menghela nafasnya kembali. Nyonya nya itu bahkan tidak membaca aturan tentu saja Alva tidak tahu.

"Dapur dimana?" Tanya Alva.

"Aku laper ngurusin drama tadi!" Keluhnya membuat James memicingkan matanya.

"Drama harus menikah dengan bosmunitu!" Timpalnya kembali.

Adnan pun segera menunjukkan arah dimana dapur dan tempat lainnya dapat ditemukan.

"Dapur ada dilantai satu, sebelah ruangan pojok kanan terdapat pintu dan masuk kesana sudah dapur, dan ada ruangan yang tidak boleh nyonya datangi." Jelas James.

"Apa aja? Om galak itu ada ada saja hidupnya!" Seloroh Alva.

'Jika anda membicarakan dituan Adnan pasti anda sudah dihabisi' Batin James.

"Pertama ruangan kerjanya, kedua kamarnya dan,,,," James menggantung katanya takut salah bicara.

"Iya dan mbak Melanie istrinya!" Ujar Alva dengan malas.

"Lantai tiga ada juga tempat olahraga milik tuan Adnan, itu tidak boleh anda datangi!" Ujarnya.

"Dengar James, kau tau kata istilah peraturan tidak semuanya di patuhi?" Tanya Alva.

Meembuat James bingung.

"Sudahlah kau tidak akan mengerti kau itu kan selalu mematuhi tuanmu! Pergi sana!" Ucapan Alva mengusir James

"Saya permisi!" Pamit James sekali lagi.

...🍀🍀🍀...

Alva yang sedang memakan telurnya itu tiba tiba dikejutkan oleh kedatangan Adnan yang sudah rapi dan bersiap untuk keluar.

Tak lupa sekretarisnya yang setia berjalan dibelakangnya.

Membuat Alva bertanya tanya. Memang nereka mau kemana? Begitulah pikirnya.

"Uhukk!!! Uhukkkk!! Aku lupa mbak Melanie kan nanti malam operasi!" Pekik Alva yang tersedak dari makanannya sendiri.

"Tunggu!!! Hei om!" Teriak Alva membuat Adnan dan James menghentikan langkahnya.

"Aku ikut mau ke rumah sakit mbak Melanie!" Seru Alva.

"Tidak perlu!" Jawab Adnan yang segera kembali melangkahkan kakinya.

Alva yang ditinggal begitu saja pun menggeleng tak percaya.

"Wahhhh dia itu benar benar manusia dari planet lain yang tidak bisa diajak bicara!" Tukas Alva bertepuk tangan.

"Planet dari mana ya kira kira yang cocok sebagai tempat tinggalnya seharusnya?" Gumam Alva memikirkan hal yang sangat tidak penting.

"Pluto!" Timpal nya kembali sembari menjentikkan jarinya.

"Manusia Pluto! Benar benar cocok untuknya!" Ucap Alva.

Alva pun melanjutkan makannya. Ia hanya dirumah karena Adnan tidak mengajaknya. Ya sudah. Ia akhirnya berdoa yang terbaik untuk mbak Melanie agar dapat disembuhkan dan dirinya juga dapat terbebas dari manusia pluto.

...🍀🍀🍀...

"Condition? (Kondisi?)" Tanya dokter kepada perawat operasi lainnya.

"Stable! (Stabil)" Jawab perawat.

"Heart rate? (Detak jantung?" Tanya kembali dokter.

"Heart rate is normal! (Detak jantung normal)" Jawab kembali perawat.

Dokter dan tim medis lainnya terus saja mengecek keadaan dan kondisi Melanie. Apakah dapat menjalani operasi atau tidak.

Adnan dengan setia menunggu istrinya di luar. Masalah pekerjaan semua ia serahkan kepada James. Dirinya tentu tidak akan bisa fokus mengerjakan sesuatu jika saat ini istrinya sendiri harus di operasi dengan rate kemungkinan 20%.

Sampai dokter pun keluar dan Adnan dengan segera mendatanginya.

"How? (Bagaimana?)" Tanya Adnan zetelah dokter keluar dari ruangan.

"Your wife is ready to have her surgery tonight! (Istri anda siap untuk mrnajalni operasinya malam ini tuan!)" Seru sang dokter.

Adnan mengangguk dan membiarkan dokter itu pergi dan bersiap untuk mempersiapkan operasi untuk istrinya.

"Tuan sebaiknya anda makan!" Ujar James.

"Bagaimana kau bisa menyuruhku makan sementara istriku akan dioperasi!" Ucap Adnan menatap tajam ke arah James.

"Tapi untuk menjaga juga kesehatan anda!" Timpal James.

"Kak James itu benar om!"

1
ika
nyaman di tmp mu Alva...
hihihi...
Nimah Nimah
alena istri dokterkan
Aini Siregar
sangat bagus cerita nya
Sandisalbiah
ceritanya seru abis thor.. jadi gak rela kalau udah END.. thanks thor.. di tunggu karya ² lainya yg lebih seru.. semangat..
Sandisalbiah
sudah di prediksi dr awal kalau melani bakal berubah ketika dia sembuh dan bakal bersikap egois utk memiliki suaminya utk dirinya sendiri.. dan akan meminta alva dan adnan berpisah.. kan.. kan..?
Sandisalbiah
sekarang Adnan sudah terkonraminasi Alva.. tertular kekonyolan Alva.. 😅😅
Naura Rahmashaffiyya
mkasih Thor cerita yg bagus
Elzahra
😂😂😂 payah gk paham
Naura Rahmashaffiyya
bakar aja rumah manusia Pluto itu Alva wkwkwk
Naura Rahmashaffiyya
Adnan serem juga mau membunuh bar
Erna Fadhilah
MP nya alava sama adnan ga di kasih tau mendetail ya thor
Erna Fadhilah
hayo alva kamu mau di apain sama suamimu🤔🤔🤔
Erna Fadhilah
kocak kocak 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Erna Fadhilah
kocak kocak 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Erna Fadhilah
mereka berdua memang bikin kocak aja🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
Erna Fadhilah
nah james kamu bingung sendiri kan😁😁😁😁😁
Erna Fadhilah
ni kira kira mereka malam pertama ga ya🤔🤔🤔
Erna Fadhilah
daryan sama jennita aja
Erna Fadhilah
dua duanya udah mulai saling tertarik satu sama laun
Erna Fadhilah
mobil apa tu kok suaranya kaya kentutnya alva🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!