Seorang perwira muda sekaligus Dokter militer tang terkenal dengan kejeniusannya dari Negara C , yang bernama Li Guang Yue, meninggal saat kembali dari tugas . karena Pesawat yang dia tumpangi meledak setelah beberapa saat mengudara .
Namun ternyata Dewa masih menyayanginya dia yang sudah mengira Rohnya berada di Alam keabadian, ternyata bereinkarnasi di dalam tubuh gadis lembut Cantik namun lemah , Putri dari Jendral Feng yang memiliki nama hampir sama dengannya. Gadis itu bernama Guang Manyue . gadis yang hidupnya menderita dan di abaikan keluarga kandungnya karena ulah Putri Palsu . Dan akhirnya mati di tangan gadis palsu tersebut.
Kehidupan mereka Tertukar karena ulah seseorang yang mengincar harta keluarga Jendral. Dan ingin kehidupan bayi kecil tersebut kelak akan menderita selama hidupnya . Mereka melakukan itu karena Dendam pada sang ibu juga keserakahan di dalam hati mereka . Ingin memiliki harta yang bukan milik mereka. penasaran...? kita baca Yuk...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Respati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PIL RAMUAN UNTUK NENEK.
Andai tak mengikuti kata- kata sang Putra Rasanya Nyonya Lu ingin merobek wajah munafik gadis itu. setelah diam beberapa saat, Feng Li Nan kembali berbicara tanpa malu.
"Bu.. Bagaimana kalau aku yang mengajak Adik jalan- jalan dan pergi membeli barang kesukaan Adik... " Ucap Feng Li Nan yang sudah merubah wajah marahnya kembali ke mode polos dan lugu
Mendengar ucapan Feng Li Nan, terlihat senyuman di bibir Guang Manyue. Tentu saja Guang Manyue mana mau pergi bersama gadis itu . Dia tidak ingin memberi kesempatan gadis itu menyakitinya kembali. Dia tahu rencana Feng Li Nan mengajak dia pergi .
( Cih.. Kau ingin membawaku kemana.. Kau fikir aku tidak tahu keinginanmu dan tujuanmu membawaku pergi ha.. Kali ini kau ingin menculikku. Dan sekarang aku sadar kalau penculikan ini merupakan kiriman dari Ayah kandungmu. Semua itu pastinya karena kamu yang memintanya. Kau ingin Ayahmu menculik ku lalu membunuh atau membuangku jauh dari kediaman sang Jendral..? Dasar wanita jahat . Tetapi kenapa alurnya sekarang berbeda. Apakah perubahan ini karena kehadiranku..?) ucap Guang Manyue dalam hati . dan semua ucapan Manyue itu kembali di dengar Nenek dan Nyonya Lu . Tentu saja membuat Nenek Li dan Nyonya Lu sangat marah.
" Tidak perlu. Kalau Yue'er mau keluar, masih banyak penjaga yang akan menjaga dia.. Kalau kau mau keluar, keluar saja sendiri... " Ucap Nenek Li dingin . Mendengar penolakan Sang Nenek, Guang Manyue menatap Sang Nenek dengan tatapan senang . Sedangkan Feng Li Nan terlihat sedih . Dan dia ingin Nyonya Lu membantunya.
" Ibu.. Aku hanya ingin pergi bersama adik Yue saja kok.. aku tidak akan membuat dia terluka.." Ucap gadis itu sambil menatap Sang Ibu dengan tatapan sedihnya. Nyonya Lu yang juga sudah tahu suara hati Manyue, tentu saja sangat kesal dan marah. Tapi dia dengan susah payah menahan kemarahannya . Dengan nada datar dia berkata.
" Benar apa yang di katakan Nenekmu ..Kalau kau ingin keluar, pergi seja dengan pelayanmu atau bersama teman-teman mu. . Jika Yue'er ingin keluar , biarkan dia pergi bersama pelayan dan Para pengawal..kau tak perlu menemani dia... Bukankah setiap kau bersama Dia, Dia selalu menyakitimu dan menindas mu, apakah kau lupa..? " Ucap sang Ibu sambil menatap Feng Li Nan dengan tatapan datar . Terlihat wajah Feng Li Nan sedikit memucat dan terlihat gugup.
"Li Nan hanya ingin menjalin keakraban dengan adik Yueyue Bu..." Ucap Feng Li Nan berusa menutupi kegugupannya .
(Sial.. Kenapa Ibu banyak berubah. Apa yang telah Wanita sialan itu lakukan pada keluarga ini , hingga membuat semua orang melindungi dan menyukainya. Apakah dia menggunakan ilmu Hitam. ? Tidak itu tidak mungkin. Mana mungkin gadis bodoh seperti dia memiliki ilmu . Sebaiknya aku katakan ini pada Ayah.. Biar Ayah segera menyelesaikan gadis sialan ini .) ucap Feng Li Nan dalam hati.
"Sayang..Pergilah keluar dengan para pelayanmu, kau bisa belanja atau bersenang - senang dengan mereka di luar sana. Bawa pelayan dan beberapa pengawal bersamamu .. Dan ini ada sedikit uang yang bisa kau bawa.." Ucap Nenek Li lembut sambil menyerahkan kantung uang pada Guang Manyue.
" Trimakasih Nek..sebenarnya Nenek tidak perlu memberikan ini padaku. Aku masih ada uang dari ibu.. Uang yang ibu berikan kemarin, cukup banyak untukku Nek...jadi uang ini simpan saja nek..." Ucap Guang Manyue berusaha menolak pemberian sang Nenek. Ada kesengajaan dia mengucapkan kalimat itu. Satu menunjukkan gadis yang jujur tentang pemberian orang tua. Dan memang uang yang di berikan Nyonya Lu beberapa hari lalu banyak sekali . Yang kedua dengan memberitahu masalah uang itu, tentu saja dia berharap gadis licik dan serakah itu menjadi semakin marah .
"Tidak Yue'er.. Jangan menolak pemberian Nenek, uang ini memang sengaja Nenek siapkan untukmu. Jadi jangan kau tolak Ya.. " Ucap Nyonya Li sambil menyerahkan kantung uang pada Guang Manyue.
"Tapi Nek..." Ucap Guang Manyue.
"Tidak ada tapi- tapian Yue'er.. Uang ini tak seberapa. Kau bisa menggunakannya untuk apa saja. Terimalah, kalau kau tidak mau menerima, nenek akan marah..." Ucap Nenek Li dengan wajah di buat marah. Tapi Manyue tahu kalau Nenek hanya berpura - pura saja.
"Baiklah, Manyue menerima uang ini. Dan Manyue juga akan menuruti perintah Nenek dan Ibu. Karena Nenek telah memberi Guang Manyue uang, Guang Manyue juga membawa sesuatu untuk nenek. " Lalu Guang Manyue mengeluarkan dua botol kecil terbuat dari bahan Giok dari lengan bajunya. Lalu dia menyerahkan botol tersebut pada Sang Nenek. Botol. botol tersebut berisi dua macam pil ramuan . Botol pertama agak besar dari botol yang lain. botol pertama berisi pil kesehatan dan satunya lagi pil penawar racun yang sudah di ekstrak dengan Daun Perak dan juga air suci. Kegunaan pil ini, merupakan penawar racun sekaligus memperkuat kembali luka dalam akibat racun yang telah mengendap beberapa tahun di dalam tubuh Nenek Li. Namun Guang Manyue tak bisa mengatakan itu karena ada Li Nan di dekatnya.
" Ada dua pil ramuan yang Ayu bawa untuk Nenek. Nenek bisa meminumnya sehari satu kali setiap Pil. Setelah pil habis, semua akan baik- baik saja.. jadi Nenek tidak boleh membuangnya ya..." Ucap Guang Manyue. Melihat Guang Manyue memberikan pil ramuan pada Nyonya Li, terlihat wajah Feng Li Nan sangat marah .
"Guang Manyue...! Jangan sembarangan memberikan pil ramuan pada Nenek... Apakah kau ingin menyakiti Nenek..! Nenek.. jangan mempercayai Guang Manyue nek.. Dia hanya wanita desa yang tak tahu apa- apa. jadi jangan percaya padanya Nek..." Serunya marah Dan juga takut. Dia takut Guang Manyue bisa menyembuhkan Nenek Li.
Mendengar ucapan Feng Li Nan, terlihat senyum sinis di bibir Guang Manyue .
"Kenapa kau ketakutan seperti itu Kak... Aku hanya memberikan Pil kesehatan untuk Nenek, lalu kenapa kau sampai ketakutan seperti itu...? " Tanya Guang Manyue sambil menatap Feng Li Nan dingin. .
"Itu... Itu karena aku perduli pada kesehatan Nenek..aku takut kau salah memberi Pil ramuan " Ucap Feng Li Nan gugup.
"Perduli pada Nenek..? Benarkah yang kau katakan kak...?Lalu kenapa kau membawa Kantung pewangian yang berisi bunga Lauyang...? " Ucap Guang Manyue.
(Bunga ini memang wanginya samar. Tapi jika bunga ini sampai di bawa kesini, pasti Dia memiliki tujuan. Dan aku tahu tujuannya apa. Dia benar - benar wanita jahat . bukankah bunga Lauyang akan memicu kambuhnya racun yang sudah aku sembuhkan di tubuh Nenek. Jika racun itu belum ku musnahkan, mungkin saat ini Nenek sudah jatuh pingsan. Dan akhirnya membuat Nenek sakit parah. . Benar -benar sudah di perhitungkan. Dengan Dia membawa bunga Lauyang, Nenek akan jatuh sakit parah, membuat ketahanan tubuh nenek lemah, dan akhirnya Racun rumput merah akan menyerang Nenek. Tubuh nenek yang lemah tentu saja memudahkan racun jahat itu membunuhnya. Dasar wanita jahat. Untung saja racun itu sudah habis di tubuh nenek. Kalau tidak habislah sudah Nenek Li dan saat tubuh Nenek di periksa, kedua racun itu tidak akan bisa di temukan oleh dokter manapun. ) ucap Guang Manyue dalam hati. Yang membuat wajah Nenek dan Nyonya Lu berwajah pucat. Sedangkan Feng Li Nan saat mendengar pertanyaan Guang Manyue, terlihat wajahnya kaget namun tak lama dia berkata.
"Memangnya kenapa dengan bunga Lauyang ini.. Bunganya sudah aku keringkan, dan membawa keharuman yang lama hilang. Apakah salah dengan aku membawa bunga ini. " Tanya Feng Li Nan dengan Wajah tak bersalah.
"Aku dengar kau juga seorang tabib kan..? kau juga belajar ilmu pengobatan. Lalu apakah kau tidak tahu kalau bunga Lauyang tidak baik untuk kesehatan Para Lansia. Tubuh mereka tidak kuat menahan racun dari bunga Lauyang . Lalu kau membawa bunga itu ke kediaman Nenek Li. Apakah kau sengaja ingin meracuni beliau.. " Ucap Guang Manyun dingin . Terlihat wajahnya memucat saat mendengar penjelasan dari Guang Minyak. Namun tak lama dia berkata.
"Aku tidak tahu itu.. Aku hanya menyukai harum wangi Bunga ini, dan mengeringkannya untuk ku pakai sendiri.. " Ucapnya dengan sikap terlihat kembali tenang.
"Jadi seseorang yang belajar tentang pengobatan tak tahu tentang ramuan obat yang berbahaya bagi orang tua ..? Aku saja orang Desa yang tidak tahu apapun itu, mengenali bunga Lauyang, apalagi kau yang sudah belajar soal pengobatan . tapi kenapa sekarang kau mengatakan kalau kau tidak tahu tentang hal itu." ucap Guang Manyue dingin.
"Aku... Aku... Ibu.. Aku hanya ingin menjaga kesehatan Nenek saja Kok.. Tapi kenapa Adik Yue Yue malah mengira aku ingin mencelakai Nenek.! " Seru Feng Li Nan mengalihkan perkataannya pada Nyonya Lu. Dia yakin Nyonya Lu akan membela dia. Namun dugaan yang meleset. Terlihat Nyonya Lu menatap dia sejenak. Lalu berkata.
"Kau sendiri yang pertama kali mencurigai niat baik adikmu dengan dugaan jahat. Lalu saat adikmu mengatakan Kalau kantung bunga yang kau bawa malah membahayakan nenekmu. Bukankah itu kesalahan yang kau buat sendiri... Kalau begitu jauhkan kantung Bungamu itu dari Nenekmu. Buang barang itu keluar... " Ucap Nyonya Lu tegas. Dia sudah mendengar semua ucapan hati Guang Manyue, mana mungkin dia mencurigai Putrinya sendiri. Dan motif sesungguhnya ada pada wanita palsu ini. Terlihat wajah Feng Li Nan membeku. Lalu tak lama terlihat kemarahan di mata dan wajahnya. Dia menatap Guang manyue dengan tatapan penuh kebencian dan dendam.
"Nenek.. Sepertinya sudah lama Guang Manyue berada di sini, kalau tidak ada yang ingin Nenek tanyakan lagi pada Guang Manyue, cucu akan kembali ke kediaman Anggrek .. " Ucap Guang Manyue.
"Pergilah nak... Trimakasih atas perhatianmu. Bibi Wang.. Antar Nona muda keluar... " Ucap Nyonya Li.
"Baik Nyonya... Mari Nona Muda... " Ucap bibi Wang sopan.
Manyue segera berpamitan pada Nenek dan ibunya. Setelah itu dia melangkah pergi bersama Bibi Wang . Ketika mereka sudah berada di luar kediaman sang Nenek, Guang Manyue berkata pelan.
"Bibi Wang.. Tolong awasi makanan dan minuman nenek Li. Setiap makanan dan minuman tolong bibi cek terlebih dahulu dengan jarum perak yang Nanti Guang Manyue beri. . Jika makanan dan Minuman mengandung racun, jangan berikan pada Nenek. Tapi jangan ada yang tahu kalau Nenek tidak memakannya... " Ucapan Manyue terhenti saat terdengar seruan dari Bibi Wang.
"A.. Apaa.. Nyo.. Nyonya terkena racun..? " Ucapnya dengan mata terbelalak.
"Jangan keras- keras Bi.. Ini masih rahasia kita.. Aku masih menyelidiki siapa yang berani memasukkan racun itu pada makanan Nenek. sebenarnya aku sudah menduga sejak lama. tapi aku belum punya bukti untuk melaporkan dia Untuk sementara ini, tolong awasi pelayanan di sekitar Nenek... " Ucap Guang Manyue.
"Baik Nona.. Hamba akan melaksanakan perintah Nona Muda.. Tapi apakah Nyonya tidak perlu di bawa ke dokter... " Tanya Bibi Wang.
"Tidak perlu... Ramuan dan pil dariku tadi, sudah cukup untuk menetralkan racun di dalam tubuh Nenek. Dan botol yang berisi pil agak banyak . Itu Pil kesehatan untuk Nenek. Luka dalam di dalam tubuh Nenek akibat racun, perlu di obati. Jadi tolong ingatkan Nenek untuk meminum dua pil itu setiap pagi hari setelah makan... " Ucap Guang Manyue.
"Baik bibi mengerti... Tapi Nona.. Apakah Bibi boleh menebak siapa yang memberi racun itu..? " Tanya bibi Wang.
"Tak usah di sebutkan Bi.. Apa yang kau fikirkan sepertinya memang dia orangnya. Tanpa bukti kita tidak bisa menuduh dia secara langsung. Tapi jangan khawatir, aku pasti bisa membongkar niat jahatnya. Tenang saja Bi.. Tolong jangan memperlihatkan sikap yang berbeda padanya. Agar aku muda menemuka bukti kalau dialah pelakunya... " Ucap Guang Manyue.
"Bibi mengerti Nona.. Terimakasih bibi ucapkan mewakili Nyonya Tua.. " Ucap Bibi Wang sambil menatap Guang Manyue haru Ada setetes air mata mengalir di pipinya.
( Mengapa gadis sebaik ini mereka sia- siakan. Apa istimewanya wanita jahat itu. Mengapa mereka malah memilih menyayangi wanita yang bukan darah daging merek sendiri...) ucap Bibi Wang dalam hati. Sebab dia tahu penderitaan Guang Manyue do dalam kediaman ini.
"Ya sudah Bi.. Aku kembali ke kediaman Anggrek. Kalau ada apa-apa tentang kesehatan Nenek, cepatlah datang memberitahu Manyue. Aku serahkan kesehatan Nenek pada Bibi Wang. Oh ya bi.. Ada sedikit uang, tolong berikan pada cucu lelaki Bibi yang akan menghadapi ujian Kekaisaran. Dia membutuhkan uang banyak saat ini... " Ucap Guang Manyue sambil memberikan kantung uang yang berisi puluhan uang Perak pada Bibi Wang. Tentu saja Bibi Wang Kaget.
"Nona.. Kau tahu tentang cucuku..! " Seru Bibi Wang dengan wajah kagetnya.
"Aku tahu tanpa sengaja Bi.. Sudahlah Terima uang ini... " Terlihat Bibi Wang ragu menerimanya. Melihat itu, Guang Manyue langsung menaruh di genggamannya .
"Trimakasih Nona.. Budi ini akan selalu hamba dan keluarga akan selalu mengingatnya .. " Ucap Bibi Wang.
"Jangan berterimakasih padaku Bi.. Kau itu pelayanan kepercayaan Nenek, jadi kau sudah ku anggap keluargaku juga...sekarang kembalilah.. Aku juga akan pulang... " Ucap Guang Manyue
"Baik Nona... " Segera Guang Manyue keluar dari kediaman sang Nenek . Guang Manyue dan Pelayannya segera kembali ke kediaman anggrek. Sesampainya di kediamannya, Guang Manyue mengajak dua Pelayannya keluar untuk berbelanja.
"Andi, Juya bersiaplah. hari ini kita keluar untuk berbelanja. " ucap Guang Manyue sam ik melangkah keluar rumah.
"Kita beneran akan keluar, Nona...? " tanya Andi tak percaya
"Benar.. aku akan masuk ke kamar dulu, kalian bersiaplah.. " ucap Guang Manyue membuat kedua pelayan itu gembira.
"Baik Nona .. " seru mereka dengan wajah gembira.
Dan tak berapa lama, terlihat Guang Manyue telah keluar dari dalam kamarnya. Sebenarnya saat tadi mau keluar, Guang Manyue ingin memakai salah satu topeng yang ada di ruang Dunia kecilnya. niat hati ingin mengubah penampilannya, namun tiba-tiba dia ingat , kalau kediaman Jendral Feng sudah terbiasa dengan dia memakai cadar, karena itu dia mengurungkan Niatnya memakai topeng .
Dia memiliki lima Topeng. Topeng - Topeng itu di temukan Manyue di dalam menara. Saat Dia melihat jajaran artefak langka miliknya . Topeng itu dia temukan oleh Manyue Di antara tumpukan busur dan anak panah . Ada Lima topeng yang dia temukan, empat topeng perak, dan satu topeng terbuat dari bahan emas murni. Di setiap sisi kanan topeng terlihat pahatan bunga Mandala .. Yang terlihat indah. Setiap bunga berwarna merah keemasan .
Topeng - topeng tersebut jika di pakai hanya menutup sebagian wajah saja . Hanya memperlihatkan Mata dan mulut si pemakai . Saat Manyue ingin memakai salah satu topeng perak . Tiba-tiba dia ingat kalau dia selalu memakai cadar jika berada di kediaman Sang Jendral. Jika sekarang dia memakai topeng dan berjalan keluar bersama para pelayannya , maka otomatis jika bertemu dengan penghuni Kediaman Jendral Feng, atau mereka yang mengenal Ansi pengawal setianya , maka merekapun bisa menebak siapa gadis bertopeng tersebut . Sedangkan Dia ingin menyembunyikan kekuatannya dari mereka yang telah mengenal dia. Guang Manyue telah di kenal oleh penduduk kota ini sebagai kerabat jauh Sang Jendral yang tidak memiliki akar kekuatan Kultivasi dan juga Gadis bodoh yang tak bisa apa- apa. Lalu bagaimana dia akan menggunakan kekuatannya jika ingin menolong keluarganya tanpa mereka sadari.
Karena itulah dia memilih memakai cadar saja saat keluar dari kediaman Jendral Feng. Setelah memakai cadar . Kali ini dia memakai cadar hitam. Dengan rambut diikat tinggi ekor kuda . Sekarang terlihat Guang Manyue seperti seorang pendekar bercadar hitam. Penampilannya terlihat sangat mengagumkan.
"Nona Cadar ini... Dari mana anda mendapatkan cadar ini..? Sepertinya hamba tidak pernah membuat cadar warna hitam .. " Ucap Ansi. Sebab cadar yang di pakai sang Nona terlihat sangat indah. Terbuat dari kain tipis dengan beberapa pernak pernik menghiasi cadar tersebut.
"Aku membuatnya sendiri An... " Jawab Guang Manyue.
"Hebat.. Bagus sekali Cadar ini Nona.. ! " Seru Ansi dengan wajah kagum.
"Benar Nona.. Cadar itu sangat indah. Dan penampilan Nona terlihat misterius dan dingin. Namun terlihat sangat cantik.. " Ucap Juya .
"Ini tidak ada bandingannya , Nona " Kata Yi An.
"Kalian ini.. Ya sudah, sekarang aku mengajak kalian berdua pergi menemaniku. Dan untuk Yi An, kau tidak apa- apa kan kalau di tinggal di rumah..?" Ucap Guang Manyue pada Pelayan yang umurnya lebih tua dari ketiga pelayan terdekatnya.
"Tidak Masalah Nona... Lagi pula tugas hamba belum selesai. Lebih baik hamba tinggal di rumah menyelesaikannya... " Ucap Yi An dengan wajah riangnya.
"Baguslah Yi An.. Jika keluar lagi, kau ikut juga. Sekarang kau di rumah dulu. jaga rumah bersama yang lain, jangan biarkan siapapun itu masuk ke tempat kita.. Jika mereka tetap memaksa, panggil pengawal untuk mengusir mereka. Kalau tetap bandel. Laporkan pada Nyonya besar..." Ucap Guang Manyue pada Yi An.
" Baik Nona.. Hamba akan melakukan apa yang anda katakan. Hamba aka menjaga rumah dengan baik..." ucap gadis yang lebih tua dua tahun dari Manyue dengan patuh.
udahan dulu ya... aku lanjut pada episode selanjutnya.
Bersambung.
selalu up semangat💪💪💪💪