NovelToon NovelToon
PERMAINAN TAKDIR

PERMAINAN TAKDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Romansa Fantasi
Popularitas:134
Nilai: 5
Nama Author: Nourayl

Ada pertemuan yang terjadi karena kebetulan.

Ada pula pertemuan yang telah direncanakan jauh sebelum kedua insan itu saling mengenal.

Aluna tidak pernah membayangkan bahwa hidupnya akan berubah sejak malam ketika ia bertemu seorang pria asing bernama Niel.

Di balik sosok pria yang tampak tenang itu, tersimpan rahasia yang mampu mengubah hidup banyak orang.

Namun, Niel bukan satu-satunya yang menyimpan masa lalu.

Ketika satu demi satu kebenaran terungkap, keduanya menyadari bahwa mereka bukan sekadar dipertemukan oleh takdir.

Mereka adalah bagian dari Permainan Takdir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nourayl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebenaran Yang Terkubur

Ruangan itu terasa lebih dingin dari biasanya.

Tidak ada suara.

Tidak ada percakapan.

Hanya cahaya dari layar tablet Darren yang memantul di wajah Niel dan Aluna.

Sebuah rekaman lama masih terpampang di sana.

Foto dua anak kecil.

Dan tulisan yang membuat semuanya berubah.

PROYEK TAKDIR.

Aluna menatap layar itu tanpa berkedip.

Tangannya perlahan mengepal.

"Jadi..."

Suaranya terdengar pelan.

"Aku memang pernah ada di sana?"

Tidak ada yang langsung menjawab.

Karena bahkan Niel sendiri masih mencoba menerima kenyataan itu.

Darren menatap layar.

"Rekaman ini ditemukan dalam sistem lama perpustakaan."

"Disembunyikan bertahun-tahun."

Niel mengambil tablet itu.

Matanya terus melihat foto tersebut.

Anak laki-laki kecil dalam foto itu...

adalah dirinya.

Ia tidak mungkin salah mengenali wajahnya sendiri.

Tetapi anak perempuan di sampingnya...

adalah Aluna.

"Aku tidak ingat."

Bisikan Niel terdengar.

Aluna menoleh.

"Kamu?"

Niel menggeleng.

"Aku tidak ingat pernah bertemu denganmu saat kecil."

Kalimat itu membuat Aluna semakin bingung.

"Kalau begitu kenapa ada foto kita?"

Niel tidak menjawab.

Karena itulah pertanyaan yang sama berputar di kepalanya.

__________________________________________

Darren berjalan mendekat.

"Ada satu hal lagi."

Niel menatapnya.

"Apa?"

Darren ragu beberapa detik sebelum membuka file lain.

Sebuah dokumen muncul.

Namun sebagian besar isinya sudah rusak.

Hanya beberapa kata yang masih bisa dibaca.

SUBJEK A-07.

MEMORI TERHAPUS.

FASE PENGAMATAN SELESAI.

Wajah Aluna langsung berubah.

"Memori..."

Ia menatap Darren.

"Maksudnya apa?"

Darren tidak menjawab.

Niel yang menjawab.

"Ingatanmu."

Semua orang terdiam.

Aluna menatap Niel.

"Apa maksudmu?"

Niel menarik napas.

"Mungkin ada sesuatu yang terjadi."

"Sesuatu yang membuat kamu kehilangan ingatan tentang masa lalu."

Aluna mundur satu langkah.

Ia mencoba tertawa kecil.

Namun tidak berhasil.

"Jadi sekarang aku harus percaya kalau sebagian hidupku hilang?"

"Nona Aluna..."

"Jangan."

Suara Aluna menghentikan Darren.

"Aku bahkan tidak tahu siapa diriku sendiri."

Kalimat itu membuat Niel terpukul.

Karena selama ini...

Aluna selalu terlihat kuat.

Selalu tersenyum.

Ia terlihat seperti seseorang yang kehilangan pegangan.

Niel mendekat perlahan.

"Aluna."

Namun gadis itu mundur.

"Aku butuh waktu."

Untuk pertama kalinya...

Aluna menjauh darinya.

Dan itu lebih menyakitkan daripada ancaman siapa pun.

_________________________________________

Malam semakin larut.

Niel berdiri sendirian di balkon.

Angin malam menerpa wajahnya.

Darren datang membawa sebuah amplop.

"Tuan."

Niel tidak menoleh.

"Apa lagi?"

Darren menyerahkan amplop itu.

"Kami menemukan ini di lokasi kejadian."

Niel membuka perlahan.

Di dalamnya terdapat sebuah foto lama.

Namun kali ini...

bukan hanya Niel dan Aluna.

Ada satu orang ketiga.

Seorang pria dewasa.

Wajahnya sengaja disobek.

Tetapi tulisan di belakang foto masih terlihat.

Hari terakhir sebelum percobaan dimulai.

Mata Niel membesar.

"Percobaan..."

Darren mengangguk.

"Ada kemungkinan..."

"Ia adalah orang yang bertanggung jawab atas Proyek Takdir."

Niel menggenggam foto itu.

"Siapa dia?"

Darren diam.

Karena jawaban itu belum pasti.

Namun sebelum mereka sempat melanjutkan...

ponsel Niel bergetar.

Nomor tidak dikenal.

Sebuah pesan masuk.

Hanya satu kalimat.

"Kau akhirnya menemukan jawabannya."

Lalu pesan kedua muncul.

Sebuah foto.

Niel membeku.

Foto itu menunjukkan Aluna.

Sedang tidur.

Diambil beberapa jam yang lalu.

Artinya...

seseorang masih mengawasi mereka.

Pesan terakhir masuk.

"Jangan mencoba mengingatkan Aluna."

"Karena jika dia mengingat semuanya..."

"dia akan tahu siapa yang sebenarnya menghancurkan hidupnya."

Niel menatap layar dengan wajah berubah.

Untuk pertama kalinya...

ia merasa takut.

Bukan karena dirinya akan terluka.

Tetapi karena rahasia masa lalu Aluna...

Mungkin jauh lebih berbahaya daripada yang ia bayangkan.

_________________________________________

Niel masih menatap layar ponselnya.

Foto Aluna yang sedang tertidur itu terus terpampang di sana.

Tangannya mengepal begitu kuat sampai buku jarinya memutih.

Seseorang telah mengawasi mereka.

Bukan hanya malam ini.

Mungkin sejak awal.

"Tuan..."

Suara Darren terdengar pelan.

Niel segera mematikan layar.

"Jangan beri tahu Aluna."

Darren menatapnya.

"Kalau dia tahu ada seseorang yang mengambil fotonya..."

"Aku tahu."

Niel memotong.

"Tapi dia sudah terlalu banyak menerima kejutan hari ini."

Darren diam.

Ia memahami alasan Niel.

Namun ada satu hal yang tidak bisa ia abaikan.

"Tuan."

"Apa?"

"Orang itu bisa masuk sejauh ini."

Darren menunjuk ponsel Niel.

"Dia tahu lokasi kita."

"Dia tahu kondisi Nona Aluna."

"Dan dia tahu hubungan antara Anda berdua."

Tatapan Niel menjadi semakin dingin.

"Berarti dia seseorang yang dekat."

Kalimat itu membuat suasana berubah.

Karena kemungkinan itu jauh lebih buruk.

Musuh dari luar bisa dilawan.

Tapi musuh yang sudah mengetahui kehidupan mereka...

jauh lebih berbahaya.

_________________________________________

Di dalam kamar.

Aluna duduk di pinggir tempat tidur.

Tatapannya kosong melihat tangannya sendiri.

Sejak kecil...

apa yang sebenarnya terjadi?

Kenapa ia tidak mengingat apa pun?

Kenapa ada seseorang yang sengaja menghapus bagian dari hidupnya?

Ia mencoba memejamkan mata.

Namun semakin ia mencoba mengingat...

semakin kepalanya terasa sakit.

Sebuah bayangan muncul.

Suara seorang pria.

Suara seorang anak kecil menangis.

Dan suara seseorang berkata,

"Jangan biarkan dia mengingat."

Aluna langsung membuka mata.

Napasnya memburu.

Tangannya menekan kepalanya.

"Apa yang terjadi padaku?"

Untuk pertama kalinya...

ia merasa takut pada dirinya sendiri.

Bukan karena ada orang yang mengejarnya.

Tapi karena mungkin ada bagian dari dirinya yang bahkan tidak ia kenal.

_______________________

Pagi harinya.

Niel menemukan Aluna sudah duduk di ruang makan.

Tidak seperti biasanya.

Tidak ada senyum.

Tidak ada candaan kecil.

Hanya diam.

"Nona..."

Aluna menatapnya.

"Kemarin kamu bilang akan menjelaskan semuanya."

Niel duduk di depannya.

"Aku akan menjelaskan."

"Semua?"

Pertanyaan itu membuat Niel terdiam.

Karena ia tahu.

Ia masih belum bisa memberikan semua jawaban.

"Aku akan mengatakan semua yang aku tahu."

Aluna mengangguk pelan.

"Lalu aku akan memutuskan apakah aku percaya atau tidak."

Niel menerima itu.

Karena ia tahu kepercayaan tidak bisa dipaksa.

"Beberapa tahun lalu..."

Niel mulai berbicara.

"Aku terlibat dalam sebuah kelompok penelitian."

Aluna mendengarkan dengan serius.

"Mereka melakukan sesuatu yang seharusnya tidak pernah dilakukan."

"Apa?"

"Mereka mencoba mengubah manusia."

Wajah Aluna berubah.

"Bukan seperti film."

Niel melanjutkan.

"Mereka meneliti ingatan, emosi, dan cara manusia mengambil keputusan."

"Dan salah satu bagian penelitian itu..."

Tatapan Niel jatuh padanya.

"...adalah Proyek Takdir."

Aluna terdiam.

"Kenapa aku ada di sana?"

Niel menggeleng.

"Aku belum tahu."

"Tapi aku tahu satu hal."

"Apa?"

"Kamu bukan korban yang kebetulan terlibat."

Niel berhenti sebentar.

"Kamu adalah alasan kenapa proyek itu dibuat."

Suasana langsung membeku.

Aluna menatapnya.

"Maksudmu..."

Niel tidak sanggup melanjutkan.

Karena ia sendiri takut dengan jawabannya.

______________________________________

Di tempat lain.

Seseorang melihat rekaman kamera.

Rekaman Niel dan Aluna saat berbicara.

Pria itu tersenyum kecil.

"Mereka mulai mengingat."

Seseorang di belakangnya bertanya,

"Apakah kita harus menghentikannya?"

Pria itu menggeleng.

"Tidak."

"Biarkan mereka mencari."

"Semakin dekat mereka dengan kebenaran..."

"semakin cepat semuanya berakhir."

Ia memandang foto lama di tangannya.

Foto seorang anak laki-laki dan perempuan.

"Niel selalu berpikir dia menyelamatkan Aluna."

"Tapi dia tidak pernah tahu..."

"bahwa mungkin dialah alasan semuanya terjadi."

Kembali ke rumah.

_______________________________________

Aluna berdiri di depan jendela.

"Aku ingin pergi ke tempat itu."

Niel menoleh.

"Tempat apa?"

"Tempat di mana foto itu diambil."

Niel langsung mengerti.

"Tidak."

Jawabannya terlalu cepat.

Aluna menatapnya.

"Kenapa?"

"Karena berbahaya."

"Aku sudah berada di dalam bahaya sejak aku mengenalmu."

Kalimat itu membuat Niel terdiam.

Aluna mendekat.

"Aku tidak ingin terus bersembunyi."

"Aku ingin tahu siapa aku."

Niel melihat tatapan Aluna.

Dan ia sadar...

gadis itu tidak lagi sama seperti kemarin.

Ketakutan masih ada.

Tetapi keberanian lebih besar.

Akhirnya Niel menghela napas.

"Baik."

"Kita pergi."

Namun sebelum mereka bersiap...

sebuah pesan masuk ke ponsel Darren.

Ekspresinya langsung berubah.

"Tuan."

Niel menoleh.

"Ada apa?"

Darren menunjukkan layar.

Sebuah lokasi.

Dan satu kalimat.

"Kalau ingin mengetahui awal permainan..."

"Datanglah ke tempat semuanya dimulai."

Niel menatap alamat tersebut.

Wajahnya perlahan berubah.

Karena tempat itu...

adalah tempat yang selama ini ia coba lupakan.

Tempat pertama kali ia bertemu Aluna.

Tempat pertama kali...

Takdir mereka dipertemukan.

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!