NovelToon NovelToon
Miracle Of Wish

Miracle Of Wish

Status: tamat
Genre:Action / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Pusaka Ajaib / Ahli Bela Diri Kuno / Tamat
Popularitas:324.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Nabila Hana

Nadira hanyalah gadis yang diberi kesempatan hidup dengan menjadi wadah reinkarnasi. Dia ingin terhindar dari berbagai masalah, tetapi kehidupan Hana membawanya terjun mendalami masalah-masalah melebihi ekspetasinya.

Demi menjaga kedamaian bumi, Nadira menerima bibit kekuatan Hana. Diikuti dengan rasa penasarannya sejak remaja, Nadira mencoba mencari benang merah pada masalah Hana dan dirinya sendiri.


---Twins Knight's Series---

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nabila Hana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[S1] 6. Kemungkinan Terburuk

Kelas jadi sepi tanpa keberadaan Demina. Seolah hanya aku saja yang berada di kelas, padahal semua teman kelasku ada. Namun, semuanya sibuk dengan tugas Bahasa Inggris. Aku lihat di pojok literasi kelas Radja sibuk bersama Candra, ketua kelasku. Sebentar lagi classmeeting, jadi wajar saja dua orang itu sibuk.

Aku menoleh ke jendela. Banyak daun-daun kering berserakan di lapaanam sekolah. Di luar sana begitu tenang, dan langit terlihat lebih gelap dari sebelumnya. Hujan akan turun.

Hana ... Perasaanku tidak enak.

"Aku juga merasakannya," balas Hana dalam pikiranku. Mata kananku sakit, sangat tiba-tiba. Buram. Refleks aku mengerjapkan mata dan sekilas aku melihat bagian memori aneh, seperti penampakan masa depan. Apa iya? Aku tidak bisa mengingatnya.

Mendadak anak-anak perempuan menjerit dan berlari ke sana-sini membuat bangku kelas berantakan. Aku mengedarkan pandang mencari tahu apa pemicunya. Seekor kecoa yang dibawa oleh Galih, anak laki-laki paling menyebalkan seantero sekolah. Sebagian murid laki-laki menyaksikan ini dan menganggap lelucon, sebagian lagi tidak peduli.

"Galih, buang kecoa itu!" perintah Radja saat sadar kelas semakin kacau. Kecoa itu meronta-ronta agar kedua antenanya dapat terlepas. Bukannya menurut, Galih malah semakin menjadi. Tanpa perasaan dia memutar pergelangan tangan seperti baling-balinh.

"Galih!" bentak Candra, "buang atau ...."

Brak!

Aku lihat Pak Hisam mendorong pintu dengan kuat sampai menimbulkan suara yang mengejutkan. Semua orang bisa melihat guru IPS tersebut berjatuhan keringat dingin dan napasnya terengah-engah. Penasaran, aku mendekati Pak Hisam.

"Dira, lihat jendela!" Aku mengikuti instruksi Hana, mengurungkan niat untuk menghampiri Pak Hisam. Aku terbelalak. Bukan hujan yang turun, tapi angin topan!

Kenapa ada angin topan di saat seperti ini?

"Ini bukan angin topan biasa. Aku bisa merasakan ada sihir kuat di sana," ucap Hana, aku percaya saja. Aku pikir memberitahu Radja merupakan solusi. Namun, niatku kutanggalkan mendengar ucapan Pak Hisam.

"... cepat ke aula sekarang!" Perintah itu membuat murid di kelasku berhamburan dan saling mendahului. Hanya memikirkan diri sendiri. Salah satu temanku terjatuh. Aku segera menghampiri dan mengulurkan tangannya.

"Dira," panggil Radja di belakang.

Setelah berdiri, tanpa berucap apapun temanku kembali berlari. Aku tidak mau mengambil pusing dan fokus pada anak laki-laki di depanku. "Ada apa Radja?"

"Kamu pergi ke aula, cari perlindungan. Aku dan Candra yang akan mengurusi ini," lanjutnya. Aku bingung harus menjawab apa, perasaanku tidak tenang. Haruskah aku mengabaikan perasaanku lagi?

"Aku mau ikut, Radja!" ucapku. Dengan kedua tangan, aku memegang kerah lengan seragamnya. Aku benar-benar tidak tenang.

Candra menggeleng. "Kamu baru sembuh. Hana juga belum bisa bertarung. Biar aku dan Radja yang menangani ini."

Aku terbelalak. "Candra kenal Hana?"

Candra menunduk. Melihat itu, Radja menarik tanganku hingga aku terjatuh di hadapannya. "Kita tidak waktu menjelaskan, mengertilah. Pergi ke aula sekarang!"

"Radja, tidak perlu kasar juga, 'kan?" ucap Candra lirih. Dia mengulurkan tangan untuk membantu. Benar kata Radja, harusnya aku berlindung saja. "Aku akan jelaskan nanti. Pergilah!"

Dengan perasaan kalut, aku menahan tangis yang menumpuk di pelupuk mata. Perlahan aku menopang kaki untuk berlari. Pak Hisam menungguku di ambang pintu dan terus memanggil namaku. Aku menoleh ke belakang, tidak ada siapa-siapa. Radja dan Candra menghilang begitu saja.

Pak Hisam membawaku lari dengan perantara aku yang memegang lengan bajunya. Daun berterbangan searah jarum jam. Pohon-pohon ikut menari bersama rumput dan kertas-kertas berhamburan di hamparan laut abu. Air mataku lolos begitu saja.

Aku harus apa?

Hana diam. Tidak menjawab pertanyaanku. Sementara Pak Hisam mulai mengomel ketika sampai di aula. Di dalam begitu penuh dengan murid-murid serta guru-guru. Semua sama-sama menangis, saling berpelukan. Ada pula yang berusaha tersenyum dan tertawa padahal matanya mulai berkaca-kaca. Aku tidak kuat. Lututku lemas, mungkin saja aku akan jatuh sekarang. Namun, Pak Hisam membawaku ke dalam, menyuruhku diam di antara murid-murid yang sama sekali tidak aku kenal.

Perasaanku masih kalut. Berulang kali aku *** rok, lalu menyisir rambut Dengan tangan. Menutup muka dan berdoa. Suara petir di luar sangat dekat dengan aula. Tidak hanya murid, guru-guru berteriak takut. Terutama ketika frekuensi dari petir membuat bangunan merasakan getaran.

Aku tidak bisa diam saja! Hana kamu setuju denganku?

"Aku takut ini bukan tindakan tepat, Nadira. Lebih baik kita tunggu mereka." Hana menahanku. Namun, aku lebih nekat. Dengan mengambil izin pada Pak Hisam, aku bilang ingin buang air kecil. Wajah pria dewasa itu tampak menimbang-nimbang. Dengan argumen meyakinkan Pak Hisam mengangkat tangannya.

"Baik, tapi kamu harus diantar Galih," ucap Pak Hisam. Mulutku terbuka, seolah-olah tidak bisa bernapas mendengar perkataan guru sejarah di hadapanku.

Galih yang juga ikut mendengar langsung menghampiri kami, dia berucap, "Loh kok saya, Pak? Nadira kan udah besar, buat apa diantar segala."

"Kamu itu laki-laki, harus bisa jaga anak perempuan," omel Pak Hisam padanya.

"Terserah Bapak deh," ucap Galih kesal, "Nadira ayo!"

Ini melenceng dari rencana. Namun, biarlah. Mungkin saja Galih akan pergi meninggalkannya. Mana ada sejarahnya Galih baik pada anak perempuan. Minus untuk ibunya. Dia pasti anak yang berbakti.

"Galih kamu tunggu di sini aja." Aku menunjuk tepat di depan aula. Wajah kesal anak laki-laki itu terbaca olehku.

"Gila, kamu minta aku untuk tunggu kamu di sini? Toilet putri jauh dari sini," kilahnya. Aku mengembuskan napas, bingung harus membalas.

DUAR!!!

"Suara petir ini menggangguku, Nadira. Rasanya aku kenal dengan kekuatan ini." Aku sempat mengingat jelas ketika petir itu menyambar tanah. Bukannya Galih kabur, dia malah memegang tanganku.

"Jangan takut," ucapnya, "ada aku di sini."

Galih mengambil alih. Dia berjalan lebih dulu dan memimpin di depan. Dapat aku lihat jelas di langit-langit ada seekor naga, ada petir yang timbul.

"Lari!" Galih membawaku lari, terutama ketika petir mulai menyambar dan beradius kurang lebih 100 meter dari posisi mereka.

"HANA KELUAR KAMU SEKARANG!!!"

Suara menggemparkan itu membuat langkahku terhenti. Galih menyadarinya. Dia menatapku heran dan mencari letak suara.

Hana ....

"Nadira aku tidak bisa keluar sekarang. Aku akan mengarahkan kamu, fokuslah."

"Kita harus ke tempat aman sekarang! Ini bahaya!" Galih kembali menarik tanganku, membawa diri ke sebuah kelas kosong terdekat.

Namun, aku melarikan diri. Berlari sekencang tenaga mencari keberadaan Candra dan Radja. Aku tidak tenang. Suara petir lagi-lagi terdengar. Semakin dekat, semakin menyiksa batin.

Di sekitar lapangan olahraga, terlihat jelas jika Candra dan Radja kelelahan melawan dua gadis. Aku terus berlari. Semakin dekat dengan mereka. Salah satu itu berwajah mirip dengan Demina. Di sekelilingnya terdapat jeruji petir.

"Jangan ke sana terlebih dahulu. Arahkan tanganmu ke tanaman, bayangkan sebuah busur." Aku menuruti. Selang beberapa menit aku merasa ada sesuatu yang merambat di tanganku.

Ketika membuka mata. Hal yang pertama kali aku lihat adalah busur kokoh yang terbuat dari tanaman rambat. Aku tidak tahu apa. Hana menyuruhku untuk mengarahkan ke perempuan berambut merah. Saat menarik busur, anak panahnya terbentuk, dari tanaman juga.

Tepat sasaran. Azumi tidak bisa bergerak dan terkurung dalam tanaman rambat. Tidak lama dia menghilang, bukan menetap.

Itu tidak penting.

Aku menghampiri Candra dan Radja juga Demina. Kedua anak laki-laki itu tampak kaget dan marah. Sedangkan Demina hanya menatap sinis, tapi aku bisa lihat jika dirinya kebingungan.

"Kamu siapa?" ucap Demina.

Sungguh, aku tidak kuat untuk berdiri lagi. Demina ....

1
ethaloona
ya ampun 😳
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Evelyne
gw baru mulai baca setelah bolak balik liat daftar buku disini... tiba2 gw tertarik dengan judul nya dan memutuskan membaca... dari prolog nya gw suka.. gw selalu suka pembukaan cerita yang seperti ini... tak perlu perkenalan di awal cerita karena bagi gw.. semua akan tau sejalan dengan semakin dalam nya kita terus membaca dan itu selalu bikin penasaran... kadang penulis pemula tidak menyadari itu.. gw harap cerita ini akan bagus... cuusss kita lanjut baca guys...
misaka
Keren :')
talita school work
kesel bgt sama nadira gatau kenapa 😭😭 plin plan bgt
queen
nggak paham ceritanya
Heliza Kartika Sari992
hoo
BlueMoon🔵
8 November, sama seperti tanggal ulang tahunku.
NamikazeHana: Wah, sama kayak Nadira dong
total 1 replies
Arjun Sodikin
👍
Priska Anita
Like dari Rona Cinta sudah mendarat disini 💜
onyourm__ark
jadi dia—Nadira—ga mati? cm pura-pura? uhh twt
Ran: izin promosi ya kakak" sekalian😌🙏

klik profil ku yuk untuk tau ada cerita apa disitu 👆👁️👄👁️👆

kalau mau feedback boleh kok 🙂

makasih dah mampir yaw 🙏😊
total 1 replies
onyourm__ark
kerah lengan seragamnya ya hmm:v

btw, ini POV-ny ada ketuker-tuker wkwqk
Azmos: Numpang promosi author baik💌

"Gimana jika kamu memiliki sebuah mata yang dapat melihat hati dan pikiran orang lain?"

Ayo mampir ke karya aku ya"Red eye"👀
Tinggal klik profil aku👆
Makasih author🙏🙏
total 1 replies
kiki
Alhamdulillah, paket utk belajar online.wkwk
Adji Kusuma
Nadira: Motivasi hidupmu apa sih?
Radja: Kalimat terakhir kamu kalau mati?
Bizar: gimana jadinya kalau kemampuan kamu di bidang teknologi tiba-tiba hilang?

QnA 😉
Hilmi Hilmi
QnA GA MoW

1. Nadira : Kalau Hana bisa jadi anggota keluargamu, kira-kira kamu anggap kakak atau adik?
2. Radja : Kalau dari kepintaran, Bizar menang, apakah dari ketampanan kamu bisa mengalahkannya?
3. Bizar : Kamu gak ada kriteria cewek idaman sama sekali? :v
embun kiayina
QnA Miracle of Wish



nadira;alasan terbesarmu sanggup menjalani hidup?, Radja;utk apa sebenarnya tujuan utama kekuatanmu?, bizar;apa kamu bisa menciptakan robot yg peka utk jadi kekasihku?
QEILA DE
QnA giveaway 😁😋

Nadira : Kenapa kamu belum mati juga?
Radja : Apa yang akan kami lakukan jika Nadira mati?
Bizar : Apa ada alat untuk menghidupkan Nadira kembali jika dia mati?
QEILA DE: QnA Giveaway wkwk.
Nadira:Knpa kamu blom mati juga?
Radja:Apa yg akan kamu lakukan jika Nadira mati?
Bizar:Apa ada alat utk menghidupkan Nadira kembali jika dia mati?
total 1 replies
readers
QnA

#MiracleofWish #NamikazeHana

1.Nadira : Bagimu Hana itu apa?
2.Radja : Alasan terbesar kamu tidak mau menjalin hubungan percintaan dengan Nadira?
3.Bizar : Penyebab kamu menyukai teknologi?
kiki
QnA

1. Nadira : Apa yang alasan terbesarmu untuk tetap bertahan hidup?

2. Radja : Apa hal paling menarik dari Nadira untukmu?

3. Bizar : Apa yang kamu pikirkan saat melihat Nadira dan Radja tampak bermesraan?
Arinimase
lanjooottt
NamikazeHana: Karena udah beda genre bukan Fantasi Teen lagi, jadi Fantasi Romance. :"

Di MT harus stabil. Jadi aku putuskan buat memisahkan kedua seasonnya. Tapi nanti ada beberapa part ekstra kok. ^^
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!