NovelToon NovelToon
Asi Babysitter Penggoda

Asi Babysitter Penggoda

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Pengasuh / CEO
Popularitas:3.1M
Nilai: 5
Nama Author: Nuna Nellys

Ketika Naya, gadis cantik dari desa, bekerja sebagai babysitter sekaligus penyusui bagi bayi dari keluarga kaya, ia hanya ingin mencari nafkah.

Namun kehadirannya malah menjadi badai di rumah besar itu.

Majikannya, Arya Maheswara, pria tampan dan dingin yang kehilangan istrinya, mulai terganggu oleh kehangatan dan kelembutan Naya.

Tubuhnya wangi susu, senyumnya lembut, dan caranya menimang bayi—terlalu menenangkan… bahkan untuk seorang pria yang sudah lama mati rasa.

Di antara tangis bayi dan keheningan malam, muncul sesuatu yang tidak seharusnya tumbuh — rasa, perhatian, dan godaan yang membuat batas antara majikan dan babysitter semakin kabur.

“Kau pikir aku hanya tergoda karena tubuhmu, Naya ?”

“Lalu kenapa tatapan mu selalu berhenti di sini, Tuan ?”

“Karena dari situ… kehangatan itu datang.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna Nellys, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Memanjakan Aset Arya. +++

...0o0__0o0...

...Jam menunjukkan pukul dua belas malam....

...Di kamar utama milik Arya, lampu redup memantulkan siluet lembut Naya yang sudah duduk di atas ranjang....

...Lingerie hitam yang gadis itu kenakan mencetak lekuk tubuhnya dengan begitu jelas, membuat Naya terlihat seperti godaan hidup yang menunggu di sentuh....

...Di ujung ranjang, Karan sudah tertidur pulas di dalam box bayinya....

...Ceklek—...

...Pintu kamar mandi terbuka....

...Arya muncul hanya dengan handuk yang melilit pinggang-nya. Rambut-nya masih basah, setengah berantakan, meneteskan sisa air yang menuruni garis otot tubuhnya....

...Setiap gerakan-nya memamerkan punggung dan dada bidang, seperti ancaman tenang yang berjalan mendekat....

...Glek..!...

...Naya spontan menelan ludah. Rasa kantuk yang tadi masih menempel langsung terbang entah ke mana....

...Arya melihat ekspresi itu. Sebuah senyum miring menghiasi bibirnya—senyum yang tahu persis efeknya terhadap gadis itu. ...

...Duda itu mendekat perlahan, langkah-nya mantap. Hingga kini dia berdiri tepat di depan Naya....

...“Sudah puas menatapku, hm ?” suaranya datar, tapi penuh goda....

...Naya tersentak, buru-buru ngeles seperti bajai. “Siapa yang menatap ? Aku… aku cuma lihat cicak di dinding belakang, Tuan.”...

...Arya terkekeh pendek. “Naya, arah bola mata mu lebih jujur daripada mulut kecil mu.” Ibu jarinya menyapu bibir Naya lembut, tetapi membuat napas gadis itu memburu....

...Wajah Naya memerah, tapi tatapan-nya tetap tak bisa berhenti menyisir tubuh hot duda itu....

...“Ck, Tuan tidak bisakah mengalah pada gadis kecil ?” gumam-nya manja. Tangan Naya naik pelan, menyusuri deretan roti sobek Arya....

...Arya memejamkan mata sepersekian detik, menikmati sentuhan itu. Begitu membuka mata, tatapan-nya berubah lebih gelap, lebih mengunci....

...“Sepertinya kau sudah sangat siap menjalankan tugas mu yang tertunda,” gumam-nya, suara-nya turun satu oktaf....

...Arya melepaskan handuknya dan membiarkan-nya jatuh ke lantai tanpa peduli....

...Sekejap, tangan Naya terhenti. Mulutnya sedikit terbuka, wajahnya memanas parah....

...Glek..!...

...Gadis itu menelan ludahnya kasar. Saat melihat penampakan aset Arya untuk kesekian kalinya. Yang terlihat menakut-kan namun juga bikin ngiler secara bersamaan....

...Bagaimana tidak ?...

...Aset Duda berbuntut satu itu. Terlihat jelas. Panjang. Besar. Penuh urat. Dan sangat kokoh....

...Wanita pasti di buat menjerit, kelabakan, puas saat bisa merasakan Asetnya....

...Arya melangkah mendekat, pelan namun pasti, sampai jarak antara mereka hilang. Aura panas asetnya menyerbu wajah Naya. Bahkan Aset itu menempel di bibir Naya....

...“Lihat aku, Naya.” Suaranya pelan, tapi seperti perintah yang tidak bisa di tolak....

...Naya mendongak, terperangkap tatapan hitam itu—tatapan yang bisa menarik siapa pun ke dalamnya....

...Arya menangkup dagu gadis itu, memaksa-nya tetap menatap. “Puaskan aset ku sampai laharnya keluar memenuhi mulut kecilmu ini.” ...

...Ia sengaja menekan Asetnya ke leher Naya. Ujung jarinya mengusap bibir-nya, menahan di sana seolah menahan gadis itu untuk tidak berpaling....

...“Sekarang…” napas Arya menyisir pipi Naya, rendah, berat, dan menuntut, “…buka mulutmu. Lebar.”...

...Seakan di sihir, Naya membuka mulut tanpa mampu berpikir. Tubuhnya seperti kehilangan kendali di bawah suara itu....

...JLEB..!...

...Arya langsung menggenggam rahangnya, memasukkan Aset-nya ke ruang sempit itu dalam satu gerakan menghentak cepat, kuat, membuat tubuh Naya tersentak ke belakang....

...Bukan detailnya… tapi kedalaman-nya yang membuat mata Naya membesar dan berair seketika....

...Arya tidak memberi jeda....

...Tubuhnya bergerak ritmis, keras, intens, memaksa Naya mengikuti tempo yang bukan pilihan-nya....

...Tangan Naya otomatis meraih pinggang Arya, berusaha menahan, berusaha mengikuti, berusaha bernapas....

...Desahan rendah Arya terdengar seperti geraman puas. Bercampur dengan bunyi alat tempur yang terus bergerak dalam rongga mulut Naya....

...“Mulutmu…” ia terhenti sejenak, menahan kenikmatan yang naik terlalu cepat, “…sempit sekali.” Arya memacu tubuh-nya lebih cepat. Lebih dalam. Lebih menuntut....

...Hingga Asetnya keluar-masuk dengan begitu liar di dalam mulut kecil Babysitter putranya....

...Naya kelabakan—bahunya bergetar, jemarinya mencengkeram paha Arya, memukul ringan, memberi tanda bahwa ia kewalahan, butuh udara....

...Tapi Arya sedang tenggelam dalam kenikmatan yang selama ini tertahan terlalu lama. Ia tetap mendominasi. Tetap memaksa ritmenya sendiri....

...Argh, tahanlah sebentar lagi, Naya." Ucapnya di sela pacuan tubuh'nya yang semakin liar....

...Hingga akhirnya napas Arya pecah—panjang, berat, dalam sementara tubuhnya menegang sesaat sebelum pelepasan itu terjadi....

...Naya hanya bisa menerima. Terengah. Pasrah. Seluruh tubuhnya panas dan gemetar....

...Arya menarik Aset-nya perlahan, menahan dagu Naya agar tetap menghadap-nya. Mulutnya penuh dengan mayones-nya itu. Sampai meluber keluar....

..."Telan." Titah-nya datar....

...Glek..!...

...Naya menelan mayones-nya sambil tersedak napas, dadanya naik-turun cepat. Ada sisa bening di sudut bibirnya, membuat wajahnya semakin memerah....

...Arya menyeringai rendah, puas dengan kekacauan yang ia ciptakan. ...

...“Beberapa menit saja,” ia menunduk, suaranya berbahaya, “dan kamu sudah membuat Aset ku muncrat begitu cepat.”...

...Naya tidak mampu membalas. Hanya memandang, dengan mata basah dan napas kacau—sementara Arya menikmati penuh ketidak berdayaan-nya....

...BRUK..!...

...Belum sempat Naya menarik napas normal, tubuhnya sudah terdorong keras hingga terlentang di tengah ranjang. Seluruh kasur bergoyang atas tindakan kasar Arya....

...“Tuan… kasih aku waktu untuk bernapas…” ucap Naya terbata, rahang-nya masih terasa nyeri akibat kegiatan sebelum-nya....

...Arya merunduk, mengurung tubuh Naya dengan kedua lengan-nya. Sorot matanya turun dari wajah Naya ke lekuk tubuhnya—seolah menilai, menuntut, dan mengklaim dalam satu tatapan....

...“Kamu bisa tetap bernapas,” bisiknya serak, “ sisanya… biarkan aku yang memberi mu kepuasan.”...

...Tangan-nya bergerak menyisir pinggang Naya, naik perlahan ke dadanya—sentuhan yang membuat tubuh Naya langsung meremang hebat. Napasnya patah-patah....

...“Eurghhh, Tu—Tuan…”...

...Naya melenguh, kelopak matanya menutup rapat, tubuhnya melengkung mengikuti arah tangan Arya yang semakin berani. Menyentuh bagian intim tubuh-nya. ...

..."Sudah sangat Basah," Bisik-nya meng-goda....

...Tangan Arya tetap memberikan sentuhan pada area bawah-nya tidak dalam, namun cukup untuk membuat darah Naya mendidih....

...KRAK..! KRAK..!...

...Dalam dua tarikan kasar, lingerie hitam itu robek. Kainnya terbelah, jatuh tak berdaya di sisi ranjang....

...Tubuh Naya yang kini nyaris terbuka membuat-nya terpekik kecil—bukan takut, tetapi karena terpukul oleh gelombang panas yang merayap dari dada ke seluruh tubuhnya....

..."Nikmati perlahan," Bisik-nya lembut. "Agar tuan Arya bisa mendapatkan kenikmatan yang selama ini anda inginkan." Naya menggit kecil Dau telinga Arya....

...Arya mengangkat Naya begitu saja, melemparkan-nya kembali ke tengah ranjang dengan kekuatan penuh. ...

...BRUK..!...

...Tubuh Naya terpantul lembut di atas kasur empuk dan ia tertawa tipis—senyum menggoda yang jelas membuat Arya hampir kehilangan akal....

...“Tuan,” ucap Naya, suaranya lembut namun penuh makna, “anda kasar sekali.”...

...Arya tidak menjawab. Ia hanya menatap-nya, menarik napas dalam, lalu perlahan merangkak naik… mengurung… menekan… sampai Naya benar-benar terperangkap di bawah tubuh besar itu....

...SRET..!...

...Sekali tarik, kain yang tersisa ikut melayang ke belakang. Dalam sekejap, tidak ada lagi penghalang di antara panas tubuh mereka....

...Udara kamar terasa lebih tebal, lebih berat. Bahkan AC yang dingin pun tidak bisa menurunkan suhu tubuh mereka yang membara....

...Arya menunduk, bibir mereka hampir bersentuhan. “Kau tidak takut,” bisiknya rendah, “kalau aku… memperkosa mu begitu saja, hm ?”...

...Naya tersenyum kecil—tipis, berani, berbahaya. Tangan-nya mengusap rahang Arya dengan lembut seolah menenangkan singa yang sedang menahan diri untuk tidak menerkam....

...“Tuan tidak bisa melakukan itu,” balasnya lirih, “tanpa persetujuan dariku.”...

...Arya terdiam. Rahang-nya mengencang. ...

...Putranya memang butuh Naya… dan karena itu, Arya harus menahan dirinya meski Aset-nya memohon untuk bertindak lebih....

...Di tengah napas yang saling bertabrakan, Arya menekan keningnya ke kening Naya....

...“Satu miliar,” katanya tiba-tiba....

...Mata Naya melebar pelan....

...“Serahkan…” Arya menelan napas, suaranya berat, “…mahkota mu padaku.” tangan'nya mengelus lembut area intim Naya. Yang sudah semakin basah. ...

...Jarinya bergerak di sekitar lubang buaya-nya. Tidak masuk. Hanya bergerak meng-goda. Namun mampu membuat Naya terpejam. Meremang....

...Hening....

...Suasana kamar seketika beku—bukan karena dingin, tetapi karena ketegangan yang merayap seperti kabut pekat. Di tengah gairah yang semakin membarah ...

...0o0__0o0...

1
Warningsih Ningsih
mau dong 50 juta sebulan,, tapi harus keluar asi dulu 😔😔😔😔
Sri Apriyani
bagus
Sri Apriyani
👍
Heni Fahro
mana lanjutan'y
Sonyah Sorayah
kren
Sri Wahyuni
waktu itu kan naya masih perawan kok jadi gini ceritae
Vella Meloyor
ciyus thor ??? masalalu mereka ternyata seburuk itu. 🤣🤣🤣🤣🤣 jika benar aku gak yakin Naya bakal gak benci Arya. Dilihat dari cerita firan, Naya kayaknya amnesia./Sob//Sob//Sob//Sob/ dan masuk akal karena Naya punya asi dan itu ternyata karena dia pernah melahirkan. gila Lo benar-benar keren thor... sampai rasanya aku mau ngumpat sibal..../Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Yuliati
kenapa harus di pakai sama firan haduehh aku kira belum sampai nina ninu Arya datang nyatanya dicelup sama laki2 lain
Alorra?
ditunggu lanjutannya Thor 🫰🏻
echa purin
👍
Ita rahmawati
nge bual GK sih si Fir'aun ini,, masa iya Naya sampe seperti itu tp pas udh ketemu Arya dn jd baby sitter ya Karan kok kyk GK ada bekasnya blas dia malah terkesan kyk cwe nakal 🤔
D_wiwied
ga bisa komen panjang, cuma satu kata buat firan: gila!
dan buat Key, cepet bergerak ga ada yg bs diandalkan sekarang selain dirimu sendiri buat selamatin Naya Karan
Diana Resnawati
lanjut ya thor🙏
Keysha Aurelie
Firan gak waras buang bayi di tong sampah, apa gak frustasi Naya bayi nya hilang , masa Naya sampai beberapa kalo mau bunuh diri, Firan
masih berharap ada Flashback antara Naya dan Arya
yang penting Naya dan Karan aman di dekat Gio pria tua tak tau diri itu
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Intan Nurwulan
Jgn lama up nya ka othir
Titik Ristiana
jgn sampe g happy ending ini...
Titik Ristiana
kpn up LG??
Dahlia Ludandong
lanjut thor 🙏🙏🙏
Dahlia Ludandong
epic banget sih ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!