NovelToon NovelToon
Gigolo Feeling

Gigolo Feeling

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:300.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ranxx

Zyta. Sherlyzyta Mezzaluna menyukai Adam. Kakak kelasnya sejak menengah pertama. Zyta yang termasuk gadis pendiam tak tau apa yang harus dilakukannya saat perasaan asing dan baru pertama kali dirasakannya kepada Adam.

Ingin mendekat tapi tak tau caranya dan hanya dapat melihat dari kejauhan.

Bertahun-tahun berlalu, rasa itu masih ada. Melekat kuat bagaikan prangko pada kertas surat.Waktu yang lalu dan waktu yang sekarang telah berubah. Kata orang bagai langit dan bumi. Terlihat dekat namun jauh. Seolah mudah tergapai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ranxx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Zyta Contract

Happy Reading~

! : Typo Bertebaran kek debu

📋Zyta Contract

Zyta memarkirkan mobilnya di depan salah satu tempat hiburan malam. Zyta mengerutkan dahinya tak yakin apakah ia harus masuk atau tidak tapi ada hal yang harus dilakukannya.

Ia menghembuskan napasnya berulang kali dan menyakinkan dirinya. Zyta membuka pintu mobilnya dan keluar lalu mengunci mobilnya.

Zyta memandang gedung didepannya. Padahal ia berjanji tidak akan main-main ke tempat itu lagi tapi demi misinya kali ini, Zyta harus melanggar janjinya.

Zyta mengeratkan pegangannya pada slepang tasnya dan kembali menghembuskan nafasnya. Zyta melangkahkan kakinya memasuki tempat tersebut. Baru setengah saja Zyta membuka pintunya, suara berdentam keras menyambutnya.

Zyta mengerutkan dahinya tak nyaman tapi tetap memasuki tempat hiburan malam tersebut. Ia mengedarkan pandangannya mencari letak bar tempat itu.

Setelah menemukannya, dengan langkah lebar Zyta segera menghampiri bar dan duduk disalah satu kursi tinggi.

"Pesan apa?"

Sebuah suara menyadarkan Zyta yang tengah mengamati sekitar yang sudah dipenuhi kaum adam maupun kaum hawa yang berbaur tanpa sungkan-sungkan.

Zyta menggeleng kepada seorang pria didepannya yang Zyta rasa seorang bartander. Si bartander mengangguk lalu meninggalkan Zyta.

Ia kembali mengedarkan pandangannya kepenjuru ruangan. Kepalanya mulai berdenyut dan telinganya sedikit berdenging karena kencangnya musik yang diputar.

"Bagaimana bisa gendang telinga orang-orang ini baik-baik saja," gurutu Zyta.

"Hah~ Lebih baik kembali besok saja," guman Zyta baru saja akan beranjak tadi terdapat dua orang pria yang tengah tersenyum kepadanya.

"Kok sendirian aja?" tanya pria tersebut duduk disebelah kanan Zyta.

"Mau kita temenin?" tanya pria lainnya duduk disebelah kiri Zyta.

Zyta mengerutkan dahinya waspada, takut-takut jika dua orang pria dikanan dan kirinya akan berbuat hal tak senonoh padanya. Tapi Zyta segera menyadarkan dirinya saat mengingat tujuannya kemari. Zyta tersenyum semanis mungkin lalu mengangguk.

"Heum.. iya lagi sendirian. Mau temenin?" ujar Zyta melancarkan jurus menggodanya yang biasa ia praktekkan pada para suster di instalasinya atau di instalasi lainnya.

Dua orang itu langsung kegirangan mendapat persetujuan dari Zyta, "Mau kita pesankan minum?" tanya salah satu diantara mereka.

Pria disebelah kanan Zyta mengulurkan tangannya, "Kita belum kenalan. Beni dan dia Aldo," Zyta membalas uluran tangan Beni.

"Sherlyzyta. Panggil aja Zyta," ujar Zyta juga mengulurkan tangannya pada Aldo yang dibalas Aldo dengan ciuman ditangan Zyta.

"Namanya cantik kayak orangnya. Unik juga," goda Aldo setelah mencium tangan Zyta.

Zyta tersenyum manis dan berterima kasih padahal didalam hatinya mendumal. Cowok sialan. Main cium-cium. Kenal juga nggak. Seperti itulah batin Zyta.

"Oh ya katanya mau pesanin minum? Jadi?" tanya Zyta menarik tangannya dari Aldo dan menatap Beni.

Beni gelagapan mendapat tatapan langsung Zyta dan segera menganggukkan kepalanya cepat. Beni segera memanggil bartender yang tadi menanyainya. Didalam hati Zyta menertawakan tingkah Beni yang gugup.

'Dasar bodoh!' batin Zyta.

"Mau pesan apa Zyta cantik,"

Zyta ingin muntah mendengar ucapan Beni yang memang contoh orang-orang yang perayu ulung. Wajah Benipun tak jelek-jelek sekali walau tak sejelek Aldo.

"Apa aja boleh," ujar Zyta tersenyum manis. Beni mengangguk dan memesan 3 minuman.

"Oh ya kesini sendiri aja atau sama temen?" tanya Beni setelah memesan minum.

"Sendiri aja," ujar Zyta tersenyum.

"Kalian dateng berdua?" lanjut Zyta menunjuk Beni dan Aldo bergantian.

Mereka menggeleng, "Trus?" tanya Zyta.

"Tadi sama yang lain. Tapi udah pada pulang," jawab Aldo dan Zyta mengangguk.

Bartender kembali dengan 3 gelas berisi minuman beralkohol. Zyta berterima kasih lalu menyesap minuman itu sedikit.

'Tubuhku. Maafkanlah aku sebagai pemilikmu karena melanggar janji yang telah kita buat tapi ini demi mendapatkan informasi penting,' batin Zyta saat minuman itu melewati tenggorokkannya.

Mereka terus mengobrol tanpa henti sedangkan Zyta sudah mulai kehilangan kesadarannya sedikit demi sedikit.

"Hah~" desah Zyta saat meneguk minuman lain yang berbeda dari yang dipesan oleh Beni.

"Nona cantik, kau sudah mabuk. Masih kuat minum?" tanya Beni menyentuh pundak Zyta. Zyta menepis tangan Beni kasar membuat Beni maupun Aldo mengerutkan dahi kaget.

Aldo tersenyum penuh arti kepada Beni yang diangguki oleh Beni. Entah apa yang tengah mereka rencanakan.

Zyta hanya bergumam kecil dengan kepala yang diletakkannya diatas meja bar. Beni tersenyum dan tanpa aba-aba membopong tubuh Zyta keluar gedung. Kedua orang itu membawa Zyta bukan kembali ke mobilnya tapi berjalan menuju gang di sebelah tempat hiburan malam.

Zyta yang hanya berjalan mengikuti tiba-tiba berhenti berjalan lalu berdiri tegak dan melepaskan rangkulan Bani dibahunya.

"Kurasa disini cukup sepi," ujar Zyta mengangkat kepalanya lalu tersenyum kepada Beni yang mengerutkan dahi bingung.

Zyta memegang tangan Beni lalu..

"ARGHH!!!!" suara teriakkan Beni membuat Aldo yang tadi berjalan dibelakangnya membelalakan matanya dengan lebar.

Zyta baru saja membanting tubuh Beni, "Yuuu... Ternyata diriku masih sekuat dulu," ujar Zyta menolehkan kepalanya kepada Aldo dan tersenyum manis.

Zyta menunjuk Aldo, "Kau,"

Zyta menggerekkan jari terlunjuknya menyuruh Aldo mendekat. Dengan gemetaran Aldo mendekati Zyta.

"Duduk sini," ujar Zyta menunjuk tempat disebelah Beni yang masih ditanah, Aldo segera duduk disebelah Beni.

Zyta mencondongkan tubuhnya lebih rendah, "Hmmm... Kalian berdua orang asli sinikan?" Beni maupun Aldo terdiam dan saling memandang.

Zyta menghentakkan sebelah kakinya, "Ditanya malah diam aja. Dasar orang Indonesia," sentak Zyta kesal membuat dua orang yang duduk bersimpu didepannya gemetar. Beni maupun Aldo mengangguk dengan cepat.

Zyta tersenyum miring, "Aku ingin tanya," ujar Zyta menegakkan tubuhnya lalu mengeluarkan ponselnya.

"Kenal orang ini?" tanya Zyta memperlihatkan sebuah foto kepada Beni maupun Aldo.

Beni maupun Aldo mengerutkan dahinya bingung lalu menggeleng dengan cepat. Mereka berdua ingin segera pergi dari hadapan Zyta yang sudah tidak terlihat seperti wanita baik.

"Cih! Dasar gak guna," decih Zyta bersedekap memandang dua orang dibawahnya kesal.

Zyta meletakkan ibu jari dan telunjuknya didagu. Melirik Beni juga Aldo yang langsung terkesiap takut mendapat lirikan dari Zyta yang terlihat sangat menakutkan, seolah-olah akan ada sesuatu yang terjadi setelah wanita mengalihkan pandangannya.

"Ku dengar dia orang sini. Dan karena kalian orang sini. Aku mau kalian mencarinya untukku. Mengerti?!" ujar Zyta menaikkan sebelah alisnya dan mereka langsung mengangguk patuh.

"Tapi apa kalian benar-benar nggak kenal dia?" tanya Zyta memastikan, Beni dan Aldo mengangguk dengan cepat.

Zyta yang melihat mereka berdua mendengus kesal, kembali membuat dua orang itu terkesiap.

"Ah! Sa.. Sa.. saya tau," gugup Aldo membuat Zyta tersenyum sumringah lalu menepukkan tangannya riang dan memberikan dua jempolnya.

"Kalau tidak salah dia tinggal tak jauh dari tempat ini dan... dan... kadang ia masuk ke sana," ujar Aldo menunjuk jejeran rumah yang terlihat remang-remang.

Zyta mengerutkan dahinya lalu menghela napasnya panjang. Ia sudah menduga pasti akan seperti itu.

"Baiklah. Aku ada pekerjaan untuk kalian dan aku akan membayar mahal untuk ini. Bagaimana? Mau?"

Beni dan Aldo saling pandang lalu mengangguk setuju. Lagipula saat ini mereka sedang menganggur dan tidak ada pekerjaan.

"Tapi, berapa bayarannya?" tanya Beni agak pelan, takut-takut jika Zyta kembali memasang wajah menakutkan apalagi tempat mereka remang-remang semakin menambah kesan menakutkan.

"Eumm... Sekitar 20 juta. Dan akan kubayar uang mukanya 5 juta. Bagaimana?" tanya Zyta tentu saja membuat Beni maupun Aldo yang tersenyum lebar mengangguk dengan cepat.

"Ok, bos!! Apa pekerjaannya?" ujar Beni tersenyum lebar memberi hormat layaknya bawahan kepada atasannya.

"Ku dengar dia seorang gigolo. Aku ingin kalian mencari informasi tentangnya dan membuatkan janji, untukku dan dia. Bagaimana? Apa susah?" tanya Zyta membuat Beni maupun Aldo saling memandang seolah mengatakan wanita seperti secantik Zyta harus memesan seorang pria, bukankah wanita seperti Zyta pasti sudah banyak yang mengantri untuknya.

Zyta memutar bola matanya kesal, "Kalian tak perlu tau apa yang akan kulakukan dengannya. Jadi, mau apa tidak? Aku bisa saja mencari orang lain dan membuat kalian akan kehilangan 10 juta ini. Cih! Kurasa kalian tidak mau," ujar Zyta meninggalkan Beni dan Aldo yang membulatkan mata mereka.

"TUNGGU!!" teriak mereka membuat Zyta yang membelaking Beni dan Aldo tersenyum miring.

'Uang memang segalanya,' batin Zyta.

Zyta berbalik, bersedekap dan menaikkan sebelah alisnya menunggu kata selanjutnya yang akan dikeluarkan salah satu diantara mereka.

"Kami mau," ujar Aldo cepat.

Zyta tersenyum lalu mengeluarkan kertas cek dan bulpoinnya. Ia menuliskan nominal disana sebagai uang muka. Setelah itu, Zyta menyerahkan kertas itu kepada mereka dan langsung diterima dengan sukarela.

"8 juta?" ujar Beni memandang Zyta bingung.

Zyta mengangguk, "3 jutanya adalah bonus karena aku ingin kalian mulai mencari informasinya sekarang," ujar Zyta menekankan kata sekarang.

Dua orang itu segera berdiri dan memberi hormat kepada Zyta.

"Siap, bos," ujar mereka bersamaan.

"Tapi, bagaimana caranya kami memberitahu bos?" Zyta teringat saat Beni menanyainya.

Zyta menepuk dahinya lalu segera memperlihatkan nomor teleponya, "Hampir lupa. Ini nomer hpku. Kalian bisa langsung menghubungiku kalau mendapatkan informasi tentangnya," Beni dan Aldo mengangguk setelah menyalin nomor Zyta.

"Jadi, bisakan kalian langsung kerja sekarang. Maaf ya, kalau merepotkan,"

Beni dan Aldo menggeleng.

"Gak ngerepotin kok, bos. Kita malah seneng," ujar Beni menyenggol Aldo lalu diangguki dengan cepat.

"Okey, kalian bisa pergi sekarang," ujar Zyta dan segera mungkin Beni juga Aldo pergi untuk mencari informasi.

Zyta yang masih berdiri ditempatnya bahkan sempat mendengar bagaimana dua orang yang akan menjadi ajudanya itu membicarakan uang Zyta baru saja berikan. Zyta menggelengkan kepalanya lalu beranjak dari sana kembali ke mobilnya. Zyta merenggangkan tubuhnya yang terasa pegal lalu tersenyum.

"Kita akan bertemu lagi, kak," ujar memandang gedung di depannya yang pintunya tertutup rapat tapi masih terdengar musik didalamnya.

Zyta memasuki mobilnya dan segera meninggalkan tempat itu kembali ke apartementnya.

🎡📋🎡TBC🎡📋🎡

Chapter ini rada aneh menurutku sendiri.. But thanks for read my story..

1
selesai baca 👏🤭 suka
5 ⭐⭐⭐⭐⭐
Akhirnya bersatu,Namun tamu special nya x d hadirkan author.. Twin Karina & Sarina 😐
Sevi Hartanti
kangen,besok baca lg,udah ngantuk 😴,bye Adam - zitha👋
Sevi Hartanti
salah satu novel favorit ku😘😘, padahal bagus kok sepi🤔,
vvdni
lah kok yg pas disms kok juga nmanya eldan thor, nmanya adam atau eldan
Ranxx: karakter cowoknya punya dua nama.. dan karakter cewek punya temen yng namanya sama kayk karakter cowoknya..

jdi disini tuh aq pake satu nama ke dua orang berbeda..
total 1 replies
Rani
mampir
Titin Annaj Athoriq
sy suka cerita dgn judul yg gak biasa
Aryani Dinda
kejutan
Aryani Dinda
ceritanya bagus tp like nya knpa dikit
Aryani Dinda
konfliknya sama Tante girang yang udah candu MA Adam alias eldan
Ranxx: 😭 karna dia terlalu ganteng jdi tante girangnya kecanduan gk mau lepas..
total 1 replies
Fatiyah rrgfyrterrtfretuyy
baru baca thor moga mnarik
Mawar Phutrii
bingung sama alurnya thor
Farida Silalahi
cocoknya detektif conan yg pecahin masalah ini. asli gue bingung.....
Riana Nazwa
ceritanya bagus kak aku suka

bdw mampir juga ya kak di novel Ku judulnya TERSISIH KARENA MENDUA
😍 Chairin 😍
babaliut....
Inna Wati
cerita nya bikin pembaca harus ikut andil mikir...kmn ni arah dan tujuan author...haaiisss maaf kn mak2 ni..GK than klo disuruh tebak tebakan..tpi ttp lanjut baca🙏🙏
Ranxx: 🙏🙏🙏 maaaf jugaa yaakk.. aq gk tahan klo gk buat cerita kek gtu 🤭🤭🤭
total 1 replies
Sandi Hasan
akuu mampir yaaa
Ranxx: makasih dah mampir disini juga 😙😙😙
total 1 replies
Bundanya Naz
cape deh..cm sakit kepalaku
Ranxx: Klise bgt ya ceritanya
total 1 replies
Bundanya Naz
surprise 😄
Ranxx: Tante-tante nyusahin dateng 🤣
total 1 replies
Bundanya Naz
keluarga aneh 🥺
Ranxx: ini juga karna Mikhail cmn punya anak cewek doang.. satu tok pula
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!