NovelToon NovelToon
SANG PEMBURU KEGELAPAN

SANG PEMBURU KEGELAPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:401
Nilai: 5
Nama Author: AL

Mengerahkan segenap kekuatannya, Arya menyerang Alam Dewa!

Awalnya Arya ditugaskan para dewa untuk memburu Pangeran Kegelapan yang telah menciptakan berbagai teror di dunia. Namun, di balik tugas ini, ada konspirasi yang busuk!

Para dewa rupanya berusaha melenyapkan keabadian dan kekuatan sang ayah yang ada di dalam dirinya. Kelak Arya akan memimpin perang melawan para dewa. Di perang besar ini dia akan menunjukkan kehebatan dan kesaktiannya yang tiada tara!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SPK 4

Perdebatan masih terjadi antara Teja dan Ayahnya. Teja tidak terima karena ayahnya terus membela Arya. Padahal dia merasa apa yang dilakukannya sudah benar, meskipun ada unsur mencari muka di depan Raja Gajayana.

Arya tidak menghiraukan perdebatan yang terjadi antara ayah dan anak itu. Dia memunguti satu persatu kayu bakar yang berserakan di tanah dan mengumpulkannya.

"Hentikan, Anak muda. Ke sinilah" Suara Raja Gajayana yang berwibawa membuat Bayu menolehkan pandangannya. Pemuda itu terpaku menelan ludahnya, setelah melihat gadis yang kemarin diselamatkannya sudah berdiri menatapnya.

"Apa kau sudah tuli? Cepat ke sini, Bodoh. Paduka memanggilmu!" bentak Teja berusaha mengambil hati Putri Citra dan Raja Gajayana.

"Teja ...! Jaga ucapanmu!" bentak Ki Sambernyawa dengan nada pelan, tapi penuh dengan tekanan.

Pemilik perguruan Elang Putih itu menyesalkan apa yang sudah dilakukan putra semata wayangnya. Bersuara keras di depan seorang raja adalah bentuk ketidak sopanan yang bisa saja mendapat hukuman berat. Apalagi dilakukan oleh rakyat biasa seperti anaknya.

Teja semakin dibuat bingung dengan sikap ayahnya yang terlalu membela Arya. Padahal dia merasa kalau dialah yang sepatutnya untuk dibela.

Arya berjalan sambil menundukkan kepalanya. Bukan karena takut kepada Raja Gajayana, melainkan bentuk rasa hormatnya kepada yang lebih tua.

"Mohon maaf, Paduka. Ada apa kiranya Paduka memanggil hamba?"

Raja Gajayana memandang Arya cukup lama. Dia merasa pemuda di depannya itu memiliki kemiripan wajah dengan seseorang yang pernah dikenalnya. "Tidak mungkin," gumamnya.

"Tidak salah lagi, Ayah. Dia yang kemarin menyelamatkan aku di dalam hutan kemarin," ucap Putri Citra.

Arya semakin menunduk dan tidak berani mengangkat wajahnya. Padahal dia tidak pernah berharap apa yang sudah dilakukannya itu diketahui orang lain, sesuai dengan pesan yang diberikan kedua orang tuanya.

"Mohon maaf, Yang Mulia. Sebenarnya masalah apa yang terjadi?" tanya Ki Sambernyawa penasaran.

"Dia sudah menyelamatkan aku dari empat orang yang hendak memperkosaku kemarin, Ketua. Bukan hanya itu, dia juga membunuh mereka berempat seorang diri," jawab Putri Citra mendahului ayahnya.

Teja sedikit terkejut, tapi sedetik kemudian berucap pelan mencibir. "Apa hebatnya? Aku juga bisa membunuh empat orang sendirian dengan mudah."

Mata Ki Sambernyawa mendelik mendengar ucapan putranya. "Jaga bicaramu jika tidak ingin ayah memberimu hukuman berat!"

Raja Gajayana merasa heran dengan sikap yang ditunjukkan Teja kepada Arya, seolah ada dendam pribadi di antara keduanya. Jauh berbeda dengan sikap sopan pemuda yang sudah menyelamatkan putrinya.

"Bagaimana ciri-ciri pelakunya, Gusti Putri?" tanya Ki Sambernyawa.

"Pemimpinnya memakai ikat kepala berwarna hijau dan membawa pedang besar. Wajahnya sangat kasar dan dipenuhi cambang."

"Tidak salah lagi, mereka adalah perampok yang sering melakukan aksinya di dalam hutan tempat Gusti Putri berburu. Mereka dijuluki Perampok Alas Mati, karena korbannya selalu dibunuh dan ditinggalkan begitu saja di dalam hutan," ujar Ki Sambernyawa.

Teja terkejut tidak percaya. Setahunya, Perampok Alas Mati memiliki kemampuan ilmu kanuragan yang cukup tinggi. Tidak mungkin Arya yang lemah bisa membunuh mereka seorang diri. Pasti ada yang sudah membantu, pikirnya.

Seorang prajurit berjalan mendekati mereka dan menyerahkan bungkusan yang dibawanya kepada Putri Citra.

"Sekalian aku juga mau mengembalikan pakaianmu. Mohon maaf jika belum sempat dicuci," ucap Putri Citra. Senyumnya terlihat  begitu manis terkembang.

Arya meraih pemberian Putri Citra. Dia mengangguk, namun tetap dengan pandangan tertunduk.

Teja tampak kesal dan tidak bisa menerima sikap manis yang ditunjukkan Putri Citra kepada Arya. Seharusnya senyum itu ditujukan kepadanya, bukan kepada manusia lemah itu, pikirnya.

"Pasti sudah ada yang membantunya, atau bisa jadi dia berkomplot dengan perampok itu, Paduka." Teja masih belum bisa percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Baginya, Arya tetaplah sosok yang lemah dan tidak punya kemampuan apa-apa.

Ki Sambernyawa tampak sudah tidak bisa mentolerir lagi ketidak sopanan putranya tersebut. "Teja ...! Aku mendidikmu agar kau menjadi pribadi yang punya adab dan sopan santun. Tapi ternyata kau ..."

Raja Gajayana mengangkat tangannya, agar Ki Sambernyawa menghentikan kemarahannya.

"Alasannya apa sehingga kau menuduhnya seperti itu?"

"Hadiah, Paduka. Dia pasti punya niatan agar mendapat hadiah atau perhatian dari Paduka. Sedangkan hamba tahu sendiri jika dia bahkan tidak mempunyai ilmu kanuragan sedikitpun. Dua tahun di perguruan Elang Putih ini, Arya hanya bertugas mengurus kandang kuda dan mengisi bak mandi saja tanpa berlatih sekalipun!" Teja tampak begitu bersemangat menyudutkan Arya.

Raja Gajayana mengalihkan pandangannya kepada Arya. Pemuda berambut kemerahan itu sedari tadi masih tertunduk dan tak sekalipun mengangkat wajahnya.

"Jadi kau bernama Arya?"

"Benar, Paduka. Nama hamba Arya."

"Sekarang begini, Arya. Apa kau punya bukti ataupun bantahan atas apa yang dituduhkan Teja kepadamu?" tanya Raja Gajayana.

"Hamba tidak punya bukti apapun, Paduka. Tapi, selama dua tahun di perguruan ini tidak sekalipun hamba keluar dari kompleks perguruan. Setiap hari hamba sibuk mengurus kandang kuda dan pekerjaan lainnya. Baru kemarin hamba keluar dari perguruan, itupun karena tugas hamba sudah berubah menjadi pencari kayu bakar." Arya menghentikan ucapannya sesaat untuk menarik nafas.

"Jadi kira-kira kapan hamba bisa punya waktu untuk membuat rencana dengan para perampok itu, jika setiap waktu hamba harus terus melaksanakan tugas yang diberikan guru kepada hamba?" lanjut Arya.

"Apakah benar seperti itu, Ki? Apakah benar jika Arya setiap hari hanya mengurus kandang kuda dan mengisi bak mandi tanpa berlatih sama sekali?"

"Benar, Paduka." jawab Ki Sambernyawa takut-takut.

"Kenapa kau tidak melatihnya sama sekali? Sedangkan tujuannya datang ke sini adalah untuk berlatih ilmu kanuragan."

Ki Sambernyawa bingung harus menjawab apa. Dia tidak mungkin mengatakan dengan sejujurnya kenapa tidak memberi pelatihan sedikitpun kepada Arya. Selain karena akan diliputi rasa malu jika semua muridnya tahu bahwa kemampuan Arya ada di atasnya, dia juga sudah berjanji kepada Ranu dan Mei Hwa untuk merahasiakan status Arya dari siapapun tanpa terkecuali.

"Mohon maaf, Paduka. Guru pernah bilang jika beliau ingin menempa fisik hamba sebelum memberi pelatihan ilmu kanuragan. Jadi karena itu hamba belum berlatih sekalipun di perguruan ini." Arya menjawab untuk menyelamatkan Ki Sambernyawa dari kebingungannya.

"Jadi seperti itu?" Raja Gajayana mengangguk-angguk seraya mengelus jenggotnya yang sepenuhnya berwarna putih. Meskipun sudah berumur sekitar 75 tahun, namun fisik Raja Gajayana masih terlihat seperti baru berusia setengah abad. Kemampuan berpikirnya tidak sedikitpun berkurang, meski secara fisik sudah termakan usia.

Kembali Raja Gajayana bertanya kepada putrinya untuk memastikan apakah benar jika Arya yang telah menyelamatkannya.

"Aku tidak mungkin salah menilai orang, Ayah! Saat itu tidak ada orang lain di sekitar kami berdu, jadi siapa lagi yang menyelamatkanku jika bukan Arya?"

Raja Gajayana benar-benar dibuat bingung dengan dua kenyataan yang saling bertentangan. Jika Arya tidak pernah berlatih ilmu kanuragan, kenapa bisa membunuh 4 perampok sekaligus?

1
anggita
like👍, 2x☝☝iklan. untuk dukung novel laga nusantara
anggita
bocah kuckuk🤔🤭😅
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
🚬🗿☕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!