NovelToon NovelToon
Istri Buta Presdir Dingin

Istri Buta Presdir Dingin

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Masokisme / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: oniya

Menikah bukan karena terpaksa, bukan karena keinginan orangtua, bukan karena adanya hutang, juga bukan karena keuntungan bisnis semata. Tetapi karena ....

Kaili adalah seorang gadis yang memiliki keterbatasan, yaitu tidak bisa melihat. Kaili terpaksa menikah dengan Presdir Lee yang terkenal akan kekejamannya.

Tak ingin membantah Sang Daddy, Presdir Lee terpksa menikahi Kaili yang sama sekali tidak dia cintai. Ketika menikahi Kaili, ternyata Presdir Lee telah menikah lebih dulu dengan kekasihnya yaitu, Yuki. Pernikahan keduanya diketahui oleh semua anggota keluarga dari pihak Presdir Lee. Bahkan, Tuan Shilin merestui keduanya.

Lantas, kenapa Tuan Shilin menikahkan kembali Putranya dengan seorang gadis buta seperti Kalii? Misteri apa yang sebenarnya dia sembunyikan?
Lalu bagaimana sulit kehidupan Kaili selanjutnya? Akankah Presdir Lee mau menerima Kaili sebagai istri? Akankah tumbuh benih-benih cinta antara keduanya?

Sekuel : My Boss Is My Husband

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IBPD BAB 06

"Tuan, saya dan putri saya pamit untuk pulang." Kata Nyonya Howin sopan.

"Silahkan, Nyonya Howin. Ada supir yang akan mengantarkan." Balas Tuan Shilin dingin.

"Predir Lee, saya titip Kaili Putri saya." Aktingnya.

"Baik, tentu saja." Jawab Predir Lee tak kala dingin dari sang Daddy.

"Terima kasih, Tuan, Presdir Lee." Pamitnya lalu berbalik badan untuk keluar dari Mansion.

"Ibu, kira-kira, apa maksud dari dialog antara Tuan Shilin dan Presdir Lee tadi. Dan kenapa Tuan Shilin melarang Putranya untuk menyentuh Kak Kaili. Padahalkan dia sendiri yang memilih Kak Kaili. Tapi, dia malah melarang Presdir Lee untuk jatuh cinta kepada kakak. Apa maksudnya?" Tanya Jia heran.

"Ibu juga memikirkan itu, Sayang. Tapi, bukankah ini berita bagus untuk kita. Tuan Shilin tidak menyukai Kaili, dan itu artinya, kita masih bisa mengerjainya tanpa ada yang perlu kita khawatirkan. Meski mereka tidak menyukai Kakak-mu mereka tetap memberikan kita uang yang sangat banyak. Biarkan saja Kakakmu itu menderita. Itu memang sudah takdirnya. Yang penting kita untung banyak, dan hidup kita terjamin, dan yang pasti kita tidak akan hidup susah atau jatuh miskin." Jawab Nyonya Howin

"Ibu benar juga. Tapi, bukankah obat yang kita campurkan di susu itu hanya akan berefek saat Kakak meminumnya saja. Kita sudah tidak lagi bersama Kakak, bagaimana kalau kakak tidak meminumnya? Bagaimana kalau dia bisa melihat lagi? Pokoknya aku tidak ingin Kakak bisa melihat lagi. Ibu tau dia sangat cantik, aku tidak ingin tersaingi, Bu." Protes Jia.

"Kamu tenang saja, Sayang. Kamu tau bagaimana sipat Kakakmu itu, dia itu sangat rajin, patuh, penurut, dan tidak pernah mengingkari janjinya. Ibu sangat yakin, dia tidak akan melupakan pesan Ibu." Jawab Nyonya Howin yakin.

"Ibu benar juga, semoga saja dia tidak lupa." Balas Jia.

"Mari Nyonya, Nona. Mobilnya sudah siap." Sapa seorang supir yang baru saja keluar dari dalam mobil. Ibu dan anak itu segera masuk kedalam mobil tanpa menghiraukan sang supir sedikit pun.

Sedangkan di ruang tamu, Presdir Lee dan Tuan Shilin masih terus berbincang-bincang.

"Sayang, Apa kalian melihat Nyonya Howin dan Putrinya Jia?" Tanya Nyonya Aeri yang baru saja datang.

"Dia sudah pulang," Jawab Tuan Shilin lembut.

"Benarkah? kapan? Kenapa aku tidak tau," Tanyanya.

"Barusan, kamu darimana saja, sayang?" Tanya balik Tuan Shilin.

"Toilet," jawabnya cepat. "Apa Kaili berada di kamarnya?" Tanyanya lagi.

"Iya, Mommy. Gadis buta itu sudah berada di kamarnya." Jawab Predir Lee.

"Kau ini, jaga bicara-mu! Mommy tidak suka kau mengatakan Istrimu sendiri sebagai gadis buta. Bagaimana kalau Mommy yang buta, apa kau juga akan menyebutkan panggilan itu untuk Mommy!" Kesal Nyonya Aeri tak terima akan Ucapan Putranya.

"Mommy!" Teriak Presdir Lee, Namun sang Mommy masih tak menggubrisnya dan terus melangkah menuju lift—untuk menjenguk menantu kesayangannya yang berada di lantai 4 kamar Putranya.

"Biarkan saja, nanti biar Daddy yang membujuknya." Ucap Tuan Shilin menahan Putranya—karena masih ada yang ingin dia bicarakan.

"Kaili sayang, kenapa belum istirahat?" Tanya Nyonya Aeri saat masuk ke dalam kamar yang pintunya tidak terkunci.

"Mommy," jawab Kaili yang tangah mengeluarkan satu persatu pakainnya dari dalam koper.

"Kau sedang apa, sayang?" Tanya Nyonya Aeri mendekati Kaili.

"Ehm ... Aku sedang membereskan pakaianku, Mommy." Jawab Kaili.

"Mommy bantu, ya." Tawar Nyonya Aeri.

"Tidak perlu Mommy, ini sudah selesai." Jawab Kaili yang memang telah selesai memasukkan semau pakaiannya kedalam satu lemari yang berada tak dari ranjang jauh.

"Kenapa tidak diletakkan di tempat pakain saja, Sayang. Buka saja pintu yang ada sebelah kamar mandi, di ruangan itu adalah tempat khusus untuk pakaian, sepatu, dan yang lainnya. Kau bisa meletakkan pakaianmu disamping pakaian Suamimu." Jelas Nyonya Howin.

"Akan susah bagiku untuk mencari pakaianku disana. Disini juga tidak apa, Mommy. Pakaianku juga tidak banyak." Jawab Kaili sopan.

"Baiklah, Sayang. Apa ada yang bisa Mommy bantu? Apa kau ingin mandi? Mommy bisa membantumu." Tawar Nyonya Aeri lagi.

"Tidak perlu, Mommy. Aku bisa melakukannya sendiri." Jawab Kaili tidak ingin menyusahkan sang Mertua.

"Baikah, Sayang. Ini ada baju tidur untukmu. Ini hadiah dari Mommy, Mommy harap kau tidak menolaknya. Mommy akan sedih kalau kamu tidak memakainya." Ucap Nyonya Aeri sambil mengulurkan paperbag kepada Kaili.

"Aku pasti akan memakainya, Mommy. Aku tidak mungkin menolak hadiah pemberian Mommy." Jawab Kaili cepat, sambil meraba untuk menerima uluran paparbag itu. "Terima kasih banyak, Mommy. Kaili janji akan memakainnya, sekali lagi terima kasih, Mommy." Sambung Kaili tulus. Selama kepergian kedua orangtuanya, Kaili tidak lagi pernah menerima hadiah dari siapapun. Dan dia sangat senang sekaligus terharu, ketika mendapatkan hadiah dari sang Mommy mertua.

"Sayang, apa kau tidak pernah menerima hadiah sebelumnya?" Tanya Nyonya Aeri kaget akan ekspresi wajah Kaili yang begitu senang, apalagi matanya yang berkaca-kaca. Sungguh Nyonya Aeri juga turut bersedih karena melihat itu.

"Iya, Mommy. Ini pertama kalinya aku menerima hadiah setelah kepergian Ayah dan Ibuku. Terima kasih banyak, Mommy. Aku menangis bukan karena mengharapkan hadiah selama ini. Aku menangis—karena mengingat kedua orang tuaku." Jawab Kaili sedikit berkilah. Sebenarnya, Kaili memang sedih karena mengingat kedua orang tuanya. Tapi, hal itu bukanlah poin utama dia berdedih. Karena sebenarnya, Kaili bersedih lantaran tidak pernah menerima hadiah sebelumnya. Perhatian sang mertua membuatnya begitu terharu. Ibu dan kakak tirinya memang sangat menyayanginya. Tapi, Kaili tidak merasakan ketulusan dari perhatian mereka. Berbeda dengan Nyonya Aeri yang ketulusannya dapat Kaili rasakan secara nyata.

"Maafkan, Mommy ya Sayang. Besok-besok Mommy akan memberikanmu hadiah sesungguhnya. Ini hanya sebagian kecil hadiah dari Mommy. Lihat saja besok, Mommy akan menyiapkan hadiah Special untukmu." Jawab Nyonya Aeri merasa bersalah, karena hadiah yang dia berikan pasti akan membuat Kaili kecewa.

"Tidak perlu, Mommy. Tidak perlu repot-repot, sungguh, aku bersedih karena mengingat kedua orang tuaku." Tegas Kaili merasa tidak enak hati.

"Tidak, Sayang. Kau itu adalah menantu kesayangan, Mommy. Tentu saja Mommy berhak memberikanmu hadiah. Dan kamu tidak boleh menolaknya" jawab Nyonya Aeri.

"Ukh, baiklah, Mommy." Jawab Kaili pasrah tidak ingin membantah.

"Kamu memang gadis yang baik. Mommy yakin, kamu pasti mampu membuat Lee membuka hatinya untukmu." Jawab Nyonya Aeri sambil mengelus lembut rambut panjang Kaili. Kaili hanya tersenyum mengiyakan.

"Sepertinya itu tidak mungkin, Mommy. Dia bukan hanya tidak menerimaku. Tapi, dia sangat membenciku. Hinaanya masih terus terasa menusuk bila diingat." Batin Kaili sedih. Dadanya terasa begitu sesak. Namun, selalu berusaha dia tahan.

1
Rut Lamrorejeki
bisa ga sih, pemain utama ceweknya jangan terlalu lemah
greget ihkkkk😡
Whi Tut
mundurrrrr
Dewi Herlinda
Luar biasa
Bahari Sandra Puspita
ini mah happy-sad ending ya kak..
happy ending buat pasangan Lee - Kaili..
tapi sad ending buat Shilin - Aeri.. 😭😭😭
ya walopun emang Aeri udah cukup berumur dan memang mungkin sudah waktunya pulang, tapi tetep aja nyesek bacanya kak..,😭😭😭

sehat2 terus ya kak..
tetap semangat untuk berkarya.. 😘🥰🤩😍
Dyah Oktina
kayaknya lee sakit jantung ya... dan rencananya kaili yg cocok jd donor nya.. makanya d nikahin.. u jd tumbal
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Dyah Oktina
Luar biasa
💠||ʀɪɴ
jujur gue nggk rela klo si Aeri yg meninggoy tapi ya mau gimna ... kan takdirnya si Aeri di tangan author nya
💠||ʀɪɴ
setelah tau kebenarannya baru nyesel kan!? Huh! rasanya ingin gue depak smpe keluar angkasa Lo tuan lele/Angry/
Minthil She Judhezt
Daddy mertua minta d timpuk biar sadar Thor
Minthil She Judhezt
ngilu2 sedap
Mbak Ciput
fr
Aeleen Wibu
cakep
Engelin Karundeng
Luar biasa
Nur Lizza
semangat athor karya mu bagus bagus😊
Nur Lizza
ya uda tamat aja.
mslh yuki aja blm selesai kok dh tamat
Nur Lizza
rasakn km shilin.kehilngn yg sngt kau cintai sakit bukan begitu jg ank mu dn cucu mu jk kau korbankn kai
Nur Lizza
lanjut
Nur Lizza
smg bkn kai yg donor jantungny.
krn pd kejadian itu kai pergi sm tuan garod
Nur Lizza
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!