Saat ia mengidap penyakit tumor otak pun, ayahnya tidak peduli, istri menceraikannya, dengan sisa tabungan yang ia punya, ia pergi ke rumah sakit untuk operasi, sayangnya ia mati di meja operasi.
Keajaiban pun datang, ia mendapatkan kesempatan hidup sekali lagi dan kendapatkan sistem untuk menjadi dokter hebat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6 Misi Baru
Arka berjalan menembus dinginnya malam menuju sebuah minimarket 24 jam di ujung jalan raya.
Lampu neon toko yang terang benderang menyambutnya. Masuk ke dalam, aroma kopi hangat dan roti bakar langsung menyapa indra penciumannya, membuat perutnya mendadak berbunyi.
"Lapar juga ternyata... Padahal tadi baru saja mati," gumam Arka sambil tersenyum kecik.
Ia mengambil dua buah roti isi, satu botol air mineral, dan sebotol kopi instan. Di kasir, seorang pemuda ber-apron merah melayaninya sambil menguap lebar.
"Totalnya jadi tiga puluh lima ribu, Mas," kata kasir itu dengan suara serak.
Arka mengeluarkan lembaran uang dari saku celana pinjamannya. "Ini, Mas. Pas ya."
Sembari menunggu kasir memasukkan barang ke dalam kantong plastik, mata Arka tak sengaja menangkap tayangan berita di televisi kecil yang digantung di sudut atas minimarket.
"Berita Utama Malam Ini: Kejadian mistis sekaligus ajaib gempar di Rumah Sakit Medika Utama. Seorang pasien yang dinyatakan meninggal dunia dilaporkan bangkit dari kamar mayat dan berhasil menyelamatkan seorang pasien koma sebelum menghilang...”
Arka hampir tersedak ludahnya sendiri. "Cepat sekali masuk berita..." batinnya panik.
"Edan ya, Mas," pangkas pemuda kasir itu tiba-tiba, menunjuk ke arah TV. "Jaman sekarang ada-ada saja berita settingan. Mana ada orang mati hidup lagi terus bisa ngobati orang? Paling cuma konten trik sulap biar rumah sakitnya viral."
Arka terkekeh canggung, merapatkan topinya. "Ah... iya juga ya, Mas. Masa orang mati bisa bangun lagi. Lucu-lucu saja media zaman sekarang."
"Ini kembalian... eh, barangnya, Mas. Terima kasih!"
"Sama-sama," jawab Arka cepat, lalu langsung ngeluyur keluar dari toko sebelum kasir itu menyadari wajahnya mirip dengan rekaman CCTV samar yang ditayangkan di berita.
Arka duduk di sebuah bangku taman kota yang sepi, menikmati roti gandumnya di bawah pendar remang lampu jalan. Rasa hangat makanan yang masuk ke perutnya memberi ketenangan tersendiri.
"Sistem," panggil Arka dalam hati. "Tampil layar statusku lagi."
[Sistem Diaktifkan]
sebuah antarmuka biru transparan kembali muncul mengambang di depan matanya.
[Parameter]
[Keterangan]
Nama: Arka
Status: Duda
Poin 1.500 Poin
"1.500 Poin Takdir ini... kalau mau dipakai sekarang, ada opsi apa saja?" tanya Arka.
[Pilihan Penukaran Poin Takdir Saat Ini:]
[1] Peningkatan Penglihatan Medis (Diagnosis Mata Otomatis) Biaya: 500 Poin
[2] Pemulihan Fisik Instan (Menghilangkan Rasa Lelah & Luka Ringan) Biaya: 300 Poin
[3] Pengetahuan Ilmu Bela Diri Tangan Kosong (Tingkat Dasar) Biaya: 800 Poin
Arka menyipitkan mata, menimbang-nimbang pilihan di depannya.
"Pilihan nomor satu dan tiga menarik," gumam Arka. "Kalau aku terus-terusan terlibat masalah seperti tadi, punya sedikit ilmu bela diri tidak ada salahnya. Tapi... diagnosis mata otomatis jauh lebih berguna untuk misi menyelamatkan nyawa."
"Sistem, ambil 'Peningkatan Penglihatan Medis' dan 'Pemulihan Fisik Instan'!"
[Penukaran Berhasil!]
[Poin Anda di potong 800 poin]
[Sisa 700 Poin]
[Mengintegrasikan Keahlian: Penglihatan Medis...]
Sret!
Rasa hangat dan sedikit perih seperti ditetesi air es menjalar di kedua mata Arka.
Pandangannya yang semula biasa saja mendadak berubah menjadi sangat tajam. Ketika ia melihat ke arah seorang pria tua yang sedang berjalan pelan di seberang taman, tiba-tiba muncul teks transparan di dekat dada pria itu:
[Analisis Target]
Kondisi: Gejala Awal Hipertensi & Penyumbatan Pembuluh Darah Ringan.
Tingkat Bahaya: Rendah.
"Luar biasa..." Arka terpana. "Ini seperti punya mata sinar-X!"
Belum sempat Arka menikmati keahlian barunya, sebuah suara rem mobil memekik nyaring di ujung jalan taman.
Ckiieeeeekkk!
BRAK!
Sebuah mobil sedan hitam melaju ugal-ugalan sebelum menghantam tiang listrik di pinggir jalan. Asap putih langsung mengepul dari bagian kap mesin yang ringsek parah.
[Ting!]
[Peringatan Misi Darurat!]
[Target: Pengemudi Sedan Hitam]
[Kondisi: Pendarahan Dalam & Arteri Karotis Terjepit]
[Anda harus segera menyelamatkannya Sebelum Anoksia Otak Terjadi]
Arka langsung berdiri melompat dari bangku taman. Roti di tangannya jatuh begitu saja.
"Baru saja aku mau istirahat... Tapi baiklah, mari kita mulai kerja malam ini!"
Kalo suka jangan lupa vote, komen, like dan hadiahnya ya🥰🥰Terima kasih.