NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Lo Licik? Gue Lebih Licik

Transmigrasi: Lo Licik? Gue Lebih Licik

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Idola sekolah
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Klarina_za29

Cantik tapi licik itulah julukan untuk Araina Jordan. Perempuan yang serba bisa dan paling menyebalkan bagi keluarga dan teman-temannya.

Araina yang tidak terima di jodohkan oleh keluarganya memilih kabur dari rumah...., sayangnya nasib tidak mendukungnya.
Bukannya bahagia, Ia malah mengalami kecelakaan setelah kabur dari rumahnya.

Tapi.....
Bukannya mati Araina malah masuk ke tubuh orang lain!
"Sialan! Kenapa jadi seperti ini!" ucapnya begitu frustasi.

Jiwa Araina malah bertransmigrasi ke tubuh Freya Anastasia Smith..., gadis cantik lemah lembut yang selalu dilindungi oleh dua keluarga besarnya.
"Tidak masalah yang penting masih kaya" gumam Araina.

Namun semuanya berubah ketika satu persatu ingatan Freya mulai masuk ke kepala Araina.
Pusing? Muak?

Araina baru menyadari ternyata ia bertransmigrasi ke dalam sebuah novel dimana ia hanya adik sepupu dari protagonis pria.

Mati? Tentu saja! Freya hanya seorang figuran....
(Apa yang akan dilakukan Araina selanjutnya? Yaaa rahasiaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Klarina_za29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Adik Kesayangannya!

"Hallo kakak cantik" sapa Freya dengan senang ke arah Evelyn.

Evelyn yang tadinya ingin marah seketika terdiam. Ia menatap Freya dengan kening yang masih berkerut.

"Ahh kenalin kak, Aku Freya Annastasia Smith. Adik bang Kenan dan bang Arga" ucapnya begitu lantang yang dapat di dengar semua orang di sana.

Evelyn mengerjapkan matanya, "Bukankah adik kalian Selena?" tanyanya penasaran.

Evelyn belum pernah bertemu dengan Freya. Ia hanya pernah bertemu dengan Selena itupun hanya beberapa kali karna mereka tidak satu sekolah.

Evelyn menyipitkan matanya dengan curiga.

Freya menghela nafasnya melihat tatapan Evelyn. "Aku beneran adiknya bang Kenan kak. Aku baru pindah dari inggris"

"Bagaimana dengan Selena?" tanyanya masih tidak percaya.

"Ahh Selena anaknya paman Kevin, dia juga sepupu kami. Sedangkan aku anaknya Daddy Arthur" jelasnya sambil tersenyum.

Kenan mendengus, "Kamu tidak perlu menjelaskan kepadanya" ujarnya dengan kesal.

Tak...

Freya menepuk lengan Kenan, "Tidak boleh seperti itu! Kak Evelyn kan tunangannya Abang" ucapnya begitu serius.

Evelyn tersenyum tipis, ini pertama kalinya ada orang yang membelanya seperti ini.

Arga yang di samping Freya mengelus rambut adiknya itu, "Kamu juga jangan terlalu percaya dengannya. Evelyn saja tadi mendorong Mutia sampai terjatuh" ujar Arga masih tidak menyukai cara Evelyn itu.

Freya menatap kesal Arga, "Abang juga kenapa menuduh orang tanpa bukti! Aku tadi aja lihat dia sendiri jatuh tanpa dipegang kak Evelyn. Kalau tidak percaya tanya aja pada tiga teman ku. Mereka juga melihat dia jatuh sendiri" tunjuknya pada Mutia yang mematung.

Clara, Karin, dan Esa yang disebut serentak mengangguk setuju dengan ucapan Freya. Mereka memang sudah memperhatikan mereka dari tadi.

Dan benar saja Mutia itu jatuh sendiri, tidak ada hubungannya dengan Evelyn.

Evelyn yang melihat itu tersenyum senang. Ia menatap ke arah Freya dengan mata yang berbinar. Sekarang ia akan menganggap Freya seperti adiknya sendiri.

Kenan dan Arga sentak menatap ke arah Mutia yang memucat. Dari sana saja mereka sudah mengetahui adiknya benar.

"Ti-tidak. Kak Kenan percayalah..., mana mungkin gue lakuin hal itu" bela Mutia. Ia tidak akan membiarkan semua orang menyalahkan dirinya.

Kenan menggeram marah, "Jadi maksud lo, adik gue bohong?" tanyanya dengan nada begitu datar.

Mutia menundukkan kepalanya, ia tidak sanggup menjawab pertanyaan dari Kenan.

Arga yang melihat semua itu tersenyum tipis. Ia tidak menyangka Mutia seperti itu.

"Abang salah, maafkan abang ya" ujar Arga dengan lembut.

Freya mendengus, "Kenapa padaku? Minta maaf sana sama kak Evelyn. Kalau tidak mau jangan bicara lagi padaku" ujarnya bersiap pergi.

Arga yang panik langsung menggenggam tangan Freya, "Iya.., Abang akan minta maaf" ucapnya dengan yakin.

Setelahnya Arga menatap ke arah Evelyn, "Sorry Evelyn. Gue salah karna menuduh Lo tanpa bukti" ujarnya dengan tulus.

Evelyn tidak menjawab ucapan itu ia hanya mengangguk saja.

"Nah sekarang giliran bang Kenan!" pinta Freya yang membuat semua orang menatap ke arahnya.

"Apa Freya itu gila? Mana mungkin Kenan melakukan hal itu.."

"Lo benar, Kenan bahkan tidak pernah meminta maaf selama gue di sekolah ini"

"Ahh gue harap Kenan tidak menyakiti adik gemas kita" sambung yang lainnya.

Freya dapat mendengar ucapan mereka. Tapi ia tidak peduli. Ia ingin melihat apakah Kenan begitu menyayangi Freya atau tidak.

Mutia yang merasa ada kesempatan dengan cepat mengambil alih percakapan. "Freya, aku tau aku salah. Tapi kak Kenan tidak perlu meminta maaf pada Evelyn. Bagaimanapun aku yang salah di sini" ujarnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

Freya memutar bola matanya malas. Sebenarnya ia masuk ke dalam novel apa? Kenapa banyak sekali perempuan teh hijau di sini. Bisa-bisa ia jadi gila mengahadapi semua orang yang setipe itu.

Ingin sekali Freya berkata kasar dan mengamuk. Tapi ia tidak bisa melakukannya sekarang. Ia harus menyelesaikan misinya terlebih dahulu.

Brakh....

Freya terkejut kemudian menatap ke arah Kenan yang memukul meja disampingnya.

"Gawat Kenan bakalan mengamuk"

"Wah Freya pasti kena amukan Kenan ni"

"Tapi kan Freya adiknya?"

"Iya yaa, jadi Kenan marah pada siapa sih" bisik-bisik siswa di sana.

Mutia tersenyum tipis, "Kak Kenan jangan marah. Mungkin Freya tidak sengaja meminta kak Kenan untuk meminta maaf pada Evelyn" ujarnya dengan sedih.

Freya benar-benar tidak habis pikir. Sebenarnya apa yang ada di otak Mutia? Pikirnya. Kenapa protagonis wanitanya sangat bertele-tele seperti ini.

"Cukup." ujar Kenan dengan datar.

Ia menatap tajam ke arah Mutia. "Lebih baik lo pergi sekarang atau Lo akan tau akibatnya!" ancam Kenan.

Mutia menunjuk dirinya sendiri, "Kak Kenan mengusir gue? Ucapnya begitu tidak percaya.

"Hmm. Gue paling gak suka ada orang yang menuduh adik gue sesukanya!" kesalnya.

Arga pun mengangguk, "Lo sudah melampaui batas Mutia. Bisa-bisanya Lo nuduh adek gue" tambahnya.

Mutia yang ingin membela diri seketika terdiam menatap ke arah Freya yang memerah malu.

Kenan dan Arga pun langsung menoleh. "Kamu Lapar?" ujar Kenan mendengar perut Freya berbunyi.

Freya menutup wajahnya, ia sangat malu sekarang. Kenapa perutnya tidak bisa diajak kerjasama pikirnya.

Arga terkekeh, "Yasudah ayo makan. kasian cacing di perut mu sudah meronta-ronta" ujarnya yang semakin membuat Freya malu.

Andai saja ada lubang, sudah dipastikan dirinya akan melompat ke sana dan bersembunyi saja.

"Abang lanjut saja, aku mau makan dengan teman baru ku" ucap Freya yang sudah menarik Clara dan memberikan kode pada Karin dan Esa untuk mengikuti dirinya.

Kenan menggelengkan kepalanya merasa lucu melihat tingkah adiknya.

"Lo kayaknya sayang banget sama Freya. Sangat berbeda dengan sifat lo pada Selena" ujar Evelyn yang ikut menatap Freya dengan temannya.

Kenan tersenyum tipis, "Dia adik kesayangan gue" jawabnya tanpa memikirkan apapun.

Evelyn hanya mengangguk, ia bisa melihat semua itu. Setidaknya Evelyn tidak akan menjadi lawan Freya.

Kenan menatap ke arah Evelyn, "Sorry atas kelakuan gue tadi" ujarnya kemudian pergi dari sana tanpa mendengar jawaban dari Evelyn.

"Aku akan mendekati Freya" gumam Evelyn dengan tersenyum. Akhirnya ia tau apa Kelemahan Kenan.

Jika Freya mendukungnya, maka Kenan pasti tidak akan menyulitkan dirinya lagi seperti dulu. Dengan ini dirinya tidak akan dimarahi lagi oleh orang tuanya.

Rendi dan Bara yang masih asik mendengar kan pertunjukkan itu cukup terkejut. Tapi mereka sempat mengenali Freya dulu waktu masih sekolah menengah pertama.

Walaupun tidak terlalu dekat, mereka berdua sangat tau bagaimana dekatnya Kenan dengan Freya.

"Ayo kesana" ajak Arga ke arah mereka berdua.

Arga masih ingin berbincang dengan Freya. Ia masih penasaran alasan Freya untuk kembali ke Indonesia. Terlebih sekolah ditempat yang sama dengan dirinya.

Karna dulu, Freya lebih memilih sekolah di tempat saudara sepupu dari ibunya.

"Sebenarnya apa yang terjadi" gumamnya begitu penasaran.

~ To Be Continue

1
Sulicungliieee
ᥣɑ𐓣ʝυ𝗍 𝗍𝗁𝗈𝗋....ᑯꪱᜒ𝗍υ𐓣𝗀𝗀υ υρ 𐓣ɣɑ

.
Susi Nugroho
Nggak sabar nunggu mereka berdua bertemu....
Yuyun Suprapti
up lg kk💪
Yuyun Suprapti
up lg yg banyak kk💪
Susi Nugroho
Nggak sabar nunggu lanjutannya.....
Susi Nugroho
Lanjut
aku
pesan apa
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu..... Nggak pake lama
Susi Nugroho
Basmi hama - hama yg nggak berguna.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!