NovelToon NovelToon
Sistem Raja Cuan Membangun Kampung Halaman

Sistem Raja Cuan Membangun Kampung Halaman

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Lelah menjadi budak korporat di kota besar tanpa hasil dan malah dikhianati oleh orang terdekatnya, Yao Wi memutuskan menyerah dan pulang ke kota kelahirannya yang miskin dan terbelakang. Namun, siapa sangka keputusannya untuk menyerah justru menjadi titik balik hidupnya saat sebuah sistem misterius tiba-tiba aktif di kepalanya.

Ding!

​[Selamat datang, Tuan Rumah Yao Wi.]

​[Sistem ini bertujuan untuk membantu Anda mengubah kota kelahiran Anda yang tertinggal menjadi kota paling makmur di bumi.]

​[Aturan Utama Sistem: Tuan rumah akan menerima seratus ribu setiap hari dari setiap jiwa yang terdaftar resmi sebagai warga kota ini.]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Suasana di warung kopi seberang jalan mendadak hening sejenak sebelum akhirnya meledak oleh luapan adrenalin.

"Kau serius tidak berbohong, Tuan Muda?" teriak salah satu kuli berbadan paling besar dengan mata berapi-api penuh keserakahan.

"Tentu saja aku serius, cek aslinya ada di tanganku sekarang, siapa yang paling cepat dia yang akan dapat!" balas Yao Wi sengaja memprovokasi.

Srak! Brak!

Sepuluh orang kuli panggul itu langsung berdiri serentak, menjatuhkan kursi kayu dan membanting gelas kopi mereka begitu saja ke tanah.

Rasa takut mereka pada nama besar Geng Naga Hitam menguap seketika digantikan oleh hasrat akan uang dan semangat yang membara.

Mereka mengambil apa saja yang bisa dijadikan senjata di sekitar warung, mulai dari balok kayu, linggis, hingga rantai besi berkarat.

"Serang preman-preman sialan itu! Seratus juta menanti kita, saudara-saudara, serbu!" teriak pemimpin kuli panggul itu sambil berlari menyeberangi jalan raya bak orang kesetanan.

Ketiga preman Geng Naga Hitam itu seketika memucat pasi saat melihat sepuluh pria berbadan kekar berlari ke arah mereka layaknya kawanan banteng liar.

"Sialan, apa-apaan ini? Mundur, cepat lari!" teriak preman botak itu panik setengah mati dan membuang tongkatnya.

Namun mereka sudah terlambat, para kuli panggul itu memiliki stamina yang luar biasa dan langsung mengepung mereka dari segala arah dengan senjata di tangan.

Bugh! Brak! Buk!

Suara pukulan dan hantaman benda tumpul bertubi-tubi terdengar sangat nyaring mewarnai perkelahian brutal yang sangat sepihak tersebut.

"Ampun! Tolong hentikan, tulang rusukku patah, ampun!" jerit preman gondrong yang kini meringkuk di tanah sambil memegangi kepalanya yang berdarah.

Para kuli panggul itu memukul tanpa ampun sama sekali, melampiaskan kekesalan dan dendam mereka yang selama ini sering diperas oleh preman-preman pasar tersebut.

Hanya dalam waktu kurang dari dua menit, ketiga preman garang itu sudah babak belur, wajahnya tak berbentuk, dan pingsan tak berdaya di tanah.

Pemimpin kuli panggul membuang balok kayunya dan berjalan menghampiri Yao Wi dengan napas terengah-engah dan dada naik turun.

"Tugas kami sudah selesai, Tuan Muda, sampah-sampah ini sudah kami bersihkan," lapor kuli berbadan besar itu sambil tersenyum lebar memamerkan giginya yang kuning.

Yao Wi mengangguk puas melihat hasil kerjanya dan tanpa ragu menyodorkan cek bernilai seratus juta itu tepat ke tangan pemimpin kuli.

"Kerja yang sangat bagus, ini bayaran kalian, bagilah dengan adil sesama saudaramu dan jangan berkelahi karenanya," ucap Yao Wi tenang.

Tangan kuli panggul itu bergetar hebat saat menerima lembaran cek tersebut, matanya berkaca-kaca menahan air mata kebahagiaan yang meluap.

"Terima kasih banyak, Tuan! Anda benar-benar dewa penolong yang dikirim langit untuk kami hari ini!" seru pemimpin kuli itu sambil membungkuk dalam-dalam menyentuh lututnya.

Sembilan kuli lainnya yang wajahnya dipenuhi keringat juga ikut menundukkan kepala mereka dengan penuh hormat kepada Yao Wi.

"Sekarang bawa ketiga sampah ini pergi jauh dari sini, aku tidak ingin melihat darah kotor mereka menodai halaman gedung baruku," perintah Yao Wi sambil menunjuk ke arah preman yang pingsan.

Para kuli itu mengangguk patuh dan dengan sigap menyeret kaki ketiga tubuh preman tersebut layaknya menyeret karung beras.

Yao Wi membalikkan badannya dan menoleh ke arah Tuan Zhang yang sedari tadi mematung tak percaya menyaksikan semua kejadian gila itu.

Rahang Tuan Zhang hampir lepas melihat bagaimana pemuda di depannya ini menggunakan kekuatan uang murni untuk menyelesaikan masalah kekerasan dengan sangat elegan.

"Nah, Paman Zhang, sekarang lalat pengganggunya sudah pergi jauh," kata Yao Wi dengan nada yang kembali melembut dan sangat ramah.

"Mari kita selesaikan transaksi kita yang sempat tertunda tadi agar paman bisa segera pergi."

Tuan Zhang tersadar dari lamunannya dan buru-buru mengeluarkan ponsel tuanya dari saku celana dengan tangan yang masih sedikit gemetar.

"I-ini nomor rekening bank saya, Tuan Muda," ucap Tuan Zhang sambil menyodorkan layar ponselnya yang retak.

Yao Wi segera memasukkan nomor rekening tersebut dan mengetikkan nominal lima miliar rupiah ke dalam aplikasi perbankannya.

Ding!

"Transaksi berhasil, paman bisa mengeceknya sendiri," ucap Yao Wi sambil membalikkan layar ponselnya ke arah Tuan Zhang.

Tuan Zhang memeriksa notifikasi sms di ponselnya sendiri dan melihat saldo rekeningnya yang awalnya hanya ratusan ribu kini bertambah lima miliar bulat.

Air mata Tuan Zhang tumpah seketika, ia memeluk tasnya dan jatuh berlutut di depan kaki Yao Wi sambil menangis tersedu-sedu.

"Tuan Muda, terima kasih... terima kasih banyak! Dengan uang yang Anda berikan ini nyawa istri saya bisa diselamatkan hari ini juga!" ratap Tuan Zhang penuh haru biru.

Yao Wi segera berjongkok dan memegang pundak pria tua itu, membantunya untuk kembali berdiri tegak.

"Sama-sama, Paman, aku hanya membeli properti ini sesuai dengan harga pasar yang pantas, ini murni bisnis dan bukan amal," balas Yao Wi dengan sangat rendah hati.

"Sekarang tolong berikan semua sertifikat dan kunci bangunan ini kepadaku, paman harus segera pergi ke rumah sakit menemani istri paman."

Tuan Zhang mengangguk cepat sambil mengusap air matanya, lalu menyerahkan sebuah map tebal beserta sekotak anak kunci yang berkarat kepada Yao Wi.

"Ini semua dokumen sahnya lengkap dengan akta, bangunan dan tanah seluas dua hektar ini resmi menjadi milik Anda sepenuhnya, Tuan Muda," ucap Tuan Zhang dengan senyum paling lega dalam hidupnya.

Setelah berpamitan dan membungkuk sekali lagi, Tuan Zhang berlari dengan penuh semangat meninggalkan pelataran itu menuju stasiun kereta.

Yao Wi berdiri sendirian di pelataran plaza tua yang sangat luas tersebut sambil memegang map sertifikat di tangannya dengan bangga.

Ding!

Suara mekanis sistem kembali berbunyi di kepalanya seiring dengan selesainya transaksi kepemilikan properti pertamanya di kota itu.

[Misi Tersembunyi Terselesaikan: Langkah Pertama Sang Penguasa Kota.]

[Anda telah berhasil mengakuisisi aset properti komersial skala besar pertama di wilayah Kota Linzhou.]

[Hadiah Sistem Terbuka: Fitur Blueprint Renovasi Super Cepat telah ditambahkan ke dalam menu.]

Yao Wi menaikkan sebelah alisnya merasa sangat tertarik dengan hadiah sistem yang baru saja muncul di layar virtualnya tersebut.

"Blueprint Renovasi Super Cepat? Tolong jelaskan apa fungsi spesifiknya, Sistem," tanya Yao Wi dalam hati dengan rasa penasaran tinggi.

[Penjelasan: Sistem menyediakan akses kepada tim konstruksi khusus dari dimensi bayangan yang bekerja dengan efisiensi seratus kali lipat dari manusia normal.]

[Tuan Rumah hanya perlu membayar biaya material dan jasa dengan uang harian, dan tim gaib ini akan merenovasi bangunan apapun dalam waktu satu malam saja tanpa suara.]

Mata Yao Wi langsung berbinar terang seperti bintang saat membaca penjelasan luar biasa dari layar biru tersebut.

Ia awalnya sangat khawatir bahwa merenovasi bangunan sebesar plaza ini akan memakan waktu berbulan-bulan dan menghambat rencana ekspansinya.

Tapi dengan fitur gila ini, ia bisa menyulap plaza tua yang kumuh ini menjadi markas besar yang super mewah hanya dengan memejamkan mata semalam.

"Sistem, aku ingin merenovasi seluruh bangunan plaza ini menjadi kantor pusat perusahaanku yang mewah dan berteknologi tinggi," perintah Yao Wi penuh antusias.

[Permintaan diterima. Memindai luas area keseluruhan dan tingkat kerusakan struktural bangunan saat ini...]

[Kalkulasi biaya total untuk renovasi tingkat tinggi, interior mewah kelas dunia, dan sistem keamanan pintar adalah sebesar Rp. 3.000.000.000,-]

[Apakah Tuan Rumah ingin mengkonfirmasi pembayaran tunai dan memulai proses pembangunan malam ini?]

Yao Wi tersenyum sinis, tiga miliar hanyalah uang receh jika dibandingkan dengan pendapatan hariannya yang rutin mencapai lima miliar.

"Konfirmasi pembayaran sekarang, lakukan renovasi dengan material terbaik yang kalian punya tanpa sisa," jawab Yao Wi tegas dan mantap.

Ding!

[Pembayaran sebesar tiga miliar rupiah telah berhasil dipotong dari saldo harian Anda.]

[Proses pengerjaan akan dimulai tepat pada tengah malam nanti saat tidak ada warga yang melihat, dan akan selesai sempurna sebelum matahari terbit.]

Yao Wi menatap bangunan tua di depannya dengan perasaan bangga yang membuncah memenuhi rongga dadanya.

Hari ini ia sudah memiliki mobil mewah impor, markas besar perusahaan raksasa yang sedang dalam proses, dan ia baru saja menghancurkan preman lokal tanpa mengeluarkan setetes keringat pun.

Namun, ia tahu bahwa Geng Naga Hitam pasti tidak akan tinggal diam setelah tiga anggota mereka dibuat cacat dan kehilangan muka karenanya.

"Biarkan saja para preman kampungan itu datang mencariku, aku akan menelan seluruh organisasi mereka bulat-bulat dengan gunung uangku," gumam Yao Wi sambil menyeringai sangat tajam.

Ia berbalik dan berjalan santai menuju Range Rover hitamnya yang terparkir mengkilap di bawah terik matahari siang.

Sudah waktunya baginya untuk mencari makan siang yang enak dan mulai merencanakan perekrutan bawahan yang bisa diandalkan untuk mengurus perusahaannya besok.

Kerajaan bisnis Yao Wi di Kota Linzhou baru saja meletakkan batu pertamanya hari ini dengan sangat kokoh.

1
Fajar Fathur rizky
aturan mentri zhou di bantai
Hadi Hadi
mantap🤭
Hadi Hadi
sikat💪
Hadi Hadi
up up
Kirigaya Haruto
tinggi gedungnya 5 kali burj khalifah
Kirigaya Haruto
alur ceritanya bagus dan gak berbelit-belit walaupun aku gak tau uangnya dari mana bisa ngeluarin uang sebanyak itu
Fajar Fathur rizky
hahahaha mampus kau
Kirigaya Haruto
linzhou itu kota di China gimana bisa di linzhou ada jalan sudirman yang lekat sama kota2 di Indonesia
Kirigaya Haruto
kan harusnya jumlah uangnya itu 4.348.550.000 kenapa dia bisa ngeluarin 5m hari ini kan uangnya seharusnya gak cukup
Kirigaya Haruto: aku sebagai pembaca veteran selalu menemukan pola yang sama jumlah uang yang keluar sama jumlah uang yang masuk itu gak seimbang banyakan uang keluar dari pada uang yang masuk
total 2 replies
Hadi Hadi
up💪
Nissa Safira: terima kasih kaka hadi🥰🙏
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up💪
Hadi Hadi
lanjut💪
Hadi Hadi
good😍
Hadi Hadi
semangat💪
Hadi Hadi
mantap😍😍💪
Hadi Hadi
semangat💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
mantap
Hadi Hadi
sikat
Hadi Hadi
lanjut💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!