NovelToon NovelToon
The Twentieth Concubine Wants To Survive

The Twentieth Concubine Wants To Survive

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Timur
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Fresh Tea

Ye Xinyue, mahasiswa hukum tingkat akhir, meninggal karena kelelahan mengerjakan skripsi. Namun, bukannya masuk surga, ia justru terbangun sebagai Selir ke-20 Kaisar Tianyu dalam webtoon *** yang sering dibacanya. Mengetahui bahwa tokoh ini akan mati di tengah perebutan kekuasaan, Xinyue bertekad mengubah takdir. Ia memilih hidup tenang, menjauhi kaisar, politik istana, dan para selir. Sayangnya, rencananya gagal ketika Kaisar Tianyu mulai memperhatikannya. Lebih buruk lagi, alur cerita perlahan berubah: tokoh yang seharusnya mati masih hidup dan kejadian baru bermunculan. Kini Xinyue harus bertahan hidup sambil mencari alasan mengapa kedatangannya telah mengubah seluruh takdir Tianyu dan rahasia besar di balik semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The Tyrant Emperor Is Real

Kepanikan melanda Kediaman Fenghua tak kala dua kotak kayu mahoni berukir emas tiba bersama rombongan kasim kekaisaran. Di dalamnya, terbaring rapi dua tangkai ginseng salju berusia ratusan tahun yang memancarkan aroma herbal menenangkan. Bagi pelayan mana pun, ini adalah berkah tak terhingga. Namun bagi Ye Xinyue, dua kotak kayu itu tak ubahnya dua kotak bom waktu yang siap meledak kapan saja.

Mingzhu, pelayan pribadinya, berlutut sambil tersenyum lebar dengan mata berbinar-binar. "Yang Mulia! Ini adalah kehormatan yang sangat besar! Selama dua tahun berada di istana, Yang Mulia Kaisar belum pernah memberikan hadiah dari gudang kekaisaran kepada selir berpangkat rendah secara langsung! Ini bukti bahwa Yang Mulia mulai memperhatikan Anda!"

Xinyue yang sedang duduk di tepi ranjang hanya bisa menyandarkan dahinya ke tiang kayu ukir dengan wajah meratapi nasib.

Memperhatikan gundulmu! jerit Xinyue dalam hati, jemarinya memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut nyeri. Ini bukan bentuk perhatian, ini adalah taktik pengalihan isu! Pria itu sengaja menjadikanku umpan agar selir-selir berkuasa itu tidak fokus padanya! Perhatian dari seorang tiran di dunia ini sama saja dengan vonis hukuman mati tanpa proses persidangan!

Sebagai mantan mahasiswa hukum yang terbiasa menganalisis motif di balik tindakan seseorang, Xinyue tidak seijau Mingzhu. Zhao Fengting bukan tipe pria romantis yang tiba-tiba jatuh cinta pada pandangan pertama kepada selir berpangkat paling buncit. Kaisar itu adalah seorang penguasa dingin yang penuh kalkulasi. Dengan memberikan ginseng salju ini pada Ye Xinyue—seorang selir dari klan minor yang tak bernilai Kaisar secara tidak langsung telah melempar daging segar ke tengah kerumunan serigala yang kelaparan.

Dan benar saja, dampak hukum dari tindakan sang Kaisar langsung terasa saat itu juga.

Belum lewat dua jam sejak kedatangan kasim kekaisaran, pintu gerbang Kediaman Fenghua sudah diketuk kasar. Mingzhu yang baru saja hendak menyeduh ginseng tersebut berlari cemas ke arah luar, lalu kembali dengan wajah pucat pasi.

"Yang Mulia... Selir Liang dan Selir Gao datang berkunjung," bisik Mingzhu dengan suara gemetar.

Xinyue menarik napas panjang, berusaha menetralkan degupan jantungnya. Sudah kuduga. Para jaksa penuntut umum versi istana belakang sudah datang untuk melakukan investigasi.

"Sambut mereka dengan sopan, Mingzhu. Sediakan teh paling biasa yang kita miliki," perintah Xinyue seraya merapikan gaun hijau mudanya, memastikan penampilannya tetap terlihat sangat lesu dan tak berdaya.

Tak lama kemudian, Selir Liang melangkah masuk ke dalam ruangan dengan gaun ungu tuanya yang mewewah, didampingi oleh Selir Gao ,selir peringkat ke-15 yang dikenal sebagai pengikut setia Selir Liang. Wajah kedua wanita itu tidak lagi berpura-pura ramah. Senyuman miring yang meremehkan telah berganti menjadi tatapan penuh kecurigaan dan kedengkian yang tajam.

"Oho, lihat Selir Ye kita yang beruntung," ujar Selir Liang sambil mengibaskan kipas lipatnya dengan gerak cepat yang menampakkan kegelisahannya. Matanya langsung tertuju pada dua kotak mahoni di atas meja utama. "Tubuhmu yang lemah ini rupanya sanggup menggerakkan hati Yang Mulia sampai beliau bermurah hati memberikan ginseng salju yang bahkan belum tentu didapatkan oleh Selir Agung."

Selir Gao ikut menimpalinya dengan nada sinis, "Benar sekali, Kakak Selir Liang. Padahal kemarin Selir Ye baru saja sadar dari pingsan setelah tenggelam. Apakah ada ilmu sihir atau trik murah yang kamu gunakan saat bersembunyi di balik pohon bambu tadi pagi, Selir Ye?"

Tuduhan itu mengandung bahaya yang sangat besar. Menggunakan "ilmu sihir" di lingkungan istana kekaisaran adalah kejahatan berat yang berujung pada hukuman pancung atau pembakaran hidup-hidup.

Xinyue tidak menunjukkan kepanikan secara fisik. Ia justru membiarkan matanya berkaca-kaca, lalu secara tiba-tiba jatuh berlutut di hadapan Selir Liang dengan tubuh bergetar hebat.

"Kakak Selir Liang! Mohon Ampuni Hamba!" tangis Xinyue pecah, suaranya terdengar sangat memelas dan penuh ketakutan. "Hamba tidak pernah bermaksud menggunakan trik apa pun! Hamba bahkan tidak berani menatap wajah Yang Mulia secara langsung!"

Selir Liang terkejut melihat reaksi Xinyue yang begitu dramatis dan tanpa perlawanan. "Lalu kenapa Yang Mulia memberimu hadiah ini?!"

Xinyue mendongak dengan wajah pucat dan mata bersimbah air mata—sebuah akting pertahanan diri yang ia asah demi lolos dari amukan masa. "Hamba rasa... Hamba rasa Yang Mulia hanya merasa kasihan karena hamba terlihat begitu menyedihkan dan merusak pemandangan di Paviliun Anggrek! Yang Mulia menganggap hamba sebagai beban yang bisa mati kapan saja dan memunculkan sial bagi istana! Ginseng ini... Ginseng ini hanyalah bentuk kemurahan hati Yang Mulia agar hamba tidak mati di Kediaman Fenghua dan mengotori tanah kerajaan!"

Selir Liang dan Selir Gao saling berpandangan. Penjelasan itu masuk akal bagi mereka yang memiliki ego tinggi. Bagi mereka, seorang kaisar yang agung tidak mungkin benar-benar menyukai wanita selemah dan seberantakan Ye Xinyue.

Xinyue melangkah lebih jauh dalam taktik diplomasinya. Ia mengambil kedua kotak mahoni berisi ginseng salju tersebut dengan tangan bergetar, lalu menyodorkannya ke hadapan Selir Liang.

"Hamba tahu diri, Kakak Selir. Tubuh hamba yang hina ini tidak pantas menerima barang selangka ini. Kediaman Fenghua juga terlalu kecil untuk menyimpan hadiah dari Yang Mulia. Hamba memohon... mohon Kakak Selir Liang berkenan menerima ginseng ini untuk menjaga kesehatan Kakak Selir yang jauh lebih berharga bagi istana ini," tutur Xinyue dengan nada penuh kepasrahan.

Tindakan menyerahkan hadiah dari Kaisar secara teknis adalah pelanggaran aturan, tetapi menyodorkannya sebagai "penghormatan kepada selir senior" adalah cara terbaik untuk mengalihkan ancaman kematian detik itu juga.

Selir Liang menatap kotak ginseng itu dengan binar kepuasan yang tak bisa disembunyikan. Kesombongannya kembali melambung tinggi. Ia merasa telah berhasil menundukkan Selir ke-20 dan merebut kembali dominasinya.

"Hmph! Kamu rupanya masih tahu diri, Selir Ye," cetus Selir Liang seraya memberi isyarat pada pelayannya untuk mengambil kedua kotak tersebut. "Karena kamu memohon dengan sangat dan sadar akan posisimu, aku akan menerima barang ini demi kebaikanmu. Lagi pula, tubuhmu yang kurus kering ini pasti tidak akan sanggup mencerna ginseng sekuat ini."

"Terima kasih atas kebaikan Kakak Selir! Hamba sangat berterima kasih!" Xinyue membungkuk dalam-dalam hingga dahi touch lantai batu.

Setelah melempar beberapa kata ancaman agar Xinyue tidak bertindak macam-macam lagi, Selir Liang dan pengikutnya akhirnya melangkah pergi dari Kediaman Fenghua dengan wajah puas dan penuh kemenangan.

Begitu pintu gerbang kembali tertutup rapat, Xinyue langsung berdiri dari posisinya. Ia menyapu debu di gaunnya, mengusap air mata buatannya dalam sekali usapan, dan mengembuskan napas lega yang sangat panjang.

Mingzhu berlari mendekat dengan wajah menangis. "Yang Mulia! Kenapa Anda menyerahkan hadiah dari Kaisar?! Itu bisa dianggap tidak menghormati Yang Mulia Kaisar jika beliau tahu!"

Xinyue berjalan menuju kursi kayu, mendudukkan tubuhnya dengan santai sambil menuangkan teh dingin ke cangkirnya. Rasa takutnya yang tadi berkobar kini berganti menjadi ketenangan dingin seorang ahli hukum yang berhasil memenangkan kasus di pengadilan.

"Mingzhu, dengarkan aku baik-baik," ujar Xinyue seraya menyesap tehnya perlahan. "Ginseng salju itu adalah racun berbalut emas. Jika aku menyimpannya, besok pagi mungkin ada racun sungguhan yang dimasukkan ke dalam makananku oleh orang-orang Selir Liang. Tapi dengan menyerahkannya, aku membeli keselamatan dan ketenangan hidup kita untuk beberapa minggu ke depan."

Ia memandang ke arah langit-langit kamar dengan tatapan menerawang.

Hari ini, Xinyue benar-benar menyadari satu fakta yang sangat menakutkan: The Tyrant Emperor Is Real. Zhao Fengting bukan sekadar karakter fiksi berwajah tampan yang ada di panel webtoon 21+. Pria itu adalah sosok nyata yang sanggup mengacak-acak hidup seseorang hanya dengan satu kalimat acuh tak acuh.

"Kaisar itu sangat berbahaya," gumam Xinyue pada dirinya sendiri. "Dia melemparkanku ke tengah serigala tanpa berkedip. Tapi dia lupa... aku adalah penyintas ujian skripsi. Aku tidak akan mati semudah itu dalam permainan politiknya."

Ye Xinyue mengepalkan tangannya rapat-rapat. Perang dingin istana telah dimulai, dan ia bersumpah akan menggunakan segala cara untuk tetap menjadi tokoh sampingan yang bertahan hidup sampai akhir.

1
Raizel_0511
crazy up kk,semangat,sehat selalu💪💪💪😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!