Alexa Steviola mati mengenaskan bersama janinnya saat terjadi kecelakaan tunggal, saat membuka mata dia tidak percaya jika dia terbangun sebelum kecelakaan itu terjadi.
Diberikan kesempatan kedua Alexa tidak menyia-nyiakannya lagi, dia tidak akan mengejar cinta Lucas suaminya lagi, dia memilih untuk mundur mencoba menjalani hidup yang lebih tenang tanpa harus memaksa Lucas mencintainya.
Lucas sendiri adalah pria yang dia jebak hingga dirinya hamil, Lucas awalnya adalah tunangan Catherine yang merupakan bibi Alexa, hanya karena rasa cemburunya pada Catherine membuatnya gelap mata. Kehidupan kali ini dia memilih untuk mundur, tidak ada gunanya memaksakan perasaan seseorang apalagi Lucas yang dikehidupan sebelumnya sangat mencintai Catherine.
Tetapi perubahan Alexa membuat Lucas kebingungan bahkan Lucas marah saat Alexa berkata ingin bercerai dengannya, Lucas berkata sampai kapanpun dia tidak akan melepaskan Alexa.
Mampukah Alexa mengubah takdir hidupnya? Stay tune!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lucas Kesurupan?
Melihat ketiga pelayan itu pergi terbirit-birit, kepanikan Alexa meroket tajam. Apalagi ketika ia melihat sosok tinggi tegap Lucas perlahan melangkah mendekat ke arahnya dengan tatapan tajam yang tak berpaling sedikit pun.
Langkah kaki Alexa mendadak mati kutu. Tubuhnya kaku bak patung di pinggir tangga. Saking takutnya, Alexa menutup kedua matanya rapat-rapat dengan jemari bergetar hebat.
"Kumohon pergilah, hantu!" pinta Alexa histeris, suaranya bergetar menahan tangis.
"Aku tidak punya apa-apa! Jangan ganggu aku! Dagingku pahit dan bau! Pergilah! Kumohon, jangan ganggu aku dan bayiku!"
Tak lama kemudian, sebuah tiupan napas hangat menyapu lembut permukaan wajahnya. Alexa makin tersentak ketakutan. Namun, bukannya jeritan mengerikan yang terdengar, suara tawa terbahak-bahak dari tenggorokan Lucas justru bergema memenuhi ruangan yang sunyi itu.
Hahaha...
Tawa kencang dan lepas yang belum pernah Alexa dengar seumur hidupnya dari mulut seorang Lucas Damarion Clinton.
Dengan perlahan dan penuh rasa ragu, Alexa membuka matanya. Ia menatap sosok pria di hadapannya dengan beribu pertanyaan dan ketakutan yang masih menyelimuti benaknya.
Sebenarnya ada apa dengan Lucas? Apa iya hantu badai di luar benar-benar telah merasukinya? Alexa pernah mendengar mitos lama bahwa hantu sangat menyukai keberadaan bayi. Jangan-jangan hantu jahat yang merasuki tubuh suaminya ini bermaksud merebut anak dalam kandungannya?.
Membayangkan hal mengerikan itu, tanpa sadar tangis Alexa pecah. Air mata membasahi pipinya begitu saja.
"Jangan... jangan ambil bayiku," isak Alexa sesenggukan, menyilangkan kedua tangan melindungi perutnya.
"Kumohon... aku tidak punya apa-apa lagi di dunia ini selain bayiku..."
Seketika itu juga, tawa terbahak-bahak Lucas terhenti total. Gelak tawanya berganti dengan raut wajah kaku dan datar. Tatapan matanya yang tadi jenaka mendadak dipenuhi rasa bersalah.
Niat awal Lucas sebenarnya hanya ingin mengerjai dan mengusili Alexa sedikit lebih lama karena merasa gemas dengan reaksi polos wanita itu. Siapa yang sangka Alexa justru akan merespons se-histeris ini? Lucas benar-benar tidak menduga jika pikiran Alexa akan melenceng sejauh itu hingga menganggap dirinya benar-benar kerasukan roh jahat. Tadi ia hanya mencoba mengikuti alur pikiran ceroboh Alexa, tetapi yang ada justru membuat wanita pendiam itu makin ketakutan.
Tanpa mengucap sepatah kata pun, Lucas melangkah maju satu tindak dan meraih tubuh bergetar Alexa ke dalam dekapannya. Lengan kokohnya melingkar erat di pinggang dan punggung wanita itu, menenggelamkan wajah Alexa di dada bidangnya.
"Sstt... Diamlah. Tidak ada hantu," bisik Lucas dingin namun lembut, menenangkan gejolak ketakutan di dada Alexa.
Lucas menuntun langkah Alexa menuju area ruang tamu utama. Pria itu membimbingnya hingga sampai di sofa empuk bersandar tinggi. Tanpa melepaskan rengkuhannya, Lucas duduk terlebih dahulu lalu menarik Alexa pelan hingga wanita itu terduduk nyaman di atas pangkuannya.
"Raine! Dibawakan air putih hangat dan camilan sehat ke sini. Sekarang," perintah Lucas dengan nada suara tegas dan berat yang menggema sampai ke area belakang.
Tak sampai dua menit, Raine datang tergesa-gesa membawa nampan berisi segelas air hangat dan semangkuk buah potong segar. Pelayan itu menaruhnya di atas meja kaca cepat-cepat tanpa berani menatap wajah sang Tuan, lalu membungkuk dan langsung mengundurkan diri kembali.
Kini tinggal mereka berdua di sofa luas tersebut. Lucas memeluk pinggang Alexa erat, membiarkan kepala wanita itu bersandar di pundaknya sementara badai di luar masih menampar-nampar kaca jendela.
Beberapa menit berlalu dalam keheningan. Napas Alexa yang tadinya memburu perlahan mulai teratur kembali. Kesadarannya terkumpul sepenuhnya, dan saat itulah Alexa baru menyadari situasi serta posisi mereka saat ini.
Ia sedang duduk manis di atas pangkuan Lucas! Lengan kokoh suaminya melingkar protektif di perut dan pinggangnya!.
Rasa malu yang luar biasa seketika menyerang Alexa. Mengetahui betapa konyolnya tuduhan dan teriakannya tadi, ditambah lagi posisinya yang terlalu intim seperti ini benar-benar membuat wajahnya serasa terbakar.
"Astaga..." bisik Alexa sangat pelan.
Saking malunya, Alexa dengan cepat menutupi seluruh wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya. Warna merah padam menjalar cepat dari pipi hingga ke ujung telinganya.
Lucas yang merasakan pergerakan di pangkuannya menunduk sedikit. Pria itu menyadari perubahan warna kulit di leher dan telinga Alexa. Sebuah senyum tipis hampir tak terlihat terukir di sudut bibir tampannya.
Dengan gerakan perlahan dan lembut, jari-jari panjang Lucas mengusir helai rambut panjang Alexa yang menutupi lehernya, merapikannya ke belakang telinga wanita itu.
Lucas mendekatkan wajahnya ke samping telinga Alexa, lalu berbisik pelan dengan suara serak yang tenang.
"Aku tidak kesurupan, Alexa. Mana ada hantu yang berani pada orang setampan diriku."
Bersambung...
Ngetik part ini mau ngakak dan kesel sih.😌
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪💪
lanjut thor