Di kota Neo-Veridia, ingatan bisa diperjualbelikan. Rian, seorang penata memori, menemukan kristal ingatan terlarang yang memperlihatkan dirinya di masa depan—atau masa lalu yang telah dihapus dari otaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wildyan NA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pelarian dari penjara pikiran
Indikator persentase di layar raksasa merayap naik: **75%**.
Rasa dingin menusuk merayapi setiap inci tulang Rian saat kabel-kabel fiber optik di pelipisnya menarik paksa gugusan algoritma dari jarum-jarum syarafnya. Kepala Rian rasanya seperti dibelah oleh kapak berapi, sementara kesadarannya perlahan-lahan terkelupas, terancam tenggelam dalam kepunahan total.
Leon berdiri tegak di depan meja kontrol, tangannya mengendalikan arus ekstraksi dengan ketenangan seorang algojo yang dingin. "Kau selalu menjadi perancang yang jenius, Rian. Tapi kau lupa satu hal: mesin yang kau ciptakan ini dirancang untuk patuh pada perintah penciptanya."
"Maka... kau juga... melupakan sesuatu, Leon," bisik Rian dengan napas yang terputus-putus.
Retina mata Rian berkilat keemasan, namun kali ini pendar itu berdenyut dengan irama tidak stabil—sebuah pola *overdrive* yang berbahaya.
Sebagai perancang utama Proyek Oblivion, Rian tidak hanya memasukkan Inti Kode ke dalam otaknya. Tiga tahun lalu, saat ia menguras ingatannya sendiri, ia menanamkan sebuah protokol pertahanan tersembunyi—sebuah jebakan biologis bertajuk *Pintu Belakang Syaraf*.
Protokol itu hanya akan terpicu jika dua syarat terpenuhi: Inti Kode diakses secara paksa hingga batas kritis, dan kesadaran Rian berada dalam ancaman penghapusan total.
"Proyek Oblivion tidak dirancang untuk patuh padamu..." gertak Rian, suaranya kini bergema berat, terdistorsi oleh lonjakan arus internal. "...mesin ini dirancang untuk patuh pada *pemilik* Inti Kode!"
*BZZZZZZT!*
Arus listrik berbalik mendadak! Bukannya mengalir keluar menuju pemancar utama, arus data berkekuatan tinggi di dalam konsol Sektor Nol berbalik menghantam sistem ekstraksi. Kabel-kabel fiber optik yang menancap di kepala Rian memancarkan kilatan cahaya biru menyilaukan.
Layar raksasa berkedip liar sebelum bertuliskan huruf-huruf merah tebal:
**WARNING: NEURAL BACKFIRE DETECTED. SYSTEM OVERRIDE IN PROGRESS.**
"Apa yang kau lakukan?!" bentak Leon, matanya melebar melihat grafik kontrol di mejanya meledak menjadi ribuan baris eror.
"Aku tidak melarikan diri dari penjara pikiran ini, Leon..." teriak Rian seraya memicu lonjakan sinyal biologis dari jantungnya. "...aku meruntuhkannya dari dalam!"
*BOOM!*
Pengunci elektromagnetik di kursi ekstraksi meledak seketika, melemparkan percikan api ke udara. Rian terhempas ke depan, berlutut di atas lantai kaca Sektor Nol. Kabel-kabel di kepalanya terputus, menyemburkan cairan pendingin sintetik.
Meski tubuhnya gemetar hebat dan darah segar menetes dari hidungnya, pendar keemasan di mata Rian kini menyala terang benderang—penuh dan tak tergoyahkan.
"Sialan!" Leon menyambar senapan pemicu syaraf dari meja kontrol dan mengarahkannya ke kepala Rian.
Namun Rian lebih cepat. Menerobos gelombang kelelahan fisiknya, ia meluncur di lantai licin, menyambar koper perak *Neura-Pulse* yang tergeletak di samping meja, dan menghantamkan sudut keras koper itu ke kaki meja kontrol.
*CRASH!*
Sistem transmisi lokal hancur berhamburan. Pintu-pintu isolasi darurat laboratorium Sektor Nol otomatis menutup dengan dentuman keras, memisahkan ruang ekstraksi dari barisan prajurit Penjaga Kategori di luar.
Rian segera berlari mendekati kursi Maya, mencabut pengunci biometriknya, dan merengkuh wanita yang hampir tak sadarkan diri itu.
"Rian... kau..." bisik Maya lemah, matanya terbelalak melihat Rian berhasil membebaskan diri.
"Aku sudah kembali sepenuhnya, Maya," kata Rian, menyampirkan lengan Maya ke bahunya. Ia menatap Leon yang berdiri bersiap melepaskan tembakan di balik kepulan asap meja kontrol. "Dan sekarang saatnya kita harus menyelesaikan permainan ini."