NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja 2

Pewaris Makam Para Raja 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Beranjak dari takhtanya sebagai penguasa berdarah di perbatasan selatan.

Lin Xiao kini melangkahkan kaki ke dalam pusaran konspirasi mematikan Kota Awan Suci, tempat di mana eksistensi Jiwa Murni berkeliaran layaknya prajurit biasa dan Empat Sekte Suci mengendalikan langit.

Di musim kedua ini, tirai misteri Makam Para Raja perlahan ditarik lebih lebar melalui sebuah ekspedisi menegangkan ke dalam reruntuhan dimensi kuno yang tidak hanya menguji batas kekuatannya untuk menembus ranah Jiwa Murni, tetapi juga menguak luka, penyesalan, serta masa lalu dari para roh kaisar yang bersemayam di dalam tubuhnya.

Ditemani oleh Xue Mingyue, raksasa setia Meng Shan, dan seorang gadis bercadar misterius yang menyimpan rahasia terdalam dari pusat benua, Lin Xiao harus menyeimbangkan ambisi penaklukannya dengan ikatan emosional yang semakin kuat, membuktikan bahwa di balik arogansi dan kekejaman seorang Kaisar Bayangan, terdapat jiwa manusiawi yang terus berjuang mendobrak takdir para dewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Matahari perlahan mulai terbenam di ufuk barat saat angin sore meniup aroma darah segar di padang rumput tersebut.

Lin Xiao masih berdiri mematung menatap ke arah tempat menghilangnya pusaran cahaya perak tadi.

"Tuan Lin Xiao, apakah Nona Yue benar-benar meninggalkan kita begitu saja setelah semua yang kita lalui di dalam makam gelap itu?" tanya Meng Shan sambil mengusap kepalanya yang botak.

"Saya pikir dia akan ikut bersama kita berpetualang dan menjadi bagian dari kelompok kita untuk waktu yang lama." sambung pemuda raksasa itu dengan wajah sedikit kecewa.

Lin Xiao memutar tubuhnya dan menatap Meng Shan dengan pandangan datar yang tidak memancarkan emosi apa pun.

"Kau terlalu naif, raksasa bodoh." jawab Lin Xiao dengan nada suara bariton yang berat dan tenang.

"Wanita itu memiliki rantai tak kasat mata yang mengikat lehernya ke Istana Bayangan Bulan." lanjut pemuda dari Kota Jade River tersebut.

"Dan dia memilih untuk menarik rantai itu sendiri daripada membiarkan anjing-anjing elit dari pusat benua terus memburu kita tanpa henti."

Xue Mingyue yang sudah sepenuhnya berdiri kini berjalan mendekati tumpukan mayat elit Istana Bayangan Bulan.

"Jadi dia mengorbankan dirinya sendiri untuk menjadi umpan agar kita bisa melarikan diri?" tanya gadis pewaris es utara itu dengan nada tidak percaya.

"Aku selalu berpikir bahwa para bangsawan dari pusat benua ini adalah orang-orang egois yang hanya mementingkan diri mereka sendiri." lanjut Xue Mingyue menendang salah satu pedang yang berserakan.

"Ternyata Nona Yue itu memiliki sedikit kebaikan dan kehormatan di balik wajah cantiknya yang selalu dia sembunyikan itu."

Lin Xiao mendengus pelan mendengar pujian tidak langsung dari Xue Mingyue untuk saingannya tersebut.

"Dia tidak mengorbankan dirinya, Xue'er, dia hanya menunda kematiannya sendiri selama tiga bulan." koreksi Lin Xiao melipat kedua lengannya di dada.

"Dia akan dipaksa menikah dengan pria dari Sekte Api Nirwana, dan aku sudah berjanji padanya untuk datang menghancurkan pesta pernikahan konyol tersebut."

Mendengar deklarasi yang sangat arogan itu, mata Meng Shan langsung berbinar-binar penuh semangat.

"Itu baru bos saya!" raung Meng Shan memukul dadanya yang sekeras baja meteor hingga menimbulkan suara dentuman keras.

"Kita akan datang ke sana, memotong kepala calon suaminya, dan membawa Nona Yue kembali bersama kita!"

Xue Mingyue justru mengerutkan keningnya, otak analitisnya mulai menghitung peluang keberhasilan dari rencana gila tersebut.

"Lin Xiao, kau harus sadar bahwa kau baru saja membunuh Komandan Penegak Hukum mereka beserta puluhan elit Inti Emas puncak." ingat gadis es itu dengan nada serius.

"Pusat benua pasti akan segera mengirimkan ahli di tahap Transformasi Jiwa untuk menyelidiki pembantaian ini."

"Jika kita kembali ke Kota Awan Suci sekarang, kita sama saja dengan berjalan masuk ke dalam mulut harimau yang sedang lapar." tambah Xue Mingyue memperingatkan.

Lin Xiao sama sekali tidak terlihat khawatir, dia justru menyunggingkan senyum psikopat yang selalu membuat musuh-musuhnya merinding ketakutan.

"Tempat paling berbahaya di dunia ini selalu menjadi tempat persembunyian yang paling aman, Nona Es." bantah Lin Xiao melangkah melewati Xue Mingyue.

"Mereka akan mencari kita di hutan-hutan pinggiran atau di wilayah selatan tempat asal kita."

"Mereka tidak akan pernah menduga bahwa iblis yang baru saja membantai komandan mereka justru sedang duduk santai minum teh di kota mereka sendiri." jelas Lin Xiao dengan sangat percaya diri.

"Tapi sebelum kita pergi, jangan biarkan semua kekayaan yang tergeletak di tanah ini membusuk sia-sia." perintah Lin Xiao menunjuk ke arah mayat-mayat tersebut.

"Meng Shan, lucuti semua cincin penyimpanan, senjata pusaka, dan batu spiritual dari mayat-mayat itu."

"Kita akan membutuhkan banyak dana segar untuk rencana tiga bulan ke depan."

Pemuda raksasa itu langsung tersenyum lebar dan mengangguk patuh.

"Tentu saja, Tuan Lin Xiao! Menjarah mayat musuh adalah bagian favorit saya setelah menebas kepala mereka!" jawab Meng Shan dengan riang gembira.

Pemuda itu segera berlari ke sana kemari, mengumpulkan setiap barang berharga yang bisa dia temukan dari tubuh para elit Istana Bayangan Bulan tersebut.

Xue Mingyue hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan barbar dari rekan satu timnya itu.

"Kau benar-benar tidak memiliki rasa hormat sedikit pun pada orang mati, Lin Xiao." sindir gadis itu meskipun dia juga tahu bahwa sumber daya itu sangat penting.

"Rasa hormat tidak bisa digunakan untuk membeli ramuan penyembuh atau menyewa informasi di kota pusat, Xue'er." balas Lin Xiao dengan pragmatis.

"Di dunia kultivasi ini, moralitas adalah beban tambahan yang hanya akan membuat langkahmu menjadi semakin lambat."

Tiba-tiba, sebuah suara mekanis yang aneh bergema di dalam kepala Lin Xiao, berasal dari inti energi Makam Para Raja.

'Wadah telah mencapai ranah Jiwa Murni. Ruang simulasi dimensi dari Kaisar Ilusi Bintang telah dibuka di dalam Dantian.'

"Sistem peringatan dari makam ini semakin lama semakin mirip dengan bel penjaga pintu." batin Lin Xiao menanggapi suara tersebut dengan santai.

"Kakek ruang, jelaskan padaku apa fungsi dari ruang simulasi dimensi ini." perintah Lin Xiao di dalam kepalanya kepada roh kaisar keenam yang baru saja dia tundukkan.

'Dasar bocah kurang ajar, namaku adalah Kaisar Ilusi Bintang!' gerutu roh kuno itu dengan nada kesal namun tidak berani melawan secara langsung.

"Ruang simulasi itu memungkinkanmu untuk menarik jiwa musuhmu ke dalam ilusi dimensi tanpa batas, di mana kau bisa menyiksa mereka dengan gravitasi hingga akal sehat mereka hancur."

"Fungsi yang sangat praktis untuk mengorek informasi dari mulut-mulut yang tertutup rapat." batin Lin Xiao menyetujui fungsi baru tersebut.

"Aku pasti akan sering menggunakan mainan barumu ini saat kita berhadapan dengan sekte suci nanti."

Setelah beberapa menit, Meng Shan akhirnya selesai mengumpulkan semua barang jarahan ke dalam beberapa karung besar.

"Semuanya sudah dibersihkan, Tuan!" lapor Meng Shan menyerahkan lima cincin penyimpanan tingkat tinggi kepada Lin Xiao.

"Bagus, sekarang pakai kembali jubah pengelana kusam kalian." perintah Lin Xiao memasukkan cincin-cincin itu ke dalam sakunya.

"Kita akan menyusup masuk ke Kota Awan Suci malam ini juga saat pergantian penjaga gerbang sedang berlangsung."

Mereka bertiga segera menutupi pakaian tempur mereka dengan jubah lumpur yang lusuh, kembali menyamar sebagai kultivator pengelana tingkat rendah.

Langit kini telah sepenuhnya gelap, digantikan oleh cahaya bulan yang bersinar terang menerangi jalan setapak menuju kota raksasa tersebut.

Perjalanan kembali ke tembok kota memakan waktu sekitar satu jam berjalan kaki.

1
VirgoRaurus 31Smile
cincin kan di pakai di jari... kenapa Meng Shan pakai peluk mayat segala, kalau cuma mau ambil cincin....
VirgoRaurus 31Smile
emangnya orang koma itu pasti tubuhnya kaku ya ..
Muh, Manan
mc lemah banyak ngomong..
VirgoRaurus 31Smile
menikah dg siapa... bukankah calon pengantin pria sudah mati...?
Salafudin
lanjut....
Hironimus Dachi
cadassss
aliff mocet
bagusssss
sutrimo trimo
semangat thir lanjut💪💪💪💪
Hironimus Dachi
mantaps
Bambang Hartono
lanjut Thor... semangat
VirgoRaurus 31Smile
mati aja belum kok terbaring kaku... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
mencabut pedang es nya ke arah leher MC... maksudnya gimana Thor...?
Ironside
Request tambahkan makam raja insect Kak /Smile/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Han Boshalvaya
Busetttt, ditunggu insect nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!